
"Siapa nama baby tampan ini?" Tanya Putri sambil mengusap wajah baby mungil Sindy.
Sindy menatap Williams, "Nama anak kami, Leonardo Williams Hutabarat." Jawab Sindy yang mendapatkan senyuman dari Williams.
"Nama yang bagus, Semoga Baby Leo menjadi anak yang berbakti dan soleh."
"Aamiin."
Banyak pelajaran yang diambil oleh Alexa, Sindy, Dan juga Putri. Ketiga wanita hebat yang bisa berjuang melawan rasa sakit mereka, Ikatan persahabatan yang kental membuat mereka tak mau saling kehilangan satu sama lain
Bahagia dirasakan mereka semua, Memang benar jika Allah tidak akan menguji hambanya melewati batas kemampuannya.
Alexa tak pernah menyangka jika takdir cinta sejatinya adalah Mertuanya sendiri, Sungguh ini lah yang dinamakan garis takdir. Pahit manisnya dia sudah merasakan itu, Yang pahit dia jadikan sebagai pembelajaran untuk jauh lebih baik kedepannya.
Begitupun sama halnya dengan Sindy, Dia yang awalnya hanya sekedar bercanda saja namun berujung dengan terampas nya kehormatannya. kejadian itu membuat Sindy mempelajari bahwa yang namanya garis takdir tidak akan bisa di ubah, Sejauh apapun Sindy melangkah pergi, tetap saja dia akan kembali dengan takdirnya.
Putri memilih untuk berdamai bersama suaminya, Sampai kini kebahagiaan sesungguhnya pun dia rasakan setelah kehadiran buah hatinya. Sakit hati karna suaminya kini sudah terobati, Tidak ada lagi luka di dalam pernikahannya ini.
__ADS_1
Demi apapun, Mereka bertiga bersyukur karna rencana takdir sungguh sangat membuatnya belajar banyak hal.
Bertemu dengan laki-laki yang bisa menghargai, Mencintai, Dan menganggap kita adalah sebuah keberuntungan. Pasalnya kini sudah jarang sekali menemukan laki-laki yang tulus sampai janah, Namun bersyukurnya mereka bertiga mendapatkan laki-laki yang sungguh sangat pantas menjadi imam mereka, pantas membimbing mereka menuju jalan yang benar.
Alexa tersenyum hangat saat melihat semua orang-orang yang dia cintai tertawa bahagia, Sedetik kemudian air matanya menetes saat mengingat bagaimana dulu pedihnya kehidupan dirinya dan kedua sahabatnya itu.
Davies yang melihat istrinya meneteskan air mata, Dia langsung memeluk Alexa. "Kamu, kenapa sayang?" Davies mengusap air mata Alexa.
Alexa menatap wajah suaminya, Dia menggelengkan kepalanya. "Aku baik-baik saja suamiku, Aku hanya bersyukur karna proses yang aku lewati ternyata hasilnya sungguh manis. aku bersyukur mendapatkannya," Jawab Alexa sambil dengan isakan tangisnya.
Davies menarik Alexa kedalam pelukannya, Dia mengusap punggung istrinya.
"Kenapa kalian semua menangis?" Tanya Elvio yang tak paham dengan situasi saat ini.
Alexa mendongak, Dia menyeka air matanya. "Kami hanya kelilipan saja, Sini sayang.."
Elvio menghampiri Alexa dan memeluknya dengan erat. "Mommy jangan menangis, Vio tidak suka mommy menangis..." Lirih Elvio sambil mengusap air mata Alexa.
__ADS_1
Alexa tersenyum manis mendengar ucapan putranya itu, Elvio memang bukan anak kandungnya, tapi bagi Alexa, Elvio adalah anaknya! tidak ada yang boleh menyebut kalau Elvio itu adalah anak pungutt!
"Mommy tidak menangis sayang, Bagaimana bisa mommy menangis? sedangkan orang-orang yang mommy sayang semuanya bahagia.." Jawab Alexa sambil merapihkan rambut Elvio.
Davies berjongkok dihadapan keduannya, "Aku berjanji pada kalian, Aku akan menjaga kalian sampai nanti ajal yang memisahkan kita." Davies memeluk istri dan anaknya, Momen ini singguh menjadi momen yang sangat bahagia.
"KAMU AKAN MENJADI VERSI TERBAIK DI MATA ORANG YANG BISA MENGHARGAI KEKURANGANMU."~ Alexandra Winata.
...BERSAMBUNG-HAPPY END...
...----------------...
Hay salam hangat dari author, terimakasih sudah menjadi pembaca setia author.
Mohon maaf bila ending cerita ini tidak sesuai ekspektasi kalian, Tapi Author bersyukur banyaknya yang suka dengan cerita ini.
Next time, Author akan membuat cerita S2 dari novel ini. Dah... sampai jumpa
__ADS_1
SALAM HANGAT DARI ALEXA.