Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu
EPISODE 57


__ADS_3

"Ada apa suamiku?" Alexa bertanya saat melihat Davies yang terdiam.


"Sepertinya kita harus pulang sayang, Ada sesuatu yang harus kita bereskan hmm?"


"Sesuatu? Apa itu?"


"Sudah, ayo pulang."


Davies menggandeng tangan istrinya dan langsung pulang menuju hotel.


Tak lama dia dan istrinya Alexa langsung terbang menuju Indonesia. "Ada apa ini suamiku! Apa yang kamu sembunyikan?"


"Tidak ada, Sebaiknya kamu tidur saja sayang. Oke?" Alexa mengangguk, Dia menutup matanya. Cup! Davies mengecup kening istrinya, Entah bagaimana reaksi istrinya saat tau apa yang menimpah sahabatnya.


Sesampainya di Indonesia, keduanya langsung menuju mansion. Davies menidurkan Alexa, Setelah cukup nyaman, Davies pergi dari kamarnya.


Kini dia tengah berhadapan dengan sahabat sekaligus sekertaris nya, Yang dimana dia mendaptkan kabar bahwa sahabatnya ini telah menodai sahabat istrinya, bagaimana bisa?


"Aku tidak akan banyak biacara Li, Kamu sudah siap menerima konsekuensinya?"


"Aku siap, Karna aku mencintai Sindy."


Bugh... Davies memberi Williams dengan bogem mentahnya, "Cara mu mencintai salah Li! Kamu merusaknya!" Tegas Davies.


Williams yang tersungkur ke belakang.


"Aku tak akan menjamin kamu selamat dari Alexa,"


Davies keluar karna dia tidak ingin semakin menjadi, Dia sungguh tak berpikir bagaimana Williams yang dikenalnya bisa mengendalikan diri ternyata merusak masa depan seorang wanita?


Melihat sahabat sekaligus tuanya keluar, Williams memejamkan matanya. Dia tau bahwa yang dia lakukan adalah kesalahan besar, Tapi sungguh dia sangat mencintai Sindy. "Kerahkan semua anggotamu, Aku ingin wanitaku cepat ditemukan!"


Tut... Williams menutup sambungan telpon, Dia keluar dari ruang kerja Tuanya.


Plak...


Tamparan keras terasa di pipi Williams, Ya kini Williams sudah ada di kampung halaman Sindy. Dia bertemu dengan kedua orangtua Sindy, Williams menceritakan semua yang terjadi termasuk ketidak dasarnya kemarin.


"Laki-laki bejat! KENAPA KAMU TEGA MENGHANCURKAN PUTRIKU!!" Teriak Ibunya Sindy, Dia sungguh tak terima bahwa putri satu satunya itu harus kehilangan kesuciannya dengan cara yang sungguh hina.


Bugh...


Bugh...


Williams menerima pukulan demi pukulan dari Bapak Sindy, Dia pantas menerima itu. "Bajing@n! Cari putriku!"


Amukan dari kedua orangtua Sindy tak mampu Williams lewatkan, Hati orangtua mana yang tidak sakit saat mengetahui kalau putrinya diperlakukan seperti itu.


"Pergi kamu dari sini! Jangan kembali sebelum kamu mengantar putriku!"


Williams di usir oleh Bapak Sindy, Dia masuk ke dalam mobil dan meninggalkan halaman rumah Sindy. Dia mengerutki kebodohannya yang tidak bisa mengendalikan diri, "Maafkan aku Sin,"


***


Duar...


Bagai tersambar petir, Alexa seketika langsung lemas mendengar kabar bahwa Sindy mengalami pelecehan? "Hiks... Siapa bajing@n itu!!!" Teriak Alexa.

__ADS_1


"Aku bajing@n itu,"


Deg...


"Williams!"


Plak...


Alexa menggelengkan kepalanya, Dia tidak habis pikir bagaimana bisa Williams melakukan hal menjijikan seperti itu?


"Katakan sekali lagi?!"


"Aku pelakunya, aku yang telah menodai Sindy."


Plak..


Bruk...


Spontan Alexa menampar wajah tampan Williams, Dia mendorong tubuh Williams. "BAJING@N!!! HIKSSS KENAPA KAMU TEGA MELAKUKAN HAL SEMENJIJIKAN ITU WILIAMMMS!!" Teriak Alexa tepat di hadapan Williams, Davies memeluk Alexa dia mencoba menenangkannya.


"Maafkan aku Nyonya, Tapi sungguh aku sangat mencintai Sindy."


Alexa melepas pelukan Davies, Dia menghampiri Williams dan Plak... Alexa kembali meluncurkan tamparanya.


"Apakah seperti itu kamu menunjukkan rasa cintamu hah?!" Alexa menarik kemeja Williams, "Bajing@n kamu!!! bangs@t!" Umpat Alexa


"Kamu tidak hanya menghancurkan Sindy, Tapi kamu juga menghancurkan hati orang orang yang menyayangi Sindy!! Pantas saja hatiku sangat ganjal ternyata ini sebabnya.."


Air mata tak mampu Alexa tahan, Alexa tidak membayangkan bagaimana hancurnya Sindy. Dia menyeka air matanya.


"DIMANA AKAL SEHATMU WILLIAMS?!"


"Sayang... Sudah..." Davies kasihan melihat wajah Sekertaris sekaligus sahabatnya itu babak belur, Apalagi ditambah dengan tamparan keras dari Alexa membuat wajahnya sudah sangat banyak lebam.


Namun apa yang dia lakukan itulah yang akan dia hadapi, Davies membawa pergi istrinya.


Davies membawa Alexa ke kamarnya, Dia menenangkan Alexa yang masih menangis. "Sudah, Berhentilah menangis. Aku sudah menyuruh orang untuk melacak keberadaan Sindy,"


"Hiks... Seandainya saja aku tidak menyuruh Sindy untuk menjadi wakil sekertaris Li, pasti semua ini tidak akan pernah terjadi."


Davies membalikan tubuh Alexa yang kini menghadap ke arahnya, "Jangan menyalahkan dirimu, Semua sudah jalannya."


"Bersiap-siap lah, Kita akan temui kedua orangtua Sindy."


Davies dan juga Alexa pergi menuju ke kediaman Sindy, Disusul dengan Putri dan juga Suaminya Ardi.


Sesampainya disana, Suanasa cukup hening. Alexa mengetuk pintu rumah Sindy.


Tok...


Tok...


Tok...


Klek... Pintu terbuka, "Kak Al,"


Alexa tersenyum, "Hai Boby, Om sama tante ada?"

__ADS_1


"Ada kak, mereka ada di dalam. Silahkan masuk,"


Alexa masuk ke dalam, Disusul dengan yang lainya. Tak lama kedua orangtua Sindy datang, Alexa menyalaminya.


"Nak Al, Nak Put. Ada apa ini?" Tany Yadi, Bapaknya Sindy.


Putri menatap Alexa, "Begini om, Kami datang kesini untuk meminta maaf atas apa yang terjadi terhadap Sindy. Kami sungguh sangat tidak tahu, Kami akan mempertanggungjawabkan ini." Ucap Putri yang membuat Yadi dan juga istrinya mengerutkan keningnya.


"Semua yang terjadi..."


"Sudah, jangan diteruskan!"


"Om..."


"Lebih baik kalian semua pergi dari sini,"


"Put maafkan aku..." Ucap Alexa saat sudah berada di luar rumah Sindy,


"Alexa... Sudah, ini bukan salahmu. Sebaiknya kita cari cara bagaimana menemukan Sindy, Aku yakin Sindy tidak akan pergi jauh. Dia pasti ke London,"


"Kenapa kamu yakin Sindy berada di London?" Tanya Davies


"Tuan, Sendari kalian ke Korea. Awalnya Sindy ingin menyusul berlibur ke London, Tapi aku tidak yakin."


"Sudah ayo pulang,"


Dengan berat hati Alexa dan yang lainya pergi dari kediaman Sindy, Tanpa sadar sepasang mata yang melihat itu hanya meneteskan air matanya. Hati kecilnya merasakan kalau Sindy berada disini, "Sin..." Alexa berbalik ke belakang


"Ada apa sayang?" Davies bertanya saat melihat istrinya Alexa berbalik ke belakang.


Alexa tersadar, Dia menggelengkan kepalanya. "Tidak ada apa apa suamiku,"


"Yasudah, Ayo masuk."


Alexa masuk ke dalam mobil Davies, Tak lama mobil keduanya pergi meninggalkan perkarangan rumah Sindy.


tanpa sadar sepasang mata melihat itu dengan sendu, Dia menatap kepergian kedua orang yang sangat ia cintai.


"Maafkan aku, Aku sekarang tidak pantas bersama dengan kalian."


Klek.. Pintu kamar terbuka, "Sayang..."


"Bu..."


"Apa kamu yakin ingin pergi?"


"Aku yakin Bu..."


"Maafkan Aku yang gagal menjadi seorang anak yang baik Pak, Bu..."


"Sudah, Mungkin ini sudah jalanya. Pergilah jauh nak, Jangan sampai mereka menemukanmu."


...----------------...


Hay salam hangat dari author, Seperti biasa author minta buat terus dukung dan support karya ini dengan cara:


LIKE+KOMEN+VOTE!!!

__ADS_1


BERI BUNGA JUGA🌹🌹🌹


__ADS_2