Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!

Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!
Episode 76: Keinginan Airin


__ADS_3

Hari segera berlalu dengan cepat, saat ini terlihat disalah satu kantor polisi, dua orang sedang bercakap-cakap, lebih tepatnya ada seorang wanita paruh baya yang terlihat menangis begitu sedih yang berbicara kepada seorang pria muda di depannya yang sepertinya adalah putranya.


"Austin, Mama mohon kamu harus bisa menyewa pengacara hebat untuk bisa membebaskanku dari tempat ini secepatnya,"


Austin yang mendengar kata-kata dari Mamanya itu jujur menjadi terdiam.


Karena dirinya tidak tahu harus bersikap seperti apa, baru siang ini dirinya mendapatkan laporan jika Ayah dan Ibunya di tangkap polisi, karena kejahatan-kejahatan yang mereka lakukan.


Awalnya, tentu saja dirinya merasa cukup syok dan tidak percaya kenapa bisa mereka berdua ditangkap bersama seperti itu?


Lalu begitu dirinya meminta keterangan polisi soal kejahatan apa yang telah mereka berdua perbuat, Austin menjadi semakin syok benar-benar tidak bisa mempercayai apa yang didengarnya.


Ibunya terlibat rencana pembunuhan Ibu Kandung Kakaknya Erlan dimasalalu, yang bahkan berkat kejadian itu menewaskan Istri Pamannya Haikal.


Namun sayangnya kejahatan ibunya tidak hanya itu saja.


Pengelapan Dana, Pencucian Uang, Penipuan, dan Pencemaran nama baik.


Hal-hal itu terjadi entah jauh di masa lalu, ataupun yang belakangan ini baru saja terjadi.


Misalnya soal kecelakaan yang menimpa Erlan tiga tahun lalu.


Membuat dirinya hampir kehilangan kata-kata.


Dan soal Ayahnya, ternyata di masa lalu dia juga pernah melakukan pengelapan dana dan pencucian uang bersama dengan Ibunya, bahkan sempat menutupi kejaahatan Ibunya soal rencana pembunuhan yang dirancang untuk Ibu Kandung Erlan, yang tidak lain dan tidak bukan adalah istrinya sendiri dulu.


Semakin Austin tahu, dirinya juga tidak tahu harus bersikap atau harus seperti apa hal-hal itu jelas terlalu tidak bisa dipercaya, dirinya tidak akan pernah mengira jika Ibu Kandungnya bisa sejahat itu.


"Mama, aku saat ini tidak memiliki apapun untuk menyewa pengacara, apakah mama tahu setelah Mama dan Papa ditangkap, rumah saat ini sedang di segel karena pemeriksaan, bahkan aku di tangguhkan dari Perusahaan untuk waktu yang tidak diketahui,"


Diana yang mendengar itu jelas merasa begitu marah dan kesal,


"Apa? Paman dan Kakakmu itu, bahkan begitu tega untuk melakukan hal-hal semacam itu padamu? Sial, mereka berdua itu benar-benar brengsek, coba saja semua rencanaku berhasil mereka berdua pasti..."

__ADS_1


Austin yang mendengar mamanya itu malah mengeluh dan menyalahkan orang lain benar-benar menjadi kehilangan kesabaran dan emosi,


"Cukup, Ma! Sejujurnya aku tidak menyukai bagaimana cara Mama melakukan semua ini!"


Diana yang dibentak oleh putranya itu segera menjadi marah balik,


"Kenapa kamu malah berani membentakku? Aku melakukan semua ini demi masa depanmu!"


"Apakah ini benar-benar demi aku atau demi keegoisan Mama sendiri?"


"Aku jelas tidak akan melakukan semua ini jika kamu setidaknya sedikit saja lebih pintar dan unggul didepan Kakekmu dari pada Erlan, namun kamu itu bahkan tidak sebanding dengannya bahkan satu jari pun. Jadi aku terpaksa melakukan semua ini, ini semua jelas demi kamu! Coba saja kamu tidak bodoh pasti semuanya akan berjalan lebih baik, akhh kamu benar-benar hanya mewarisi gen buruk dari ayahmu yang sama-sama bodohnya!"


Austin yang mendengar kemarahan dan diejek oleh mamanya sendiri itu jelas merasa sangat sakit hati.


Dirinya tidak pernah mengira dari semua orang Mamanya sendirilah yang mengatakan hal-hal semacam itu padanya, mulai mengeluh soal ketidakmampuan yang dirinya miliki.


Padahal mamanya yang paling tahu seberapa keras dirinya mencoba berusaha selama.


Dirinya berusaha begitu keras selama ini tidak hanya untuk kepuasan dirinya namun juga demi Mamanya namun bahkan hal itu ternyata tidak pernah dihargai oleh Mamanya sendiri.


Semua hal yang dirinya alami belakangan terlalu buruk, bahkan fakta bahwa Elvin bukan putranya saja sampai saat ini hatinya begitu hancur.


Dua wanita berharga dalam hidupnya, Mamanya dan Istrinya telah menghancurkan hatinya dan juga kepercayaan yang dirinya miliki.


"Cukup, Mama! Aku sudah tidak bisa melakukan apapun lagi,"


Dengan itu, Austin segera pergi dari sana, karena dirinya juga merasa muak dengan apa yang akan dikatakan oleh Mamanya itu.


####


Disisi lainnya, saat ini Erlan dan Airin masih berada di rumah sakit, duduk di salah satu lorong rumah sakit, sambil menunggu kabar soal keadaan Elvin yang masih belum sadar sampai saat.


Airin sendiri, diam-diam menatap pria yang ada di sampingnya ini.

__ADS_1


Sejujurnya, dirinya masih tidak percaya dengan apa yang dirinya alami beberapa hari lalu, dimana Pria itu menyatakan cinta padanya dengan tulus.


Dan bahkan setelah ciuman dan jawaban yang dirinya berikan, pria itu juga mulai memberikan dirinya sebuah cincin yang menyatakan simbol hubungan mereka yang baru, seolah-olah dirinya baru saja dilamar lagi walaupun mereka berdua sudah menikah.


Cincin yang ada di jari manisnya ini adalah bukti bahwa hubungan mereka saat ini bukan lagi hanya dalam pernikahan palsu, namun sudah merupakan pernikahan sungguhan di mana mereka berdua saling jatuh cinta dan berbagi perasaan yang sama.


Namun, setelah hari itu tidak banyak yang berubah tentang interaksi mereka berdua.


Lagipula, Airin sendiri masih merasa tidak enak untuk meminta hal-hal lebih selain ciuman, ya Airin tentu merasa dirinya wanita yang cukup tahu malu, karena mau bagaimanapun juga saat ini putra dari suaminya ini masih berbaring di rumah sakit.


Bagaimana bisa mereka berdua bisa bersenang-senang dan pergi honey mood disaat semacam ini untuk merayakan soal hubungan mereka yang baru?


Airin mencoba untuk mengerti tentang situasi saat ini.


Ya, walaupun dirinya ingin segera bermesraan dengan suaminya ini, namun keadaan memang tidak terlalu memungkinkan.


Ya, dirinya bukan Sylvia yang anaknya sakit malah sibuk menggoda suami orang.


Dirinya jelas tidak ingin menjadi wanita yang tidak tahu malu dan tidak tahu diri seperti Sylvia itu.


Dirinya harus sabar menunggu sampai Elvin sadar, lalu kembali sehat.


Dan setelah itu, dirinya dan Erlan mungkin akan menikmati masa indah mereka berdua, dan bisa memulai rencana membuat adik untuk Elvin?


Ah, bukankah artinya dengan hadirnya Elvin yang merupakan Putra dari Suamiya, Erlan, bukankah itu artinya suaminya ini cukup subur?


Harusnya tidak apa-apa nanti jika mereka berdua membuat adik untuk Elvin.


Airin benar-benar mulai tenggelam dalam pikirannya sendiri mulai membayangkan hal-hal yang semacam itu, memikirkan malam indah seperti apa yang akan dirinya miliki dengan suaminya itu nanti.


"Airin? Kenapa kamu menatapku dari tadi?" kata Erlan menatap heran ke arah istrinya itu.


Airin sendiri yang terlalu tenggelam dalam pikirannya itu mulai berbicara sedikit keceplosan,

__ADS_1


"Aku hanya sedang memikirkan tentang nanti setelah Elvin sembuh, mari kita berdua membuat adik untuknya,"


__ADS_2