Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!

Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!
Episode 27: Salah Tingkah


__ADS_3

Malam segera berlalu dengan cepat, pada akhirnya baik Erlan atau Airin sedikit mengalami susah tidur karena hal-hal memalukan semalam.


Airin yang betulan bangun lebih dulu, diam-diam menatap Pria yang sampai saat ini masih berada di sofa.


Sial, ketika menatap dia itu entah kenapa adegan di mana masih terbersih dalam pikirannya.


Airin segera menggelengkan kepalanya, mencoba untuk tidak memikirkan hal-hal aneh semalam.


Yah, sejujurnya, dirinya tidak memiliki begitu banyak pengalaman dengan seorang Pria.


Misalnya saja dengan Mantan Suaminya, walaupun mereka sudah menikah dua tahun, namun Austin dulu tidak pernah menyentuhnya, dan hanya karena beberapa insiden saat Austin mabuknya barulah mereka melakukannya.


Kalau dipikir-pikir lagi, Airin merasa cukup miris dengan keadaannya.


Yah, walaupun dari awal Pernikahan Keduanya ini, hanya bagian dari rencana milik mereka, dan juga ide gilanya sendiri.


Pernikahan dimana tidak menyentuh satu sama lainnya, terjebak hal-hal semacam ini untuk kedua kalinya.


Pernikahan tanpa cinta.


Ini adalah idenya sendiri, namun kenapa Airin tiba-tiba merasa menyesal ketika memilih pilihan ini?


Sebenarnya juga menginginkan sebuah pernikahan yang indah dan bagaimana, dan bagaimana dirinya bisa dicintai oleh seseorang dan diperlakukan dengan baik oleh seseorang.


Yah, Airin tahu Kak Erlan udah memperlakukan dirinya dengan baik sejauh ini.


Namun cinta...


Itu jelas hal yang berbeda, karena sampai detik ini Airin tidak tahu tentang isi hati dari Pria itu.


Dan yang paling penting dari Pernikahan, dirinya juga ingin menikmati indahnya, melakukan hal-hal semacam itu...


Sial, semakin Airin memikirannya hal-hal menjadi makin terasa salah.


Salah, karena mulai memikirkan bagaimana rasanya melakukan hal semacam itu dengan Kak Erlan...


Ketika Airin sibuk berpikir dan tenggelam dalam pikiran memalukannya itu, Pria yang dari tadi terlihat tidur dan ditatapnya itu, sudah mulai bangun.


Hal pertama yang Airin dengar dipagi hari, adalah suara mangnetis yang menggelitik, yang terdengar seksi di telinga Airin.


"Umm, kamu sudah bangun Airin?"


Airin lalu memalingkan wajahnya dengan malu dan segera berdiri seolah ingin menuju ke kamar mandi dulu.


"Ah, Ya... Aku akan segera mandi,"


Erlan menatap kearah jam yang ada di kamar itu dan kembali bertanya,


"Kamu memiliki jadwal hari ini?"


"Yahh... Sebenarnya tidak banyak tapi Aku ingin ke studio tempat Aku melukis, ada sebuah lukisan yang ini aku selesaikan, emm, Aku duluan,"


Airin melihat melarikan diri dari depan Erlan.


Erlan sendiri, melihat Airin pergi merasa cukup lega, sejujurnya dirinya jika masih sangat malu soal hal-hal semalam, wajah seperti apa yang harus dirinya tunjukkan di depan Airin sekarang?


Sial.


Semalam itu benar-benar terlalu memalukan, kenapa harus terjadi di saat dirinya dan Airin ada dikamar yang sama?

__ADS_1


Hah, apakah dirinya berhenti minum obat saja?


Ah, tapi tidak bisa.


Lalu nanti di malam-malam berikutnya....


Wajah Erlan juga jadi memerah karena mulai memikirkan hal tidak masuk akal.


Ya, ada apa dengan dirinya, ketika di dekat Airin?


####


Pagi itu, saat ini Erlan dan Airin sudah berada di meja makan untuk bersiap untuk sarapan dengan Paman Haikal.


Suasana meja makan saat ini terlihat hening, karena baik Erlan atau Airin, tidak berani menatap satu sama lain.


Sampai Paman Haikal datang, dan menatap pasangan itu dengan ekpersi heran,


"Ada apa dengan kalian?"


"Tidak ada apa-apa," jawab keduanya bersamaan.


Haikal lalu melihat lingkaran hitam dibawah mata keduanya, artinya keduanya tidak tidur dengan baik semalam?


"Sepertinya semalam kalian bersenang-senang cukup lama sampai tidak tidur,"


"Paman jangan bicara yang aneh-aneh," kata Erlan yang merasa malu.


"Sudahlah, Erlan aku tidak perlu terlalu mau kepada Paman, kalian berdua tak ada lah sepasang pengantin baru melakukan hal-hal semacam itu adalah hal yang wajar,"


Erlan jadi binggung harus menanggapi seperti apa.


"Tapi tetap saja... Yah, Paman tahu, Airin masih sedikit malu-malu, ketika membicarakan hal semacam itu," kata Erlan asal.


"Baik-baik, aku tidak akan bertanya lagi soal urusan pribadi kalian berdua. Namun, Aku ingin berbicara soal Tiket Bulan Madu yang kemarin, apakah kalian udah menentukan kapan akan berangkat?"


Airin dan Erlan segara saling tatap, karena keduanya akhirnya lupa soal tiket itu, sebuah masalah baru lainnya.


"Itu... Kami belum memutuskan nya,"


Haikal lalu segera berkata,


"Namun lebih baik jika kalian segera memutuskan nya, sebenanya Tiket Bulan Madu itu sudah diatur Khusus didekat Hotel Milik Keluarga Castillo. Aku sudah mulia menyelidikinya mereka, Aku kira Keluarga mereka sepertinya akan berlibur kesana dalam waktu dekat, mungkin kalian bisa menemukan hal yang bagus disana nanti, yang cocok untuk balas dendam kalian? Sekalian kalian bersenang-senang,"


"Sungguh? Mereka akan kesana?" Kata Airin dengan penuh antusias.


Ya, jelas asalam hal yang baik jika mereka ke sana, lalu dirinya dan Erlan mulai bisa menujukan kemesraan mereka dan kekayaan mereka di depan mereka berdua!!


Juga mungkin bisa membuat mereka kesal juga, itu adalah hal-hal yang bagus.


####


Di tempat lainnya, saat ini disebuah ruangan rapat, terlihat beberapa orang sedang berkumpul, yang membicarakan masalah yang serius.


"Pak Presdir, bagaimana dengan Proyek kita di Kota B? Saat ini, vita mengalami kesulitan untuk melanjutkan proyek itu,"


Austin yang berdiri dan memimpin rapat itu segera memiliki ekspresi buruk.


Ini benar, belakagan Perusahaan entah kenapa memiliki situasi yang cukup buruk.

__ADS_1


Ini terutama karena Perusahaan mereka kalah tender proyek belakagan ini, oleh Perusahaan milik E.R Group.


Awalnya, Austin tidak terlalu memikirkannya karena ini mungkin hanya kebetulan semata.


Namun setelah tahu, jika itu ternyata merupakan Perusahaan milik Kakaknya, Austin menjadi marah..


Sial, sepertinya semua itu disengaja tentang E.R Grop yang merebut proyek-proyeknya bagus yang akan perusahaannya dapatkan.


"Kalian coba cari solusi untuk mendapatkan investor baru yang ingin berinvestasi pada proyek itu,"


"Tapi, kami sudah berusaha mencari dana namun cukup sulit, kebanyakan Perusahaan berkerja untuk E.R Group belakagan, jadi mereka menolak tawaran kita,"


Semakin Austin mendengar soal hal itu kemarahan semakin memuncak.


"Aku tidak mau tahu pokoknya kalian harus mencari segera solusinya, dan di rapat berikutnya kalian sudah harus menemukan solusinya,"


Dengan begitu, Austin menutup rapat itu dan segera kembali ke ruangannya dengan ekspresi kesal.


Sial, hal-hal sial terjadi pada hidupnya belangkangan ini


Ini sejak kemunculan Erlan dan Airin yang tiba-tiba itu.


Dan lagi, kenapa mereka berdua bisa menikah?


Mood Austin benar-benar menjadi buruk, sampai sebuah telepon segera tiba.


Itu adalah telepon dari Sylvia.


"Ya, tumben kamu menelepon ada apa?"


Sylvia yang ada di ujung telepon jelas mendengar kesal dari Suaminya itu, segera bertanya,


"Kenapa suaramu terlihat kesal apakah ada masalah di kantor?"


"Jelas, ada masalah. Kak Erlan sialan itu, sepertinya memang sangat ingin mencari masalah denganku,"


Ketika nama Erlan di sebut, Sylvia segera menjadi tidak nyaman.


"Ada apa Memangnya dengannya?"


"Aku sebelumnya sudah bilang bukan jika perusahaan ku gagal mendapatkan beberapa proyek? Yah, itu adalah Ulah Perusahaan milik Kak Erlan,"


Sylvia yang mendengar itu jelas menjadi kaget.


"Apa? Apakah dia memang memiliki pengaruh sebesar itu sampai bisa melakukannya?"


"Sudahlah, aku terlalu malas untuk membicarakan itu jadi sekarang aku tanya padamu kenapa kamu menelepon?"


Sylvia yang ditanyai balik itu, lalu hanya terdiam, Austin saat ini dalam keadaan mu yang buruk dan tidak baik untuk mengganggu nya dengan pertanyaan soal Erlan.


Jadi, Sylvia segera mengigat lagi soal tujuannya menelepon.


"Apakah kamu ingat? Sebentar lagi Ulang Tahunku, kita udah merencanakan sebelumnya soal pergi liburan ke Pulau Y, apakah jadi? Lebih baik kita pergi berlibur dan menenangkan pikiran jangan terlalu terbawa emosi oleh hal-hal yang ada di kantor,"


Austin terdiam sebentar lalu segera berkata,


"Itu mungkin hal-hal yang bagus, Aku juga sudah sangat lelah sekarang memikirkan semua hal yang ada di perusahaan,"


"Hmm, Kita setidaknya bisa bersenang-senang dan menikmati akhir pekan kita dengan indah,"

__ADS_1


"Tentu,"


Keduanya, sekarang terlihat senang dengan rencara mereka, tanpa tahu hal apa yang akan terjadi nanti.


__ADS_2