Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!

Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!
Episode 51: Pendapat Masing-masing


__ADS_3

Sekarang baik Airin dan Erlan menjadi diam dan saling menatap satu sama lain merasa cukup canggung karena bingung harus berbicara apa.


Masing-masing dari mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing mencoba mengingat kejadian malam itu.


Alice baru saja ingat soal beberapa hal semalam, dimana dirinya dengan berani duduk di pangkuan Erlan.


Seberapa ingatan masih sedikit kamar dan beberapa dan terlihat jelas.


Erlan juga sedang memikirkan apa yang terjadi semalam.


Erlan ingat, semalam mereka sempat minum, lalu....


Ya, ada beberapa kejadian selama di Restoran, dirinya yang entah kenapa sedikit lepas kendali dengan kata-katanya, berciuman, dan menyentuh satu sama lain di ruang pribadi itu.


Setelahnya, mereka sepertinya naik ke Kamar Hotel yang sudah di sewa sebelumnya, dalam keadaan setegah sadar.


Lalu berikutnya....


Ingatan menjadi semakin samar, namun jelas mereka berdua sepertinya melakukan hal itu.


Sesuatu yang sedikit melanggar batas.


Dirinya menyentuh Airin.


Namun ada sesuatu yang pasti yang harus dirinya lakukan.


"Airin, apapun yang terjadi tadi malam Aku benar-benar minta maaf ini semua salahku, aku mungkin Aku tak bisa mengendalikan diri, hingga melakukan sebuah kesalahan padamu,"


Airin mulai merasakan keadaan tubuh mu yang memang terasa tidak nyaman dan bagian-bagian tertentu yang tidak nyaman.


Beberapa kejadian tadi malam sedikit buram, karena lampu juga mati di kamar hotel.


Hanya...


Yang pasti mereka berdua sepertinya benar-benar melakukannya.


Hal ini jelas membuat perasaan Airin menjadi rumit.


Apalagi setelah mendengar kata-kata rasa bersalah dari Pria yang ada dihadapannya.


Dirinya juga tidak berharap hubungan mereka akan menjadi seperti ini, terikat karena sebuah paksaan dan kesalahan.


Dirinya ingin hubungan mereka berjalan dengan normal, berkembang dengan perlahan-lahan.


Namun, hal yang terjadi tadi malam benar-benar sudah terjadi.


Tidak bisa diubah lagi.


Airin saat ini masih memiliki pikiran yang kacau, jadi tanpa pikir panjang Airin segera berkata,


"Mari lupakan saja kejadian malam ini, Kak Erlan tidak perlu merasa bersalah, anggap saja kita kemarin kita sedang khilaf, kita berdua sama-sama Pria dan Wanita normal, sangat wajar memiliki keinginan tentang hal-hal itu dan sepertinya semalam kita mabuk atau sesuatu, jadi Kak Erlan tidak perlu merasa bersalah ataupun perlu minta maaf kepadaku,"


Erlan yang mendengar kata-kata wanita yang ada di hadapannya itu jelas merasa cukup terguncang dan kaget.


Airin ingin melupakan kejadian malam sebelumnya?


"Tapi Airin..."


"Kak Erlan, Kakak tidak perlu mencoba bertanggung jawab atau sesuatu, ini murni kesalahanku berdua ama dilupakan saja kejadian itu, anggap itu tidak pernah terjadi, sungguh Kakak tidak perlu meminta maaf pada aku juga,"


Ya, Airin benar-benar tidak mau hubungan antara mereka berdua terbentuk dari rasa bersalah.


Bukan hubungan seperti itu yang dirinya inginkan.

__ADS_1


Yang Airin inginkan adalah Erlan bisa mencintainya, tidak berdasarkan rasa bersalah.


Dan soal kejadian tadi malam...


Airin menjadi cukup bingung juga ketika memikirkannya.


Kenapa Kak Erlan...


Atau...


Ah, ya dirinya dengar Kak Erlan memang masih meminum obatnya secara rutin, apakah masih memiliki efek samping?


Dan sepertinya, semalam mereka salah minum sesuatu.


Baik, apapun yang terjadi sekarang dirinya perlu menegaskan dulu agar pria yang ada di depannya ini tidak boleh merasa bersalah.


Namun sepertinya dugaan Airin menjadi salah soal Erlan.


Erlan cukup kaget melihat bagaimana wanita yang ada di depannya itu benar-benar ingin melupakan kejadian malam sebelumnya.


Ya, walaupun kejadian itu sedikit samar-samar namun dirinya sepertinya cukup menikmatinya, itu adalah salah satu malam terindah dalam hidupnya.


Namun Airin ingin melupakannya....


Apakah Airin benar-benar membenci kejadian saat itu?


Ya setelah semua, dirinya bukan orang yang Airin sukai.


Airin pasti hanya melakukan hal-hal semacam itu dengan orang-orang yang dia cintai.


Airin pasti sebenanya merasa enggan untuk membicarakan atau mengingat kejadian malam sebelumnya.


Ketika mulai memikirkan soal ini, hati Erlan tiba-tiba merasa tidak nyaman, karena dirinya menyadari bahwa wanita di depannya itu mungkin mengagap kejadian malam itu sebagai kenangan buruk.


Erlan lalu segera mengambil keputusan.


"Baik, mari kita melupakan kejadian tentang malam itu. Duta tidak akan pernah membicarakan soal kejadian malam itu lagi."


Erlan mengatakan itu dengan nada yang terkesan cukup dingin.


Hal ini membuat Airin entah kenapa merasa aneh.


Emm...


Ini tidak apa-apa bukan?


Setelahnya lagi-lagi ada sebuah keheningan antara mereka berdua.


Sampai Erlan berinisiatif untuk turun dari tempat tidur dulu.


Pertama mencoba mencari celananya, yang hilang entah kemana.


Airin melihat Erlan kebingungan.


"Emm, Kak Erlan bisa memakai selimutnya aku toh sudah memakai baju ku,"


Erlan segera mengambil selimut itu, karena memang dirinya tidak mengenakan berbeda dari Airin.


Erlan mulai berjalan dan menutupi bagian bawah tubuhnya dengan selimut lalu menuju ke kamar mandi.


Dari sana, Airin murai merasa sangat malu ketika mendapat tubuh Erlan.


Yang bener saja!

__ADS_1


Apa-apa bekas kuku di punggung Kak Erlan?


Apakah itu hasil perbuatannya semalam?


Akhhh...


Airin merasa sangat malu jika memikirkan soal semalam.


Bagaimana mereka berdua sepertinya melakukan hal itu dengan cukup agresif.


Dan bagaimana Airin ingat dirinya benar-benar sangat menikmatinya.


Terlalu memalukan untuk mengingatnya.


Airin lalu segera membentuk wajahnya sendiri dengan bantal, tidak mau lagi terlalu memikirkan kejadian semalam.


Airin yang merasakan tubuhnya tidak nyaman pada akhirnya segera mencoba kembali berbaring tidur.


Erlan yang sudah ganti baju, segera memesan sarapan pada petugas hotel, dan tidak lama sampai sarapan itu tiba.


Erlan lalu segera kembali ke tempat tidur dimana saat ini, Airin terlihat berbaring terlihat sekali jika Airin sangat kelelahan.


Apakah dirinya semalam terlalu berlebihan?


Yah....


Mau bagaimana lagi, itu sudah tiga tahun sejak terakhir dirinya melakukan hal-hal semacam itu.


Mungkin setelah tiga tahun, hal-hal menjadi begitu menumpuk dan meledak sekaligus, hingga akhirnya dirinya sangat berlebihan semalam.


Semakin memikirkannya, Erlan entah kenapa menjadi merasa bersalah.


Yah, pantas saja Airin ingin melupakannya.


Itu benar-benar merupakan pengalaman buruk untuk nya bukan?


Erlan coba menormalkan suasana hatinya segera menaruh sarapan itu di meja dekat tempat tidur, lalu segera menutupi Airin dengan selimut.


Disana, Airin terlihat sudah tertidur cukup sangat karena lelah.


Erlan yang melihat Airin, tiba-tiba merasa tidak tahan, dan segera mencium keningnya.


"Maaf soal semalam, Aku harap kamu baik-baik saja,"


Erlan lalu mulai menulis sebuah catatan yang diletakkan dimeja dekat sarapan.


Agar Airin Istirahat dengan cukup juga agar Airin makan sarapan yang cukup.


Baik, soal kejadian malam itu...


Walaupun dirinya tidak ingin melupakannya...


Hah...


Namun setelah kejadian malam itu mungkin hubungan antara dirinya dengan Airin tidak akan bisa kembali seperti sebelumnya.


Bagaimana ini?


Jika Airin nanti mulai menjauhi dirinya atau menjaga jarak darinya?


Erlan merasa begitu pusing ketika memikirkan kemungkinan ini.


Dirinya jelas tidak ingin Airin membencinya.

__ADS_1


__ADS_2