
Tiga hari kemudian, Tepatnya hari ini adalah hari 7 bulanan Sindy.
Di mansion Williams dan Sindy sudah dipenuhi dengan keluarga besar, Sahabat, Dan juga 200 anak yatim-piatu dan anak-anak panti lainnya.
Williams sengaja mengundang banyaknya anak-anak, Dia percaya kalau do'a dari anak-anak adalah do'a yang paling terkabulkan.
Acara 7 bulanan berlangsung dengan lancar, Semuanya ikut mendoakan keselamatan ibu dan si jabang bayi yang ada di kandungan Sindy.
Salah satu anak panti mendekat ke arah Sindy, Dia menundukkan kepalanya.
Sindy mengangkat dagu anak kecil itu, "Ada apa sayang?" Tanya Sindy.
"Tente, bo-boleh aku elus perut tante? Aku kangen ibu," Lirih anak kecil itu.
Sindy menatap Williams yang menganggukan kepalanya, "Tentu saja boleh, Sini nak.." Keduanya duduk di sopa, Anak kecil itu mulai mengelus perut Sindy yang sudah membuncit.
"Adek bayi lagi ngapain disitu? Sehat-sehat terus ya," Kata anak itu sambil mengusap perut Sindy.
Dia mendongak menatap Sindy, "Tante tau? Dulu saat ibuku mengandung adekku dia juga sering aku usap perutnya.."
"Oh ya?" Anak itu mengangguk.
"Tapi sekarang sudah tidak bisa, Ibuku sudah di panggil Allah." Lirih Anak itu, Sindy memeluk anak itu.
"Allah lebih sayang sama ibu kamu, Tapi percaya deh ibu kamu juga sekarang lagi liat kamu di atas sana."
"Bener tante?" Sindy menganggukan kepalanya.
Williams yang melihat itu tersenyum tipis, Tak salah dia memilih berjuang untuk mendapatkan maaf dari Sindy. Sindy memang pantas menjadi istrinya, Dia adalah wanita istimewa.
Tak berselang lama, Datanglah rombongan Alexa. Terlihat disitu Alexa membawa sebuah kotak, Sindy berdiri dari duduknya dia menghampiri Alexa.
"Aduhhh ini calon ibu aktif banget sih haha," Alexa mengecup pipi Sindy, Dia mengelus perut Sindy.
Alexa menunduk tepat dengan perut buncit Sindy, "Hallo ponakan Aunty," Alexa mengusap perut Sindy.
"Ini untuk mu, Aku bingung memberi apa karna sekarang kamu sudah mempunyai segalanya.." Alexa memberikan Sindy kotak yang dibawanya.
Sindy tertawa pelan, "Astaga Al! Dengan kamu datang saja, Aku sudah sangat bahagia.. Tapi terimakasih juga atas hadiah ini, Aku buka ya?"
Alexa menganggukan kepalanya.
Sindy dengan perlahan membuka kotak yang dibawa oleh Alexa, Dia cukup tercengang dengan satu kotak yang berisikan dua kotak ini. "astaga Alexa!! Ini? Ahhh ini sangat lucuu.... Terimakasih.." Sindy memeluk Alexa.
Alexa tersenyum, dia membalas pelukan Sindy. "Syukurlah jika kamu suka,"
Putri menghampiri kedua sahabatnya itu, "Aku tidak bisa memberikan hal istimewa untukmu Sin, Tapi aku memberikan ini untuk kita. Sebagai tanda persahabatan.." Putri menunjukkan sebuah kalung yang dimana kalung itu bertuliskan BESTFRIEND
Mereka saling memasangkan kalung itu satu sama lain, Ketiganya langsung tersenyum. "kalau seperti ini, Kita akan tetap teringat satu sama lain.." Sahut Alexa.
Disaat itu, Datanglah seseorang yang cukup membuat Sindy terhenti.
Williams ikut melihat arah pandang istrinya itu, Dia cukup mengerang saat melihat siapa yang baru saja datang itu.
__ADS_1
"Hai Sin, Apa kabar?" Sapa seseorang yang menghampiri Sindy.
Sindy menormalkan wajahnya, Namun saat hendak menjawab terlebih dulu Williams yang menyela nya.
"Kabar istri saya baik! Bahkan sangat baik!" Sela Williams.
Fahri terkekeh melihat sikap cemburunya Williams, "Tenang pak Li, Saya tidak akan merebut milik anda. Karna saya sudah mempunyai calon istri."
Di arah belakang datangkanlah seorang wanita cantik, Putri memekik terkejut. "Vina?!" Sentak Putri yang langsung memeluk Vina.
"Oh astaga! Bagaimana kabarmu Vin?"
"Kabarku Baik Put.."
"Jadi?"
"Hmmm, Vina adalah calon istri saya." Jawab Fahri dengan lantangnya.
Dia memberikan surat undangan kepada Sindy dan juga yang lainnya, "Saya harap kalian Datang."
Acara demi acara, Berlalu dengan sangat lancar. Terkahir acara adalah acara pembagian santunan untuk anak yatim-piatu, Dan juga anak panti.
Williams membagikan santunan dibantu oleh Alexa, Davies, Ardi, dan juga Putri.
Dengan penuh rasa syukur, Bahagia, Mereka membagikan santunan dengan ikhlas. Williams terlihat bahagia saat kebanyakan anak saling tertib, Sungguh anak yang dididik sejak lahir.
Sindy hanya melihat saja, Dia tidak ikut membantu memberikan santunan. karna sejujurnya kakinya sudah lelah, Terlalu banyak berdiri. Namun itu semua, Sindy juga bersyukur karna bisa melalui acara ini sampai selesai.
Setelah anak-anak lainnya sudah pulang, Williams menghampiri Sindy. Dia mengelus perut buncit istrinya itu, "Anak Ayah, Ayah tidak tau kamu perempuan ataupun laki-laki. Tapi yang ayah harapkan, Kamu nanti jangan bikin Bunda kesakitan ya?" Lirih Williams.
"Tapi tetap saja, Aku tidak ingin kamu merasakan sakit."
Sindy mengelus wajah suaminya, Dia mengecup pelan kening suaminya. "Jangan khawatir honey.."
Melihat keromantisan anaknya, kedua orangtua Williams dan juga Ibu Sindy, mereka mengobrolkan itu.
"Lihatlah, Sebentar lagi Li dan Sindy akan menjadi orangtua." Mama Vivi melihat anak dan menantunya itu dengan bahagia.
"Benar jeng, sebentar lagi juga kita akan dipanggil nenek dan juga kakek." sambung Ibu Sindy.
"Iya benar sekali hahaha, Sudah tua juga kita."
Sedetik kemudian, Wajah Mama Vivi nampak murung. "Jeng, maafkan perbuatan anak saya dulu ya."
Ibunya Sindy tersenyum, "Tidak apa-apa, Aku sudah memaafkan Williams. Bagaimanapun, Dia sumber kebahagiaan anak saya."
"Semua ini sudah kehendak takdir, Takdir sudah menyatukan mereka berdua. Walaupun dengan cara yang salah, Tapi berakhir dengan bahagia." Sahut Pak Tiyo, Papanya Williams.
Mama Vivi dan Papa Tiyo baru pulang dari London, Tapi mereka tidak nampak lelah sekalipun. Mereka sangat bahagia dan ikut menjalani acara 7 bulanan ini.
Jarum jam menunjukkan pukul 3 sore, Sindy ikut bergabung bersama yang lainnya di teras belakang.
"Kemari sayang, Hati-hati nak.." Sindy menghampiri ibu mertuanya.
__ADS_1
Mama Vivi mengusap kening Sindy yang sedikit berkeringat, "Kamu pasti sangat lelah, Li ambilkan istrimu air minum."
Williams beranjak dari duduknya, Dia ke arah dapur untuk mengambilkan istrinya ini air minum. Setelah mengambilnya, Williams kembali ke teras dia memberikannya kepada sang istri.
Williams menyodorkan gelas yang berisikan air putih itu kepada Sindy, Dia menyuruh Sindy untuk meminumnya. "Ini honey, minumlah."
Setelah mengobrol sebentar, Tepatnya kini adalah acara berdoa bersama. Yang diwakilkan langsung oleh Pak Tiyo.
"Alhamdulillah, Acara 7 bulanan hari ini berjalan dengan sangat lancar. Mudah-mudahan, Ibu dan juga jabang bayi diberikan keselamatan dan kelancaran dalam proses melahirkan nanti." Kata Pak Tiyo dengan lancarnya.
"Aamiin..." Dengan serempak nya, Mereka semua langsung meng'amin'kan Do'a Pak Tiyo.
Setelah semuanya selesai, Sebelum pamit untuk pulang terlebih dulu Mama Vivi menghampiri Sindy.
"Menantuku, Kamu ingin hadiah apa dari kami?" Tanya Mama Vivi.
Sindy menggelengkan kepalanya, "Sindy tidak butuh hadiah Mah, Pah. Yang Sindy butuhkan adalah do'a dan restu dari kalian," Jawab Sindy dengan lembutnya menjawab pertanyaan Mama mertuanya itu.
Mama Vivi memeluk Sindy dengan kasih sayang, Sindy membalas pelukan mama mertuanya itu. dalam hatinya dia sungguh sangat bahagia karna mendapatkan seorang mertua yang sungguh sangat baik Dan menyayanginya. Sindy bersyukur mendapatkan itu.
Ibunya Sindy menghampiri mereka, "Jeng Vivi, Sebaiknya nanti saja kita berikan hadiahnya setelah Sindy melahirkan." kata Ibunya Sindy.
Sindy mengangguk, Dia setuju dengan apa yang di ucapan oleh ibunya. "Benar kata ibu, Tunggu saja setelah Sindy melahirkan."
"Baiklah."
"Kenapa kalian tidak menginap saja?" Tanya Sindy karna kedua mertuanya ini harus kembali ke London.
Pak Tiyo tersenyum, "Kami harus kembali kesana nak, Disana kami dibutuhkan. Tapi kami berjanji akan secepatnya datang lagi kesini." Pak Tiyo menjawab pertanyaan menantunya itu dengan tersenyum hangat.
Cup..
Mama Vivi mengecup kening Sindy, "Jaga diri kalian baik-baik ya,"
"Hallo cucu Oma, Jangan rewel ya? Nanti oma akan belikan kamu hadiah. Oke?" Mama Vivi mengusap perut Sindy.
"Iya oma.." Jawab Sindy dengan menirukan suara anak kecil, Mereka semua tertawa.
Setelah itu, Mama Vivi dan Pak Tiyo berpamitan pulang. disusul dengan yang lainnya.
----------------
Hay salam hangat dari Author, Seperti biasa author minta dukungan serta supportnya dari kalian semua untuk novel author ini!
LIKE+KOMEN+VOTE!!!
BERI BUNGA JUGA BIAR AUTHOR SEMANGAT UP NYA!!
mampir juga ke novel-novel baru author,
"TERLANJUR JATUH CINTA"
&
__ADS_1
"RHEIVANNO"
Ditunggu kedatangannya❤