
"JAGA UCAPANMU! DEWI,"
"Sayang stop, Sekarang bukan waktunya. Please," Davies yang tengah terpancing emosi, Dia manarik tangan Alexa untuk pergi dari hadapan Dewi dan juga Niko.
Dewi tercengang bukan main, Tamparan panas dari suaminya masih terasa panas di pipi nya.
"Bu, Please. Jangan mulai," Pinta Niko, Dia sungguh sangat kacau. Pikirannya dihantui rasa takut.
"Niko!"
"Bu!"
Dengan amarah yang memuncak Dewi duduk di samping Niko, Dia memegangi pipinya yang memerah. Sungguh pengaruh Alexa sangat melekat di suaminya, Sampai sang suami tega mengayunkan tanganya untuk menyakitinya.
"Entah apa yang dilakukan oleh wanita itu, sampai Papa begitu sangat menyayanginya!" Gumam Dewi yang tak Terima, Sungguh dia semakin membenci Alexa.
Sedangkan itu Nabila dipindahkan ke ruang oprasi, Lampu ruang oprasi menyala menandakan oprasi tengah berjalan.
"Bu..."
"Tenanglah Niko, Nabila pasti baik baik saja."
Alexa yang melihat kekhawatiran Niko terhadap Nabila dia sangat meringis, "Apa Niko seperti ini juga?" Gumam Alexa,
Ya, Alexa kembali menunggu Nabila siuman. Tentu bersama Davies, Tanpa mereka ketahui semua yang tadi terekam oleh seseorang.
Seseorang itu tersenyum misterius, "Mari kita mulai, perang yang sesungguhnya."
Tak terasa, Sudah 2 jam lebih Nabila di ruang oprasi. Sampai lampu ruang operasi padam. menandakan bahwa operasi sudah terhenti,
Terdengar suara tangisan bayi, Suster membukakan pintu, dia langsung menggendong bayi kecil itu ke ruangan khusus.
"Sus, mau dibawa kemana anak saya!" Cegah Niko, Dia sangat bahagia saat mendengar suara tangisan bayi. Namun dia melihat raut wajah suster nampak sangat tegang, Dia membawa anaknya yang baru lahir itu.
Suster itu berbalik, "Maaf tuan, saya tidak bisa menjelaskannya." Sahut suster itu, Dia langsung membawa bayi mungil itu.
"Dok, Ada apa dengan anak dan juga istri saya!"
__ADS_1
"Kondisi pasien saat ini masih kritis, Anak bapak lahir dengan normal. Namun maaf anak anda mengalami kesulitan bernafas,"
DEG...
"Akibat obat yang begitu keras, Membuat rahim pasien hancur. Untung bayi anda kuat pak, sehingga dia tidak ikut hancur, karna itu obat aborsi."
"Kami harus segera mengangkat rahim pasien, jika terlambat nyawa pasien bisa menjadi taruhanya." Jelas dokter yang membuat tubuh Niko melemas, Bak di tusuk ribuan pisau.
Hati Niko sungguh sakit mendapatkan bahwa anak yang di nanti nanti nya itu mengalami kesulitan bernafas, Belum lagi istrinya, Nabila.
"Lakukan yang terbaik dok, Selamatkan menantu saya."
Sama hal nya dengan Niko, Dewi juga sangat terpukul mendengar itu. Pikiranya langsung memutar, bagaimana caranya membuat anak Niko bernafas normal.
Dokter mengangguk, Dia meminta Niko menandatangani surat pengizinnan.
Dengan tangan yang gemetar, Niko menandatangani surat itu. Dokter langsung kembali masuk ke dalam dan melakukan operasi ke 2 yang dimana operasi pengangkatan rahim.
Tanpa menunggu apapun itu, Dokter serta para suster langsung menyiapkan semuanya. Dokter langsung membuka operasi.
Sebelum menjalani prosedur histerek.tomi, seorang wanita perlu memahami bahwa dengan tidak adanya rahim, tidak akan mengalami haid dan memiliki momongan. Dengan kata lain, wanita tersebut berarti tidak mungkin mendapatkan kehamilan.
Niko sungguh sangat sakit melihat badan mungil anaknya yang banyak sekali selang di tubuhnya yang kecil itu, Perlahan Niko masuk ke dalam ruangan khusus itu dan mulai mendekati bayi nya
"Anakku?" Niko mengusap kaca yang menghalangi tubuh anaknya,
Alexa yang tengah berada di luar, Dia sungguh tak kuat melihat seorang bayi yang suci itu harus merasakan sakit seperti itu.
"Kasihan sekali dis," Gumam Alexa yang masih terdengar jelas oleh Davies, Davies menatap Alexa.
"Kamu kasihan kepada Niko?"
"ck! bukan begitu sayang, Aku kasihan kepada bayi lucu itu. lihatlah tubuhnya sangat kecil,"
Davies dan juga Alexa menatap bayi itu dari luar jendela, "Kenapa Nabila bisa setega itu kepada bayinya sendiri?"
"Tidak mungkin jika Nabila sengaja, Sepertinya ada yang mencoba menyelakai namun sialnya berambas kepada Nabila."
__ADS_1
Alexa terus berbicara, Dia sangat prihatin atas apa yang menimpah Nabila. karna bagaimanapun Alexa tetap wanita dan dia pernah merasakan bagaimana sakitnya kehilangan seorang anak, Bahkan rasa sakit itu masih membekas di hatinya.
"Sayang, Bagaimana keadaanmu disana? pasti kamu sangat bahagia bukan Nak, Doakan Mommy disini ya. Mommy janji akan membuat pelaku itu mempertanggung jawabkan perbuatannya," Batin Alexa, Walaupun dia tidak pernah melihat bagaimana wajah anaknya itu, dan apa jenis kelamin nya.
Davies yang melihat raut wajah sedih istrinya, Dia memeluk Alexa. "Sudah jangan sedih, Aku sudah menyuruh Li untuk memeriksa CCTV."
GLUK.... Dewi yang tak sengaja mendengar itu, Dia lupa untuk menghapus rekaman Cctv.
"Kenapa aku sampai lupa! sialan!"
"Sedang apa kamu disitu? kenapa tidak masuk?" Tanya Davies
Spontan Dewi terkejut, Dia menjadi gugup.
"Pah, Tadi Ibu beli makanan buat Niko. Tapi kantin disini tutup,"
"Sudah nanti Makanan akan diantar kesini, Ayo masuk temani anak dan cucu mu."
"maksud Papa?"
"Pah! Niko anak kita, Bukan hanya anak ibu saja!"
Alexa tersenyum sinis menatap mantan ibu mertuanya itu, "Kenapa ibu sangat sewot? Suamiku hanya berbicara seperti itu saja, Tapi kok..."
Dewi semakin di buat kelu, Dia memilih masuk kedalam.
Sambil merangkul Alexa, Davies ikut masuk ke dalam.
***
Williams yang mendapatkan perintah itu langsung menuju ke mansion untuk memeriksa rekaman CCTV. karna secara tidak langsung jika Nabila tidak memakan itu, Bisa saja Alexa yang mengalami hal yang kini di alami oleh Nabila.
"periksa dengan teliti, Periksa semua CCTV!"
...----------------...
Hay salam hangat dari author. mohon untuk terus mendukung dan mensupport karya ini dengan cara:
__ADS_1
LIKE+KOMEN+VOTE!!
BERI BUNGA JUGA 🌹🌹🌹