
Kini semua orang berada di ruang rawat Nabila, Termasuk Alexa dan juga Davies.
Mereka menunggu Nabila siuman, Niko berada tepat di samping Nabila dengan dokter yang menunggu Nabila membukakan kedua matanya.
"Emm.. A-air..." Nabila mengeliat, Niko yang melihat itu langsung memberikannya air minum.
"Bagaimana keadaan anda Nona?" Tanya dokter saat melihat Nabila sudah siuman.
"Eughh, kenapa perutku sakit!"
"Jangan banyak gerak, Perutmu masih basah karna operasi pengangkatan rahim." Ucap Alexa yang jelas membuat Nabila membulatkan matanya.
"Al!" Bentak Niko, Alexa hanya memutar bola matanya malas.
Nabila membulatkan matanya saat mendengar ucapan Alexa, Dia memenangi perutnya yang kempes.
"TIDAK!!"
Nabila menghadap Niko, "Mas ini, ini ga bener kan? Mas jawab aku!!!"
"Nab tenang, Tenang dulu."
"JAWAB AKU! RAHIMKU MASIH ADA KAN? DAN DIMANA ANAKKU!!!" Teriak keras Nabila yang menggema di ruangan ini.
Dokter memilih untuk keluar dari ruangan Itu, Dia harus menghormati privasi pasiennya.
Dewi ikut menenangkan Nabila, Dia meminta untuk Nabila jangan banyak bergerak dulu. Dewi juga menjelaskan kalau cucunya itu selamat.
"Semua ini karna kamu ALEXA!"
"JAGA NADA BICARAMU NABILA! DIA ISTRI SAYA! IBU MERTUA MU JUGA!" Bentak Davies yang membuat semua orang terdiam seribu bahasa termasuk Nabila, Alexa memegangi tangan Davies.
"Sebaiknya kita pulang saja, Ayo suamiku."
Davies dan juga Alexa keluar dari ruang rawat Nabila, Disana Nabila terus saja tak terima bahwa dia kini tidak bisa lagi hamil.
"Aku gamau cacat mas! AKU GAMAU!!!!"
"NABILA!"
"Aku ga sudi cacat seperti Alexa! Aaghhh!!"
"Kamu tidak apa apa sayang?" Tanya Davies yang kini sudah berada di dalam mobil bersama istrinya, Alexa.
Alexa meraih tangan Davies, Dia mengecupnya. "Aku baik baik saja suamiku,"
Senyuman tipis terhias di wajah tampan Davies, Dan Cup! Dia mengecup kening Alexa.
Davies menjalankan mobilnya menuju mansion, Tak lupa dia mengabari Sekertaris Li.
Sudah 5 hari, Nabila di rawat di rumah sakit, Dan selama itu pula kondisi anak Nabila memburuk.
Sebuah berita yang membuat semua orang terkejut saat tau bahwa Tuan Dav menikah dengan mantan menantunya, Berita itu tentu langsung menjadi topik pembicaraan no 1. Semua orang membicarakan itu, Banyak foto Alexa yang tersebar luas bahkan kini akun sosmed Alexa di serbu netizen.
__ADS_1
Dewi yang mengetahui berita itu dia langsung tersenyum puas, Nabila menatap heran ke arah ibu mertuanya itu.
"Ada apa Bu? Sepertinya ibu sangat senang,"
"Tentu ibu sangat senang, Karna kehancuran Alexa akan segera tiba."
Dalam sehari, Berita itu sudah menyebar di semua penjuru. Bahkan kini semua orang menatap jijik kepada Alexa, Perusahaan WNTA berada di ujung tanduk. Semua pemilik saham menarik saham saham mereka,
Putri menghubungi Sindy, Dia memberitahukan bahwa kini perusahaan Alexa tengah kritis, Dia sungguh bingung. Apalagi kini Alexa tengah berada di luar kota bersama Davies,
"Bagaimana ini Sin? Aku bingung,"
"Sudah tahan saja dulu, Aku akan membantu. Jangan sampai Alexa tau hal ini, Kasihan dia."
Ya, sepulangnya dari rumah sakit. Davies langsung mengajak Alexa untuk berlibur, Alexa memilih pulau bali yang menjadi objek wisatanya.
Sudah 5 hari Alexa Dan juga Davies berada di bali, Dan selama itu pula Davies maupun Alexa menghabiskan waktu bersama.
"Sayang... Mana kopi ku?"
"Sebentar..."
Davies menyalakan TV, Namun tanpa dia duga sebuah berita yang tersiar itu sungguh membuatnya naik pitam. Bahkan kini istri pertamanya membuat pengakuan palsu di hadapan semua orang.
Davies mematikan TV, Dia mengambil ponsel yang ada di sakunya.
"Ada apa ini Li?!" Tanya Davies di balik telpon, Dia sungguh sangat geram saat semua orang mengecap buruk kepada istri tercintanya itu.
"..."
"..."
"Damt! Aku akan segera pulang," Tut... Davies memutuskan sambungan telpon itu, dia langsung kembali ke ruang tengah yang dimana kini sudah ada Alexa yang tengah menaruh kopi di atas meja.
"Suamiku ini kopinya,"
Saat Alexa hendak mengambil remot terlebih dulu Davies menarik tanganya,
"Why?"
"I miss you,"
Alexa merentangkan tanganya ke leher Davies, "Ada apa ini hmm?"
"Kenapa suamiku ini tiba tiba merindukanku?"
"Ck, Apa tidak boleh merindukan istri sendiri?!"
"Tentu saja boleh Sayang, Tapi istrimu kan tidak hanya aku saja."
"Ck! Jangan mulai Alexa,"
Alexa tertawa kecil, Dia mengecup bibir suaminya dan tentu berlanjut kepada anu.
__ADS_1
Sesuai dengan apa yang tadi di ucapkan Davies, Kini dia dan juga Alexa tengah menuju Jakarta.
Dengan kondisi Alexa yang masih lemas, Davies menggendong Alexa masuk ke dalam mansion.
Davies menyuruh semua maid untuk mematikan TV, Bahkan kini Davies melarang siapapun memberitahukan berita ini kepada Alexa.
"Dimana Dewi?"
"Nyonya besar keluar pagi pagi sekali tuan, Nyonya keluar bersama Nona."
Davies menggebrak meja, dia sudah tau dimana kini istrinya itu.
"Sudah cukup main main mu Dewi, Sekarang permainanmu akan berakhir!"
Tak hanya semua tapi Niko juga dibuat terkejut oleh berita itu, Dia menyusul ibunya dan juga istrinya yang kini ada di sebuah pertemuan.
"Kenapa mereka bisa sebodoh itu! ckkk"
Niko mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, Dia melupakan anaknya yang dia tinggalkan di balkon kamarnya.
Suara tangisan bayi yang cukup nyaring membuat semua orang menghampiri Kamar Niko, Mereka tak berani membuka pintu itu.
Alexa yang tadi tengah berada di kamarnya, Dia mendengar suara kegaduhan di dekat kamarnya. "Ada apa ini?"
Alexa keluar dari kamar, Dia melihat ke arah jam tanganya yang kini menunjukan pukul 3 sore.
"Bi, Dimana Mas Dav?" Tanya Alexa kepada Maid yang tengah membersihkan meja.
"Tuan Dav ada urusan mendadak di kantor Nyonya, Tuan Dav berpesan untuk nyonya muda menunggunya." Alexa mengangguk paham, Namun lengkahnya terhenti saat mendengar suara tangis bayi yang sangat nyaring di telinganya.
Alexa berlari mengikuti sumber suara itu, Tepat di hadapan kamar Niko. para bodyguard dan juga maid tengah berada tepat di hadapan kamar Niko
"Nyonya,"
Naluri ibu Alexa keluar, Jiwanya ikut berdesir mendengar suara tangisan itu.
Alexa langsung membuka pintu kamar Niko, Betapa terkejutnya saat dia melihat bayi mungil yang berjenis kelamin perempuan itu tengah berada di balkon kamar.
Alexa berlari menyambar bayi itu, Tangisan yang keras membuat bayi itu memerah bahkan kini sangat pucat.
"NIKOOOO SIALAAAAANNN!!!"
Alexa membawa bayi itu pergi kerumah sakit, dengan di antar beberapa bodyguard dia langsung menuju ke rumah sakit terdekat.
"Dokter tolong bayi ini,"
Alexa mengeram dia mengerutuki Niko dan juga Nabila yang sungguh tega meninggalkan bayi kecil itu. padahal sudah jelas dokter melarang bayi ini dengan udara terbuka.
***
Berita yang semakin membesar, Semua orang meminta untuk klarifikasi dari korban yang tepatnya Dewi.
Seakan sudah tersiap, Dewi meminta disiarkan dibeberapa chanel TV. bahkan kini banyak orang serta wartawan yang ada di Konferensi pers.
__ADS_1