
"HAHAHAHA" Sindy tak mampu menahan gelak tawanya saat Alexa mengatakan di gigit semut?
"Semutnya besar ya Al, Sampai bengkak seperti itu.." Goda Sindy kepada Alexa.
Alexa menatap tajam ke arah Sindy, Dia memilih mengajak Elvio untuk ke dapur menyajikan kue yang dia beli tadi.
"Kuenya enak sekali... Vio sangat suka!!!" Alexa terkekeh melihat Elvio yang lahap memakan kue coklat itu.
Alexa membawa nampan yang berisikan Kue, Dia menyajikannya ke depan untuk di nikmati bersama.
"Kalian hanya tinggal berdua?" Tanya Alexa yang kini sudah berhadapan dengan Williams dan juga Sindy.
Sindy menggelengkan kepalanya, "Tidak Al, Ibu dan Boby akan ikut tinggal bersama kami. lagian sepertinya mansion terlalu luas untuk kami berdua." Jawab Sindy.
Alexa menganggukan kepalanya, "Ya baguslah, Lagian kamu juga kan sedang hamil. tidak baik jika tinggal sendiri.."
Mereka berlanjut dengan mengobrol hal lainnya.
Sampai akhirnya Sindy dan juga Williams berpamitan untuk pulang.
Kini Sindy dan juga Williams sudah menempati mansion baru mereka, Disinilah mereka akan mengulang kisah baru mereka. Hanya mereka berdua dan calon buah hati mereka.
Ah mungkin tidak berdua, Sindy juga mengajak Ibu dan Juga Adiknya untuk tinggal bersamanya. Williams dengan senang hati, menyetujuinya.
"Mansion ini, apa tidak terlalu luas untuk kita honey?" Tanya Sindy sambil melihat sekeliling mansion.
Williams tersenyum, Dia mengecup kening Sindy. "Tidak, sayang. Untukmu apapun itu akan aku lakukan.." Jawab Williams yang membuat Sindy tersenyum manis.
"Terimakasih honey..." Sindy memeluk Williams dengan erat, Dia menghirup aroma yang ada di tubuh suaminya itu.
Sindy mendongak menatap suaminya. "Honey, apa kita bisa mengadakan syukuran?"
Williams mengangguk, "Tentu saja bisa sayang, Nanti aku akan memanggil anak panti dan anak-anak pengajian untuk ikut syukuran disini."
Keduanya langsung naik ke lantai atas untuk melihat kamar mereka berdua yang sudah didisain oleh Williams khusus untuk istri tercintanya. Saat Sindy membuka pintu kamar, Dia dikejutkan dengan banyaknya foto dirinya dikamar ini.
"Sayang?" Williams hanya tersenyum, memang semenjak Sindy pergi meninggalkannya. Williams menghabiskan waktu dengan memajang foto Sindy disetiap sudut mansion.
Williams mengajak Sindy untuk masuk ke dalam kamarnya, Dia meminta Sindy untuk membuka tirai yang tepat berhadapan dengan kasurnya.
Sindy menekan tombol, Perlahan tirai itu mulai terbuka dan menampakan sebuah foto keluarga. Yang dimana disitu ada mendiang ayah Sindy, Sindy terdiam seribu bahasa melihat foto keluarga itu.
__ADS_1
"I-ini?" Williams memangguk, Dia melukis sebuah foto keluarga yang dia bisa. Namun hasilnya sungguh membuat Sindy bahagia.
"Terimakasih honey, aku sungguh sangat bahagia... Terimakasih suamiku..."
"Tidak perlu berterimakasih istriku, Sudah menjadi tugasku untuk membuatmu bahagia. Apapun itu, Aku sangat mencintaimu.."
Williams mendekat ke wajah Sindy, hingga titik dia menempelkan bibirnya ke bibir manis istrinya. Sindy memejamkan matanya, Dia mengalungkan tangan mungilnya ke leher suaminya.
Williams menahan tengkuk leher Sindy untuk memperdalam itu, Hingga terjadilah sebuah petempur4n panas yang cukup membuat banyak peluh bercucuran.
Ke esokan harinya, Sindy dan juga Williams langsung mengadakan syukuran. Mereka mengundang semua anak panti dan juga anak-anak pengajian, Tidak mendoakan mansion ini saja. Tapi mendoakan kehamilan Sindy sampai nanti melahirkan.
Sindy juga mengundang Family Ling, Dan juga Family Nian. Siapa lagi kalau bukan, Alexa dan juga Putri.
Dengan didampingi anak dan suami masing-masing, Alexa maupun Putri langsung masuk ke dalam mansion baru Sindy.
"Hei.. kalian baru sampai?" Sindy menyapa kedua sahabatnya itu, Dia mengajak sahabatnya untuk bergabung bersama yang lainnya.
Alexa yang tengah menggendong Baby Aleesya langsung di ambil alih oleh Sindy, "Ahh Leesya makin cantik aja..." Sindy mencium pipi gemul Aleesya.
Alexa mengambil Baby Amanda, Sudah lama sekali dia tidak menggendong Amanda. "Makin tembeb aja ya manda.. cantiknya ponakan authy.."
Sedangkan para suami, Mereka membantu membagikan amplop dan juga hadiah untuk anak-anak panti dan juga anak-anak pengajian.
Setelah semuanya selesai, Mereka bergabung mersama istri-istri mereka masing-masing. Davies memangku Elvio, Karna dia ingin dipangku oleh Davies.
Tiba-tiba saja, Sindy merasakan ngiler dengan nasi liwet. Ingin sekali dia makan nasi liwet beramai-ramai.
"Bagaimana kalau kita masak nasi liwet?" Sindy mengulas perutnya yang masih rata itu, Alexa menatap Sindy.
"Lagi nyiram?" Sindy mengangguk.
"Yasudah ayo kita masak nasi liwet saja, kebetulan aku juga belum makan lagi hahaha.." Canda Putri yang mengundang gelak tawa.
Mereka memberikan Baby mereka kepada Babysitter.
"Tapi bahan-bahannya tidak ada disini, Jadi siapa yang akan ke pasar?" Ucap Sindy dengan lemahnya, Karna dia belum membeli bahan makanan apapun.
Alexa berpikir sejenak, Kalau dia yang ke pasar yang ada nanti Twins dan Elvio merengek. dia memutar otak, "Sebaiknya para suami saja yang ke pasar untuk membeli bahan makanan." Ujar Alexa, Sindy berbinar. "Ya, Benar!"
Keduanya kembali ke ruang keluarga, Mereka duduk di karpet yang kini sudah banyak anak-anak yang kumpul.
__ADS_1
"Kenapa tidak masak? katanya mau ngeliwet.." Williams bertanya karna istrinya itu kembali lagi.
"Di dapur tidak ada bahan masakan apapun, Jadi sebaiknya kalian para suami pergi ke pasar untuk membeli semuanya. Alexa sudah menglist bahan-bahan yang harus kalian beli." Jawab Sindy yang membuat ketiga suami itu membulatkan mata mereka.
"No! aku tidak mau, Bisa turun harga diriku jika menginjak pasar!"
Alexa menatap tajam ke arah suaminya, Davies menelan selivanya dengan susah payah.
"Oh, Baiklah kalau begitu.. Biar kita saja yang pergi kepasar, Sekalian buat cuci mata liat amang amang hot.." Sahut Alexa.
Namun dengan kompaknya para suami langsung menentang itu, "TIDAK!! TIDAK BOLEH!!"
Para suami langsung berisi, Davies mengambil list belanjaan yang sudah di list oleh istrinya.
Mereka langsung bergegas ke pasar dengan menggunakan mobil Williams.
"Nanti kalian saja yang membelinya, Aku tunggu di dalam mobil." Ucap Davies dengan santainya.
Williams mendongak menatap Davies, "Enak saja! kamu juga harus turun ke pasar nya Dav!!" Sahut Williams sambil menambah kecepatan mobilnya.
"Hei!! Li kamu sudah bosan hidup?!!!" Pekik Davies yang kaget saat mobil ini melaju kencang.
"Pegangan saja yang erat, Disini tidak ada bos ataupun bawahan jadi semuanya sama." Sahut Ardi, Dia ber pegangan.
Williams tertawa, Dia akhirnya bisa menjaili Davies.
Sedangkan itu di mansion, Ketiga wanita cantik itu tertawa bersamaan kelihat reaksi para suami mereka, Alexa, Sindy dan juga Putri tertawa keras.
"Apa nanti akan muncul trending? Ketiga CEO tampan belanja di pasar hahahaha"
"Haha kita keterlaluan sekali, menjaili suami hahaha...."
...----------------...
Hay, Salam hangat dari author. Seperti biasa mohon dukungan serta supportnya dari kalian semua untuk novel author.
Berkomentarlah walaupun komentar "Lanjut"
Dukungan dari kalian, Semangat untuk author.
LIKE+KOMEN+VOTE!!
__ADS_1
BERI BUNGA JUGA🌹🌹🌹