
"Kenapa kamu tidak ikut masuk?"
"Ck! Kalau aku ikut masuk, yang ada nanti aku jadi nyamuk." Jawab Putri dengan kesalnya,
Sindy tertawa renyah, "Haha benar juga. Yasudah kamu disini saja temani incess," Ucap Sindy dengan mengedip-ngedipkan matanya
"Incess... Inces... Udah buruan sana tuu lanjutin kerjaan,"
Sindy melanjutkan perkerjaanya, Sedangkan Putri. Dia ikut memeriksa beberapa dokumen,
Klek... Pandangan mata Sindy maupun Putri langsung melirik ke arah pintu yang terbuka, Menampakkan sosok lelaki dengan setelan jas hitam.
Sosok lelaki itu mengerutkan keningnya saat melihat kedua wanita cantik itu menatapnya,
"Ada apa, Sekretaris Li?" Tanya Sindy
"Saya minta laporan yang kemarin, apa sudah selesai?"
"Sudah, Sebentar." Sindy mengambil beberapa map dan memberikannya kepada Williams.
Tanpa berkata apapun lagi, Sekretaris Li langsung pergi dari ruang kerja Sindy.
"Siapa itu?" Tanya Putri,
Sindy menutup pintu ruangannya dan berbalik menghadap Putri, "Dia sekretaris Tuan Dav,"
Putri mengerutkan keningnya, "Maksudnya?"
"Dia Sekertaris Tuan Dav, Sedangkan aku wakil Sekretaris."
"Hahaha aku baru tau ada wakil Sekretaris,"
Sindy berdecak kesal, Dia melanjutkan kembali pekerjaan nya.
"Dia cukup tampan juga, Pasti dia sudah mempunyai istri." ujar Putri, Gerakan katangan Sindy terhenti. Dia menatap Putri
"Kenapa?"
"Kamu tertarik padanya?"
Putri tertawa kecil, "Sin, Bagaimana bisa aku tertarik padanya. Ada ada saja kamu ini," Jawab Putri dengan senyuman yang dibuatnya,
Sindy menghela nafasnya, Dia sejujurnya kasihan kepada kedua sahabatnya yang memiliki nasib pernikahan yang sama.
"Sampai kapan kamu akan merahasiakan ini? Aku takut suatu hari Alexa akan berpikir bahwa kita tidak Menganggapnya."
"Aku hanya tidak ingin permasalahan ku menambah pikiran Alexa, Kamu tau sendirikan bagaimana Alexa?" Sindy mengangguk paham,
"Aku akan menceritakan ini di waktu yang pas,"
"Apa yang akan diceritakan?"
DEG..
Spontan Putri maupun Sindy terkaget saat mendengar suara yang cukup mereka kenali, Ya suara siapa lagi itu selain Alexa.
Putri gelagapan melihat tatapan Alexa yang seola Mengintimidasikanya.
"Emmm,, Re-rencana?"
__ADS_1
"Ah itu Al, Putri sedang membuat rencana untuk ibunya. Iyakan Put?" Ucap Sindy yang membuat Putri menganggukan kepalanya.
"Kenapa kalian tidak mengajaku!" Kesal Alexa, Dia duduk di sopa dan melipatkan kedua tanganya
Untuk menghilangkan gugup, Putri tertawa kecil, dia menarik hidung Alexa. "Bagaimana kita memberitahukanmu kalau kamu saja sibuk dengan suami tampanmu itu," Jawab Putri yang mengundang gelak tawa dari keduannya
"Kenapa kamu kesini Al?" tanya Sindy, Dia menutup laptopnya dan menghampiri kedua sahabatnya.
"Apa aku tidak boleh kesini?, Ck!"
"Ck, Bukan seperti itu Al. Biasanya kamu akan terus mendampingi Tuan Dav,"
"Suamiku sedang rapat, kita mau pulang bareng. Daripada aku nunggu di ruangan sendiri, mending kesini kan?" Jawab Alexa, Suaminya Davies sedang ada rapat mendadak. Jadi Davies menyuruh Alexa untuk menunggunya untuk pulang bersama, Alexa memilih memunggu Davies diruangan Sindy
Tak butuh waktu yang lama, Sekitar 2 jam Davies menjemput Alexa di ruangan Sindy. Terlihat ketiga wanita cantik itu tengah bercanda bersama, Gelak tawa mewarnai ruangan Sindy.
"Sayang," Panggil Alexa saat melihat Davies datang, Dia memeluk tubuh Davies.
Cup, Davies mengecup kening Alexa. "Lama?"
"Hmmm aku rasa tidak,"
Alexa berbalik, Dia berpamitan dengan Sindy. Tak lupa dia berjalan keluar bersama dengan Putri.
Setibanya di area parkiran, Alexa masuk ke dalam mobil Davies tentu dengan Putri yang ikut masuk.
"Suamiku, Nanti kita mampir dulu ke toko kue ibunya Putri ya?" Davies menjawabnya dengan anggukan, Dia menjalankan mobilnya ke arah toko kue milik ibunya Putri.
Setibanya di toko kue, Putri keluar dari mobil. Di susul dengan Alexa dan juga Davies.
Putri masuk terlebih dahulu untuk membuatkan mereka minuman, Ibu Putri yang melihat kedatangan Alexa. Dia langsung menghampiri Alexa dan memeluknya.
"Kabar Alexa baik Bu, Bahkan sangat baik setelah mencium aroma kue yang sangat lezat inu." jawab Alexa, Ya. Hubungan Alexa dengan Ibu Putri sangat dekat bahkan Ibunya Putri sudah menganggap Alexa sebagai anaknya, Begitupun sebaliknya.
Ibu Putri yang bernama Rosi itu menatap lelaki tampan yang bersama Alexa, Alexa yang paham akan tatapan Ibunya Putri "Dia suamiku Bu,"
"Bu...?"
"Ceritanya sangat panjang, Nanti akan Alexa ceritakan. Tapi sebelum itu ayo siapkan kue untuk anak mu ini."
Davies tersenyum melihat Alexa yang ceria, Dia duduk di bangku luar toko dan melihat sekeliling toko.
Putri Menghilangkannya kue dan juga segelas kopi, "Silahkan dinikmati Tuan,"
Setelah Putri pergi kembali masuk ke dalam, Davies menyicip kue yang memiliki aroma yang cukup sedap. Dan benar, Kue ini cukup enak dan lezat.
Namun dia sangat heran, kenapa toko kue ini sepi? Apa tidak ada yang cukup tau dengan toko kue yang memiliki kue seenak ini?
Davies memainkan ponselnya, Dia menelpon seseorang.
"Ya, Secepatnya harus selesai." Ucap Davies yang menutup sambungan telpon, Dia menghampiri Alexa yang sudah selesai memesan kue.
"Terimakasih sudah mengunjungi toko kecil ini Tuan," Ucap Rosi Ibunya Putri
Davies mengangguk dia tersenyum kecil, "Sama-sama, Kue disini sangat enak. Lain kali aku akan mampir lagi," Jawab Davies yang membuat Alexa tersenyum manis.
"Baiklah Bu, Alexa pulang dulu ya. Nanti Alexa bakal mampir lagi kesini, Jaga kesehatan ibu ya."
"Put, aku titip ibuku yang cantik ini!" Lanjut Alexa, Putri mengedus kesal
__ADS_1
"Ck! Itu ibuku juga, Aku jelas akan menjaganya." Jawab Putri sambil memeluk ibunya.
"Hati hati di jalan,"
Alexa melambaikan tanganya, Mobil yang dikendarai Davies melaju meninggalkan area toko.
Sedangkan itu di mansion, Dewi maupun Niko dibuat kesal karna Alexa merubah semua tema yang ada di mansion.
"Wanita itu memang benar benar!"
Bagaiman tidak? Alexa merubah semua tema yang dia sudah buat di mansion ini. Dimana semua ruangan terhias dengan nuansa biru, Warna yang cukup cerah membuat Dewi kesal.
Tak lama terdengar suara mobil, Dewi bergegas menuju ke depan untuk menghampiri suaminya. Atau lebih tepatnya akan menjadi mantan suaminya.
"Pah, Lihatlah apa yang wanita ini perbuat di mansion ini!" Adu Dewi kepada Davies, Davies melihat sekeliling dalam mansion yang sudah terhias dengan warna emas dan juga biru, Dia menatap Alexa.
Senyuman ejekan terhias di wajah Dewi, Dia sudah mengira bahwa Davies akan marah dan menceraikan Alexa.
Namun dugaanya itu salah, Davies malah memeluk Alexa dan mencium keningnya. "Aku suka dengan suasana baru ini,"
Alexa yang awalnya takut Davies marah, Namun dia langsung tersenyum karna Davies ternyata tidak marah kepadanya melainkan suka dengan suasana yang dia ubah.
Dewi terbakar jenggot melihat adegan mersa dihadapannya, "Pah!"
"Sudahlah Dewi," Davies masuk ke dalam mansion meninggalkan Alexa dan juga Dewi.
Saat suaminya itu pergi, Alexa melepas tawanya dia menertawakan Dewi yang sungguh membuatnya geli
"Bagaimana?"
"Awas kamu!"
Alexa menggelengkan kepalanya, Dia ikut masuk menyusul suaminya.
"Mandilah sayang, Aku mau menyajikan kue ini dulu." Ucap Alexa yang kini sudah berada di dalam kamar, Tentu bersama sang suami.
Davies mengangguk, Dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Karna kini sudah memasuki pukul 4 sore, Alexa terlebih dulu menyiapkan pakaian santai untuk suaminya. Setelah semuanya siap, Baru Alexa pergi keluar dari kamarnya.
Dia berjalan menuruni tangga, Dan menuju ke dapur.
"Sedang apa Nya?" tanya Mbok Tarmi saat melihat Nyonya muda nya tengah berada di dapur.
"Ah mbok, Ini mbok Alexa beli kue ini. Lumayan banyak nih,"
Beberapa piring sudah tersaji dengan beberapa kue, Alexa memberikan dua piring besar kepada mbok Tarmi.
"Ini mbok, Bagikan kepada yang lainya. Mubazir kalo ga di makan,"
Mbok Tarmi mengangguk, Dia menerima piring itu dan pamit untuk memberikan kue ini kepada yang lainya.
...----------------...
Hallo salam hangat dari author, Mohon terus dukung dan support karya ini dengan cara:
LIKE+KOMEN+VOTE!!!
BERI BUNGA JUGA🌹🌹
__ADS_1