Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu
DIA WANITAKU!


__ADS_3

"Kenapa kamu diam? Jalankan mobilnya!"


Sindy langsung tersadar dari lamunanya, Dia langsung tersentak kaget saat kini wajah keduanya hanya beberapa senti saja.


Cup...


"Akhh!! Sialan!!!"


Sindy sungguh kaget dan marah saat Williams mengecup bibirnya. Sindy kembali menjauh dari duduknya.


"Pergi kamu!! Ngapain kamu masuk hah?!"


"Pergi!!!" Teriak Sindy.


Ya, Seseorang yang masuk ke dalam mobil Sindy adalah Williams. Sejak Sindy pergi dari mansion, tak lama Williams menyusulnya.


"Maafkan aku Sin..." Lirihnya.


Plak...


Sindy menampar wajah Williams. "Apa dengan aku memaafkanmu, Semua akan kembali seperti semula hah?"


"Aku-aku tau kalau tindakanku sungguh salah..."


"Kalau sudah tau salah! Kenapa kamu perbuat itu hah? Kamu hiks... Keluar dari mobilku!!" Sindy kembali berteriak, Entah mengapa dia tidak bisa menahan air matanya.


Bukanya keluar dari mobil Sindy, Williams justru memeluk Sindy.


Tentu saja tindakan Williams membuat Sindy kaget dan memberontak, "Diam!" Bentak Li yang berhasil membuat Sindy terdiam.


Williams memeluk erat Sindy, Terdengar suara isakan tangis. Kesadaran Sindy mulai kembali, Dia mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Williams.


"Lepaskan sialan!!"


Bruk...


Sebuah tendangan yang membuat kaca pintu mobil Sindy retak, Sindy tersentak kaget. Dia langsung melepaskan dirinya dari Williams, Sindy langsung keluar dari mobilnya.


Detak jantung Sindy tak mampu dia kontrol saat Williams memanggil namanya, Sindy menggelengkan kepala dia tetap terus berjalan tanpa memperdulikan panggilan dari Williams.


Dengan kondisi yang masih buruk, Williams mengejar Sindy. Hap! Williams berhasil mencekal tangan Sindy. Dia membentrokan tubuh Sindy ke dinding.


"Lepaskan!!!"


"Aku mohon, dengarkan dulu aku..."


"Tidak! Lepaskan aku sialan!!!"

__ADS_1


Raut wajah yang kusut sungguh membuat hati Sindy berdesir, Namun tetap saja rasa sakit dihatinya masih dalam.


Williams menyingkirkan helayaan rambut yang menutupi wajah cantik Sindy, "Maafkan aku..." Lirihnya.


Sindy membuang muka saat Williams menatap wajahnya. "Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah memaafkan mu Williams!" Tekan Sindy.


Kejadian 2 tahun silam terus membekas di hati Sindy, Tidak hanya hati namun kesuciannya juga. Sindy sungguh tak bisa melepaskan kejadian itu, Dia mengalami trauma serta depresi.


Williams berjongkok di hadapan Sindy, Dia memegangi tangan Sindy. "Aku tau, perbuatanku tidak pantas dimaafkan. Tapi aku mohon Sin, jangan menjahuiku..hikss aku mohon.."


Seorang Williams yang terkenal akan sikapnya yang dingin serta arrogant ini menangis di hadapan seorang wanita, Entah air mata penyesalan atau air mata lainya..


Bugh...


"Berani-beraninya kamu menyentuh kekasihku sialan!!!"


Deg...


Tubuh Williams seketika langsung lemas, Dia menatap ke arah seseorang yang memukulnya tadi. Dengan terkekeh Williams menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya.


"Kekasih? Cih!"


Williams berdiri, Dia menghadap seorang laki-laki berjas abu-abu itu dengan tatapan tajam. Williams menarik tangan Sindy, Disusul dengan laki-laki berjas itu yang ikut menarik tangan Sindy.


Tarik-menarik tangan terjadi, Sindy berada di tengah-tengah kedua laki-laki tampan ini. Tatapan dari keduanya begitu sengit sampai Sindy menghempaskan kedua tangan mereka dengan kasar.


"Apa-apaan kalian hah! Tanganku sakit!" Sindy mengusap pergelangan tanganya yang memerah.


"Lepaskan wanitaku!" Tegas Williams.


Laki-laki tampan berjas itu tersenyum miring, "Wanitamu?"


Bugh..


Bruk..


Dia menendang Williams hingga tubuh Williams ambruk. Dia berjongkok tepat dihadapan Williams. "Nikmati penyesalan bejad mu!"


Setelah itu dia menggandeng tangan Sindy untuk pergi dari hadapan Williams. Mereka terus berjalan tanpa memperdulikan teriakan dari Williams.


Sindy melirik laki-laki yang ada di sampingnya ini, "Apa kamu marah?" Sindy bertanya kepada laki-laki yang ada disampingnya itu.


Bukanya menjawab justru laki-laki berjas itu meminta Sindy untuk masuk ke dalam mobil. "Masuklah!"


Sindy menurut, Dia masuk ke dalam mobil. Disusul olehnya, Tak lama mobil itu berjalan.


Sepanjang perjalanan cukup hening, Tidak ada percakapan seperti biasanya. Canggung sudah pasti karna baru kali ini laki-laki disamping Sindy mendiamkan Sindy.

__ADS_1


Sindy paham kalau jelas laki-laki disampingnya itu sedang menahan amarah, Apalagi tadi Williams sempat menyatakan cinta padanya.


"Apa kamu masih mencintai laki-laki sialan itu?" Tanya Laki-laki berjas itu tanpa menoleh ke arah Sindy.


Pertanyaan itu membuat hati dan bibir Sindy kelu, Sindy gugup menjawabnya. "Aku-aku.." Sindy menundukan kepalanya.


Cit...


Mobil berhenti mendadak, Laki-laki itu menginjak rem secara tiba-tiba membuat Sindy hampir saja terbentur.


Dengan tatapan tajam dia menatap Sindy, "Jangan hanya penampilan dia yang lusuh, kamu menjadi luluh Sindy! Apa kamu melupakan kejadian itu hah? Kejadian dimana neraka mu itu hah?" Sahut laki-laki itu dengan nada tinggi.


Sindy terkaget mendengar itu, Tak lama air matanya keluar. "Ma-maaf..."


Bruk...


Laki-laki berjas itu memeluk Sindy. "Maafkan aku.. Aku tidak bermaksud berbicara tinggi.."


Isak tangis masih terdengar dari Sindy.


"Aku hanya tidak mau kamu kembali terjebak dan berakhir sama, Kamu tau kan? Kamu sampai depresi berat Sin! Ingat tujuan awalmu kembali!"


Ya, Kejadian 2 tahun silam cukup menjadi neraka bagi Sindy. Dimana dirinya harus merasakan semua kesakitan, Belum lagi ayah nya yang meninggal karna serangan jantung saat tau Sindy dimasukan ke RSJ.


"Sudah, Berhentilah menangis." Laki-laki berjas itu menyeka air mata Sindy. Dia mengecup kening Sindy. "Kamu miliku, Aku tidak akan pernah membiarka kamu pergi."


...***...


Williams masih termerenung, Masih di tempat yang sama. dia menatap kosong, Seakan tak percaya kalau wanita yang dia cintai sudah akan menjadi istri orang lain?


Williams yakin 95% kalau Sindy pasti mengandung benihnya, Karna malam itu Williams mengeluarkannya di dalam.


"Dia wanitaku! akan tetap menjadi wanitaku!" Lirih Williams dengan tajamnya.


Dia berdiri dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya untuk pergi. Dengan tekat yang ada di hatinya, Williams akan mengambil apa yang menjadi miliknya.


Sekalipun ia harus berjuang mendapatkan maaf terlebih dahulu dari Wanitanya dan juga kedua calon mertuanya itu.


(*Hayoh, Kira kira siapa laki-laki berjas abu-abu itu? Yuk terus stay di sini biar tau siapa laki-laki itu.)


Oh iya author mau ngasih tau, kalau nanti besok akan ada flasback Sindy. kemungkinan akan banyak kata 18+ , jadi di mohon untuk bersama menunggu flasback dari Sindy*.


...----------------...


Hay salam hangat dari author. Seperti biasa author minta maaf bila ada kosa kata yang salah, Author masih pemula jadi mohon untuk dimaklumi. Atau kalian bisa berkomentar di kata yang menurut kalian salah, Agar nanti segera author perbaiki.


Terus dukung dan support karya ini dengan cara:

__ADS_1


LIKE+KOMEN+VOTE!!!


BERI BUNGA JUGA 🌹🌹


__ADS_2