
Bak di tusuk ribuan pisau, Niko sungguh syok mendengar fakta bahwa golongan darahnya tidak cocok dengan Bayinya. Niko memejamkan matanya mengingat malam dimana dirinya dan juga Nabila bersatu, Tapi sialnya dia tidak mengingatnya.
"Damn!"
Klek... Niko keluar dari ruangan itu, Dia menatap tajam ke arah Nabila. Nabila yang mendapatkan tatapan dari Niko dia hanya bisa menelan ludahnya.
"Apa Niko sudah mengetahuinya? sial!"
Untuk menghilangkan rasa gugupnya, Nabila mendekat ke arah Niko, "Emm sayang bagaimana?" Nabila bertanya saat melihat Niko hanya diam saja.
Niko menghempaskan tangan Nabila, Dia mendorong Nabila hingga tubuhnya membentur ke tembok. "ANAK SIAPA DIA?!"
DEG....
Nabila sedikit tertawa, "A-apa ma-maksudmu mas?" Niko sungguh sangat kecewa dan juga marah, Dia mencekik leher Nabila.
"JAWAB AKU! ANAK SIAPA DIAA!!!"
"NIKO!!!" Teriak Davies, Davies menjauhkan Niko dari Nabila.
"Apa apaan kamu Niko!" Alexa membantu Nabila yang terjatuh, Nabila memegangi lehernya yang sangat sakit.
"uhuk... uhuk..."
"Lepaskan Pah!!"
"Diam kamu Niko!" Alexa berbalik menatap Nabila, "Jadi siapa ayah biologis anak mu itu?" Tanya Alexa.
"Kenapa kalian terus saja menanyakan itu hah? jelas jelas bayi itu anaknya mas Niko!" Tekan Nabila dia sungguh sangat terpojok sekarang,
"DIAM KAMU NABILA! DIA BUKAN ANAKKU!"
Dari raut wajah Niko sungguh sangat marah dan juga kecewa, Bagaimana tidak? Bayi yang selama ini dia nanti ternyata bukan darah dagingnya? "KATAKAN SIAPA AYAH ANAK ITU!"
"OKE... OKE..." Teriak Nabila
"NILA BUKAN ANAKMU, DIA BUKAN DARAH DAGING MU. PUAS!!"
Plak... Niko meluncurkan tamparan yang sangat keras di pipi Nabila, Dia sungguh sangat marah dan kecewa.
Niko pergi meninggalkan Nabila yang tengah menangis menahan perih di pipinya, Alexa menatap sinis ke arah Nabila. "Bagaimana rasanya? Sakit? Ckck karma mu baru saja di mulai Nabila.." Bisik Alexa
***
Bayi kecil yang imut itu harus meregang nyaw4, Tidak ada yang mendonorkan darah untuknya sekalipun Davies sudah mencari pendonor namun tetap saja. Mungkin ini sudah takdirnya.
Alexa mengusap batu nisan yang bertuliskan nama, "Nila Riztika Amalia."
"Selamat jalan sayang, Maafkan tante yang telat menyelamatkanmu." Lirih Alexa, Dia mengecup Batu nisan Nila yang tepat di samping kuburan anaknya.
Air mata Alexa sungguh tak bisa di bendung lagi, Dia meneteskan airmatanya saat mengingat bagaimana dulu dia kehilangan bayi nya itu.
Davies membantu Alexa berdiri, dia memeluk tubuh Alexa. "Jangan merasa bersalah sayang, Ini sudah takdirnya. Sekarang Nila pasti bahagia disana, jangan bersedih. " Alexa mengangguk dia memeluk tubuh suaminya.
__ADS_1
Sedangkan Niko, Dia tidak datang ke permakaman Nila. Dia kini tengah berada di kantor polisi, Dia tengah berhadapan dengan Nabila.
Ya, Niko datang untuk membesuk Nabila yang sudah menjadi tahanan. Nabila dan juga Dewi menjadi tersangka pembunuh4n berencana.
"Ada apa lagi Niko?!"
"kenapa kamu tidak mau hadir ke pemakaman Nila, Anakmu?!" Tanya Niko
"Dia bukan anakku!"
"Dia anakmu Nabila! Dimana akal sehatmu hah?"
Brak.... Nabila menggebrak meja, "Tidak usah banyak basa basi! Sekarang apa mau mu?!"
"Mulai hari ini, Kamu bukan lagi istriku! Nabila Azzlea Aku talak kamu!"
Bukanya menangis karna sudah ditalak oleh Niko, Justru Nabila malah tersenyum dan tertawa. "Bagus, Dan mulai sekarang jangan pernah menemuiku lagi!"
"Kamu!" Niko hendak melayangkan tanganya, Namun dia tahan.
"Apa? Kamu mau menamparku hah?"
"Dengarkan ini baik baik Niko! Aku menikah denganmu hanya untuk menguasai kekayaanmu saja, Namun sialnya ternyata kamu bukanlah pewaris Ling Denandra!" Ucap Nabila yang membuat Niko membulatkan matanya,
"Apa maksud mu Nabila?!"
"Cih! Kamu memang benar benar bodoh Niko, Kamu bukanlah pewaris Ling Denandra. Yang jelas kamu bukanlah Anak dari Tuan Davies!"
DUAR...
Melihat mantan suaminya yang terkejut, Nabila hanya tertawa sinis. "Tanyakan kepada ibumu, Anak siapa kamu sebenarnya."
"NA.. NABILA... AHHHH!!" Niko berteriak memanggil nama Nabila.
"Maaf Tuan, Jam besuk sudah habis."
Bugh..
Niko pergi dari lapas Nabila, Dia berjalan dengan emosi yang sungguh membeludak. Perkataan yang dimana bahwa dirinya bukanlah anak dari Davies, Terputar jelas di pikirannya.
"Niko, Sayang kamu mau membebaskan ibu?" Tanya Dewi saat Niko kini ada tepat di hadapannya, Ya. Niko datang ke sel Dewi, Setelah dari Sel Nabila, Niko bergegas menghampiri sel ibunya.
"Duduklah Bu..."
Dewi mengerutkan keningnya saat Niko meneteskan airmatanya, "Ada apa Niko?" Tanya Dewi saat melihat putranya itu menangis.
"Nila bukan anakku Bu,"
DEG...
"Apa maksusmu Niko?!"
Niko menyeka air matanya dia menatap ibunya, "Nila bukan anak ku, Aku bukan ayah biologis Nila. Nabila sudah menjebakku Bu, Hiks.... karna dia aku kehilangan Alexa, Wanita yang sangat sempurna hikss..."
__ADS_1
Dewi terkejut bukan main saat tau bahwa cucunya Nila bukanlah anak Niko? Bagaimana bisa?
Dewi mengepal tanganya, "INI PASTI RENCANA WANITA SIALAN ITU!" Teriak Dewi tak Terima.
"DIAM IBU!"
"Alexa yang selama ini ibu sering rendahkan, Dia bahkan lebih segalanya Bu! dia yang menyelamatkan Nila walaupun terlambat karna Nabila."
Dewi ikut meneteskan airmatanya, Karna bagaimanapun Dewi sudah sangat mengharapkan seorang cucu. tapi apa yang dia dapatkan? seorang cucu perempuan yang tidak akan bisa menjadi ahli waris.
"Sekarang jawab pertanyaan ku Bu,"
"Siapa Ayahku?"
DEG...
Dewi membulatkan matanya saat Niko bertanya siapa ayahnya, Mendadak rasa gugup menghampirinya. "Apa maksudmu Nak?"
"Siapa Ayahku Bu?"
"Pertanyaan macam apa ini?! tentu saja ayahmu Davies!"
Brak... "Bu, Aku mohon jangan buat aku kecewa lagi! siapa Ayahku? apa benar ayahku bukanlah Papa Dav?" Tanya Niko dengan seriusnya, Dia menatap kedua mata Ibunya.
"BUU..."
"Ya, Kamu bukanlah Anak dari Davies.." lirih Dewi, Niko tertawa namun sekejap dia menangis.
"Hahaa pantas saja sejak dulu sikap Papa sangatlah dingin kepadaku, Ternyata? Haha aku bukanlah anaknya... hiks... kenapa Bu kenapaaa!!!"
Dewi menggelengkan kepalanya, Dia memeluk tubuh putranya itu, Namun Niko menjauhkan dirinya dari Dewi.
"Aku sungguh sangat tak percaya, Apakah ibu sungguh ibuku? ibu yang melahirkanku?"
"NIKO!!"
Niko tersenyum pedih, "Seorang Ibu yang tega menghilangkan cucunya sendiri, Seorang ibu yang tega merebut kebahagiaan anaknya. apakah itu semua masih pantas dianggap seorang ibu?"
"KENAPA IBU BEGITI TEGAAA!!!!"
Hati Niko sungguh sangat sakit, Dia mengingat bagaimana dulu dia terpengaruh oleh omongan Ibunya dan Juga Nabila. Dia kehilangan Bayinya dan juga Alexa, Dia sungguh sangat menyesal! penyesalan hadir di lubuk hatinya.
"maafkan Aku Alexa, Hikss..."
...---------------...
...Selamat jalan Beby {Nila Riztika Amalia}...
Hay, Salam hangat dari author.
seperti biasa author minta untuk terus mendukung serta meng support karya ini dengan cara:
__ADS_1
LIKE+KOMEN+VOTE!!!
JANGAN LUPA BUNGA🌹🌹