Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu
TERBONGKAR


__ADS_3

Semua orang ikut menyaksikan itu, Mereka melihat aura wajah Alexa yang benar benar dialah yang korban disini. Semua orang menatap Alexa namun mereka beralih menatap Dewi yang hendak menampar wajah Alexa, Alexa memalingkan wajahnya. Namun saat Alexa memejamkan matanya, Dia tak merasa sedikitpun rasa sakit di pipinya.


Alexa membuka matanya, Dia terkejut saat melihat Davies suaminya itu menahan tangan Dewi. "Jangan pernah sekalipun tangan kotormu ini menyentuh istriku!"


DEG....


Lagi lagi semua orang di buat terkejut, Tak hanya mereka yang hadir disini, Semua yang menyaksikan acara ini di televisi sangat terkejut. Bagaimana tidak? Davies mengakui didepan banyak orang bahwa Alexa adalah istrinya.


"Kalian lihat kan? Pelakor ini sangatlah berbahaya dia sungguh hina! Efek yang dia berikan kepada suami saya sungguh sangat besar!" Ucap Dewi, Dia melepas tangannya dari cekalan Davies. Davies menatap tajam Dewi.


Nabila tersenyum sinis saat semua orang meneriaki Alexa sebagai pelakor, Davies melindungi Alexa saat semua wartawan dan juga penonton melempari nya dengan banyak makanan.


"Suamiku..." Alexa mendongkak dia menatap wajah Davies, Cup! Davies mengecup bibir Alexa dia membenamkan wajah Alexa di dada bidangnya.


"Sungguh menjijikan!"


Nabila mengambil mic, "MARI KITA LIHAT SIAPA PELAKOR YANG SESUNGGUHNYA!"


Ting... Sebuah Video terputar, Semua orang menatap ke arah layar besar itu.


Terlihat dengan jelas awal video adalah Alexa yang tengah mendorong Dewi, Menyiram, Dan juga menampar Dewi. Semua orang menjadi semakin membenci Alexa,


Namun tengah video lampu mendadak padam, Dan Video mendadak rusak. Lampu menyala bersamaan dengan Video yang terganti.


Video ini awal rekaman saat Dewi mendorong Alexa hingga berakibat pendarahan besar, Niko yang melihat itu terkejut.


Semua video kejahat4n Dewi dan juga Nabila terputar, Semua orang berbisik bisik. Belum lagi sebuah rekaman yang terekam jelas,


"Apa ibu yakin ini akan berhasil?"


"Ibu sungguh sangat yakin! Saatnya Alexa hancur dengan obat ini."


Tubuh Nabila maupun Dewi mendadak kaku, bak seorang patung itulah reaksi Dewi dan Juga Nabila yang terkejut.


Semua orang menatap Dewi dan juga Nabila, Mereka berbisik bisik. Salah satu istri kolegan Davies yang tadi merangkul Dewi kini dia menjauhi Dewi, "Saya sungguh tidak menyangka, Nyonya bisa melakukan hal menjijikan seperti itu!" Ucapnya yang langsung pergi dari samping Dewi, Semua orang menyoraki Dewi dan Juga Nabila.


"DIAM KALIAN!!!!" Teriak Dewi, Dia sangat marah harga dirinya seola ola terlah terinjak injak. Dia tidak Terima harus kalah dalam permainan ini,


"Semua rekaman ini hanya rekayasa! Sa..."


Plak...


Belum sempat Dewi berbicara, Terlebih dulu Alexa menampar nya. "Sebelumnya aku meminta maaf karna sudah berlaku tidak sopan,"


"Tapi, Aku rasa tamparan itu tidak akan pernah sebanding dengan apa yang anda perbuat." Lanjut Alexa, Dia sungguh sangat tidak habis pikir. bagaimana bisa Dewi yang sudah ketahuan tapi tetap mengelak?

__ADS_1


"Anda tau? Akibat perbuatan anda, Aku harus kehilangan Bayi yang baru saja aku rasakan di dalam rahimku ini!"


Semua orang terdiam, Mereka diam menyaksikan Alexa yang tengah berhadapan dengan Dewi.


"Apa anda pernah berpikir perbuatan anda itu bisa menghancurkan mental seseorang? apa anda pernah berpikir menyesal?"


"Tapi aku rasa, Anda tidak akan pernah menyesal akan apa yang anda lakukan Nyonya Dewi!" Tekan Alexa, Dia sungguh sangat muak dengan semua tingkah laku mantan mertuanya itu.


"Dimana akal sehatmu Nyonya? Selama ini aku terus menghormati mu, Aku tidak pernah membalas perbuatan mu. tapi kenapa? kenapa hah? Hiks...." Davies memeluk Alexa, Dia paham dengan keadaan Alexa yang saat ini.


Dewi menatap Niko yang tengah menatapnya, Terlihat dari raut wajah Niko yang sungguh sangat kecewa. Niko menggelengkan kepalanya.


Tak lama datang aparat polisi, "Selamat malam Tuan, Maaf kedatangan kami sedikit terlambat." Ucap salah satu polisi, Polwan langsung menggenggam tangan Dewi dan juga Nabila.


"Tidak apa apa,"


"Mari, Ikut kami." Dewi dan juga Nabila memberontak, mereka tidak mau di penjara!


"LEPASKAN!!!"


"PAPAA...LEPASKAN IBU!!!"


Alexa menatap sinis ke arah keduanya, Alexa menghampiri Dewi. "Rasa sakit yang anda berikan masih membekas di hatiku, Tapi aku sudah memaafkan Anda. Tapi tidak dengan keadilan, Anda harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatan anda."


"TIDAK! TIDAK.... ALEXA!!!!"


"Tunggu Pak, Dia harus menyelamatkan anaknya dulu pak."


Niko terkejut, Dia menghampiri Alexa. "Ada apa dengan anakku Alexa?" Niko bertanya


"Biarkan anak itu mat1! dia bukan anakku!" Teriak Nabila, Alexa dan juga Niko ikut terkejut.


Plak...


Niko menampar wajah Nabila, Niko sungguh marah dia menampar kembali Nabila. "Apa maksudmu Hah!"


Bukanya menjawab justru Nabila memilih pergi dari hadapan Niko, Tentu bersama polisi.


"NABILAAAA!!!"


"Selamatkan anakmu bodoh!" Bentak Alexa, Dia menarik tangan Niko dan juga Davies keluar dari ruangan ini, Dan tugas Sekertaris Li untuk membereskan ini.


Kata kata dari Nabila terus terputar di otak dan pikiran Niko, "Kenapa perasaan ku menjadi tidak tenang seperti ini," Batin Niko, Dia mengusap wajahnya dengan kasar.


****

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, Alexa dan juga yang lainya langsung masuk ke dalam. termasuk Nabila, Ya Nabila yang tadi tidak mau ikut akhirnya dia mau ikut setelah Niko memaksanya.


"Bagaimana dok?" Alexa bertanya saat melihat dokter sudah menunggunya di depan ruang rawat bayi Niko.


Dokter berdiri dari duduknya, Dia memberikan sapaan dan hormatnya kepada Davies. "Kondisinya masih sama Nona, Apa orang tuanya sudah ada? kita harus mengambil langkah selanjutnya."


Niko maju, "Saya Ayahnya Dok,"


"Baik, Kalau gitu mari ikut saya untuk mengcek golongan darah anda." Ucap Dokter yang membuat Nabila membulatkan matanya, Dia mendadak menjadi sangat gemetar.


"Damn! bagaimana ini!"


Nabila mencegah saat dokter dan juga Niko hendak masuk ke ruangan lain, "Dok, Biar saya saja yang mendonorkan darah saya. biasanya seorang ibu yang selalu cocok,"


Dokter mengangguk, Jadi Yang di bawa masuk adalah Nabila. Niko dan juga yang lainya menunggu di luar,


Niko menghampiri Alexa, Dia sungguh sangat tak menyangka bagaimana bisa ibunya melakukan hal seperti itu.


"Al..." Alexa berbalik saat Niko memanggilnya, Tanpa duga Niko bersujud di kakinya.


"Maafkan aku Al hiks.... maafkan aku..."


betapa terkejutnya Alexa saat Niko bersujud meminta maaf kepada Alexa, Alexa menatap Davies yang menatapnya dengan dingin. Davies menganggukan kepalanya, Alexa langsung menyuruh Niko untuk berdiri.


"Bangun Niko, Bukan saatnya. sekarang selamatkanlah anakmu, Jangan sampai hal yang sama kembali terulang."


Niko mengangguk, Dia menyeka air matanya.


Tak lama dokter keluar, Dokter bilang golongan darah Nabila tidak sesuai dengan golongan darah bayi Niko. jadi Niko yang ikut masuk untuk mengcek golongan darahnya.


Nabila sungguh sudah sangat gemetar, Alexa yang melihat itu hanya tersenyum sinis. dia memilih memeluk tubuh suaminya ini, "Ada apa hmm?" Tanya Davies, Dia mengecup kening Alexa. Alexa menggelengkan kepalanya, Dia membenamkan wajahnya didada bidang suaminya, Davies.


Di dalam Niko dibuat terkejut saat golongan darahnya tidak sesuai dengan bayi mungil itu, "Tidak dok! bagaimana bisa tidak cocok? saya ayahnya!"


"Benar Tuan, Golongan darah anda tidak sesuai dengan bayi anda."


Brak... Niko menggebrak meja


...----------------...


Hay salam hangat dari author.


mohon untuk terus mendukung serta meng support karya ini dengan cara:


LIKE+KOMEN+VOTE!!

__ADS_1


BERI BUNGA JUGA🌹🌹🌹


__ADS_2