
Setelah perkenalan Airin dan Erlan di depan panggung, tentu saja ada banyak perdebatan diantara para hadirin.
Terutama, orang-orang yang mengenal Erlan dan Airin, tahu bahwa Airin dulunya adalah Istri dari Austin Castillo, yang tidak lain dan tidak bukan adalah adik dari Erlan Castillo.
Walaupun, masing-masing memang sudah bercerai, namun hal ini menimbulkan sebuah kecurigaan baru untuk semua orang.
Apakah mereka berdua ternyata sudah menjalin hubungan sejak lama?
Apalagi, Austin dan Sylvia mantan-mantan mereka, sudah menikah.
Sebenarnya, disini apa yang benar-benar berselingkuh dan siapa yang di selingkuhi?
Atau jangan bilang masing-masing berselingkuh?
Sungguh, beberapa orang yang tidak suka, segera berkomentar,
"Aku pikir mereka itu benar-benar tidak tahu malu, bisa-bisanya menikah dengan Mantan Saudara Iparnya sendiri,"
"Cih, Aku juga tidak habis pikir pada semua Tuan Muda dari Keluarga Castillo, Aku kira hanya Sang Adik saya yang tidak tahu malu, tapi ternyata Sang Kakak yang sudah lama menghilang juga sama tidak tahu malunya,"
"Iya, ya tidak ada wanita lain apa selain mantan saudara iparnya sendiri?"
Ya, begitulah berbagai gosip yang muncul.
Airin, yang berada di atas panggung itu tentu saja menjadi jelas dengan pendapat orang orang.
Erlan yang ada disampingnya segera menggenggam tangan Airin, mencoba menenangkan wanita itu.
Setelah, Erlan muleh mengucapkan seberapa kata kepada hadirin.
Soal mereka yang menikah sebelumnya belum lama ini, dan mereka yang kebetulan bertemu di Luar Negeri, dan akhirnya saling jatuh cinta.
"Yah, waktu sudah berlalu selama tiga tahun, jadi kami berdua mulai mengambil keputusan ini, untuk melupakan masalalu yang menyakitkan, dari penghianat yang pernah kami alami, dan memulai lembaran baru dengan sebuah Pernikahan, untuk menemukan kebahagiaan kami sendiri,"
Kata-kata Erlan yang terlihat sangat bijak itu benar-benar menyentuh hati beberapa hadirin di sana.
Itu juga mulai menjawab beberapa pertanyaan orang-orang.
Jadi benar, yang Selingkuh itu awalnya Austin dan Sylvia?
Dan soal KDRT itu?
Mungkinkah itu hanya sebuah kebohongan dan alasan?
Semua orang lalu segera bertepuk tangan, menyambut pasangan bahagia itu, walaupun masih tetap ada yang tidak suka dengan pasangan yang ada di panggung.
Austin dan Sylvia yang mendengar pidato dari Erlan itu benar-benar marah besar, karena mereka berdua tahu siapa target dari kata-kata Erlan, jenis sekali lagi dan mereka berdua, hanya membuat mereka berdua merasa cukup malu.
Tentu saja, dengan Status Austin dan Sylvia yang awalnya Saudara Ipar, ada banyak pertanyaan soal pernikahan mereka sejak tiga tahun lalu.
Hal-hal berjalan damai, karena mereka berdua berhasil mengarang sebuah cerita, apalagi karena orang dalam cerita itu, tidak ada dan menghilang, jadi mereka berdua benar-benar membuat cerita yang mengada-ada dan menjatuhkan Erlan atau Airin namun sekarang dua orang itu muncul, seolah-olah sedang menunjukkan bukti lain bahwa Austin dan Sylvia adalah penipu.
Dari sana saja, tatapan orang-orang pada Austin dan Sylvia menjadi semakin buruk.
Austin yang merasa tidak tahan itu, segera berniat membawa Sylvia pergi.
"Tunggu, Austin. Jika kita berdua pergi dari sini itu artinya kita berdua menyerah dan olah mengatakan apa yang mereka katakan benar, kita tidak boleh pergi harus tetap di sini, untuk menyakinkan orang-orang jika kita tidak salah," kata Sylvia yang mencoba untuk bersikap tenang.
"Tidak, aku merasa jika kita akan tetap berada di sini kita akan tambah dipermalukan, apakah kamu tidak lihat itu? Bagaimana Kak Erlan dan Airin mulai berjalan dan datang ke arah kita? Mereka jelas ingin mempermalukan kita,"
"Maka dari itu, kita berdua jelas tidak bisa diam saja," kata Sylvia mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Jelas, Sylvia yang merasa paling sok dengan semua ini.
Dirinya tidak akan pernah mengira, jika Erlan akan kembali bangkit dari keterpurukannya, dan jika melihat Identitas Erlan sekadang yang bahkan menjadi lebih sukses.
Sial.
Dirinya pikir, dirinya tidak akan pernah bertemu lagi dengan mantan suaminya itu, yang dulu menghilang entah kemana.
Dan lagi, kenapa Erlan itu malah menikah dengan Airin dari semua wanita?
Bisa-bisanya dia tertarik pada gadis bodoh seperti Airin!
Ketika memikiran ini, Sylvia merasa tidak terima.
"Apakah kalian berdua tidak tertarik untuk menyapa kami berdua? Setelah semua, Erlan masihlah Kakakmu, Tuan Austin," kata Airin yang saat ini bersama Erlan yang merangkul tangannya, menyapa mereka berdua yang terlihat ingin melarikan diri.
Austin yang mendengar sapaan itu segera mencoba memasang ekspresi tersenyum nya,
"Lama tidak bertemu Kakak. Aku cukup terkejut Kakak ternyata sudah menikah,"
Erlan yang mendengarkan apaan dari saudaranya itu segera berkata dengan ekspresi dingin,
"Aku juga cukup terkejut, bertemu denganmu di acara seperti ini, sungguh dunia begitu sempit bukan?"
Austin jelas saja merasa marah, memikiran mungkin saja dirinya sengaja diundang ke tempat ini hanya untuk dipermainkan.
"Kak Erlan, sudah cukup basa-basi nya aku tahu kamu mengundangku ke sini hanya untuk mempermalukan ku,"
Namun bukan Erlan yang menjawab, tapi Airin.
"Astaga, Austin mempermalukanmu bagaimana? Bukankah kamu memang sudah memalukan dari awal? Tidak artinya untuk mempermalukan pria sepertimu,"
Austin jelas saja tersulut emosi,
Sylvia lalu segera menambahkan,
"Hah, benar Airin kamu itu pasti hanya parasit yang mengoda Erlan, kamu datang seperti ini dan menikah dengannya setelah mengodanya dengan Trik murahanmu?"
Airin yang mendengar itu lalu segera tertawa dan berkata,
"Astaga, Sylvia apakah kamu mengatakan sesuatu tentang dirimu sendiri? Tentang bagaimana kamu melakukan itu pada Austin?"
Sylvia menjadi semakin emosi, namun berusaha untuk menahan emosinya karena saat ini mereka berempat menjadi pusat perhatian orang orang.
"Jaga bicaramu! Sudahlah, Sylvia mari sebaiknya kita pergi saja tidak ada gunanya untuk berbicara kepada mereka berdua," kata Austin mencoba mengajak Sylvia pergi, ya Austin menilai jika tidak menguntungkan untuk mereka berdua jika terus berdebat seperti ini yang anda mungkin lebih banyak aib yang akan terbongkar.
Sylvia lalu mengikuti, Austin dan berniat berjalan melewati Airin dan Erlan, namun tiba-tiba kaki Sylvia tersandung Kaki Airin, jelas hal itu disengaja oleh Airin, dan sekarang Sylvia jatuh.
"Sylvia? Kamu tidak apa-apa? Kamu seharusnya lebih hati-hati," kata Airin yang berpura-pura khawatir, lalu segera mencoba membantu Sylvia berdiri.
Sylvia yang saat ini jatuh di lantai jelas merasa sangat malu, dan menepis tangan Airin.
Namun, ketika Airin ada dibawah, Airin berbisik di telinga Sylvia.
"Sungguh, Sylvia nasipmu begitu buruk, kamu meninggalkan berlian namun malah mengambil remahan krikil seperti Austin? Sejujurnya aku sedikit prihatin pada nasib burukmu dalam menilai orang,"
Sylvia segera bangun dan berkata,
"Diam kamu! Kamu yang tidak tahu malu!"
Airin juga segera berdiri.
__ADS_1
Orang-orang di sekitar mereka tentu saja merasa tegang dan penuh rasa ingin tahu tentang hal apa yang akan terjadi berikutnya.
Sampai tiba-tiba, ada rombongan lain yang datang kesana.
Itu adalah orang tua Austin, dan ada seorang anak kecil berumur sekitar dua tahun datang, dengan ceria yang menghampiri Sylvia.
"Mama! Ternyata Mama disini,"
Airin dan Erlan menjadi terkejut melihat kedatangan anak itu.
Tidak, tidak sebenanya mereka berdua juga sudah tahu jika Austin dan Sylvia sudah memiliki anak, hanya saja ini benar-benar pertama kalinya mereka bertemu dengan anak itu.
Sylvia menjadi terdiam, memikiran bagaimana bisa Putranya ada disini?
Astaga, apakan Ayah dan Ibu Mertuanya yang membawanya kesini?
"Mama kenapa diam saja? Dan siapa meleka?"
Anak itu benar-benar penuh rasa ingin tahu, sambil menunjuk kearah Airin dan Erlan yang terlihat sebelum berbicara pada orang tuanya.
Perasaan Airin tiba-tiba menjadi rumit ketika melihat anak kecil itu.
Mengigatkannya, jika saja hari itu dirinya tidak keguguran, apakah anaknya akan sebesar itu?
Erlan sadar dengan perubahan wajah Airin, yang sepertinya teringat dengan hal-hal sedih, segera mengegam tangan Airin lagi, seolah mengatakan tidak apa-apa.
Airin segera tersadar dari lamunannya, lalu berkata dengan ramah pada anak itu,
"Hallo, adik kecil, kamu belum tahu? Kami adalah Paman dan Tantemu, Pria disampingku ini adalah Kakak dari Ayahmu,"
Ya, Airin pikir orang tua anak ini mungkin beregsek, namun anak-anak tidak salah apa-apa.
"Paman dan Tante?" Anak itu segera menatap kearah orang tuanya.
Dan, Sylvia yang melihat Airin menyentuh putranya itu, segera menjadi marah dan menarik putranya menjauh.
"Elvin sayang, mari kita pulang saja, jangan dekat-dekat mereka,"
"Tapi Ma..."
Dan sekarang, Austin ketika menatap putranya itu, teringat sesuatu yang sangat penting.
"Seperti yang kalian berdua tahu, ini adalah Putra Kesayanganku, Elvin Castillo, tidak seperti seseorang yang tidak bisa memiliki anak, benar bukan Kak Erlan?"
Airin segera mencoba menegahi mengigat hal-hal fatal telah dikatakan.
"Austin, tolong kamu jangan bicara sembarangan, jelas Kak Erlan bisa memiliki anak, kami baru saja menikah jadi wajar jika belum, nanti tunggu saja kabar baiknya,"
"Hah, kamu berhenti bicara omong kosong, Airin,"
Sylvia yang ada disana, segera mencoba menghentikan Austin berbicara lebih banyak hal, karena takut nanti pembicaraan bisa menjadi lebih buruk yang menyudutkan mereka.
Dan yang paling penting, Sylvia sangat ingin segera pergi dari sana, jelas ingin segera membawa Putranya pergi, tidak boleh sampai bertemu Erlan!
Ini adalah sebuah rahasia fatal yang Sylvia simpan dalam-dalam.
Sangat beruntung, anak yang lahir memiliki wajah yang cukup mirip dengannya, jika sampai mirip Ayahnya...
Sial...
Hal-hal sial bisa terjadi di saat-saat terakhir, itu yang Sylvia rasakan.
__ADS_1
Dirinya sudah terlanjur memilih Austin saat itu, dan tidak bisa mundur.
Dan sekarang, tidak bisa sampai terbongkar, jangan sampai Erlan tahu, apalagi Austin tahu!!