Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!

Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!
Episode 60: Penipu


__ADS_3

Airin menjadi sangat terkejut ketika membaca hal-hal di belakang lukisan.


Dirinya memang pernah mendengar cerita dari Paman Haikal, soal pembatalan Pertunangannya dengan Ibu Kandung Kak Erlan, dan bilang jika Ibu Kandung Kak Erlan menyukai orang lain.


Hal-hal menjadi berantakan, dan malah setelah Pertunangan itu dibatalkan, Ibu Erlan malah di jodohkan dengan Ayah Erlan yang sekarang.


Hal itu malah membuat kesalahpahaman pada Ayah Kak Erlan, bahwa Ibu Kandung Kak Erlan, menyukai Paman Haikal.


Sedangkan Paman Haikal memang tidak tahu siapa yang di sukai oleh Ibu Kandung Kak Erlan.


Dan ternyata kesalahpahaman itu terjadi, sampai mereka berdua memiliki Kak Erlan.


Airin ingat tentang dirinya dan Austin yang sempat salah paham tentang dirinya yang lebih menyukai Erlan, yang tidak berakhir bahkan setelah perceraian mereka.


Dan ternyata salah paham itu di sebabkan oleh kata-kata adiknya yang menyebalkan itu.


Ini tiba-tiba membuat Airin berpikir, bagaimana jika kesalahan pahaman itu di sebabkan oleh seseorang.


Astaga, ini benar-benar takdir yang aneh, tidak pernah mengira jika ada hal semacam itu terjadi juga pada orang tua Erlan.


Kalau sampai itu benar, bukankah Ibu Kandung Kak Erlan benar-benar memiliki nasip yang malang?


Kematiannya bahkan mungkin disebabkan oleh orang yang paling dicintainya.


Rasanya itu pasti sangat menyedihkan, dirinya saja hampir memiliki nasip yang buruk itu.


Airin lalu menatap pria yang ada disampingnya, yang saat ini memiliki ekspresi yang cukup rumit.


Melihat itu, Airin hanya bisa merasa cukup maklum, fakta-fakta ini mungkin cukup mengagetkan Pria itu.


Namun respon Erlan segera berkata,


"Sangat disayangkan, Ibuku menyukai Pria Brengsek,"


Airin juga merasa tidak terkejut ketika mendengar kata-kata itu.


"Ya, Kak Erlan benar. Melihat masalalu, Paman Maximilian, dia menurutku memang seseorang yang tidak begitu layak untuk dicintai, namun aku merasa ada yang janggal soal ini,"


Erlan jelas menunjukkan ekspresi binggung, lalu segera berkata,


"Janggal bagaimana maksudmu?"


"Emm, itu, kenapa sampai ada kesalahpahaman antara Ayah dan Ibu Kandung Erlan? Aku merasa itu jelas ada seseorang yang membuat kesalahpahaman itu, Kakak mengerti maksudku bukan?"

__ADS_1


Erlan lagi-lagi merasa terdiam setelah mendengar kata-kata itu karena dirinya juga tahu, hal-hal yang menimpa, Airin, jika ternyata memang ada seseorang yang memprovokasi hal-hal itu.


Namun dan memikirkan seseorang yang memprovokasi hal hal itu jawabannya tidak perlu dicari jauh-jauh semuanya sudah langsung ketemu.


"Ibu Tiriku? Diana Castillo, kita tidak perlu terlalu banyak berpikir untuk menemukan dalang dibalik itu semua,"


Airin yang mendengar itu, juga merasa cocok.


Mantan Ibu Mertuanya, memang terlihat seperti sesak orang yang bisa melakukan hal-hal semacam itu.


Dirinya mendapatkan perlakuan buruk selama menjadi menantunya.


Selalu ada hal yang menyebabkan, tentang Mantan Ibu Mertuanya itu, yang selalu bersikap sombong dan sok berkuasa di atas orang lain.


Seperti bagaimana dia seperti memperlakukan semua orang di sekitarnya seperti bawahannya saja.


Sikapnya sangat arogan.


"Aku pikir itu sangat masuk akal, ya pasti Ibu Tiri Kak Erlan. Aku dengar dulu itu dia mantan Sekertaris Ayah Kak Erlan?"


Erlan selalu segera menggelengkan kepalanya dan berkata lagi,


"Aku sebelumnya mendengar dari Paman Haikal, bahwa sebelum menjadi Asisten Ayahku, Ibu Tiriku adalah Sekertaris Paman Haikal, yang bekerja di bawahnya saat itu,"


Soal alasan dimana Paman Haikal sampai di Usir dari Keluarga Castillo.


Itu sepertinya bukan hanya masalah yang cukup sederhana seperti di usir karena menikah dengan orang yang tidak direstui Keluarga.


"Lalu, menurut Kak Erlan, dia juga dalang dibalik pengusiran Paman Haikal?"


Mendengar pertanyaan itu Erlan hanya bisa menghela nafas memikirkan soal kelakuan Ibu Tirinya itu, yang sepertinya selalu memiliki banyak skema dalam hidupnya.


"Ya, aku rasa begitu dialah yang ikut ambil dalam hal itu, tidak cuman itu, dia sebelumnya juga sahabat dari Almarhum Istri Paman Haikal, jadi wajar juga jika dia yang awalnya membongkar hal-hal itu sampai ke Kakek, setelah semua saat itu, Ibu Tiriku adalah Sekertaris dan Asisten kepercayaan Paman Haikal,"


Hal-hal yang didengar ingat itu jelas mengejutkan Airin.


"Astaga, ternyata dia benar-benar orang yang cukup licik, jadi bagaimana dia selama menjadi Ibu Tiri Kak Erlan?"


Erlan terdiam sebentar, selalu memikirkan soal hal-hal di masa lalunya.


Dirinya selalu tidak begitu dekat dengan Ibu Tirinya itu, atau waktu di mana dibuat juga ingin disayangi oleh Ibu Tirinya itu.


Ibu Tirinya, Diana tidak memperlakukan nya dengan buruk, namun juga tidak memperlakukan dengan baik.

__ADS_1


Lebih seperti, Ibu Tirinya selalu bersikap dan bertindak dengan hati-hati bahkan saat ada di sampingnya dan mengasuhnya.


Kemungkinan besar itu untuk menjaga reputasinya didepan Kakeknya.


Ibu Tirinya itu, sebenarnya cukup hebat dalam mengambil hati seseorang.


Kakeknya memiliki beberapa kesan baik pada Menantunya itu, bahkan Neneknya juga memiliki kesan baik padanya.


Lebih seperti, Ibu Tirinya sangat pandai dalam memanipulasi seseorang.


Seseorang yang bersembunyi di balik bayang-bayang menyembunyikan taringnya.


Sosok yang paling mengerikan karena dia selalu bersikap baik dan berpura-pura baik.


"Setelah Aku memikirkannya aku pikir dia orang yang sangat licik,"


Airin yang mendengar itu, langsung setuju.


"Memang sebaiknya kita perlu juga memberikan pembalasan untuknya bukan?"


"Kamu benar, Airin. Tidak mengira gitar selama ini kita semua ditipu olehnya,"


"Sungguh, aku juga tidak pernah mengira jika dia itu bisa menjadi sedikit itu sepertinya dia bisa menghianati semua orang yang akan membuat dirinya terancam,"


"Memang, sebaiknya kita juga harus berhati-hati. Aku sebenarnya cukup curiga jika Ibu Tiriku juga yang mengatur soal penurunan jabatan ku, sampai Aku diusir oleh Kakek,"


Ekpersi Erlan menujukkan wajah yang begitu tidak nyaman ketika memikirkan itu, memikirkan soal Kakeknya yang sudah meninggal, dimana saat itu mereka berdua masih memiliki perselisihan yang belum selesai.


Airin tidak tahu harus berkata apa lagi, jadi dia hanya bisa memeluk Erlan dan berkata,


"Tidak apa-apa, Aku yakin, Kakek sangat menyayangi Kak Erlan, Dia saat itu hanya sedikit khilaf, kita pasti akan membalas orang itu juga, untuk Kakek juga,"


Erlan menerima pelukan itu yang terasa sangat sangat.


Ya, semuanya pasti akan baik-baik saja lagipula rencana yang dirinya dan Paman Haikal buat, sudah berjalan hampir selesai.


Tinggal masalah waktu, sampai mereka bisa mengambil alih Perusahaan Keluarga Castillo.


Ketika memikirkan hal itu, Erlan selalu menatap wanita yang memeluknya itu.


Ya, setelah semuanya selesai dirinya pasti akan bisa mengungkap perasaannya ini pada Airin.


Terkadang cinta yang mulai tumbuh sini tidak bisa di bendung.

__ADS_1


__ADS_2