
"Saya disini bukan sebagai istri Ling Davies Denandra, Tapi saya disini sebagai salah satu pemegang saham diperusahaan Ling Group." Ucap Alexa di depan semua pemegang saham, Ya kini dia sedang mengadakan rapat untuk mengembalikan kembali kondisi perusahaan suaminya.
Alexa menghembuskan nafas kasarnya, Terlihat semua orang memandang ke arahnya.
"Sejujurnya saya sungguh sangat kecewa dengan kalian yang gampang sekali termakan berita hoax tanpa bukti yang jelas, Saya yakin sekali kalian lebih mengenali Tuan Dav dibandingkan saya. Tapi kenapa kalian seperti itu? apa yang kalian pikirkan sampai dengan tidak berpikir dua kali, kalian menyabut saham kalian. akankah kalian berpikir apa dampak yang akan terjadi? tapi Saya rasa kalian tidak akan pernah memikirkan dampak itu." Semua orang terdiam mendengar ucapan Alexa, CEO WNTA GROUP. atau lebih tepatnya Nyonya Ling.
"Disaat kalian mengambil keputusan itu, Diluar sana banyak karyawan yang kebingungan. mereka semua disini mencari nafkah, tapi kalian? kalian hampir saja memencarkan mereka untuk mencari nafkah disini. Bayangkan jika kalian berada di posisinya, apa yang bisa kalian lakukan? ah sudahlah saya tidak bisa menghakimi kalian. jika kalian ingin menyabut saham diperusahaan ini, Silahkan."
Semua pemegang saham saling berbisik dan berpandangan satu sama lain, Sampai akhirnya seorang pemilik saham yang duduk didekat Davies mulai angkat bicara. "Mr Dav, Saya tidak jadi menyabut saham. Maafkan saya atas ketidaknyamanannya." Ucap salah satu pemegang saham yang langsung diikuti semuanya.
"Saya juga.."
"Saya juga.."
Semuanya setuju untuk membatalkan penarikan saham, Merekapun meminta maaf kepada Davies.
Alexa yang melihat itu tersenyum puas, Dia bangga pada dirinya sendiri karna berhasil membantu suaminya. Karna inilah tugas suami-istri, harus saling membantu dan menolong satu sama lain.
Rapat berjalan dengan lancar. Setelah semua orang pergi, Davies menyuruh Williams untuk pergi, Karna dia ingin berduaan saja bersama istrinya.
"Terimakasih sayang, Terimkasih karna kamu sudah membantu perusahanku..." Ucap Davies yang berterimakasih atas istrinya yang membantu perusahaannya.
Alexa mendongak menatap suaminya, Dia mengalungkan tangannya ke leher suaminya. "Tidak perlu berterimakasih sayang, Ini sudah menjadi bagian tugasku sebagai seorang istri.." Jawab Alexa.
Cup...
Davies mengecup kening Alexa, Dia memeluk istrinya ini dengan erat.
"Tapi ini tidak geratis!" Lanjut Alexa, Davies mendongak menatap istrinya. Dia tersenyum karna rupanya istrinya itu meminta bayaran.
"Oh ya? apa yang kamu mau sayang??"
Alexa tertawa kecil, Dia kembali mengalunkan tangan mungilnya ke leher suaminya. "Aku ingin kamu tetap bersamaku, sampai nanti ajal memisahkan kita berdua..."
"Tentu sayang, aku akan selalu bersamamu.."
"I love u, my wife."
"Me too, my husband.."
Kedua pasangan suami-istri itu saling pandang, Sampai akhirnya kedua benda kenyal itu bersatu dan menciptakan sebuah ciumman.
Davies menahan tengkuk leher istrinya, Dia memperdalam ciumman itu.
__ADS_1
Alexa yang kehabisan oksigen, Dia memukul dada bidang suaminya. Davies menggigit gemas bibir istrinya, Dia melepaskan tautan itu.
"Akh!" Dessah Alexa saat bibirnya itu di gigit manja oleh suaminya.
Bruk...
Alexa memukul legan suaminya karna kini bibirnya bengkak akibat ulah suaminya, Bagaimana kini dia keluar dari sini? ah pasti semua orang akan menertawakannya.
"Liat ini jadi bengkak! sekarang bagaimana keluar dari sini?!" Kesal Alexa, Dia menatap bibirnya dibalik cermin kecil yang selalu dia bawa.
Davies terkekeh pelan, Dia menuju laci yang ada di ruang rapat. Dia membuka laci itu dan mengambil sebuah masker, Dia memberikannya kepada istrinya.
"Pakai ini sayang.."
Alexa mengambil masker itu, Dia langsung memakainya. Dia melayangkan tatapan kesal kepada suaminya.
"Sudah ayo, Anak-anak sudah menunggu kita."
Keduanya keluar dari ruang rapat, Davies menggandeng tangan Alexa dengan mesranya. Membuat beberapa karyawan iri akan kemersaan mereka berdua, Perjuangan cinta mereka cukup membuat beberapa orang salut akan ketulusan cinta keduanya.
"Silahkan masuk, Ratuku.." Davies mempersilahkan Alexa untuk masuk ke dalam mobil, Alexa tersenyum di balik maskernya.
Setelah istrinya masuk ke dalam mobil, Davies langsung ikut masuk ke dalam mobil. Dia menjalankan mobil menuju ke mansion.
"Ada apa sayang?" Davies bertanya karna melihat istrinya Alexa tersenyum senyum sambil melihat pergelangan tangan mereka.
Alexa menggelengkan kepalanya, "Tidak apa papa suamiku, Aku hanya mengingat dulu saja." Jawab Alexa.
Sebelum ke mansion, Mereka berdua terlebih dulu mampir ke kedai kue Ibunya Putri.
Alexa sudah memesan kue kesukaan Elvio, Dia sengaja memesan itu sekalian ingin bertemu dengan Ibunya Putri.
"Ini kuenya nak.." Ibunya Putri memberikan Alexa paper bag yang berisikan Kue coklat.
Alexa menerima papar bag itu, Dia menyalami Ibunya Putri. "Apa kabar, ibu?"
"Kabar ibu Baik nak, bagaimana kabarmu? ibu dengar dari tetangga kalau keluargamu sedang dalam masalah.."
Alexa tersenyum, "Kabarku baik buk, Masalah itu sudah selesai. Sekarang tidak ada masalah apapun." Jawab Alexa dengan dibentengi masker.
Ibu Putri mengangguk, "Syukurlah jika sudah selesai."
"Kamu sedang sakit nak? kenapa menggunakan masker?"
__ADS_1
Gluk..
Alexa gelagapan menjawabnya, "Em-em itu, aku sedang pilek buk.."
Tanpa lama, Alexa langsung berpamitan untuk pulang karna kini anak-anaknya sudah pasti menunggunya.
"Kenapa wajahmu kesal seperti itu sayang?" Tanya Davies diseringi tertawanya.
"Ck!"
Sesampainya di mansion, Davies memarkirkan mobilnya tepat di hadapan mansion. Dia menyuruh satpam untuk memarkirkan mobilnya, Dia menggandeng istrinya masuk ke dalam mansion.
"DADDY!!!!" Terdengar jelas sambutan dari Elvio, Bocah tampan itu berlari memeluk Davies.
Davies menyambut pelukan Elvio, Dia menggendong Elvio.
"Deddy dari mana saja? kenapa Daddy sudah jarang sekali bermain dengan Vio?" Tanya Elvio dengan tatapan sendunya.
"Maafkan Daddy Vio, Daddy kemarin banyak urusan jadi tidak ada waktu untuk bersama Vio. tapi sekarang Daddy sudah tidak ada urusan, jadi kita bisa bermain lagi bersama Baby Twins.." Jelas Davies yang membuat wajah Elvio berbinar.
"Benarkah?" Davies mengangguk, Elvio memeluk leher Davies.
"Vio tidak rindu dengan Mommy?" Sahut Alexa dengan memasang wajah sedihnya.
Elvio mendongak menatap Mommynya, Dia meminta turun dari gendongan Davies.
"No, Vio juga rindu sama mommy.." Elvio memeluk Alexa.
Keluarga kecil itu saling berpelukan, Tak lama Williams dan juga Sindy menghampiri mereka.
"Dav," Panggil Williams.
Alexa mengerutkan keningnya saat melihat Sindy dan Williams membawa koper. "Kalian mau kemana? kenapa membawa koper?" Tanya Alexa.
"Kami berdua mau pindah Al, Kami mau mengisi mansion kami hehe.." Jawab Sindy.
Ya, Kini mereka akan menempati mansion mereka.
"Kenapa mendadak sekali?"
"Tunggu sebentar, Aku akan menyiapkan kue dulu." Alexa dengan lupanya dia membuka maskernya, Membuat Sindy, Williams, tertawa kecil. mereka terkejut karena bibir Alexa bengkak.
"Mom, Kenapa dengan bibir mommy?" Elvio bertanya saat melihat bibir mommynya itu bengkak.
__ADS_1
Alexa yang sadar akan kebodoh4nnya itu, Dia langsung gelagapan. "Ah itu-emm digigit semut.."