
UDAH MAU END NIH GUYS, MASA SIH KALIAN MASIH JADI PEMBACA GOIB? YUK DONG DUKUNG KARYA INI!!
Semenjak acara 7 bulanan itu, Sikap Williams menjadi sangat posesif terhadap Sindy. Sikap siaga Williams sangat terlihat jelas.
Seperti hari ini, Tepatnya kini kandungan Sindy sudah memasuki bulan 9. Sindy mulai merasakan kontraksi palsu, Dia merasa mulesnya.
"Honey kamu kenapa?" Williams bertanya saat melihat raut wajah istrinya yang menahan sakit.
Sindy menggelengkan kepalanya, "Cepat pulang honey! Perutku mules sekali!" Kata Sindy sambil memegangi perutnya.
"Apa kamu mau melahirkan honey?" Tanya Williams dengan mimik wajah panik.
"Entahlah, cepatlah pulang!!"
Telpon langsung terputus, membuat Williams langsung bergegas pulang menuju mansion nya. Perasaannya Williams kali ini sungguh khawatir, Williams berlari menuju mobilnya.
Davies yang melihat Williams berlari, Dia mengerutkan keningnya. "Kenapa dia?"
Williams mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, "Tubuhku gemetar sekali," Lirih Williams yang langsung menambah kecepatannya.
Sedangkan itu di mansion.
"Agh... Uh... Ibuuuu.." Sindy memegangi perutnya, Dia berteriak memanggil ibunya.
Klek...
"Astaga! Sindy!" Pekik Ibunya Sindy yang langsung menghampiri Sindy.
Sindy memegang erat tangan ibunya, "Bu, perutku sakit!" Rintih Sindy.
"Sabar ya sayang, ayo pelan-pelan." Ibunya Sindy memapah Sindy dengan perlahan dengan di bantu oleh maid.
"Siapkan mobil! Kita ke rumah sakit!"
"Baik,"
Mereka langsung membawa Sindy ke rumah sakit, Namun sebelum Sindy masuk ke dalam mobil, terlebih dulu datang Williams.
"Istriku!!!"
Williams menghampiri istrinya dengan berteriak.
Dia mengambil alih Sindy, "Ada apa sayang?"
"Sakit, perutku.." Rintih Sindy, Dia memejamkan matanya.
"Nak Li, Sepertinya Sindy akan melahirkan."
Williams mendongak, "kita ke rumah sakit sekarang!" Williams mengangkat tubuh Sindy, Dia masuk ke dalam mobil dengan menggendong Sindy.
Williams langsung membawa Sindy ke rumah sakit menggunakan mobil besar yang cukup membawa dua maid dan mertuanya.
Mobil melaju dengan kecepatan yang lumayan kencang menuju rumah sakit.
"Sakit honey..." Sindy terus merintih, karna dia baru kali ini merasakan rasanya kontraksi karna sebelumnya dia mengalami kegugur4n.
__ADS_1
"Tahan honey, sebentar lagi kita akan sampai." Jawab Williams, Dia mengecup kening Sindy. Dia mencoba menenangkan istrinya itu.
"Lindungi anak dan istriku, Ku mohon.. Lindungi mereka berdua," Doa Williams tanpa sadar air matanya menetes.
"Cepatlah sial4n!!!" Bentak Williams, Dia tak tahan melihat istrinya meringis kesakitan.
Sesampainya di rumah sakit, Williams langsung membopong tubuh Sindy.
"SUSTER!!!"
"DOKTER!!"
Teriak Williams yang menggema di rumah sakit, Tak lama dua suster langsung menghampiri Williams.
"Suster tolong istri saya, istri saya mau melahirkan!"
Mereka langsung membawa Sindy ke ruang persalinan, tak lama dokter menyusul dari belakang.
"Mohon maaf tuan, Anda tunggu saja diluar." Cegah suster saat Williams hendak masuk ke dalam.
"Tapi sus!"
"Serahkan semuanya kepada kami, Do'akan yang terbaik untuk istri dan bayi anda tuan." Suster menutup pintu.
Ibunya Sindy menghampiri menantunya itu, Dia menepuk pundak Williams. "Mereka akan baik-baik saja, jangan khawatir." Kata Ibunya Sindy.
"Iya buk..."
Kini Sindy sudah berada di ruang persalinan, Williams senantiasa menunggu istrinya sambil memanjatkan do'a untuk anak dan istrinya.
Dokter memberikan aba-aba untuk Sindy mengejan, "Ayo bu, tarik nafasnya... Hembuskan perlahan.. Tarik lagi... Hembuskan lagi.."
Sindy melakukan aba-aba dari dokter, Dia menarik dan membuang nafasnya secara perlahan.
"Ayo mengejan bu!!"
"Eghhhhh!!!!!" Sindy mengejan sekuat tenaganya.
"Ayo sedikit lagi bu!!!"
"AAAAAGGGGGGHHHHH!!!" Sindy kembali mengejan sampai...
Oee... Oee.. Oee..
Terdengar lah suara tangisan bayi yang menggema di ruang persalinan, membuat orang yang menunggu diluar bersujud dan bersyukur.
"Mah... Anak ku... Anaku.." pekik Williams, Dia memeluk ibunya dengan di iringi isakan tangisnya.
Mama Vivi membalas pelukan putranya, Akhirnya kini anak satu-satunya ini sudah menjadi orangtua. "Selamat sayang! Sekarang kamu sudah menjadi orang tua.." Mama Vivi memberikan selamat untuk putranya itu.
Tak berselang lama dokter keluar dari ruang persalinan, Dia membuka maskernya. "Suami pasien?"
Williams maju ke depan, "Saya Dok,"
"Selamat ya Tuan. Anak bapak berjenis kelamin laki-laki, Dia sehat dan normal."
__ADS_1
"Bagaimana kondisi istri saya dok?" Tanya Williams karna dokter tidak memberitahukan kondisi istrinya.
"Istri anda baik-baik saja Tuan, Beliau saat ini pingsan mungkin karna kelelahan. silahkan adzanni anak anda," Jawab Dokter, Dia meminta Williams untuk mengadzani anaknya.
Kini Sindy sudah dipindahkan ke ruang rawat, Ruang VIP tentunya.
Terlihat Williams masuk ke dalam ruang rawat Sindy dengan menggendong baby mungil.
Setelah mengadzani tadi, Williams langsung membawa bayinya ke dalam ruangan Sindy.
Cup...
Williams mengecup kening Sindy, "Terimakasih Honey, Terimakasih karna kamu mau berjuang untuk anak kita... terimakasih istriku.." Williams memeluk Sindy setelah membaringkan baby nya disamping Sindy.
Sindy yang masih kelelahan, Dia hanya tersenyum hangat sambil mengusap wajah suaminya. "Tidak perlu berterimakasih honey, Semua istri akan berjuang untuk calon anaknya." Jawab Sindy.
"Tapi tetap saja, Istriku adalah istri yang paling hebat..."
Kabar melahirkannya seorang istri dari sekertaris Li langsung melebar luas, Kini rombongan Alexa dan rombongan Putri langsung bergegas menuju rumah sakit. tak luma mereka membeli sedikit cemilan untuk Sindy.
"Kenapa mendadak sekali ya?" Celoteh Putri sambil memelih cemilan untuk Sindy.
tuk...
Alexa mengetuk jidat Putri. "Heh! Yang namanya melahirkan tidak bisa di jadwalkan, Buktinya yang sudah dijadwalkan melahirkannya oleh dokter, eh ternyata dia melahirkannya tidak sesuai jadwal."
"Benar juga."
"Sudahlah ayo sebaiknya kita cepat!"
Alexa dan Putri langsung membayar barang balanjaanya, Mereka langsung menuju rumah sakit dengan rombongannya masing-masing.
Sesampainya di rumah sakit, Mereka langsung menuju kamar rawat Sindy. Alexa menggendong baby Albert, Sedangkan Davies menggendong baby amanda karna Putri ingin menggendong baby Aleesya.
Klek...
"SINDYYY!!!!!"
Baru saja pintu di buka, Keduanya langsung berteriak memanggil Sindy. Alexa dan Putri langsung menerobos masuk, Mereka menghampiri Sindy yang tengah meminum teh hangat.
"Selamat menjadi ibu baru ya sin.."
"Terimakasih, Aku kira kalian tidak akan datang karna tidak tahu kalau aku melahirkan hari ini."
Alexa terkekeh, "Bagaimana kami tidak tahu? kalau yang melahirkan adalah istri dari sekertaris terkenal? aduh! sepertinya kamu lupa kalau suami mu itu sangat terkenal sin?"
Sindy mengerutkan keningnya saat mendengar kalau suaminya, Williams itu sangatlah terkenal. "Iyakah?"
"Terkenal dengan gosip gy dengan suamiku," Sambung Alexa yang membuat semua orang yang ada di ruangan itu tertawa keras, tak terkecuali Davies dan juga Williams.
----------------
Hay salam hangat dari author. seperti biasa ya author minta dukungan dan support nya.
Like+komen+vote!!!
__ADS_1
beri bunga juga🌹🌹