Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!

Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!
Episode 68: Harga Yang Harus di Bayar (Part 2)


__ADS_3

Erlan dapat tamparan tiba-tiba itu tidak tahu harus merespon seperti apa.


Dirinya diam daripada membuat keributan karena ini di rumah sakit.


Diana lalu segera bertanya pada Perawat, dan perawat lalu menjelaskan soal kondisi mereka.


Kondisi Elvin saat ini cukup buruk, dan tengah menjalani operasi darurat.


Diana mendengar kondisi mereka berdua itu jelas merasa semakin frustasi, dan juga sedih sekarang melampiaskan amarahnya pada Erlan.


"Ini semua gara-gara kamu! Apakah sekarang kamu puas melihat keluarga kami menderita?"


"Aku tidak tahu apa-apa soal kecelakaan ini, aku juga tidak mengira jika akan terjadi kecelakaan!!"


"Cukup! Pergi kamu dari sini!! Melihat wajahmu yang pembawa sial itu benar-benar membuatku muak!"


Erlan yang tiba-tiba diusir itu jelas tidak memiliki pilihan, dirinya memang khawatir soal kondisi Elvin, namun dirinya hanya sebatas Paman, dan sekarang ketika keluarga itu sudah berkumpul, seharusnya baik-baik saja.


Nanti dirinya akan minta ke Perawat, untuk mengabari saja jika terjadi sesuatu.


Melihat kondisi sudah tidak kondusif itu, Erlan memutuskan untuk pergi dari sana, sebelum pergi Erlan memasuki ruang IGD dulu untuk mendapatkan perawatan untuk luka kecil di kepalanya.


Dia lalu segera menelepon Airin, ternyata ponselnya dan barang-barangnya sudah diantar oleh orang-orang yang menolong dan di letakan di IGD.


Ponsel Erlan dalam keadaan mati, mungkin habis baterai.


Tepat disamping Erlan ternyata ada Sylvia yang sepertinya baru saja sadar.


"Dokter kenapa kakiku tiba-tiba tidak bisa di gerakkan?"


"Tunggu, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, mungkin ini efek dari kecelakaan yang mengenai syaraf anda,"


Sylvia yang mendengar itu wajahnya segera menjadi pucat.


"Tidak, tidak... Lalu apakah ini akan bisa sembuh?"


"Anda tenang dulu, semuanya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, mohon tunggu dulu,"

__ADS_1


Sylvia sudah jadi begitu frustasi ketika merasakan kakinya tidak bisa digerakkan, dirinya dengan ketakutan namun segera dirinya nya tentang hal lain, dan malu bertanya pada dokter soal kondisi Suami dan Putranya.


Austin saat ini masih dalam tahap operasi, namun tidak membahayakan nyawanya.


Namun Elvin, saat ini sedang menjalani operasi yang cukup mengkhawatirkan karena menerima luka yang sangat parah, keadaannya sangat buruk.


Sylvia, saat ini yang baru saja sadar juga sudah keluar dari ICU, Dia juga mendegar dari perawat barusan soal kondisi Elvin yang parah.


"Apa? Lalu bagaimana dengan nasipnya nanti?" Tanya Sylvia dengan cukup terpukul.


"Saat ini dia masih menunggu proses operasi mohon bersabar dulu,"


Dirinya tidak pernah mengira juga kejadiannya akan menjadi separah ini, dirinya juga tahu soal rencana yang sebelumnya di perdebatkan oleh Ibu Mertuanya dan Austin, dirinya tentu setuju apalagi setelah mendengar jika malah Airin yang menjadi CEO, enak saja dia hidup enak, Airin juga harus menderita, tidak bisa hidup enak begitu, jadi dirinya ikut setuju saja dan membujuk Austin.


Dan soal Erlan...


Dirinya tidak mau terlalu memikirkannya lagi, apalagi setelah hal-hal yang dia buat selama ini bersama dengan Airin yang membuat dirinya hancur dan malu.


Hanya dirinya tidak pernah mengira Putranya Elvin akan menjadi terlibat dalam kecelakaan itu, dan bahkan dirinya bisa terlibat dalam kecelakaan ini.


Bagaimana nanti nasip kakinya?


Hanya memikirannya saja, Sylvia tidak bisa menahan dirinya, dan hanya bisa menagis.


Erlan sendiri yang melihat kejadian itu, tidak berkata apa-apa.


Tiba-tiba ini mengigatkannya ketika dirinya dulu sempat kecelakaan sampai koma.


Dan hal-hal berikutnya ketika dirinya sempat tidak bisa berjalan.


Erlan memilih untuk tidak lagi memikirkan hal-hal itu dan segera keluar dari ruangan itu.


Hal-hal di Rumah Sakit menjadi kacau setelah kepergian Erlan.


Misalnya saja Austin yang baru saja selesai operasi, dan barusan di pindahkan ke ruang rawat yang sama dengan Sylvia.


Saat ini ada orang tuanya yang ada di sana untuk menanyakan keadaan putranya itu.

__ADS_1


"Operasinya berjalan dengan lancar, namun karena luka akibat kecelakaan, kami mengambil beberapa tindakan mendesak, saat ini kondisi Putra kalian Austin baik-baik saja, namun ada kemungkinan besar dimasa depan, dia akan kesulitan untuk memiliki anak,"


Diana yang mendengar kondisi Putranya itu jelas merasa sangat syok,


"Apa dokter? Putra saya akan kesulitan memiliki anak dimasa depan? Ini tidak mungkin bukan?"


"Maaf kan kami, itu adalah keadaannya sekarang,"


Diana yang mendengar itu segera menjadi cukup pucat tidak mengira putranya akan sampai menderita seperti itu.


Sampai susah memiliki anak..


Tidak...


Nanti bagaimana cara menjelaskannya pada Austin setelah dia sadar?


Lalu, kondisi Elvin saat ini juga cukup buruk, masih di ruang operasi tidak tahu nanti bagaimana nasibnya...


Cucunya satu-satunya...


Dirinya tidak pernah mengira jika rencana yang dirinya buat, bisa sampai seperti ini, yang membuat Putra dan Cucunya bahkan Menantunya sampai menanggung hal-hal ini...


Sial...


Kenapa semuanya menjadi berantakan seperti ini dan kacau?


Apakah ini....


Diana menjadi sangat pusing ketika memikirkan semua ini.


Austin sendiri, mulai kembali sadar, tadi dirinya mulai samar-samar mendegar soal kata-kata dokter itu juga...


Hal buruk yang dirinya alami, dan menjadi kesulitan untuk memiliki seorang anak...


Semua kecelakaan dan tragedi ini...


Apakah ini adalah harga yang harus di bayar karena keserakahan yang mereka miliki?

__ADS_1


Terutama, Elvin dia masih begitu kecil namun harus mengalami semua hal buruk ini...


__ADS_2