Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu
HAPPY WEDDING S&W


__ADS_3

Sindy melangkah menghampiri sosok laki-laki tampan yang kini ada di hadapannya. Dengan langkah yang elegan Sindy berjalan dengan diiringi bunga mawar yang bertaburan tepat di atas kepalanya.


Sindy menatap ke atas yang ternyata banyak sekali mawar yang menyambut Sindy, Wajah yang terharu dan juga bahagia sungguh terlihat jelas di wajah cantik Sindy. Williams menghampiri Sindy, Dia merentangkan tangannya untuk menyambut Sindy naik ke atas panggung.


Lampu menyorot ke arah Sindy dan juga Williams, Sungguh membuat semua orang langsung bertepuk tangan saat Williams mengumumkan bahwa Sindy lah yang akan menjadi istri dan juga ibu dari anak-anaknya.


"Cinta kami berdua di uji dengan berpisahnya kami selama 2 tahun lebih, Dan hari ini kami di pertemukan kembali karna inilah takdir kami. Aku akan menyembahkan sebuah lagu untuk wanita tercantik ku.." Ucap Williams dengan lantangnya, Wajah Sindy memerah saat Williams mengecup pipinya.


Bersama sampai akhir


Di setiap kataku


Ku sampaikan cinta ini


Ohh cinta kita


Ku tak akan mundur


Ku tak akan goyah


Meyakinkan kamu mencintaiku


Tuhan ku cinta dia


Ku ingin bersamanya


Ku ingin habiskan nafas ini berdua dengannya


Jangan rubah takdirku, satukanlah hatiku dengan hatinya


Bersama sampai akhir


Tuhan ku cinta dia


Ku ingin bersamanya


Ku ingin habiskan nafas ini berdua dengannya


Jangan rubah takdirku, satukanlah hatiku dengan hatinya...


Bersama sampai akhir..


(Jangan Rubah Takdirku~Andmesh)


Lampu menyala dengan diiringi semua orang yang bertepuk tangan, Williams berjongkok tepat di hadapan Sindy.


"Aku tau dulu aku sangatlah bajing@n, Tapi aku mohon kali ini beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, Aku janji akan membahagiakan dan meratukanmu sebagaimapun kamu memang ratu di hatiku.."


"Nona Sindy, Maukah kau menikah denganku? Dan menjadi ibu dari anak-anakku nanti? Merajut kisah bersamaku?" Williams membukakan Kotak cincin berlian yang sangat di minati banyak orang, Sungguh Sindy tidak bodoh dia mengetahui harga cincin yang ada di hadapannya itu.


Sindy menatap ke arah ibu dan juga Bude nya, Kedua orang tua itu mengangguk. Dengan akhirnya Sindy pun ikut menganggukan kepalanya. Williams langsung menyematkan cincin itu di jari manis Sindy, Dia mengecup jari itu.


"Terimakasih, Aku mencintaimu...." Teriak Williams memeluk tubuh Sindy, Dia memutar tubuh ramping Sindy itu. Membuat semua orang semakin berkoar-koar.

__ADS_1


"I love u, Honey..."


"Me too.."


Pesta pertunangan dihadiri banyak orang, Semua orang menatap ke arah penghulu yang datang. Omg! Ternyata Williams langsung menikahi Sindy setelah melamarnya.


"Tap..."


"Semuanya sudah siap, Tinggal kamu bersiap-siap lah." Sindy mengangguk, Dengan ditemani oleh Bude dan juga Ibunya, Sindy masuk ke dalam kamar yang sudah ada gaun pengantin dan juga beberapa pernak-pernik hias tentunya dengan alat make-up.


Sindy langsung didandani, Tak butuh waktu yang lama Sindy bukanlah wanita yang menyukai dandanan yang mencolok namun karna ini hari pernikahannya jadi dia harus tampil cantik.


"Aku tidak menyangka, Hah... Semoga ini kebahagiaanku.." Batin Sindy yang menatap wajahnya di kaca.


Berbalut baju pengantin yang sungguh sangat cantik bahkan elegan, Lagi-lagi semua orang dibuat cengo dengan gaun pengantin edisi terbatas itu.


Williams langsung terhipnotis dengan kecantikan Sindy, Rasanya dia ingin sekali mengurung Sindy karna dia tidak mau kecantikan Sindy dinikmati banyak mata.


"Sudah Siap?" Tanya pak penghulu, Williams mengangguk.


Sindy diwalikan oleh suami Bude Rie yang tak lain adik dari Alm ayah Sindy.


Tes..


Air mata Sindy menetes saat kata SAH menggema di ruangan ini, Statusnya kini sudah berganti menjadi seorang istri. Sungguh Sindy sangat bahagia, Dia menyalami tangan Williams dengan Williams mengecup kening Sindy.


"Selamat kalian sudah SAH menjadi sepasang suami-istri."


Saat sungkeman, Sindy cukup takut dengan kedua orangtua Williams yang terlihat garang tapi ternyata Bunda Williams langsung memeluk Sindy.


"Ahh sayang Bunda sudah lama sekali menanti hari ini.." Sindy membalas pelukan Bunda.


Williams ber sungkeman ke Ibu Maria, Terlihat air mata ibu Maria tidak mampu dia tahan lagi. "Saya titip anak saya, Tolong bahagiakan dia. Jangan pernah kamu sakiti dia,"


"Tanpa ibu minta pun aku akan menjaga Sindy." Williams menyalami tangan Ibu Maria.


Kini kedua pengantin baru itu sudah duduk di pelaminan yang sudah seperti sulap saja tiba-tiba ada di depan, Padahal tadi tidak ada.


Williams menggenggam tangan Sindy, Dia mengecupnya. "Apa kamu bahagia?" Sindy mengangguk.


"Tentu saja aku bahagia, Terimakasih sayang..."


Cup! Williams mengecup kening Sindy.


"Tidak perlu berterimakasih sayang, Ini sudah tugasku membahagiakan mu."


Para tamu undangan perlahan naik ke atas panggung untuk menyalami kedua pengantin, Sungguh banyak sampai Sindy merasa kakinya sedikit kram dari tadi tamu tak berhenti. Sampai akhirnya ada tamu yang cukup membuat Sindy tersenyum.


Williams yang mengetahuinya dia langsung menarik Sindy dan memeluk pinggang Sindy, Sindy hanya menatap sekilas.


"Selamat atas pernikahannya Sin, Maafkan aku dan juga ibuku dulu.." Lirih Fahri.


Sindy tersenyum, "Yang dulu biarlah menjadi lalu, Sekarang carilah kebahagiaanmu. Aku sudah memaafkanmu dan juga Ibumu.."

__ADS_1


Fahri tersenyum, Sindy memanglah wanita yang luar biasa. Bodohnya dia dulu pernah menyia-nyiakan Sindy. Kini dia beralih menatap Williams.


"Aku titip Sindy, Jika kamu menyakitinya lagi. Aku akan membawanya pergi jauh..."


Williams menatap tajam ke arah Fahri yang turun dari panggung.


"Kamu capek nak?" Tanya Bunda Yuni kepada Sindy.


Sindy mengangguk, "Tidak capek Bun, Hanya saja kaki dan pundaku berat.." Jawab Sindy.


"Li, Bawa dia istirahat."


"SIAP!!"


Williams menggendong Sindy menuju kamar pengantin mereka, Sungguh Sindy terkejut saat melihat kamar yang tertampang jelas di hadapannya. kamar yang sungguh luas, Banyak bunga serta lilin. Belum lagi banyak foto-foto dimana dirinya dan Williams dulu.


Williams memeluk tubuh Sindy dari belakang, "Apa kamu menyukainya sayang?" Tanya Williams dengan menaruk dagunya ditengkuk leher Sindy.


Sindy mengangguk, "Aku menyukai dekor kamar ini, Terimakasih suamiku..."


"Coba katakan sekali lagi.."


"katakan apanya?"


"Ck! kata yang terakhir kamu ucapkan?"


"Suamik.... Ummphhh!!" Perkataan Sindy terpotong karna bibirnya sudah terlebih dulu disikat oleh Williams.


Sindy mengalungkan tangannya ke leher Williams, Dengan perlahan Williams menuntun Sindy ke ranjangnya. Dengan hati-hati dia meletakan Sindy.


Saat hendak melanjutkan Sindy berteriak histeris, Seola bayangan bayangan kelam itu kembali menghant4m ingatannya.


"TIDAKK!!! JANGAN!!"


"Ibu... Ayah... tolong aku... hikssss.."


Williams terkejut, Dia menepuk pipi Sindy dan menyadarkan kau ini dia suaminya.


"Ma-maafkan aku..." Williams memberikan Sindy minum.


"Sudah tidak apa-apa, Ganti pakaianlah." Sindy mengangguk dia mengambil piyama tidurnya.


Williams mengusap wajahnya, Ternyata malam itu dia membuat Sindy trauma berat. dia harus menyembuhkan trauma Sindy.


(Malam pengantinpun gagal, Sabar ya li nanti author kasih malam yang hit hut dehh...)


...----------------...


Hay salam hangat dari author, Terus dukung dan support author. Jadilah pembaca aktif.


LIKE+KOMEN+VOTE!!


BUNGA JUGA🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2