Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu
TRAGEDI


__ADS_3

Davies mengeratkan tangannya, Terlihat dari tatapannya sedang berkobar api kemarahan.


"Ardi, Antar mereka pulang!" Perintah Davies. Ardi mengangguk, "Baik Tuan,"


Davies menatap Williams, Williams yang mendapatkan tatapan itu langsung paham apa yang disampaikan oleh tatapan Tuannya itu.


Keduanya langsung masuk ke dalam mobil sport hitam, Davies mengeluarkan ponselnya hendak memeriksa dimana lokasi Alexa. Namun sialnya Alexa tidak membawa ponselnya serta jam tangan yang sudah diterapkan dengan pelacak.


Sedangkan itu, Di sebuah gedung tua yang sudah tak berpenghuni serta kumuh itu. Orang-orang berbaju hitam itu membawa Alexa dan juga Elvio masuk ke dalam.


"Tugas kami sudah selesai, Sekarang mana bayaran kami?!"


Bugh


Seorang wanita memberikan gepokan uang ratusan ribu kepada orang-orang berbaju hitam itu, "Ingat jangan sampai orang-orang mengetahui keberadaan mereka!"


"Tenang saja, Tidak akan ada yang mengetahui lokasi ini."


Setelah mengatakan itu, Orang-orang berbaju hitam itu berpamitan pulang. Tentu mereka berganti pakaian terlebih dahulu.


"Haha lihatlah wanita sialan ini ada di hadapan kita, Sekarang waktunya memberikan dia pelajaran!"


"Tunggu! Apa kamu yakin rencana ini akan berhasil?" Pekik seseorang berbaju maroon itu.


"Cih! Tenang saja, Kali ini kita akan berhasil."


Seorang wanita dengan berwajah sedikit rusak itu langsung mengambil air, Dia menyiram Alexa dan juga Elvio yang masih tak sadarkan diri itu.


"Uhuk... Uhuk..." Alexa terbatuk batuk saat air masuk ke dalam hidungnya, Dia perlahan membuka matanya dan betapa terkejutnya dia melihat siapa sosok yang berada di hadapannya ini.


"Hallo wanita pembawa sial! Masih ingat kami?"


Alexa terdiam seribu bahasa, Dia memutar tubuh Elvio sehingga Elvio ada di belakang tubuhnya.


"Apa yang kamu mau hah?!" Tanya Alexa dengan suara yang bergetar, Dia takut kedua iblis dihadapannya ini bermacam-macam dengan kandungan serta putranya Elvio.


Cuih! Seorang wanita dengan wajahnya cacat itu meludah tepat di hadapan Alexa, Untungnya Alexa memalingkan wajahnya.


Dengan gerakan cepat, Seorang wanita paruh baya langsung menarik rambut Alexa dengan kasar. "Aghh..." Pekik Alexa yang merasa kesakitan saat rambutnya ditarik.


Hati Davies mendadak gelisah, Ikatan batin dengan istrinya itu terlalu kuat. Dia memejamkan matanya, "Ya Tuhan, Dimanapun istri dan anakku berada, aku mohon lindungi mereka sampai aku tiba di sana." Batin Davies.


Tak lama ponsel Davies berdering, Terlihat sebuah lacakan lokasi Elvio aktif. Selain menaruh pelacak di ponsel dan juga jam tangan istrinya, Davies juga menaruh pelacak di jam tangan Elvio.


"Li...." Davies spontan langsung berteriak, Williams menepika mobilnya.

__ADS_1


"Ada apa Dav?"


Davies memberikan ponselnya kepada Williams, "Cepat ke gedung ini!"


Williams langsung menjalankan mobilnya menuju ke sebuah gedung tua yang cukup jauh dari perkotaan, Selain itu Davies juga menghubungi Ardi untuk menyusul mereka dengan polisi dan juga beberapa ambulan.


***


"Huaaah, Jangan sakiti mommy Vio!!" Tangis Elvio pecah saat melihat Alexa di cambuk oleh kedua wanita iblis itu.


Keduanya menghentikan cambukan itu, Mereka beralih kepada bocah tampan yang tak lain adalah Elvio. Nabila mencekam pipi Elvio dengan kasar.


"Diam anak pungut!" Nabila menghempaskan Elvio dengan kasar.


"Daddy...." Teriak Elvio yang seakan berhasap kalau Davies menyelamatkan mereka.


Alexa mengalami luka cambukan yang cukup parah, Dia memegangi perutnya yang terasa keram dan sakit.


"Bagaimana rasanya? Sakit? Wanita pembawa sial seperti mu tak pantas mendapatkan kebahagiaan!"


"JAGA UCAPAN MU WANITA JALLANG!" Suara yang menggelengar cukup membuat Nabila dan juga Dewi ketakutan.


"Bagaimana bisa Davies mengetahui tempat ini!" Bisik Dewi dengan hati yang cemas.


"Aku tidak tau!"


Ya, Setelah keduanya bebas dari penjara. Mereka langsung menjalankan strategi untuk membalaskan dendam pada Alexa.


Nabila mengambil sebuah botol minuman, Dia hendak melemparkannya ke kepala Alexa. Namun terlebih dulu sang pahlawan Alexa datang, Dia memutar tubuh Alexa sehingga lemparan itu melesat.


"Sayang?" Davies menatap Alexa yang terlihat lemah dan juga banyak luka cambukan! Rahangnya mengeras dia langsung membalikkan badan dan menampar Nabila.


"Berani-beraninya kalian mengusik keluarga ku hah?!"


Plak...


Davies menampar Nabila, Sejujurnya seumur hidup ia tidak pernah berperilaku kesar terhadap wanita. Namun kali ini kesabaran Davies sudah habis.


Tanpa sadar di belakang tubuh Davies sudah ada Dewi dengan memegangi sebuah kayu, Dan Bruk! Dia memukul pundak Davies.


Davies merasakan sakit di punggungnya, Tak lama dia terjatuh tak sadarkan diri.


"Daddy!!..." Teriak Elvio dengan histeris, ia mencoba melepaskan ikatan di tangannya. Namun ini terlalu kencang, Elvio hanya bisa menangis ketakutan.


"Hahaha, Lihatlah Alexa! Pahlawanmu sudah tumbang sekarang! Tidak akan ada yang menyelamatkan kalian!" Teriak Nabila dengan diiringi tawa nya, Dia mengambil minyak bakar dan menumpahkan nya di sekeliling Alexa, Davies dan juga Elvio.

__ADS_1


Bau menyengat membuat Alexa tersadar, Dia menatap suaminya yang tak sadarkan diri.


"Suamiku..." Teriak Alexa.


Dewi mendekat ke arah Alexa, "Sekarang pilih kemati4n mu dengan cara seperti apa?!" Alexa menggelengkan kepalanya, Dia terus meneteskan air matanya sambil memanggil lirih suaminya.


Nabila mengarahkan pist0l ke arah Alexa, Saat hendak menemb4k dan...


DOR...


Alexa memejamkan matanya, Namun tidak ada sakit yang dia rasanya. Saat membuka matanya betapa terkejutnya Alexa saat melihat siapa yang melindunginya.


"TIDAKKK..... SUAMIKU!!!!" Teriak Alexa, Dia memeluk tubuh Davies saat dirinya berhasil melepaskan ikatan di tangannya itu.


Alexa menangis sambil menggoncang tubuh Davies, Davies terbatuk batuk terlihat dar4h yang keluar dari mulutnya.


Davies memegangi pipi Alexa, "I love u istriku..."


"Noo!!!"


"Tidakk... Suamiku...."


Suasana mendadak menjadi hening, Dewi mengambil alih pint0l dari tangan Nabila. Dia mengarahkannya ke arah Elvio. Dengan memejamkan matanya dan....


DOR...


"Agh..." bukannya teriakan dari Elvio melainkan dari seorang laki-laki dengan berjas hitam, Dia memegangi dadanya yang terkena tembak4n.


"NIKO!!!"


DEG...


Tak lama terdengar suara sirene polisi dan juga ambulan, "Angkat tangan!" Nabila dan Dewi spontan langsung angkat tangan.


"HUKUM DIA SEBERAT BERATNYA! BILA PERLU HUKUM MAT1!!!" Teriak Alexa dengan suara yang menggelegar.


Polisi langsung menangkap Nabila dan juga Dewi, Tak lupa mereka membolgornya.


Sedangkan Alexa, Davies , Niko langsung di bawa menuju ke ambulan. Williams menggendong Elvio yang masih terlihat ketakutan diwajahnya


...----------------...


Mohon dukungannya untuk karya ini, Mohon maaf author up dengan jumkat sedikit. author masih sakit, Jadi harap dimaklumi ya. mohon doa nya juga agar author segera sembuh dan kembali menulis seperti biasanya.


Yuk terus dukung dan support karya ini dengan cara:

__ADS_1


LIKE+KOMEN+VOTE!!


BERI BUNGA JUGA🌹🌹🌹


__ADS_2