
Semua orang di buat kaget dengan berita tertembaknya Ling Davies serta Ling Niko! Tak hanya itu merekapun dibuat kaget dengan siapa yang berani menembak keduanya itu.
Davies dan juga Niko langsung di tangani, Termasuk dengan Alexa.
"Sakit... Dok..." Alexa terus meringis sakit di perutnya, Dengan terpaksa Alexa harus melahirkan bayinya hari ini juga secara cesar.
Alexa menolak keras saat dokter menyatakan dirinya harus melakukan cesar, Karna bagaimanapun ini adalah kelahiran pertama dan yang terakhir untuk Alexa.
"Saya mau melahirkan secara normal dok, Saya mohon..."
"Tapi itu akan sangat berbahaya jika Nyonya tak sanggup di tengah jalan..."
"Saya mohon dok..."
Dokter menghela nafasnya, "Baiklah Nyonya,"
"Saya ingin satu ruangan dengan suami saya dok,"
Dengan bantuan suster, Alexa duduk di kursi roda. Hati Alexa ter'iris saat melihat suami tercintanya kini terbaring lemah.
Alexa menyeka air matanya, "Suamiku..." Lirih Alexa.
Saat ini Alexa sudah berada di Stretcher, Dia mengatur pernapasan nya.
Dokter memberikan Alexa aba-aba. Dengan memegangi tangan Davies, Alexa mulai mengejan...
"Eeeughhhhhhh..."
"Bagus Bu, Ayo tarik nafas... Hembuskan... Ayo mulai lagi..."
Alexa terus mengejan, Tulang-tulangnya terasa patah. Dia terus mengcekram tangan Davies, Hingga suara tangisan bayi menggema.
"Alhamdulillah Bu, Anak pertamanya Laki-laki! Normal..." Dokter memberikan bayi mungil itu ke suster untuk dibersihkan.
Tenaga Alexa seakan sudah mau habis, Tanpa sadar dia memejamkan matanya. Dokter yang melihat itu langsung kaget, Dia langsung menggoncang tubuh Alexa untuk tetap stabil.
"Bisa kita mulai lagi?" Alexa mengangguk..
Alexa kembali mengejan namun kali ini sungguh sulit, Rasa sakit semakin besar Alexa rasakan..
"Hikss sakit Dav!!!"
"Tarik nafas... Hembuskan... Ayo Ibu Alexa pasti bisa..."
Alexa kembali mengatur nafasnya.
"DAVIESSSSSSS....."
Oee.. Oee... Oee..
Dokter langsung membawa bayi ini untuk di bersihkan, Tak lama dia kembali untuk membersihkan perut Alexa. Setelah bersih, Dokter menginggalkan Alexa sebentar.
__ADS_1
Alexa menatap suaminya yang tak kunjung membuka matanya, Sudut mata Alexa kembali meneteskan air mata. "Apa kamu tidak mau melihat anak mu Mas?!"
"Aku mohon... Bangun Dav... Adzan ni anak-anak kita hiks..." Lirih Alexa, Dia memejamkan matanya.
Tak berselang lama, Keningnya terasa hangat. Alexa membuka matanya dan betapa terkejutnya saat dia melihat suaminya ada tepat dihadapannya.
"Hikss..." Alexa langsung memeluk Davies, Tentu dengan Davies yang menundukkan tubuhnya sehingga Alexa bisa memeluknya.
Cup...
Cup...
Cup...
Davies menghujani Alexa dengan beberapa ciuman, Dia menatap istrinya ini dengan tersenyum manis. "Terimakasih sudah melahirkan bayi-bayi yang sangat lucu, aku mencintaimu istriku..."
Tangan mungil Alexa mengusap wajah Davies, Dia tersenyum manis. "Sama-sama, Terimakasih karna kamu sudah mau bertahan untuk kita... Aku sangat mencintaimu.."
Sindy, Putri, Ardi dan juga Williams yang melihat itu mereka terharu melihat kebesaran cinta keduanya, Banyak pahit manisnya yang dirasakan oleh Davies dan juga Alexa.
"Apa Daddy dan Mommy baik-baik saja?" Lirih Elvio. Williams mengangguk, Dia mempersilahkan Elvio untuk masuk ke ruangan Davies.
Air mata Elvio tak bisa dia tahan lagi saat melihat Daddy dan Mommynya, Dengan sedikit berlari Elvio langsung memeluk Davies.
"Eugh.." Davies meringis saat Elvio memeluknya terlalu erat.
"Vio sayang, Jangan terlalu erat nak.. Daddy masih sakit.."
"Kenapa menangis hmm?" Davies mengusap airmata Elvio, Dia merapihkan rambut Elvio.
"Jangan tinggalin Vio dad," Elvio kembali memeluk Davies, Dia beralih memeluk Alexa.
Tak lama kedua suster mengantar kedua baby yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, Mereka memberikannya kepada Alexa dan juga Davies.
"Silahkan di adzan ni Tuan..." Davies mengangguk, Dia mulai meng adzan ni bayi laki-laki nya. Dilanjut dengan meng adzan ni bayi perempuannya.
"Kamu sudah mempersiapkan nama untuk Baby twins kita?" Tanya Davies setelah meng adzan ni kedua baby nya.
~Ling Albert Jonathan~
~Alesya Almahyra Denandra~
"Welcome Twins A.."
Semenjak kejadian itu, Davies memutuskan untuk pindah ke Amerika. Tentu setelah kondisinya dan juga Alexa sudah stabil, Belum lagi Kedua baby Twins ini.
Davies memelih meninggalkan Indonesia karna dia tidak mau Elvio terus mengingat kejadian itu, Karna setelah kejadian itu Elvio menjadi sangat pendiam dan dia pun terus mengalami ketakutan.
"Aku percayakan perusahaan LING GROUP padamu Li, Jaga perusahaan dan mansion..." Davies menepuk pundak Williams, Awalnya Williams keberatan dengan itu namun karna desakan juga akhirnya dia setuju.
__ADS_1
"Baiklah, Tapi suatu saat jika salah satu dari anakmu sudah besar. Dia yang akan mengambil alih semua ini,"
Davies membalasnya dengan senyuman.
Tak lupa Alexa juga menitipkan perusahaannya kepada Putri dan juga Ardi.
Terlebih dulu Alexa berpamitan ke makam kedua orangtuanya dengan di dampingin sang suami, Setelah selesai memanjatkan Do'a-do'a dan juga meminta restu. Alexa dan juga Davies beralih ke Sebuah makam yang masih baru.
"Terimakasih Niko, Karna kamu sudah menyelamatkan anakku. Aku harap kamu ikhlas dengan kepergianmu," Davies menaburkan bunga di makam Niko.
Ya, Saat itu Niko tak dapat diselamatkan karna peluru yang mengenai Niko tepat dengan jantungnya.
Setelah semuanya selesai, Davies dan juga Alexa mulai memasuki mobil. Mereka menjemput Elvio dan juga Twins A.
Dengan di antar oleh sahabat dan juga sekertaris Li, Davies dan juga Alexa kini sudah berada di bandara.
"Kamu harus berjanji untuk tetap mengabariku?!" Ucap Sindy setelah berpelukan dengan Alexa.
"Tentu saja aku akan tetap mengabarimu.."
"baiklah, Hati-hati.."
Davies menggendong Baby Albert dengan satu tangannya lagi menggandeng tangan mungil Elvio, Sedangkan Alexa menggendong baby Alesya
Pesawat langsung lepas landas, Begitupula kehidupan baru akan di tempuh oleh Davies dan juga Alexa.
***
Masalah Nabila dan juga Dewi sudah diselesaikan, Bahkan kini mereka tak bisa lagi berjalan. karna sebelum di ke polisikan, Terlebih dulu Sindy dan juga Putri memberikan kedua wanita iblis itu pelajaran.
Sindy memukul Nabila dengan tingkat bisbol, Belum puas dengan itu Sindy juga menghajar wajah Nabila hingga tak berbentuk lagi.
"Aghh..... sakitt!!!" Teriak Nabila yang kesakitan
"Rasakan itu! Berani-beraninya kamu mengusik keluarga Alexa!! sekarang Terima hukumanmu!"
Putri tak memukul dengan tongkat, Dia memilih menggunakan raket nyamuk. Dewi kesakitan saat setrum raket mengenai kulitnya, Tak hanya itu Putri pun menghujani Dewi dengan air comberan yang sudah Putri siapkan tentunya.
Setelah dirasa cukup, Sindy dan juga Putri menyerahkan Nabila dan juga Dewi kepada bodyguard untuk di bawa ke kantor polisi.
"Jika polisi bertanya, Bilang saia mereka terkena pukulan saat hendak melawan. dan yang satu lagi jatuh ke selokan."
"Baik Nona..."
...----------------...
Hay Salam hangat dari author, Seperti biasa mohon maaf bila author upnya sedikit karna kondisi author masih belum stabil jadi dimohon untuk terus mendukung dan meng support karya ini dengan cara:
LIKE+KOMEN+VOTE!!!
BERI BUNGA JUGA🌹🌹🌹
__ADS_1