
Airin yang saat ini merasa tiba-tiba bersemangat itu, jelas menjadi tidak terlalu memikirkan soal hal-hal yang akan terjadi.
Seolah-olah, keinginan terpendam dalam hati Airin perlahan-lahan mulai muncul, berkat minuman yang sebelumnya di minum, kesadaran Airin juga sedikit goyah, murai memikirkan apakah ini hanya sebatas mimpi saja.
Airin memikirannya, ada suatu waktu setelah dirinya menikah dengan Erlan, dirinya memiliki mimpi semacam ini.
Apalagi setelah Acara Bulan Madu dan ciuman sebelumnya.
Airin mulai membayangkan, bagaimana rasanya menyentuh tubuh yang terbentuk dengan indah itu?
Di masalalu, dirinya pernah merawat Erlan, dan membantunya mengelap tubuhnya itu, menyentuh secara tidak langsung dengan handuk.
Tentu saja tidak pernah memiliki keberanian untuk menyentuh hal-hal bagus itu secara langsung.
Terakhir kali, dirinya pernah melihat Erlan mandi dari balik kaca transparan.
Menujukan tubuh indah dan pemandangan indah didalamnya yang membuat Airin terpesona.
Sebelumnya, tanpa sengaja Airin pernah menyentuh beberapa barang rahasia milik Pria itu.
Sesuatu yang terasa sedikit keras dan memiliki ukuran yang luar biasa.
Saat itu gelap, jadi Airin tidak benar-benar pernah melihat senjata rahasia itu.
Namun pernah meraba dan menyentuh hal-hal itu secara langsung, malah memberikan rangsangan lebih besar, karena mulai jadi membayangkan tentang seperti apa hal itu sebenarnya.
Ciuman yang mereka lakukan sebelumnya setara sangat menyenangkan dan sangat panas.
Membuat Airin selalu menginginkan hal lebih dari itu.
Sesuatu hal yang cukup wajar untuk diinginkan seorang wanita yang sudah menikah.
Namun hal-hal semacam itu terkadang hanya ada di sebuah mimpi, mimpi paling liarnya.
Jadi sekarang, Airin merasa dirinya sedang berada didalam mimpi, mendengarkannya godaan-godaan dari Pria tampan itu.
Suara maskulin lembut itu, membuat Airin merasa berdebar-debar.
Tatapan mereka segera bertemu, itu adalah tatapan saling mengiginkan satu sama lain, terbuai dengan suasana malam itu yang terdengar mengaiirahkan.
"Kenapa tidak? Aku selalu ingin menyentuh hal-hal ini...." Kata Airin lagi sambil melepaskan satu demi satu kancing kemeja Erlan..
Dari sana, terlihat dada bidang dengan otot-otot yang terbentuk.
Ini sangat menggoda, hanya dengan menatap tubuh indah, dan sekarang ketika bisa merabanya, ini terasa luar biasa.
Ini benar-benar sangat kencang dan keras, seperti yang terlihat.
Otot-otot yang benar-benar terawat dengan baik.
"Kamu menyukainya?"
"Ya... Tubuh ini sangat indah,"
Tangan Erlan lalu memegang tangan Airin, seolah memandu Airin untuk terus menyentuh dirinya, merasa cukup puas bagaimana Airin menikmati hal-hal ini.
Hal-hal menjadi samar-samar juga untuk Erlan, seperti dirinya bermimpi.
Mimpi liar disalah satu malamnya.
Ya, tidak mungkin Airin melakukan hal-hal ini jika ini bukan mimpi bukan?
Setelah menyentuh beberapa saat, lalu tatapan Airin kembali menatap wajah Erlan, dan Airin mulai menyentuh dan berapa wajah itu sampai tangannya tiba di bibir Erlan.
"Ah, kenapa ada Pria setampan kamu? Apa-apa dengan wajah ini? Apakah wajah ini menunggu gunakan untuk menggoda setiap wanita? Astaga, bibir ini juga bahkan sangat mengoda, membuat seseorang ingin merasakannya,"
Airin mengatakannya dengan sedikit tertawa.
Erlan hanya tersenyum, tidak mengatakan apa-apa, namun dirinya segera menarik Airin lebih dekat, lalu segera menciumnya.
Itu ciuman yang cukup panjang, keduanya saling menikmati ciuman itu.
Satu ciuman belum cukup.
Airin sendiri, langsung mengatakan tangannya di leher Erlan.
"Ahahaha... Ini sangat menyenangkan, ciuman ini sangat enak, berapa banyak wanita yang pernah di cium dengan bibir mengoda ini? Ah~ sangat enak~" kata Airin dengan nada menggoda, ketika ciuman mereka terlepas.
"Kamu adalah wanita kedua yang melakukan ini denganku, dan tidak pernah ada yang lain, sejauh ini..."
"Benarkah? Apakah boleh lagi?"
__ADS_1
"Ya, lakukan semaumu, Aku milikmu malam ini,"
"Ah~ Benarkah?"
"Tentu saja,"
Malam itu, menjadi malam panjang yang mengairrakan yang tidak akan pernah mereka duga.
####
Ini adalah sebuah pagi yang baru, ketika Airin mulai membuka matanya, dirinya melihat dirinya berada dalam sebuah ruangan mewah yang asing.
Sebuah ruangan, yang terlihat familiar namun tidak begitu familiar.
Airin merasakan kepalanya sangat sakit dan terasa pusing.
Ketika Airin bergerak, dirinya merasakan sebuah sentuhan sangat.
Ya, ketika Airin menyadarinya, dirinya ternyata berada dalam pelukan seorang Pria!!
Airin menjadi kaget terutama setelah dirinya menatap kearah samping.
Ada wajah tampan tertentu yang terlihat sangat familiar.
Kak Erlan?
Kenapa Kak Erlan memeluk dirinya?
Airin masih bingung tentang situasi yang terjadi.
Namun yang membuat Airin menjadi tambah bingung, soal bagaimana Pria yang memeluknya itu sekarang tidak mengenakan apapun!!
Airin bisa menatap dari balik selimut, bahwa sepertinya tidak ada apa-apa jika selimut itu di buka.
Airin mencoba mengingat soal kejadian semalam.
Dirinya hanya ingat mereka berdua makan malam, walau setelahnya mereka berdua mulai minum-minum, dan ingatan berikutnya menjadi sedikit samar.
Samar-samar Airin teringat dirinya yang duduk di pangkuan Erlan dan berkata,
'Lihat wajah tampan dan tubuhmu yang bagus ini, bukankan itu terlalu curang untukmu memiliki wajah dan tubuh yang sempurna ini? Itu benar-benar menarik setiap wanita yang bertemu denganmu, Ah~'
Tunggu...
Didia benar-benar mengatakan hal omong kosong yang memalukan itu?
Tunggu...
Sebenarnya apa yang merasuki dirinya semalam?
Airin menjadi semakin panik, lalu mulai memikirkan hal yang terjadi berikutnya namun masih samar-samar.
Detak jantung Airin menjadi semakin kencang kartika memikirkannya.
Lalu, tatapannya kembali menatap kearah Pria yang memeluknya yang saat ini masih benar-benar terlelap dalam tidurnya.
Tunggu...
Dan kenapa Kak Erlan ada disini?
Pikiran Airin benar-benar terasa panas karena memikirkan apa yang terjadi.
Lalu segera Airin menatap kearah tubuhnya sendiri, yang saat ini masih mengenakan baju yang dirinya pakai semalam.
Hanya saja...
Baju yang dirinya pakai sangat berantakan seolah-olah di pakai dengan buru-buru.
Tunggu...
Dirinya masih memakai pakaian lengkap?
Tunggu ini tidak lengkap!
Kemana pakaian dalamnya?
Ketika Airin panik, Erlan mulai membuka matanya, dan mulai sedikit bergerak ketika dirinya merasakan tangannya sakit karena seperti menerima beban yang berat.
Dan tatapan mereka segera bertemu.
Erlan jelas merasa begitu kaget ketika menatap ke arah Airin!
__ADS_1
Tunggu....
Kenapa...
Kenapa Airin disini?
Dan dimana ini?
Erlan segera menjadi bangun, lalu melepaskan pelukannya itu, dan sedikit menjaga jarak dengan Airin.
"Airin? Ini... Kenapa kamu.... Lalu..."
Airin menatap Pria itu, yang sepertinya juga tidak teringat kejadian semalam.
"Aku... Aku juga tidak tahu apa yang terjadi,"
Erlan jelas merasa panik.
Erlan menjadi takut soal apa yang terjadi.
Semalam dirinya minuman, yang rasanya sedikit mencurigakan.
Hanya saja kejadian setelahnya....
Dirinya berkata sesuatu seperti,
'Ya, lakukan semaumu, Aku milikmu malam ini,'
Erlan segera menjadi panik.
Jangan bilang semalam dirinya dan Airin..
Bagaimana ini?
Apakah mereka salah minum atau sesuatu?
Apakah dirinya semalam melecehkan Airin?
Dirinya menjadi tidak begitu ingat.
Namun, sebuah rasa bersalah tiba-tiba muncul.
"Airin... Aku... Aku minta maaf,"
Airin melihat ekspresi rasa bersalah itu, menjadi binggung sendiri.
"Kak Erlan ingat apa yang terjadi semalam?"
Erlan segera menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana denganmu?"
Airin juga mengelengkan kepalanya.
"Aku tidak begitu ingat..."
"Lalu apa yang terjadi semalam? Apakah kita...." Tanya Erlan dengan ekspresi keraguan.
Ketika Erlan mulai bangun dan membuka sedikit selimut itu, tubuh atas Erlan sekarang terlihat jelas oleh Airin.
Ada beberapa tanda merah disana!
Apakah itu bekas gigitan?
Tunggu!
Apa yang dirinya lakukan sebenarnya semalam?
Airin benar-benar merasa malu tiba-tiba.
Bener kejadian seperti dirinya meraba-raba tubuh itu kembali muncul.
Akhhh....
Apa yang sebenarnya terjadi semalam?
Seberapa jauh itu terjadi?
Akhhh....
Ini benar-benar sangat meresahkan karena tidak ada ingatan!
__ADS_1