
Erlan yang mendengar kata-kata Airin barusan, merasa cukup terkejut, juga merasa entah bagaimana itu terasa melegakan.
Bahwa Airin tidak memiliki seseorang yang dia sukai.
Sial.
Kenapa dirinya lega?
Apakah dirinya sudah menumbuhkan perasaan semacam itu tanpa dirinya sadari?
Kenapa Airin dari semua orang?
Hubungan antara dirinya dan Airin, harusnya tidak boleh lebih dari itu.
"Aku hanya membuat sebuah lelucon, Kak Erlan tidak perlu terlalu memikirkannya," kata Airin lagi, yang melihat pria di depannya menjadi terdiam.
Ya, Airin juga sedang memikirkannya bahwa idenya soal mencoba membuat pria yang ada di depannya itu cemburu adalah sebuah ide yang cukup kekanak-kanakan.
Bagaimana kalau apa yang dirinya katakan itu bukannya membuat Kak Erlan cemburu, namun malah membuat dia menjadi salah paham?
Ya, misal karena dirinya sudah memiliki orang yang dirinya sukai, Kak Erlan mulai menjadi menjaga jarak dengannya?
Hal itu jelas adalah hal yang sangat buruk.
Jadi, Airin memutuskan untuk menghentikan leluconnya yang kekanak-kanakan barusan.
"Kenapa kamu bercanda tentang hal-hal seperti itu? Aku pikir kamu benar-benar memiliki orang yang kamu sukai,"
Airin lalu segera tersenyum dan berkata,
"Tidak, untuk saat ini aku belum memiliki orang yang aku sukai, namun entahlah nanti jika aku akan memilikinya? Lagipula aku tidak berencana untuk terus menutup hatiku, Aku juga ingin jatuh cinta lagi, bahkan walaupun pengalamanku di masa lalu buruk,"
Erlan jadi teringat soal kata-kata Airin pada Austin barusan, yang mengatakan tentang Airin yang dulunya sangat mencintai adiknya itu.
Sangat sayang adiknya Austin itu, tidak bisa menghargai dengan baik apa yang dia miliki.
Sangat rumit jika memikirkan soal hubungan antara dirinya dan adiknya.
"Kamu bener,"
"Jadi, Kak Erlan... Janganlah takut untuk jatuh cinta lagi, Jika kamu memiliki orang yang kamu sukai, atau mungkin seseorang yang ada di hatimu, cobalah untuk mengejarnya, sebelum terlambat, barangkali malah diambil orang dulu,"
Airin mengatakannya dengan nada yang begitu santai lalu segera meninggalkan tempat itu bahkan sebelum Erlan tempat merespon kata-kata itu.
Erlan merasa cukup terkejut juga dengan kata-kata barusan.
Sebelum terlambat ya?
__ADS_1
Namun dirinya masih bingung dengan perasaan yang dirinya miliki.
Hah, yang namanya cinta benar-benar membuat pusing.
Kamu jelas sekarang bukan saatnya untuk memikirkan hal-hal itu.
Masih banyak hal yang harus dirinya urus terutama soal Perusahaan Castillo
Dalam beberapa hari, akan ada sebuah Rapat Direksi di Perusahaan Keluarga Castillo, rencananya berdasarkan apa yang dirinya buat dengan Pamannya Haikal dan Airin, dirinya akan menghadiri rapat itu sebagai salah satu pemegang saham, mewakili Perusahaan Investasi miliknya, yang memang sudah membeli saham dari Perusahaan itu cukup lama.
Ya, sebagaian saham ini juga milik Pamannya Haikal, agar porsi yang mereka miliki lebih besar sehingga bisa memiliki suara yang cukup nantinya untuk bisa masuk ke dalam rapat direksi.
Saat ini baru sekitar 10%, lihat saja nanti dirinya jelas akan menggulingkan posisi adiknya itu.
Dan yang paling utama dalam rencananya ini adalah untuk menemukan bukti kejadian soal kecelakaan Ibunya itu.
Dirinya akan memastikan orang-orang yang terlibat dalam insiden itu akan masuk penjara.
Namun sebelum hal itu, Erlan baru saja teringat sesuatu.
Kalau tidak salah, masalah Keluarga Airin, yang sudah lama putus kontak itu.
Erlan sebenarnya sudah mencari beberapa informasi soal keberadaan mereka.
Dirinya dengar, setelah menjual Rumah Warisan dari Ibu Kandung Airin itu, mereka hidup dengan nyaman, dan melajutkan Perusahaan mereka dengan baik.
Kakak Laki-laki Airin sekarang sudah menjadi CEO baru Perusahaan itu, itu juga berkat Kakak Laki-laki Airin berhasil menikah dengan salah satu Putri Keluarga Kaya, jadi perusahaan mereka bisa tertolong dan sukses sampai sekarang.
Itu...
Erlan segera mengambil ke arah ponselnya dan membuka data yang berisi penyelidikannya soal Keluarga Airin.
Jeremy Will?
Tunggu, itu adalah Kakak Tertua Sylvia?
Tuan Muda dari Keluarga Will, memang cukup Kaya, namun sebenarnya dia memiliki reputasi yang buruk di masa lalu soal suka bermain wanita, sayangnya hanya sedikit orang yang tahu soal itu, termasuk dirinya yang kebetulan tahu dari Sylvia yang memang membenci Kakaknya itu.
Namun di permukaan, Kakak Sylvia itu, Jeremy Will memiliki reputasi yang sangat baik, setelah menikah, kabarnya mereka adalah Keluarga yang harmonis.
Namun siapa yang tahu apa yang disembunyikan di belakangnya?
Wow, jika melihat biodata ini, sepertinya akan ada hal-hal menarik jika dirinya bisa mengungkapkan beberapa hal soal Jeremy ini.
Airin pasti akan senang jika tahu kabar-kabar ini, ya Saudara Airin yang dulu pernah membuat Pernikahan Airin hancur?
Baik, dirinya jelas akan membongkar semua ini.
__ADS_1
Jadi, yang Airin lihat nanti adalah orang-orang yang pernah menghancurkannya memiliki hari-hari yang hancur juga.
Itu bener, setelah memikirkannya semua tragedi ini, juga berasal dari Keluarga Airin itu...
Hanya jika saudara Airin itu tidak memfitnah Airin...
Apakah Airin akan menemukan kebahagiaan dalam pernikahannya?
Lalu apakah...
Tidak, Erlan mulai berhenti memikirkannya sampai ke sini.
Karena hal yang sudah terjadi tidak bisa dirubah.
Dan lagi, soal Perselingkuhan Mantan Istrinya Sylvia dan adiknya Austin...
Ini jelas tidak hanya karena Pernikahan Austin yang buruk.
Selalu ada percikan, sebelum ada api.
Baik, lupakan dulu soal masalah itu, yang paling penting sekarang dirinya mungkin akan fokus untuk membantu Airin membalaskan dendam pada Keluarganya itu.
Dirinya dengar, Keluarga Airin tidak pernah memperlakukannya dengan cukup baik?
Airin sebenarnya cukup baik hati untuk membiarkan mereka.
Namun jika dipikirkan lagi, soal hal yang saudara Airin lakukan itu, itu benar-benar sangat keterlaluan untuk merusak dan menjadi api dalam Rumah Tangga Airin, hingga Airin harus mengalami begitu hal buruk dalam pernikahannya.
Ketika Erlan masih diam disana, Airin jelas merasa terganggu, karena Pria itu tidak mengejarnya, jadi dengan tanpa tahu malu, Airin kembali.
Ya, apa gunanya merasa malu pada Kak Erlan?
Dia orang yang sangat tidak peka dan sulit dimengerti.
"Kak Erlan? Kakak tidak bermaksud untuk melihat galeriku?"
Erlan yang mendengar suara itu segera tersenyum.
"Tentu saja, aku akan melihat-lihat mereka,"
"Tentu, mari masuk saja. Setidaknya aku ingin melihat reaksi semua orang ketika melihat galeri ini, Aku benar-benar sangat senang soal pameran Ini akhirnya terlaksana,"
Airin mengatakannya dengan nada ceria, terlihat sudah melupakan hal-hal sedih sebelumnya dan mulai kembali tersenyum.
Sebuah senyuman, yang ingin Erlan lihat.
Itu benar, setidaknya dirinya cukup senang melihat Airin tersenyum seperti itu.
__ADS_1
Senyuman yang selalu membuat hatinya terasa hangat.
Jadi, dirinya akan sebisa mungkin untuk tetap menjaga senyuman itu.