Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!

Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!
Episode 70: Tidak Mungkin


__ADS_3

"Tidak, bagaimana bisa golongan darahnya berbeda dengan kami?" Tanya Austin dengan ekpersi syok.


Sang perawat yang ditanya itu jelas menjadi bingung ketika ditanya.


"Kami juga tidak tahu namun daripada itu kami benar-benar membutuhkan darah, sekarang kondisi Elvin mulai memasuki masa kritis,"


Slyvia jelas cemas dan khawatir soal fakta golongan darah Elvin yang berbeda dengan mereka berdua, namun dirinya sendiri juga sangat khawatir soal keadaan Elvin.


"Perawat, tolong tunggu sedikit lagi kami pasti akan segera menemukan golongan darah yang cocok untuk putra saya," kata Sylvia.


"Baiklah namun kita tidak memiliki banyak waktu karena nyawa anak itu sekarang dipertaruhkan,"


Perawat itu segera pergi dari ruangan itu dan menyisakan, dua orang itu disana.


Sekarang, tatapan mata Austin, melihat ke arah istrinya itu mencoba mencari penjelasan.


"Austin, ini tidak seperti yang kamu kira..."


Austin yang melihat Sylvia mencoba untuk mengelak itu ingin merasa percaya namun ada beberapa di hatinya yang membuat dirinya tidak bisa percaya.


Austin mencoba berdiri dari tempat tidur itu, lalu langsung menampar Sylvia dengan keras.


Sylvia merasa cukup kaget dengan tamparan itu.


"Kenapa gologan darah Elvin sama dengan Kak Erlan?" Tanya Austin lagi dengan marah.


"Aku... Aku sungguh-sungguh tidak tahu,"


Sylvia masih mencoba untuk mengelak.


"Tidak, aku masih ingat dulu ketika Elvin lebih kecil dia juga sempat mendapatkan donor darah ketika sakit kamu bilang golongan darahnya sama seperti kamu namun lihatlah sekarang ternyata golongan darahnya berbeda darimu kamu pasti menyembunyikan ini sejak lama bukan?"


Sylvia yang merasa tertangkap basah itu segera menjadi diam.


"Aku rasa ini bukan saatnya untuk membahas soal hal itu kondisi putra kita saat ini kritis," kata Sylvia lagi, mencoba mencari alasan.


"Putra kita kamu bilang? Itu Putramu dan Kak Erlan! Dari semua orang, kamu adalah wanita yang paling aku cintai dan juga paling aku percaya namun aku tidak pernah mengira kamu membalas kepercayaan dan cinta yang aku miliki ini dengan suatu kebohongan seperti ini,"


"Austin, aku tidak bermaksud untuk berbohong padamu,"


"Cukup!! Aku tidak ingin mendengar soal apapun lagi dari mulutmu itu!"


"Austin...."


Mereka bertengkar cukup keras, dan membuat keributan di sana.


Terutama Austin, yang baru saja menjatuhkan semua barang-barang yang ada di meja untuk melampiaskan rasa marah dan kecewa yang dirinya miliki.

__ADS_1


Dirinya benar-benar tidak pernah mengira jika putranya Elvin yang sangat dirinya sayangi itu ternyata bukanlah putra kandungnya melainkan putra dari orang yang paling dirinya benci.


Rasa penghianatan yang dirinya terima ini terlalu menyakitkan...


Hal ini membuat dirinya berpikir apakah ini juga yang dulu kakaknya pernah alami?


Dibohongi dan ditipu oleh orang yang paling dicintai dan dipercayai...


Rasanya terasa sangat menyakitkan dan membuat dirinya tidak tahu harus berbuat apa...


Austin, merasa hatinya benar-benar hancur.


Ibu Austin, yang melihat ada keributan di dalam jelas segera masuk dan bertanya,


"Kenapa kalian berdua malah ribut aku dengar kondisi putra kalian sedang kritis dan membutuhkan darah kenapa tidak ada dari kalian yang keluar dan mendonorkan darah?"


Dua orang yang ditanya itu segera diam.


Diana yang mendengar kediaman itu jelas memiliki firasat buruk.


"Kalian berdua coba katakan apa yang terjadi,"


Dua orang itu masih tidak ingin mengatakan apa-apa.


Sampai, seorang perawat laki-laki masuk ke ruangan itu segera memberikan peringatan pada mereka soal kondisi Elvin.


Diana lalu segera bertanya pada perawat itu soal golongan darah cucunya itu.


"Ini O Negatif,"


Diana tahu, siapa yang memiliki golongan darah itu, jelas itu bukan golongan darah milik putranya Austin ataupun menantunya Sylvia.


Diana yang mulai memahami situasinya itu segera datang ke arah Silvia dan memberikan tamparan ke wajahnya.


"Kamu!! Wanita ******!! Kamu sangat berani menipu putraku?"


Sylvia yang terkena tamparan itu tidak bisa berbuat apapun dan hanya diam.


"Mohon anda semua tenang dan jangan membuat keributan di rumah sakit, kami segera menunggu kabar secepatnya untuk mendapatkan darah itu"


Diana yang mendengar itu segera menjadi marah dan berkata,


"Tidak perlu mencari darah biarkan saja Elvin itu mati, dia bikan cucuku,"


Kata-kata itu begitu dingin dan kejam membuat semua orang yang ada di ruangan itu menjadi sangat terkejut.


"Mama, jangan seperti itu, Elvin bagaimanapun juga dia tidak bersalah soal ini," kata Sylvia, yang menjadi pucat dan sedih juga memikirkan jika putranya satu-satunya itu sampai meninggal.

__ADS_1


Bagaimanapun juga dirinya masing-masing seorang ibu yang sangat menyayangi putranya Elvin, Elvin seperti malaikat kecilnya yang selama ini bisa membuatnya tersenyum, putra kesayangannya.


Austin, yang dari tadi diam mulai segera berkata,


"Tidak, Perawat ada tenang saja kami pasti akan menemukan golongan darah yang cocok untuk Elvin,"


"Austin! Kenapa kamu masih peduli dengan anak jalanan ini?" Kata Diana menjadi marah, lalu segera menjambak rambut Sylvia.


"Mama lepaskan..."


Sylvia yang ditarik rambutnya itu merasa kesakitan.


"Jangan panggil aku mama dasar kamu ****** sialan!!" Kata Diana lagi, sambil menarik Sylvia sampai dia jatuh ke lantai.


Itu menyakitkan untuk Sylvia, karena dia jadi tidak bisa bangun karena kondisi kakinya yang tidak bisa digerakkan.


"Mama, kumohon jangan seperti itu, dan Sylvia kamu pergi dari ruangan ini aku sungguh tidak ingin melihat wajahmu lagi, lakukan apapun yang seharusnya kamu lakukan demi putramu itu,"


Sylvia lalu segera mencoba bangun dibantu oleh perawat itu dan pergi dari ruangan itu.


Sedangkan Austin, yang ada di dalam ruangan itu sekarang tidak bisa menahan air matanya dan mulai menangis.


Kenapa semuanya harus berakhir seperti ini?


Dokter bilang jika dirinya sekarang akan sulit memiliki seorang anak, Elvin yang dirinya kira adalah harapan terakhirnya sekarang ternyata bukan putra kandungnya.


Kenyataan yang begitu pahit semuanya muncul tiba-tiba, dari mulai dirinya dijatuhkan dari posisinya kecelakaan yang sampai membuatnya seperti dan bahkan kenyataan bahwa Elvin bukan Putra kandungnya.


Semuanya terasa sangat sulit....


Seolah-olah sekarang semua kesialan malah berbalik padanya.


Dulu, Kakaknya Erlan yang dirinya hina karena tidak bisa memiliki anak, ternyata dia malah bisa memiliki anak, dan itu Elvin.


Dan sekarang dirinya....


Diana, saat ini juga memiliki perasaan yang rumit dan menjadi begitu sedih melihat putranya mengalami semua ini.


Ini...


Ini memamg gara-gara Erlan sialan itu!


Sudah dirinya juga memang seharusnya sejak dulu dirinya melenyapkan orang itu jangan malah membiarkannya hidup dan sekarang malah hal-hal berbalik kepada dirinya dan keluarganya sampai-sampai putranya Austin mengalami semua hal buruk ini.


Dirinya jelas tidak akan membiarkan semua ini termasuk menantunya Sylvia itu!


Wanita ****** itu, juga harus membayar tentang apa yang dia lakukan berani-beraninya menipu dirinya dan putranya sampai seperti ini.

__ADS_1


Diana terlihat mulai tenggelam dengan rencana liciknya yang lain.


__ADS_2