
"Aku senang kamu cukup pintar untuk mempertimbangkan ini. Dan soal persyaratan yang kamu mau, tentu saja aku akan melakukannya, soal Manajemen Perusahaan, biarkan saja, Anggota Direksi yang nanti akan memutuskan,"
Max merasa cukup puas dengan hasil itu lagipula anggota direksi ada di tangannya.
Haikal, segera mengeluarkan sebuah dokumen yang sudah disiapkan sebelumnya agar ditandatangani oleh Austin dan Ayahnya.
Austin, jujur sangat tidak suka dengan keputusan yang dibuat oleh ayahnya, namun memang sepertinya ini tidak memiliki pilihan lain.
Daripada perusahaan bangkut pula.
Dan setelah acara tanda tangan itu selesai, Haikal merasa cukup senang dan puas.
Setelahnya dia kembali mempersilahkan agar anggota direksi yang tadi keluar untuk masuk kembali.
Austin, yang merasa setidaknya masalah perusahaan akan beres itu, akhirnya merasa lega.
Austin buka sudah mendengar alasan di balik setuju soal memberikan porsi saham itu, jelas karena dengan itu, mungkin Perusahaan mereka tidak akan diganggu lagi bagaimanapun juga jika perusahaan bangkrut baik Haikal atau Erlan yang memiliki porsi itu banyak juga akan dirugikan.
Namun, segalanya dimulai dari rapat ini.
Tepat ketika Austin, yang bilang sudah menyelesaikan semuanya dan hendak menutup rapat itu,
Erlan segera mengangkat tangannya dan memberikan sebuah usulan,
"Tunggu dulu kita semua jelas tidak bisa segera mengakhiri, rapat ini begitu saja."
Austin yang mendengar itu jelas merasa tidak senang dan segera kata,
"Apa maksudmu? Masalah soal negosiasi dengan HCL. Investment sudah selesai, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan,"
"Tentu saja masalah yang sebenarnya belum terpecahkan,"
Mendengar itu, ekpersi Austin jelas menjadi tambah kesal.
__ADS_1
"Masalah apa lagi? Bukankah itu kalian yang selalu membuat masalah dengan Perusahaan ini dari awal?"
Erlan yang dituduh itu segera tersenyum.
"Apa? Bukan aku yang membuat masalah pada perusahaan ini, jadi awal perusahaan inilah yang memang memiliki management tidak begitu baik hingga menyebabkan krisis ini, hari ini aku akan mengusulkan kepada Anggota Direksi, Aku sebagai salah satu Pemegang Saham, merasa sangat tidak puas dengan manajemen perusahaan saat ini, aku akan meminta manajemen perusahaan saat ini untuk diturunkan,"
Haikal yang mendengar kata-kata dari keponakannya Erlan itu, segera berkata juga,
"Itu benar, Aku yang saat ini memiliki saham perusahaan ini juga merasa bahwa manajemen perusahaan saat ini terlalu buruk, jika hal-hal terus dilanjutkan oleh manajemen saat ini, apakah Perusahaan tidak akan segera bangkut?"
Austin yang mendengar itu jelas segera marah,
"Omong kosong apa? Tidak ada hal-hal seperti itu! Bukankah tadi kalian bilang tidak akan pernah menyentuh manajemen perusahaan?"
Erlan segera berkata lagi,
"Ini adalah sebuah usulan, ini juga tergantung dengan persetujuan semua orang, dan bukankah yang menentukan apakah Ada Perubahan Management atau tidak adalah para pemegang saham? Mari, tentukan itu sekarang juga, Aku rasa semua perwakilan pemegang saham, sudah di panggil ke Rapat Darurat ini juga, jadi mari kita melakukan vote saja berdasarkan suara terbanyak apakah manajemen saat ini perlu dirubah atau tidak,"
Awalnya, mereka berdua mengira jika mereka akan tetap memegang porsi management.
Namun siapa yang tahu, salah satu anggota Direksi, yang juga memiliki persi saham, sekitar 5% malah berpihak pada Erlan dan Paman Haikal!!
Jadi yang membela mereka, sekitar 35%, tidak 40% nya.
Karena ternyata disaat krisis dan harga saham jatuh seperti ini, ER. Investment terus melakukan Akuisisi pada Saham Perusahaan yang masih beredar.
Mereka saat ini memiliki porsi mayoritas.
Austin mulai cemas sekarang, menunggu Anggota Direksi lainnya yang belum membuat keputusan.
Saat ini, posisi di perusahaan sangat sulit.
Dengan 40% hak suara itu, artinya pihak Erlan dan Paman Haikal, bisa saja terus mengganggu keputusan perusahaan yang akan dibuat kedepannya nanti, yang mungkin akan selalu bertentangan dengan Management, hal itu jelas bukan hal yang baik.
__ADS_1
Para anggota Direksi yang tersisa, dan para perwakilan pemegang saham, jelas merasa hal itu tidak cukup bagus untuk masa depan Perusahaan.
Jadi, keputusan menjadi seperti ini.
52% Suara mendukung keputusan untuk menganti anggota Management saat ini, termasuk untuk penurunan CEO, juga penurunan Ketua Direksi yang dirasa tidak becus selama ini.
Sekarang yang jadi masalah baru, yaitu calon pengganti Kursi CEO yang kosong.
"Tidak! Sebelumnya, dalam surat perjanjian yang dibuat, kalian berdua jelas tidak bisa untuk masuk menjadi CEO,"
Erlan lalu segera tersemyum setelah mendengar itu, dan segera berkata,
"Tentu saja, bukan Aku atau Paman Haikal yang akan menjadi CEO, aku sebenarnya memiliki kandidat yang sangat baik. Dia adalah CEO dari Perusahaan LM. Jewelry, Perusahaan jual beli perhiasan yang cukup sukses belakangan ini, mungkin dia cenderung baru dalam mengatur Perusahaan, kinerjanya tidak perlu untuk dipertanyakan, dalam tiga tahun, dia sudah membawa LM. Jewelry menjadi Perusahaan yang cukup besar, dan kalian tidak perlu khawatir juga, Aku dan Paman Haikal sendiri yang akan melatih dan membimbingnya, dia akan masuk sebentar lagi,"
Semua orang menjadi sangat terkejut ketika mendengar kata-kata itu sekolah semuanya sudah disiapkan dan direncanakan dari awal.
Dan sekarang, dari arah pintu, masuklah seorang wanita cantik, mengenakan baju jas khas perkantoran dengan rapi.
"Selamat siang semuanya, Saya Airin Kartawijaya, yang akan menjadi salah satu kandidat CEO yang baru,"
Airin masuk kedalam ruangan itu dengan penuh percaya diri.
Awalnya, dirinya sedikit ragu dengan rencana yang diusulkan Erlan ini.
Namun, menurut Erlan, jika Airin yang maju, hal ini akan lebih membuat Austin merasa lebih terpukul.
Ini adalah salah satu cara balas dendam yang paling bagus.
Untuk mendapatkan hal-hal apa yang dulu, Austin selalu inginkan dengan tangannya sendiri.
Airin merasa sangat tersentuh, melihat Erlan begitu percaya padanya.
Wajah Austin yang melihat itu, menjadi pucat, tidak pernah mengira jika Airin yang akan maju...
__ADS_1