
Davies menatap Alexa yang tengah melihat awan dibalik jendela pesawat, Dia menggenggam tangan Alexa.
"Kamu melamun?"
"Tidak, Aku hanya melihat awan awan yang sangat cantik."
"Mau mengabadikan momen ini?"
"Boleh?"
"Tentu saja boleh sayang,"
Davies mengambil kamera, Dia mempotret beberapa foto Alexa, Tak hanya Alexa dia juga mempotret dirinya dan juga Alexa.
"Pah aga belah sinian, Nah pas."
Cekrek... Alexa mengambil foto dimana tangan dirinya dan juga Davies berdampingan dengan menggunakan cincin pernikahan.
Selama perjalanan keduanya saling terdiam, Alexa memasangkan headset dan mulai mendengarkan musik.
Davies membiarkan Alexa untuk beristirahat, Sejenak dia juga ikut memejamkan matanya.
Sesampainya di Indonesia, Jet pribadi Davies mendarat sempurna.
Melihat Alexa yang tertidur lelap, Davies tak mau mengganggu waktu tidur Alexa. Dia mengangkat tubuh Alexa dan keluar dari Jet pribadinya.
Kebetulan area bandara tengah sepi, Jadi tak ada yang melihat Davies maupun Alexa. Kalau ada yang melihatpun mereka tidak akan mampu mengusiknya.
"Biar saya saja yang membawa mobil,"
"Baik Tuan," Supir memberikan kunci mobilnya kepada Davies,
Mobil yang dikenakan oleh Davies melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan area bandara.
Tak butuh waktu lama untuk sampai di mansion utama, Sekitar pukul 10 malam Davies dan juga Alexa telah sampai di mansion.
"Sayang," Davies membangunkan Alexa, Dia mengusap kening Alexa dengan perlahan dia mengecup keningnya.
"Bangunlah sayang, kita sudah sampai."
Mata cantik Alexa perlahan mulai terbuka, "kita dimana?" tanya Alexa dengan suara seraknya
"Mansion,"
Alexa yang tidak separuhnya sadar dia menganggukan kepalanya, Namun dia langsung terkejut dan membulatkan matanya.
"Kenapa mansion?"
"Kenapa? Kamu istri saya Alexa!"
Senyuman manis terhias di wajah cantik Alexa, Dia mendekat ke arah wajah Davies dan mengecup pipinya.
"Ayo,"
"Kamu masuklah duluan, Aku mau membersihkan barang barang kita." Ucap Davies yang diangguki oleh Alexa
Alexa keluar dari mobil Davies, Dia perlahan masuk kedalam mansion.
"Selamat datang Nona, silahkan masuk." Sapa Mbok tarmi yang cukup dekat dengan Alexa, Alexa tersenyum dia menganggukan kepalanya dan masuk ke dalam mansion
Alexa duduk di sopa ruang tamu, "Non mau mbok bikinin makanan atau minuman?" Tawar Mbok Tarmi pada Alexa
"Tidak usah mbok, Tapi teh hangat boleh deh."
"Oke Non, Kalau gitu mbok ke dapur dulu ya."
__ADS_1
Sambil menunggu mbok Tarmi membawakanya Secangkir teh, Alexa bersandar pada sopa dan membuka ponselnya
Dia mengabari kedua sahabatnya kalau saat ini dia sudah sampai di Indonesia.
"Syukurlah kalau kalian sudah sampai," Balas putri
"Iya bagus, Kerjaan di kantor sudah numpuk banget dan syukurnya kalian sudah pulang" Balas Sindy
Byurr.. Alexa tersentak kaget saat seseorang menyemburkan air ke dirinya. Dia membulatkan matanya saat melihat Dewi yang menyemburkan teh hangat pada tubuh Alexa
"Enak banget kamu! Ga punya sopan santun hah?!"
"Untuk apa kamu kesini wanita mandul?!" Lanjut Dewi dia geram saat melihat Alexa berada di ruang tamu
Alexa tersenyum sinis menatap ke arah Dewi, Bahkan kini ada Niko dan juga Nabila
"Untuk apa aku kesini?"
Alexa membenarkan rambutnya dia menaruh ponsel dan juga tas nya, "YA UNTUK TINGGAL DISINI," Ucap Alexa dengan lantangnya.
"Heh, sadar diri dong kamu siapa main ngomong mau tinggal disini!" Timpah Nabila, Dia ikut Memprovokator antara Alexa dan juga Dewi
"Apa kamu sadar akan ucapanmu itu Alexa? Kamu ingin tinggal disini? Haha mimpi!"
"Lihatlah Mas, Sepertinya mantan istrimu itu menyesal telah cerai darimu. atau mungkin dia sudah jatuh miskin dan ingin kembali kepadamu untuk menguasai hartamu Mas," Ucap Nabila yang ingin membuat Alexa tersurut emosi,
Bukanya marah justru Alexa tertawa, "Apa aku tidak salah dengar? Kekayaanmu? Hahaha kekayaan Niko?" Alexa mengulangi ucapan terakhir Nabila saat bilang kekayaan Niko?
Melihat Alexa tertawa, Dewi maupun Nabila dia geram melihat itu. Dewi mengangkat tangannya hendak menampar Alexa, namun terlebih dulu Alexa mencekal tangannya
"Jangan pernah sekalipun tangan hina mu ini menyentuh kulitku !" Alexa menghempaskan tangan Dewi, Niko yang melihat itu dia berteriak dan mengusir Alexa
"Kurang ajar kamu Alexa! Pergi kamu dari sini!"
Alexa mengambil tasnya, "Punya Hak apa kamu mengusir saya Niko?"
"Benarkah?" Alexa tertawa menatap Niko dan juga Dewi,
"Satpam!" Dewi berteriak dia memanggil satpam dan menyuruh mereka untuk mengusir Alexa.
Bukanya mengusir Alexa, Justru kedua satpam itu malah berbalik badan mereka tak berani mengusir Alexa, Bukanya Alexa yant terusir nanti yang ada mereka berdua yang terusir
"SATPAMMMM!!! DASAR SATPAM BOD0HHHHH!!!"
Dewi semakin tersurut emosi, Dia menarik tangan Alexa dan menariknya keluar mansion
"Lepaskan!"
"Pergi kamu dari sini hama!"
Pergelangan tangan Alexa memerah apalagi saat ini Niko ikut menyeretnya keluar,
"LEPASKAN DIA!"
Suara yang begitu tegas menggema di seluruh penjuru mansion, Terlihat dari arah pintu seorang lelaki dewasa nampak sangat marah
"Papa..." Lirih Dewi yang langsung berlari menghampiri Davies, ya Davies dia marah saat melihat Alexa diperlakukan seperti itu oleh Dewi, Nabila, dan juga Niko.
Davies menghempaskan pelukan Dewi, Dia menatap tajam ke arah Niko yang memerangi pergelangan tangan Alexa dengan kencang
Bruk... Alexa menendang perut Niko, Dia menghampiri Davies sambil memegangi pergelangan tangannya.
"MASS NIKO!" Pekik Nabila, Dia langsung membantu Niko untuk berdiri
"ALEXA!" Tangan Dewi kembali terangkat hendak menampar Alexa, Namun kali ini bukan Alexa yang mencegah tangan itu
Melainkan Davies! Davies mencekal tangan Dewi yang hendak menampar wajah Alexa
__ADS_1
"Jangan pernah sekalipun kamu menampar Alexa, Dewi!"
"Pah...!"
Alexa tersenyum sinis melihat Davies membelanya, Dia menjulurkan lidahnya ke arah Dewi
"Kenapa Papa malah membala Alexa! Dia sudah menyakiti anak kita!?"
Davies melepas tangan Dewi, Dia memanggil seluruh maid maupun pegawai mansion lainya.
"Apa kalian melihat Alexa menyakiti Niko? Atau Nabila? Dewi?"
"Tidak Tuan,"
Davies menatap tajam ke arah Dewi, "siapa yang tersakiti?!"
"Nona Alexa, Nyonya Dewi tadi menyemburkan teh panas ke tubuh Nona Al, Dan juga tadi Menghinanya Tuan." ucap salah satu maid yang membuat Dewi membulatkan matanya.
Davies menyuruh Alexa untuk duduk di sopa, Dia menyuruh maid untuk membawakan secangkir teh panas seperti yang tadi dipesan Alexa.
Maid membawakan teh sesuai dengan apa yang Tuan Dav minta, Byurrr... Davies menyemburkan teh panas itu ke tubuh Dewi
"IBU....."
"PAPA!!!"
Teriak Nabila dan juga Niko, Alexa terkejut melihat itu dia menutup mulutnya.
"Kenapa Papa menyiram Ibu!" Ucap Niko dengan suara keras, Dia membantu ibunya Dewi meniup kulit ibunya yang panas
"Panas?"
"Maka dari itu jangan pernah menuai apapun yang akan merugikanmu!"
Dewi mengeluh kesakitan, "Papa! Kenapa Pa?"
Dewi menunjuk Alexa, "Semua ini karnamu Wanita Mandul! Pergi kamu dari sini!" teriak Dewi yang mengusir Alexa
Alexa berdiri dari duduknya, Dia menghampiri Dewi mantan ibu Mertuanya itu.
"Hemmm tapi maaf, Aku tidak bisa pergi dari sini." Jawab Alexa yang memeluk lengan Davies
"ALEXAAAAA!!!"
Niko terkejut melihat Alexa memeluk lengan Papa nya, Bukan hanya Niko. Dewi maupun Nabila ikut terkejut
"Kamu!"
"ALEXA ISTRIKU!"
DUARRRRR.....
...----------------...
Hayyy salam hangat dar author, Gimana seru ga nih? yuk komen
1.) Seru bangett
2.) kurang seruu
3.) B Aja
Terus dukung dan support karya ini dengan cara:
LIKE+KOMEN+VOTE!!
BERI BUNGA JUGA🌹🌹
__ADS_1