Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu
EPISODE 67


__ADS_3

Pagi hari ini Alexa dibuat repot dengan suaminya yang tidak mau memakai baju sendiri, Seperti anak kecil! Itulah sikap Davies.


Kehamilan Alexa ini justru yang mengalami fase kehamilan adalah Davies Bukannya Alexa. Mual dan tidak bisa menghirup aroma aroma parfum dan aroma lainnya itu juga dirasakan oleh Davies.


Sejujurnya Alexa kasihan melihat kondisi suaminya yang mengalami Couvade Syndrome, atau kehamilan simpatik, adalah masalah yang terjadi pada pasangan pria dari wanita hamil yang mengalami gejala saat hamil.


Setelah kelar dengan suaminya, Alexa bergegas turun kebawah untuk membangunkan Elvio. Karna hari ini Alexa yang akan pergi mengantar Elvio sekolah, Dan masalah kemarin sudah selesai karna Alexa anggap mungkin hanya candaan anak-anak saja.


Alexa membuka perlahan pintu kamar Elvio, Terlihat si anak tampan itu masih tertidur. Alexa berjalan masuk ke dalam, Dia membuka gorden kamar Elvio.


"Eumm..Mom?"


Alexa tersenyum, "Ayo mandi, Mom akan mengantarmu bersekolah?"


Mata yang mengantuk kini langsung terbuka lebar, "Benarkah Mom?" Tanya Elvio dia langsung duduk mematap Mommynya itu.


"Yes boy, Sana Abang mandi gih.." Jawab Alexa yang membuat Elvio memeluknya.


Dengan kegirangan Elvio langsung berlari ke kamar mandi, Alexa yang melihat itu dia hanya menggelengkan kepalanya.


Sebuah pesan whatsapp masuk ke ponsel Davies, Dia yang tengah membenarkan kancing di bajunya itu langsung mengambil ponselnya.


Terlihat pesan singkat dari Li, Sekertaris nya atau lebih tepat Sahabatnya.


"Kamu ada waktu Dav? Kemarilah, temui aku di cafe biasa.." pesan whatsapp dari Williams kepada Davies.


"Ok," Balas singkat Davies.


Davies turun dari kamar, Dia menghampiri Alexa yang tengah berada di kamar Elvio.


"Sayang, Aku berangkat dulu ya?" Cup! Davies mengecup kening Alexa.


"Baiklah suamiku, Hati-hati."


***


"Kamu benar-benar mencintainya?" Tanya Davies yang kini sudah ada tepat di depan sahabatnya.


"Tentu saja aku mencintainya, Tapi sepertinya sulit untuk mendapatkan maafnya.."


Bruk...


Davies menepuk pundak Williams. "Berjuanglah, Kesalahanmu memang tidak pantas mendapatkan maaf. Tapi berusahalah mendapatkan maaf itu, Aku yakin perlahan dia pasti akan memaafkan mu." Ucap Davies kepada Williams.

__ADS_1


Ya, Pagi hari ini Williams atau Li menghubungi Davies untuk mengobrol, Davies langsung menuju tempat yang di sharlok oleh Li, Tentu Davies tidak memberitahukan Alexa.


Mendengar itu, Williams terkekeh,"Tumben sekali


pikiranmu dewasa."


Davies memutar bola matanya malas, Mereka berlanjut dengan minum kopi bersama. Kedua sahabat yang sudah 2 tahun ini tidak saling sapa, Ada banyak hal yang canggung tentunya.


Davies menawarkan Williams untuk kembali ke perusahaannya, Sejujurnya dia cukup kewalahan juga menangani dua perusahaan besar secara bersamaan.


Hingga akhirnya kini Williams kembali menduduki jabatannya sebagai sekertaris, Entah kenapa dia tidak mau menjabat sebagai direktur. Karna sejujurnya Williams juga salah satu pemegang saham di perusahaan LING GROUP.


Dengan bantuan dari Davies serta banyak kontrol ke dokter, Kondisi Williams kembali seperti awal. Gagah dan juga tampan, namun tetap tidak bisa mengalahkan pesona Ling Davies.


Sudah 2 bulan ini Williams mengembalikan postur tubuh dan juga kondisinya, Dia tidak ingin saat bertemu dengan Sindy, kondisinya malah memperihatinkan.


"Apa Tuan yakin ingin memesan makanan ini?" Tanya Sekertaris Li. Dia bertanya saat Davies menyuruhnya untuk membelikannya makanan pedas manis, Entah apapun itu yang penting pedas manis.


"Ck! Kenapa malah bertanya! Cepat belikan!" Perintah Davies yang sudah tidak sabar melahap makanan yang membuatnya meliur itu.


Dengan malasnya Sekertaris Li langsung pergi untuk membeli makanan yang di pesan oleh tuannya itu. Setelah Li pergi, Davies membuka ponselnya dan memanggil Alexa.


Namun tidak ada jawaban, Sepertinya istri cantiknya itu sedang memasak. Terlihat jelas dari CCTV yang ada di ponselnya.


Berselang beberapa menit, Sekertaris Li kembali dengan pesanan dari Davies tentunya. Davies yang melihat itu dia langsung merebutnya dari tangan Sekertaris Li.


Peringatan dari Williams seola dianggurkan oleh Davies, Dia langsung melahap ayam geprek yang sungguh membuatnya mengiler. "Sambalnya mana?" Davies bertanya saat dirinya tidak melihat sambal.


"Sa..."


Klek...


Ucapan Williams terpotong karna pintu ruangan Davies terbuka dan memperlihatkan sosok Alexa dan juga seorang anak laki-laki, Williams menatap anak kecil laki-laki itu dia lupa kalau kini anak itu sudah menjadi anak Davies, Sahabatnya.


"Baiklah kalau begitu saya permisi Tuan, Mari Nyonya..." Williams keluar dari ruangan Davies.


Alexa menggelengkan kepalanya saat melihat banyaknya kantong kresek yang berisikan makanan, "Ini kamu yang pesan Dad?" Tanya Alexa.


Davies mengangguk, Dia tidak menjawabnya karna sedang sibuk dengan makanan makanan nikmat ini. Aroma pedas menyengat di hidung Alexa saat dia menghirup salah satu kantong kresek.


"Oh astaga!"


"Daripada mengomel, Kemarilah, Suapi aku." Alexa memutar bola matanya malas, Dia akhirnya duduk di samping Davies dan menyuapi nya makan.

__ADS_1


Davies memangku Elvio, Alexa menyuapi kedua laki-laki nya itu.


"Sudah mom, aku sudah kenyang." Ucap Elvio sambil mengusap perutnya.


Alexa mengangguk, Dia kembali menyuapi bayi besarnya itu. "Manja sekali kamu Dad,"


Cup! Davies mengecup bibir Alexa, Tentu itu langsung mendapatkan cubitan dari Alexa karna kini ada Elvio.


"Mau lagi?" Davies mengangkat halisnya.


"Dad!!" Kesal Alexa karna lagi-lagi Davies mengecup nya.


Untung saja Elvio sedang sibuk dengan tablet nya.


"Oh iya sayang, Sindy mengundang kita untuk ke acara pertunangannya." Sahut Alexa yang tengah mencuci tangannya.


"Tunangan?"


"Hmmm ya, Sindy bertunangan dengan Fahri. Mantan kekasihnya saat SMA dulu," Jawab Alexa.


"Dan bukannya Fahri juga salah satu kolegan mu Dad?" Lanjut Alexa yang bertanya, Davies mengerutkan keningnya.


"Fahri?"


Sesaat Davies langsung ingat kepada salah satu koleganya yang dari turki itu, Fahri. Ya Davies baru ingat itu.


"Tapi, Sepertinya Sindy tidak yakin dengan hubungannya itu." Celetuk Alexa yang membuat Davies semakin bingung. "kenapa?"


Alexa duduk di pangkuan Davies, "Orangtua Fahri sudah tau mengenai Sindy, Mereka menolak keras Sindy."


"Tidak direstui?"


Tanpa sadar keduanya, Williams sendari tadi tak sengaja mendengar itu. Ruangan Davies yang tidak mengaktifkan kedap suara itu membuat Williams yang hendak masuk tiba-tiba langsung terdiam saat mendengar kalau Sindy akan bertunangan.


Hati yang awalnya sakit dan juga marah mengetahui wanita nya hendak bertunangan itu langsung tiba-tiba redup saat mendengar kalau Sindy tidak mendapatkan restu dari keluarga Laki-laki itu termasuk restu dari kedua orangtuanya.


"Sepertinya takdir memang menginginkan kita untuk bersama sayang, Bersabarlah aku akan membuatmu menjadi milikku."


...----------------...


Hay salam hangat dari author, seperti biasa author mohon maaf bila ada kesalahan kata atau penulisan yang salah. Mohon dibantu pengerikanya biar author memperbaikinya.


mohon untuk terus mendukung serta meng support karya ini dengan cara:

__ADS_1


LIKE+KOMEN+VOTE!!


BERI BUNGA JUGA🌹🌹


__ADS_2