Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu
RENCANA ALEXA


__ADS_3

"Aku tidak mau tau Li! Masalah ini harus cepat berakhir, aku tidak mau Alexa salah paham terlalu lama.. Kamu mengertikan?" Ucap Davies yang saat ini berhadapan dengan Williams.


Williams mengangguk, "Ya. Kamu tenang saja Dav, Aku akan secepatnya membereskan masalah ini. Tapi sepertinya kita harus mengadakan konferensi pers."


Davies mengangguk setuju dengan usulan dari Williams, Yang dimana mereka harus mengadakan konferensi pers untuk menjawab semua masalah ini. Mau tidak mau akhirnya Davies siap menjawab setiap tuduhan yang akan di arahkan kepadanya.


"Yasudah sebaiknya kamu beristirahat saja Dav, Besok pagi-pagi sekali kita akan langsung ke kantor."


"Tidak Li, Malam ini aku tidur di apartemen. Aku titip Alexa dan anak-anak." Davies menepuk pundak Williams, Sedetik kemudian dia langsung keluar dari mansion dan menjalankan mobil sport nya.


Sejujurnya Williams juga sangat kesal karna akibat wanita sial4n itu kini perusahaan dan rumahtangga sahabatnya itu harus bermasalah.


"Aku akan menyingkirkan wanita sial4n itu secepatnya.." Gumam Williams.


Sebelumnya Alexa ke kamar Sindy untuk mengambil Baby Aleesya, Dia tentunya tak enak apalagi saat ini Sindy tengah mengandung.


"Ada apa Al? kenapa kamu menangis?" Sindy bertanya saat menatap mata Alexa yang sendu, Seperti habis menangis.


Alexa menggelengkan kepalanya, "Ah tidak apa-apa Sin, Aku hanya kelilipan saja tadi. sudah tidak usah khawatir seperti itu." Jawab Alexa yang mendapatkan gelangan kepala dari Sindy.


Sindy menuntun tangan Alexa untuk masuk ke dalam kamarnya, Dia kini sudah berhadapan dengan Alexa.


"Aku mengenalmu bukan sehari dua hari Al! aku mengenalmu sudah sejak lama, Aku tau kamu sedang berbohong bukan? Apa kamu tidak mau menceritakannya? apa kamu sudah ti--"


Ucapan Sindy terputus karna Alexa nembekap mulut Sindy, Alexa menggelengkan kepalanya. "Bukan seperti itu Sin, Aku minta maaf karna aku tidak menceritakannya. tapi sungguh aku belum bisa menceritakannya karna akupun belum mendapatkan jawaban yang kuat. aku berjanji, Besok aku akan menceritakannya kepadamu dan juga Putri..." Jelas Alexa. Sindy tersenyum dia memeluk Alexa.


"Seberat apapun masalahnya, Tetap jangan pernah merahasiakannya dari kami! bukannya kita ini sudah seperti sodara? jadi ceritakanlah apapun itu.." Ujar Sindy sambil memeluk tubuh Alexa, Kedua sahabat karib itu saling berpelukan. Sindy menguatkan Alexa untuk tetap kuat menghadapi semua masalah ini.


Alexa mendongak menatap Sindy, "Sin, Besok mau temani aku ke beberapa tempat?" Sindy menganggukan kepalanya. "Tentu aku mau, Kapan?"


"Besok?"


"Baiklah,"


Alexa berdiri dari duduknya. Namun saat hendak menggendong baby Aleesya, Terlebih dulu dihalang oleh Sindy.


"Aleesya biar bobo disini saja Al, Lagian kondisimu saja seperti ini. yang ada nanti Aleesya malah ketakutan, hahaa."

__ADS_1


"Ck! sial4n!"


Alexa keluar dari kamar Sindy, Dia menitipkan Aleesya yang tertidur di kamar Sindy. memang malam ini dia butuh waktu sendiri untuk mencari semua. informasi terkait wanita itu, Dan besoknya dia akan langsung berangkat.


Williams kembali ke kamarnya dengan segelas susu hamil, Dia menaruh nampan yang berisikan susu hamil itu di meja dekat ranjang.


Di dalam kamar sudah ada Sindy dan juga Baby Aleesya yang tengah tertidur nyenyak. Williams mendekat ke arah Sindy. "Kenapa belum tidur hmm?" Tanya Williams sambil mengecup kening istrinya, Sindy.


Sindy memeluk Williams, "Aku tidak bisa tidur honey, Emm apa masalah itu terlalu berat? aku lihat tadi Alexa menangis.."


Williams menggelengkan kepalanya."Tidak, Sudah jangan terlalu berpikir tentang masalah ini. secepatnya masalah ini akan terselesaikan, Sudah sebaiknya kita beristirahat saja?" Sindy mengangguk dia membaringkan tubuhnya yang disusul oleh Williams.


Williams mengecup kening Sindy, "Selamat malam, Istriku." Sindy tersenyum manis.


"selamat malam juga, Suamiku.."


Sindy memeluk baby Aleesya, Dan Williams memeluk Sindy dari belakang.


Tak seperti yang lainnya yang saat ini sudah dibawah alam mimpi, Lain hal dengan Alexa yang kini tengah berkutat dengan laptopnya. Tepat! Alexa tersenyum puas saat dapat rekaman yang akan berhasil menaklukkan wanita sial4n itu.


Namun terlebih dulu Alexa memeriksa rekaman CCTV itu, Dia masih merasakan janggal dengan beberapa foto. Apa itu foto editan?


Tepat seperti yang di ucapkan oleh Davies, Ternyata Davies tidak melakukan hal senonoh dengan wanita sialan itu. Davies hanya mengantarkan wanita itu ke hotelnya, Setelah itu dia langsung pergi keluar.


Rasa bersalah muncul di hati Alexa, Dia sungguh bersalah karna tadi dia membentak suaminya. bahkan dia tidak mempercayai suaminya, Istri seperti apa dia!


"Maafkan aku suamiku,"


Setelah selesai menyalin video itu, Alexa kembali menyatat beberapa alamat tempat yang akan menjadi boomerang untuk wanita sialan itu. Alexa yakin dengan beberapa bukti ini, Wanita itu akan tersekak oleh permainannya sendiri.


"Sepertinya sudah cukup. hoam... sudah jam 12 malam rupanya, Dimana suamiku?" Alexa berdiri dari duduknya, Dia perlahan keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan suaminya itu.


Alexa menuju ke ruang kerja Davies, Namun tidak ada suaminya di sana. lantas dimana suaminya itu? hati Alexa mendadak cemas!


Dia kembali ke kamarnya, Dia mengambil ponselnya yang sendari tadi dim4tikan olehnya.


Perlahan saat ponselnya itu menyala, Beberapa notif pesan dan panggilan telpon tak terjawab dari Davies mulai bermunculan.

__ADS_1


Alexa membuka pesan whatsapp dari suaminya, yang dimana disitu Davies mengatakan kalau saat ini dia berada di apartemen bersama Ardi. bahkan Davies memotret beberapa kegiatannya disana, Mungkin Alexa pikir ini menjadi bukti untuk Alexa kembali percaya kepadanya.


"Maafkan aku suamiku, Tapi sepertinya aku akan melakukan permainan yang menyenangkan."


"Mari kita mulai peran kita..."


Pagi harinya Alexa sudah siap dengan setelan celana hitam dan juga kaos abu-abu, Terlihat santai namun sangat elegan saat di pakai oleh Alexa. Terlebih dulu Alexa memberikan asi untuk Twins, Setelah itu dia menitipkan twins kepada Babysitter dan juga Omma.


"Pagi-pagi sekali Al, Kamu mau kemana? dimana Davies?" Omma bertanya saat melihat Alexa yang sudah siap pergi keluar mansion.


Alexa mendekat ke arah omma, Dia mengecup pipi omma. "Omma, Alexa ada sedikit kerjaan di perusahaan Alexa. sudah lama perusahaan tidak ada kehadiran Alexa, Jadi Alexa hari ini mau mengcek perkembangan perusahaan. kalau Mas Dav, Tadi dia ada meeting mendadak." Jelas Alexa kepada Omma, Omma mengangguk paham.


"Baiklah, Hati-hati di jalan." Alexa menganggukan kepalanya, Dia langsung keluar mansion tentunya bersama Sindy.


keduanya berpakaian santai, Tak lupa mereka menggerai rambut dan memakai kacamata hitam. Seperti anak gadis, Itulah mereka.


Alexa menjalankan mobil jeff nya yang menuju keluar mansion, Alexa memilih jalan dari belakang karna saat ini sudah banyak wartawan di gerbang depan.


Mereka berdua terlebih dulu menjemput Putri, Ketiga wanita cantik itu telah siap menjalankan rencana mereka. tentunya dengan arahan dari Alexa.


"Tempat mana yang akan kita datangi terlebih dulu?" Tanya Putri sambil melihat google maps.


"Tempat **** "


"What? yang benar saja Al!" Pekik Sindy yang terkaget saat mendengar tempat pertama yang akan mereka datangi.


Alexa hanya tersenyum, Dia menjalankan mobilnya menuju tempat ****


Hayoh ada yang tau tempat apa yang akan ketiganya datangi???


...----------------...


Hay salam hangat dari Author. Seperti biasa Author minta dukungan dan support dari kalian semua untuk novel Author.


Yuk dukung dan support novel author dengan:


LIKE+KOMEN+VOTE!!!

__ADS_1


BUNGA JUGA🌹🌹🌹


__ADS_2