
Hidup Sindy yang hendak dia tata kembali kini harus hancur lagi. Bagaimana tidak, Kini dia memandangi sebuah testpack yang bergaris dua.
Memang sudah beberapa hari ini kondisinya mudah lemas dan merasakan capek, Mual yang tidak jelas sering Sindy rasakan. Perkerjaanya terganggu karna itu.
Sindy mencari gejala yang dia rasakan, Namun yang keluar justru membuat kedua bola mata Sindy melemas. Gejala yang dirasakan oleh Sindy adalah gejala kehamilan!!
Untuk memastikan itu, Sindy mengunjungi apotik untuk membeli beberapa testpack walaupun hatinya takut.
Dan saat testpack itu memberikan hasilnya, Sungguh membuat dunia yang baru saja Sindy tata kembali menjadi hancur.
Dia menggelengkan kepalanya, Seakan tak percaya bahwa kini dia sudah berbadan dua. Sungguh tak percaya!
Tubuh Sindy merosot, Dia memeluk lututnya dan berteriak sekeras mungkin. Menangis dalam kegelapan, ya itulah Sindy.
Malam kelam itu berhasil membenihi lahan suburnya itu, Tak butuh waktu lama. Kurang lebih dari 2 bulan, Williams berhasil membuat Sindy berbadan dua.
"Tidak!! Ini tidak mungkin..." LIrih Sindy, Dia sangat tidak sanggup mengecewakan lagi kedua orang tuanya.
Sepanjang malam Sindy hanya menangis, Dia tidak tidur walaupun hanya untuk satu atau dua jam saja.
Di pagi harinya Sindy sudah siap untuk menghilangkan bayinya ini, Tidak! Ini bukan bayinya.
Dengan segala keyakinannya, Sindy langsung berangkat ke tempat dimana biasanya para orangtua kejam menghilang bayi bayi.
Sindy mengendarai mobil yang diberikan oleh laki-laki tampan itu, Tanpa dia sadari mobil ini sudah ditaruh pelacak yang bisa melacak dimana saja dirinya.
Seorang laki-laki tampan yang tengah berkutat dengan laptopnya itu langsung diganggu dengan laporan bahwa wanitanya meninggalkan apartemen.
Gerakan tangannya terhenti, Dia langsung menyambar ponselnya dan betapa terkejutnya saat dia melihat mobil yang dikendarai wanitanya itu menuju ke tempat yang membuat laki-laki itu membulatkan matanya.
"Damn!"
Laki-laki tampan itu mengeram, Pikirannya langsung berkeliaran.
Bugh...
"Cencel semua! Saya ada hal penting." Setelah mengatakan itu, Dia langsung meninggalkan ruangannya.
Tatapan yang tegas terlihat dari sorot matanya yang sedang menahan amarahnya, Dengan mengendarai mobil sport nya dia langsung meninggalkan perusahaannya.
Tempat yang dituju oleh Sindy sangatlah jauh, Jauh dari perkotaan bahkan bisa dibilang ada disebuah daerah terpencil. Sungguh memakan waktu yang banyak untuk menghampiri tempat itu.
Tanpa sadar kini Sindy sudah berada ditempat yang dia tuju, Dengan gemetarnya dia melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah yang terlihat tak terurus itu.
Namun siapa sangka Saat masuk ke dalam, Sindy langsung dibuat cengo oleh kondisi ruangan yang sungguh sangat rapih seperti rumah sakit. Batinya bertanya-tanya, Apakah ini yang dinamakan rs ilegal?
Sindy mengambil nomor antrian, Dia duduk untuk mendapatkan giliran.
__ADS_1
Sekitar 15 menit menunggu, Sindy mendapatkan gilirannya. Namanya sudah terpanggil, Dia masuk kedalam ruangan yang sudah ada seseorang berpakaian putih.
"Aku mau mengugurk@n kandunganku,"
"Ba..."
Brak...
Belum sempat berkata, Terlebih dulu seseorang mendobrak pintu. Tanpa ba bi bu, Dia langsung menarik tangan Sindy untuk keluar dari ruangan ini.
Sindy tersentak kaget saat melihat siapa yang datang, Dia tidak bisa menyangka. Saat sudah berada diluar, Laki-laki itu langsung menatap Sindy dengan tatapan tajam.
"Masuk!" Perintah laki-laki tampan itu yang menyuruh Sindy untuk masuk ke dalam mobilnya.
Setelah Sindy masuk, Dia ikut masuk juga dan langsung pergi meninggalkan mobil Sindy yang masih terparkir disana.
Sepanjang perjalanan Sindy tak mampu berkata-kata apapun, Dia hanya menundukkan kepalanya. Mobil itu berhenti disebuah danau, Laki-laki tampan itu langsung memarkirkan mobilnya.
"Keluar!"
Sindy keluar dari mobil, Tak lama laki-laki itu menyusul Sindy. Dia menarik tangan Sindy untuk lebih dekat dengan danau.
Dibawah pohon, Laki-laki itu melepaskan pegangan tangannya dia menatap Sindy seola meminta penjelasan.
"Kenapa kamu ke tempat itu?" Tanya nya dengan suaranya yang tak mampu Sindy dengar.
Sindy tidak menjawab, Dia hanya terdiam. Laki-laki itu mengguncang pundak Sindy, "Jawab aku!"
"Ak..."
"Sudah, Tidak perlu dijawab! Aku sudah tau..."
"Ri..."
Tubuh kekarnya seola langsung menciut begitu saja, Dia terduduk lemas. Wanita yang dia cintai, dan dia cintai kini? Tengah mengandung benih dari si brengsek itu.
"Kenapa dia mempermainkan diriku Sin? Kenapa!!!" Teriak laki-laki itu, Sindy tersentak kaget dia ikut menangis.
Memeluk tubuh laki-laki yang dulu keduanya pernah berjanji untuk hidup bersama, Pasangan kekasih yang dipisahkan beberapa tahun lamanya kini dipertemukan kembali dengan kondisi yang sungguh berbeda.
"Ma-maafkan ak-aku.. Hiks..."
Melihat wanitanya menangis, Laki-laki tampan itu memeluk tubuhnya. Sebanyak apapun amarah yang ada didalam dirinya, tetap saja kalah dengan hatinya.
Keduanya berpelukan dengan diiringi tangisan, Setelah cukup. Kini waktu sudah mulai senja, Terlihat dari awan yang mulai gelap. Laki-laki itu menghembuskan nafasnya, Dia menatap Sindy.
"Bayi ini tidak salah, Jangan pernah kamu menghilangnya. Dia ingin hidup Sin,"
__ADS_1
Deg...
Sindy terdiam.
"Kamu tau? Diluaran sana banyak wanita yang berlomba ingin mendapatkan seorang bayi, Berbagai banyak cara sudah mereka lakukan untuk mendapatkan seorang bayi. Namun? Mereka tidak mendapatkan malaikat kecil itu,"
Tes...
Air mata Sindy kembali menetes kala dia mengingat sahabatnya yang mengalami hal yang sama seperti itu, Dia memegangi perutnya yang rata.
Bruk...
Laki-laki tampan itu kembali memeluk Sindy, Dia mengusap rambut Sindy. "Kamu mendapatkan calon malaikat mungil di dalam perutmu Sin, Jaga dia."
Laki-laki tampan itu mendongkak menatap wajah Sindy, Dan cup! Dia mengecup kening Sindy.
"Kita akan merawat bayi ini bersama, Aku akan menjadi Ayahnya."
...***...
Semenjak itulah keduanya sepakat merawat bayi ini, Banyak yang mereka alami bersama. Bahkan saat Sindy mengalami pase hamil yang membuat laki-laki tampan itu harus siap menerima panggilan masa mengidamnya.
Laki-laki tampan itu menepati ucapannya, Sungguh membuat Sindy teriris melihat kasih sayang laki-laki dihadapannya ini sungguh membuat dirinya merasa bersalah.
Kandungan yang awalnya dibenci oleh Sindy dan tidak diinginkan oleh Sindy, Kini perlahan Sindy mulai menerimanya.
Namun saat dirinya sudah menerima kehamilannya itu, Justru calon malaikat mungilnya itu justru malah pergi.
Sindy mengalami keguguran saat dirinya terjatuh di kamar mandi.
Kenyataan pahit Sindy rasakan saat bayinya tidak bisa diselamatkan. Impian kecil nya langsung hangus, Sindy sungguh menyesal seolah-olah kini bayinya berkata
"Mamah pasti senang, karna kini aku sudah tidak ada."
"Tidak!!!"
Kejiwaan Sindy kembali terganggu, Laki-laki tampan itu bahkan kini terpaksa memasuki Sindy ke RSJ demi kesembuhan Sindy.
Dia terpaksa melakukan itu karna sikap Sindy semakin kelewatan, Sindy sudah banyak dilarikan kerumah sakit atas hal yang sama. Yaitu pencobaan bundir.
Kabar itu tentu sampai di telinga keluarga Sindy, Ayah Sindy sungguh terpukul mendengar itu. Serangan jantung dia rasakan sampai akhirnya dia menghembuskan nafasnya.
...----------------...
Hay salam hangat dari author, Seperti biasa author minta maaf bila ada kesalahan penulisan atau kosa kata yang salah.
Mohon dukungan serta supportnya untuk karya ini dengan cara:
__ADS_1
LIKE+KOMEN+VOTE!!
bunga juga🌹🌹