Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu
EPISODE 80


__ADS_3

Davies terus saja menganggu Twins yang sedang mimi, Dia mencoel coel pipi gembul Albert yang tengah mimi.


"Mas diamlah, Albert gaakan kenyang!"


"Baiklah, Baiklah.."


Albert mimi dengan kencang, Tangan mungilnya bahkan kini memegangi pydra Alexa, Seakan takut diambil oleh Daddy nya.


Davies terkekeh melihat itu, "Hey boy pelan pelan dong, Nanti mimi nya abis! Daddy juga kan butuh mimi..."


Dengan jahilnya Davies melepas ****** ssu Alexa dari mulut mungil Albert, Tindakan Davies tentunya membuat Albert menangis.


Oeee.... Oeeee...


"Daddy!!!" Alexa mencubit pinggang Davies dengan kerasnya, Dia ikut kesal dengan kejailan suaminya ini.


"Aww awww... Sakit sayang!" Ringis Davies.


"Mangkannya diam!" Alexa berdiri, Dia menggendong Baby Albert menjauh dari Davies.


"Ada apa ini? Kenapa kalian berisik sekali!" Ucap Omah Tuti, Beliau adalah omah Davies. Dia ikut tinggal di mansion ini karna sendari dulu memang tinggal di mansion ini.


"Mas Dav ganggu baby Albert mimi, oma... Padahal setiap malam Mas Dav selalu mendapatkan jatahnya..."


Davies membulatkan kedua bola matanya saat mendengar jawaban dari istrinya, Bagaimana bisa Alexa berbicara privasi kepada omah nya.


Omah Tuti berdecak pinggang, Dia menatap Davies. "Astagfirullah Davies! Kamu itu ya heh kalo kamu gitu terus yang ada nanti cicit oma malah dapet adik! Sudah mulai sekarang Alexa tidur sama omah!"

__ADS_1


"Ck! Omah...."


Alexa tertawa kecil melihat sikap lemas Davies, Ya. Semenjak omah Tuti ikut tinggal di mansion, Suasananya sangat berbeda. Alexa menyukai omah Tuti walaupun mulutnya itu asal ceplos tapi beliau sangat baik.


"Sudah makan nak?"


"Sudah omah, Oma sudah makan?"


"Sudah, sini baby Al biar sama omah..." Omah Tuti mengambil alih Baby Albert, Dengan itu Alexa mengambil baby Aleesya.


Cup...


Cup...


"Cicit oma ini sangat tampan, Pasti nanti kalau sudah besar akan jadi incara para wanita..."


"Sedang apa Vio? Mom boleh masuk?" Alexa membuka pintu kamar Elvio setelah Elvio menjawab sapaan dari Alexa.


"Vio sedang menggambar mom," Jawab Elvio yang tengah menggambar. Alexa mengusap rambut Elvio saat melihat lukisan anaknya ini cukup rapih.


"Vio ngegambar apa?"


Elvio menghentikan gerakan tangannya, Dengan terseyum dia menunjukan hasil gambarannya yang menggambarkan keluarga yang bahagia.


"Ini keluarga kita..." Celetuk Elvio.


"Ini mom and dad, Ini Vio dan ini adek twins.."

__ADS_1


Alexa tersenyum manis melihat gambaran dari Elvio, "Hebat, Anak mommy jago selaki menggambar.."


"Mom, Besok ada rapat di sekolah. Ini Vio dapat undangannya.. dan katanya harus dikasih ke mommy," Alexa menerima sebuah surat yang tepatnya undangan dari sekolahan Elvio.


"Yasudah Vio lanjutkan menggambarnya, Mom mau boboin dulu baby Aleesya ya.." Elvio menganggukan kepalanya.


Alexa keluar dari kamar Elvio dengan kertas undangan ditangannya, Dia memberikan Baby Aleesya kepada Babysitter.


"Pelan-pelan ya taronya, Lesyaa baru tidur."


"Baik, nyonya!"


Babysitter menerima baby Lesyaa, Dia langsung naik ke atas untuk menidurkan baby Aleesya.


"Kertas apa ini? " Davies bertanya saat dia melihat kertas di atas meja.


Alexa yang tengah membuatkan teh langsung berbalik badan, "Itu undangan dari sekolah Vio, mas. besok kita datang?"


Davies membuka undangan itu, Dia mulai membacanya.


"Ya kita harus datang, Ini undangan pentas anak-anak. sepertinya Elvio tampil?"


Alexa merebut kertas itu, Dia mulai membacanya. Wajah Alexa berbinar saat membaca undangan yang memberitahukan kalau Elvio akan tampil pentas.


"anakku akan tampil," Ucap Alexa, Dia memeluk Davies.


"Anak kita, Setelah Elvio tampil nanti, aku akan memberikan sesuatu untuknya..." Sahut Davies sambil memainkan rambut Alexa.

__ADS_1


__ADS_2