
"Habis Darimana kamu?" Tanya Niko saat melihat istrinya Nabila baru saja pulang,
"Jangan banyak tanya dulu Mas, Bantu aku berjalan." Niko menghampiri Nabila dan membantu dia berjalan masuk ke dalam mansion, Sedangkan itu Dewi sedang menyiapkan sarapan untuk semua orang.
"Apa nyonya baik baik saja?" Tanya Mbok Tarmi yang kaget saat Nyonya besar mereka masuk ke area dapur dan ikut menyajikan sarapan,
"Kenapa?" Dewi menatap sinis ke arah Mbok Tarmi, "Sebaiknya mbok cepat sajikan ini, Jangan banyak tanya!" Mbok Tarmi mengangguk,
Setelah melihat suasana cukup aman, Dewi mengeluarkan botol yang bersisikan beberapa obat kecil.
Dewi membubukan obat kecil itu, Setelah dirasa cukup halus. Dia memasukannya ke dalam nasi goreng yang di hidangkan untuk Alexa, Dengan mengaduk ulang Dewi tersenyum.
"Kamu pikir saya lemah Alexa? Lihatlah siapa yang nanti akan melemah," Batin Dewi tertawa saat membayangkan bagaimana nanti Alexa hancur dengan obat ini.
Tring... Tring... Tring... Ponsel Dewi bergetar, Panggilan masuk tertera dari seseorang. Dewi meletakan nasi goreng itu dan bergegas mengangkat telpon itu di ruang lain.
Mbok Tarmi yang baru saja kembali lagi ke dapur, Dia melihat sepiring nasi goreng terhidang di meja. Mbok Tarmi mengambilnya, "Ini pasti untuk Nyonya Muda, Tapi kok tumben Nyonya Besar? Ah sudahlah sebaiknya aku cepat taro ini."
Mbok Tarmi membawa sepiring nasi goreng itu dan menyajikannya di meja makan, Tak lama datang Nabila dan juga Niko.
Entah mengapa Nabila ingin sekali memakan nasi goreng itu, Dia langsung Mengambilnya.
"Non, Itu pun..."
"Aku pengen ini Mbok! Mbok mau anak saya nanti ileran hah?" Bentak Nabila, Dia menarik salah satu kursi dan Mendudukinya.
Tanpa menunggu yang lainya, Nabila langsung melahap nasi goreng itu.
Alexa dan juga Davies yang baru saja datang melihat Nabila begitu lahap memakan nasi goreng itu, Mbok Tarmi menatap Tuanya.
"Maaf Tuan, Nasi goreng itu untuk Nyonya muda. Tapi Non Nabila mengambilnya,"
Mendengar itu Alexa tersenyum, "Sudah, Tidak apa apa Mbok. Lagian aku juga lagi ga pengen makan itu," Mbok Tarmi tersenyum, Dia berpamitan untuk ke belakang lagi.
Alexa menyajikan suaminya Davies makanan, Ya. Sesuai dengan aturan baru yang di buat Alexa, Dimana kini sarapan tersaji dengan nasi.
Saat Alexa hendak menyuapkan sarapannya, Terlebih dulu Nabila berteriak histeris.
"AAAAAAAGHHHHH..."
Semua orang tersentak kaget mendengar Nabila berteriak kencang, Dewi yang baru bergabung dia terlonjat kaget melihat sarapan yang seharusnya untuk Alexa malah ada di depan Nabila.
"Sialan kenapa dia malah memakan itu!"
Nabila terus memegangi perutnya, Dia terus meringis sakit.
__ADS_1
"Sakit!!!" Alexa terkaget melihat aliran darah yang keluar dari kaki Nabila
Niko bergegas langsung membawa Nabila, Alexa dan juga Davies menyusul.
Tangan Dewi gemetar saat melihat yang terkena obat itu malah Nabila menantunya, Bukan wanita sialan itu yang tak lain adalah Alexa.
"Biar Papa saja yang menyetir, Kamu temani istrimu." Davies mengambil kunci mobil, Dia yang mengendarai mobil. Alexa ikut serta menemani nya,
Mobil itu langsung melesat menuju ke rumah sakit terdekat, Sesampainya di sana Nabila sudah sangat pucat.
"Susterrr.... Dokter.... Tolong istri saya...." Teriak Niko yang menggema, Sambil menggendong Nabila dia berlari masuk ke dalam sumah sakit
Alexa menggandeng tangan Davies dan ikutt menyusul Niko,
Suster langsung membawa Nabila menggunakan brankar, Nabila terus merengek sakit dia memegangi perutnya.
"Maaf Pak, Silakan tunggu diluar."
Niko terduduk lemas, Rasa takut kembali menyeluak di pikiranya. Dimana saat itu Alexa mengalami hal yang kini di alami oleh Nabila,
"Sayang," Alexa memeluk Davies, Bayangan bayangan dimana saat itu ia kehilangan janinya terlintas di pikiranya.
Davies yang melihat Alexa memejamkan matanya, Dia memeluk erat Alexa sambil sesekali mengecup keningnya.
"Bagaimana kondisi menantu Ibu, Nik?" Tanya Dewi yang ikut khawatir
Klek... Pintu ruangan terbuka menampakan dokter yang menangani Nabila, Niko langsung bangun.
"Suami pasien?"
Niko maju, "Saya Dok."
Dokter memberikan Niko berkas, Niko menerima itu dan mulai membacanya. Niko terlonjat kaget saat membaca berkas yang berisikan laporan kondisi Nabila.
"Tidak Dok! Ini pasti tidak benar kan!" Niko menggeprakan berkas itu, Dia sungguh tak percaya saat tau bahwa Nabila memakan obat yang campuran dari Racun sianida Dan juga campuran obat Cytotec.
[Cytotec ® tergolong sebagai obat aborsi yang berpotensi membahayakan kehamilan. Obat ini memicu kontraksi serta pendarahan pada rahim. Oleh karena itu, jangan minum obat Cytotec Asli® apabila Anda sedang hamil.
Bila tidak dilakukan dengan benar atau menggunakan obat-obatan sembarangan, aborsi dapat menyebabkan kerusakan pada rahim dan vagi.na. Kerusakan ini dapat berupa lubang maupun luka berat pada dinding rahim, leher rahim, serta vagi.na.]
"Ada apa Niko?" Dewi mengambil berkas itu namun sebelum itu Alexa yang lebih dulu mengambil berkas itu,
"Astagfirullah," Alexa terlonjat kaget saat tau bahwa obat itu sangat berbahaya apalagi untuk orang yang tengah hamil.
"Dok, Bukanya obat Cytotec sangat berbahaya? Apalagi ini dosis yang sangat tinggi."
__ADS_1
"Benar Nona, Obat itu sangat berbahaya karna bila di salah gunakan, Obat itu dapat menyebabkan kerusakan pada rahim dan juga Vagi.na. Kerusakan ini dapat berupa lubang maupun luka berat pada dinding rahim, leher rahim, serta vagi.na." Jelas Dokter
Mendengar itu Dewi sungguh sangat terkejut, Dia sangat sangat menerutuki dirinya yang tidak cepat menaruh itu.
Dan alhasil, Nabila yang menjadi korbannya. Dia sangat khawatir bila harus kelihangan bayi yang ada di perut Nabila, karna itu adalah senjata yang paling ampuh untuk mempertahankan kedudukannya.
"AAGGHHH..."
BUGH..
BUGH..
BUGH..
Niko memukul tembok, Dia sangat terpukul saat melihat kondisi istrinya.
"Jadi bagaimana Tuan, Saya harus segera bergerak. Jika tidak, Pasien tidak akan terselamatkan."
"Lakukan apapun itu Dok, Selamatkan cucu saya dan juga menantu saya. Resiko apapun itu akan kami tanggung,"
Bukanya Niko yang menjawab melainkan Dewi, Sungguh sangat sial bagi Dewi.
Dokter mengangguk paham, Dia meminta Niko menandatangani surat penyataan bahwa sekeluarga sudah siap dengan resiko apapun itu.
Dokter kembali masuk ke dalam ruangan, Sedangkan Niko, Dewi, Alexa, dan juga Davies menunggu diluar.
"Kenapa bisa Nabila meminum obat itu?" Tanya Alexa yang heran akan kenapa bisa obat itu ada dan membuat bahaya seperti ini.
Dewi menoleh ke arah Alexa, "Sepertinya ini adalah sebuah rencana! apa kamu yang sengaja menyelakai menantuku hah?!"
Alexa membulatkan matanya mendengar ucapan Dewi, Dewi menunjuk ke arah Alexa. "Ya, Kamu. pasti kamu kan yang membuat Nabila seperti ini hah? kamu iri kepada Nabila yang kini sedang mengandung"
"KARNA KAMU MANDUL, MANGKANYA KAMU MEMBUAT NABILA SEPERTI INI KAK HAH! KAMU SUNGGUH HINA ALEXA! KA..."
Plak...
Davies menampar Dewi
...----------------...
Hay salam hangat dari author, Mohon terus dukung dan support karya ini dengan cara:
LIKE+KOMEN+VOTE!!!
BERI BUNGA JUGA🌹🌹
__ADS_1