
Saat ini, di salah satu ruang kerja, terlihat Erlan sedang menelepon salah satu bawahannya.
"Ya? Bagaimana dengan penyelidikan yang aku suruh untukmu?"
'Kami sudah melakukan penyelidikan itu selama beberapa hari, dan benar saja, orang yang kami selidiki ini sepertinya memiliki seorang selingkuhan,'
"Bagus, tetap awasi orang ini Jika perlu kamu harus menemukan bukti-bukti Perselingkuhannya, jika sudah kamu segera kirimkan data-datanya padaku,"
'Tentu Bos, kami akan segera melakukan apa yang Anda suruh,'
Erlan terlalu sibuk dengan ponselnya itu sehingga tidak menyadari jika ada seseorang yang masuk ke dalam ruangannya.
Sampai Erlan mematikan telepon itu dirinya sedikit kaget ketika melihat Pamannya Haikal sudah berada tepat di depannya, duduk di kurisi depan meja kerjanya.
"Paman? Sejak kapan Paman datang?"
"Aku juga baru saja datang ketika kamu masih sibuk dengan teleponmu itu, siapa yang kamu telepon itu kamu terlihat sangat serius sekali?" tanya Paman Haikal dengan nada penasaran.
"Aku hanya sedang melakukan beberapa penyelidikan kecil,"
"Huh? Apakah ini soal Adikmu? Atau tentang mantan Istrimu?"
Erlan yang ditanya itu, lalu tersenyum dan menggelengkan kepalanya, dan segera berkata,
"Bukan Paman ini tidak ada hubungannya dengan mereka berdua aku sudah cukup muak untuk menyelidiki dua orang itu,"
"Lalu ini tentang apa?"
"Ini tentang Keluarga Airin , aku melihat keluarganya itu dulu berbuat tidak adil dengannya, dan belakangan aku baru saja tahu jika ternyata saudara tiri Airin yang memprovokasi Austin, hingga pernikahan Airin sebelumnya menjadi cukup berantakan, walaupun itu hanya sebab awal namun tetap saja, sedikit banyak itu mengarah pada kejadian-kejadian buruk berikutnya, jadi aku pikir penting untuk memberikan sedikit pelajaran pada orang-orang semacam itu,"
Haikal memperhatikan bagaimana keponakannya itu mengatakan hal itu dengan serius.
"Jadi begitu. Ini untuk Istrimu? bukan? Pantas saja kamu terlihat sangat serius, kalau begitu lanjutkan saja penyelidikanmu semoga semuanya berhasil. Aku bisa melihat betapa kamu sangat mencintai Istrinya itu sampai berbuat sejauh ini hanya untuk dia,"
"Paman itu terlalu berlebihan,"
"Berlebihan apa? Tidak masalah untuk jatuh cinta sekali-sekali kamu juga jangan terlalu fokus untuk masalah balas dendamnya kepada keluargamu itu,"
"Namun tetap saja itu penting,"
"Ya, ya kamu benar. Hari ini di rapat nanti, adalah awal mula kita untuk mengambil alih perusahaan keluarga Castillo, semoga nanti setelah ini rencana kedepannya berjalan dengan lancar,"
__ADS_1
"Tentu saja Paman,"
Ya, Erlan baru mulai memikirkannya sekarang.
Mungkin setelah semua rencana balas dendam ini selesai, barulah dirinya akan mulai memikirkan soal ke arah mana hubungan antara dirinya dan Airin.
Itu benar setelah semua kekacauan ini selesai dirinya bisa mulai untuk jatuh cinta lagi.
Itu benar semuanya harus segera dibereskan jadi sekarang dirinya akan fokus dulu untuk balas dendamnya.
Setelah memiliki tekad itu, Erlan segera kembali berdiskusi dengan pamannya itu soal rencana nanti siang.
Nanti siang dirinya memang berencana untuk datang ke rapat direksi sebagai salah satu pemegang saham dari Perusahaan Castillo.
Hal-hal soal nanti siang mungkin bisa menjadi sesuatu yang cukup menarik.
####
Saat ini di salah satu ruang rapat dari gedung Perusahaan Castillo Group, sudah mulai terisi beberapa anggota direksi yang rencananya akan mengikuti rapat siang ini.
Austin sendiri bersama dengan Ayahnya, sudah tiba lebih dulu di ruangan itu, untuk mempersiapkan apa nanti yang akan mereka sampaikan, terutama soal krisis dalam perusahaan yang belakangan ini sedang terjadi.
Di sisi lainnya, saat ini di luar gedung itu terlihat Erlan baru saja turun dari mobilnya, bersama Asistennya Leo, dirinya berniat memasuki gedung itu.
Melihat pesan itu jelas membuat Erlan tersemyum, ya dengan semangat yang diberikan oleh Airin, Erlan mencoba menguatkan dirinya jika dirinya akan bisa untuk melakukannya nanti.
"Mari, kita masuk,"
"Tentu Tuan Muda,"
Salah satu penjaga keamanan di sana tentu saja mengenali penampilan mantan CEO mereka dan Asistennya itu, seseorang yang juga sangat dirinya dihormati. Karena Tuan Muda Erlan selalu menjadi seorang pemimpin yang baik dan ramah pada semua orang termasuk pada pegawai biasa seperti Satpam.
Namun sayangnya, sejak penurunan paksa jabatan dari 3 tahun yang lalu, apalagi sejak Tuan Muda Austin diangkat menjadi CEO baru, Erlan dilarang untuk memasuki gedung ini.
Satpam itu, jelas memiliki keraguan apakah akan mengusirnya atau tidak, jadi dirinya segera mendatangi Erlan dan mulai bertanya dengan sopan.
"Tuan Muda Erlan, kalau boleh tahu ada keperluan apa anda berada di sini?" kata satpam itu dengan canggung.
Erlan tentu saja cukup mengerti soal apa yang dikatakan oleh Satpam itu, sekitar 3 tahun lalu dirinya pernah diusir dari tempat ini dan sempat dilarang untuk masuk ke tempat ini bahkan walaupun itu hanya untuk urusan penyelidikan.
Benar-benar menyedihkan jika memikirkan kenangan 3 tahun lalu.
__ADS_1
Namun jelas sekarang adalah sesuatu yang berbeda, dirinya sekarang sudah memiliki hak kembali untuk memasuki gedung perusahaan ini.
Asisten Erlan yaitu Leo, sudah siap dengan sebuah surat undangan, ya surat undangan rapat Direksi yang saat itu diadakan di sana.
'Perwakilan ER. Investment,'
Satpam itu jelas menjadi terkejut namun segera tersenyum, dan mempersilahkan Erlan untuk masuk.
Ya, sudah diduga dari tuan muda mereka yang sangat hebat jika tuan muda mereka itu akan bisa kembali ke perusahaan ini.
Mulai dari sini mungkin akan ada sedikit keributan di dalam internal perusahaan mulai sekarang, kembalinya Tuan Muda Erlan jelas akan memberikan banyak guncangan kepada perusahaan ini.
Dan benar saja, ketika Erlan mulai memasuki ruang rapat itu dirinya segera menjadi pusat tatapan dari semua orang.
Sangat wajar karena hampir semua orang yang ada di ruangan itu, mengenal Erlan sebagai mantan CEO mereka.
Austin yang melihat kakaknya itu jelas merasa kesal.
"Kak Erlan! Kenapa kamu bisa berada di sini dan siapa yang mengijinkanmu masuk ke sini?" kata Austin dengan penuh emosi ketika melihat kakaknya itu masuk ke dalam ruangan.
Semua orang yang ada di ruangan itu pun juga segera menjadi gaduh karena kedatangan orang yang tidak terduga.
Erlan yang mendengar kemarahan adiknya itu segera menujukan suart undangan yang dia dapatkan dan segera berkata,
"Aku adalah perwakilan dari ER. Investment, yang memiliki 10% dari saham Perusahaan ini, jadi tentu saja aku memiliki hak untuk hadir ke rapat direksi ini bukankah semua orang paham tentang peraturannya?"
Setelah mendengar hal itu laki-laki ruangan itu bertambah gaduh dan mereka mulai memeriksa soal daftar pemegang saham, dan memamg benar jika ER. Investment saat ini sudah memegang perpisahan sebesar itu setelah memberi beberapa persen saham daribeberapa Perusahaan Investasi lainnya.
Jelas mereka tidak akan pernah mengira jika pemilik perusahaan itu adalahmantan CEO mereka, yang sebelumnya pernah diusir dari Perusahaan itu.
"Tidak mungkin! Trik apa kali ini Yang coba kamu mainkan kamu pakai acara kembali ke perusahaan ini segala?" kata Austin dengan marah.
"Trik apa? Aku tidak menggunakan trik apapun, memang apa yang salah jika aku memiliki uang dan ingin membeli perusahaan ini?"
Kata-kata itu, katakan dengan nada santai yang malah membuat Austin menjadi semakin emosi dengan itu.
Austin tidak akan pernah mengira jika kakaknya akan kembali ke perusahaan ini dengan cara seperti itu.
Sial, apakah Erlan benar-benar berniat membalas dendam?
Lalu sekarang Bagaimana ini?
__ADS_1
Austin menjadi semakin terguncang dengan kedatangan kakaknya itu.