Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!

Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!
Episode 47: Kebenaran


__ADS_3

Sylvia yang mulai memasuki ruang pesta itu jelas saja tidak sadar tentang apa yang menunggunya saat itu.


Airin sendiri menatap tentang bagaimana Sylvia itu saat ini mulai menyapa beberapa Nyonya Kaya yang sepertinya berkenalan dengan cukup baik dengannya.


Salah satu Nyonya Kaya yang sedang berbicara dengan Airin, menyadari kedatangan Slyvia,


"Owh, lihat bukankah itu Nyonya Keluarga Castillo?"


"Benar, dia akhirnya datang, wow lihat perhiasan yang dia pakai itu sepertinya salah satu koleksi terbaru dari LM. Jewelry,"


"Benar, itu benar sekali setiap kali dia datang ke acara semacam ini dia selalu memakai perhiasan baru, sepertinya Suaminya benar-benar memanjakannya,"


Mereka adalah beberapa Nyonya Kaya yang baru masuk ke rombongan Sosialita ini, jadi mereka belum terlalu tau hal-hal yang terjadi dimasalalu.


Sang Tuan Rumah, yang sebenarnya sudah mengenal Airin sebelumnya, lalu segera berkata,


"Kalian berdua mungkin masih baru jadi kalian tidak tahu tentang sejarah buruk wanita itu, benar Nyonya Airin?"


Salah satu Nyonya disekitar Airin, lalu segera kembali menatap kearah Airin, yang saat ini memiliki penampilan dan dandanan yang begitu berbeda dari tiga tahun lalu, jadi beberapa sedikit panglingdengannya.


"Astaga, kamu... Kamu Airin yang sebelumnya dari Keluarga Castillo, kamu mantan Nyonya Castillo sebelumnya...."


Dia mengatakannya dengan sedikit nada keraguan karena takut menyinggung Airin.


"Tidak apa-apa, seperti yang kalian kira, Aku Airin yang sebelumnya berasal dari Keluarga Castillo, Mantan Istri Tuan Muda Kedua mereka, itu hanya salah satu masa lalu yang pahit," kata Airin dengan nada yang terdengar santai.


"Owh, benar Sebenarnya Aku sudah pernah mendengar rumornya soal.... Bagaimana mereka berdua sampai menikah, namun kabarnya itu karena Tuan Muda Pertama sempat KDRT, bahkan terlibat korupsi dan penyelewengan dana di Perusahaan Keluarganya,"


"Itu tentu saja hanya fitnah. terkadang hal-hal sebenarnya lebih sulit daripada apa yang hanya Kalian dengar, kalian semua juga pasti paham bagaimana Perebutan Posisi di Keluarga Castillo," kata Airin lagi.


Beberapa orang itu, lalu segera saling tatap satu sama lain karena cukup mengerti juga.


Mereka sama-sama dari keluarga Kaya, dan tentu saja cukup mengerti soal masalah perebutan harta warisan keluarga, hal itu selalu menjadi bahan dan bisa menjadi konflik besar, bahkan walaupun itu saudara.


"Jadi itu hanya fitnah? Soal KDRT itu?"


"Ya, itu hanya rumor omong kosong, Erlan Castillo sebenarnya adalah seorang pria yang baik, sebenarnya dari awal Sylvia itu saja yang mengoda Suamiku, kalau tidak Kenapa bisa mereka buru-buru menikah tepat setelah Aku dan Mantan Suamiku itu bercerai?"


Salah satu wanita disampaig Airin terlihat cukup terkejut lalu segera menambahkan,


"Astaga, dia ternyata wanita semacam itu?"


"Ya, dia awalnya jelas Istri dari Tuan Muda Pertama Erlan, namun lihat dia bahkan tidak puas dengan suaminya dan mulai menyebarkan berbagai macam fitnah, lalu dia malah main berkalang dengan Austin Castillo, tahukah kalian hal yang paling parah? Saat Kak Erlan sedang koma setelah dia mengalami kecelakaan, Sylvia itu... Dia bahkan mengajukan surat perceraian memanfaatkan ketidak sabaran Suaminya, padahal Suaminya dalam keadaan itu... Dan dia malah... Menggoda Adik Iparnya, ketika aku mengingat kejadian itu melihat mereka pertama kali bersama hatiku sungguh sakit,"


Airin terlihat menunjukkan ekspresi begitu sedih ketika mengatakan semua itu.


"Astaga, Aku tidak pernah mengira jika kejadian yang asli ternyata seperti itu,"


"Ya, Aku tidak pernah mengira jika ternyata pasangan itu lebih tidak tahu malu daripada yang aku kira,"

__ADS_1


Beberapa wanita disana, jelas merasa cukup tiba dan simpati ketika mendengarkan cerita Airin.


"Saat itu... Saat itu Aku juga baru saja mengalami keguguran karena kondisiku yang tidak stabil berkat ulah mereka berdua, jadi Aku bahkan tidak sempat memberikan konfirmasi kebenaran kepada semua orang... Namun mereka berdua malah menyebarkan gosip yang tidak tidak, baik tentangku atau tentang Kak Erlan yang saat itu masih sakit parah. Jika aku mengingat semua itu hatiku masih terasa sangat sakit..." kata Airin lagi.


"Ya, ampun ternyata cerita yang sebenarnya seperti itu pantas saja aku setelahnya tidak melihat kamu ataupun Tuan Muda Erlan, jadi dia sakit keras setelah kecelakaan?"


"Benar sekali, dia lalu segera berobat ke Luar Negeri. Aku sendiri yang saat itu masih dalam kondisi yang tidak stabil memutuskan untuk pergi ke Luar Negeri juga untuk menstabilkan kondisiku pasca operasi karena keguguran, ini mungkin sulit untuk kalian percaya namun itulah kenyataannya, gosip yang kalian dengar itu salah, sudah diputar balikan oleh orang-orang itu,"


"Hpmh, Aku sebenarnya sudah cukup curiga sejak Pernikahan Sylvia dan Austin itu, mereka berdua benar-benar terlalu berani dan tidak tahu malu," kata salah satu wanita disana yang memang sudah tidak begitu menyukai Sylvia.


Airin yang melihat sepertinya atmosfer yang dirinya buat berjalan dengan cukup baik jelas saja merasa cukup senang.


Beberapa orang disana yang mendengarkan cerita Airin mulai membicarakan soal Sylvia juga, cara kan betapa sombongnya wanita itu atau sikapnya yang arogan selama menjadi Nyonya Keluarga Castillo.


Tidak, bahkan sejak lama, Sylvia itu selalu bersikap arogan.


Mereka lalu segera ingat, saat Sylvia masih menjadi Istri Erlan Castillo itu, Sylvia juga selalu memakai barang-barang tren bagus dan sangat mahal, terlihat jika saat itu Suami Pertamanya itu memanjakannya, jadi mana mungkin ada KDRT?


Itu jelas, karena wanita sialan itu terlalu ambisius, melihat Tuan Muda Pertama di Usir oleh Keluarganya, dia sudah sangat gencar menyerah Tuan Muda kedua!


Yang bahkan saat itu sudah beristri!


Kalau tidak tahu malu dan tidak tahu diri apa lagi namanya?


"Astaga, dia itu benar-benar sangat serakah, bisa-bisa nyata masih menampakan wajahnya di depan kita semua seolah dia itu seorang yang bermartabat,"


"Kamu benar sekali, dia itu benar-benar berwajah tebal, makin aku mendengar soal kisah sebenarnya membuatku semakin marah,"


Dan mungkin ini sudah saatnya ketika semua orang tahu tentang kebenarannya.


Dirinya segaja mulai menyebarkan gosip saat pertemuan sosialita seperti ini, karena Nyonya-nyonya kaya seperti ini sangat suka bergosip dan jelas harus seperti ini, agar langsung tersebar dari mulut ke mulut.


Tidak ada orang yang lebih cepat menyebarluaskan gosip dari pada Ibu-ibu!


Lagipula, ada beberapa hal lagi yang harus dirinya katakan,


"Namun itu semua sudah hal-hal dimasalalu, aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa soal mereka berdua, lagipula Aku sudah menemukan kebahagiaanku sendiri,"


"Astaga, Nyonya Airin sangat berbesar hati,"


"Benar, Nyonya sangat baik sekali,"


"Ya, karena Aku percaya, suatu saat pasti akan ada karma yang menimpa mereka," kata Airin lagi.


Bahkan Karma itu bisa di buat dengan campur tangan manusia.


Selanjutnya, Sylvia yang tidak tahu bahwa gosip sudah melebar itu, masih asik dengan teman-temannya.


Lalu ketika melihat rombongan Tuan Rumah Acara, dirinya jelas berniat untuk menyapa mereka dulu.

__ADS_1


Sylvia jelas belum tahu jika Airin berada di antara mereka.


"Selamat Siang Nyonya-nyonya," kata Sylvia dengan ramah.


Salah satu Nyonya disana, lalu segera menjadi marah,


"Hah, nantilah bersikap semanis dasar wanita tidak tahu diri,"


"Itu bener, nantilah berpura-pura tidak bersalah kamu adalah wanita murahan yang suka merebut suami orang!"


Sylvia jelas merasa kaget ketika mendengar itu semua.


Wajahnya berubah menjadi pucat, minyak ira rumah rumor soal dirinya sudah menghilang bersama dengan waktu berjalan.


Bagaimana mereka tiba-tiba mengatakan itu lagi?


Namun jawabannya segera terlihat.


Airin segera tersenyum dan berkata,


"Lama tidak bertemu Sylvia,"


"Kamu!! Kalian semua pasti mendengarkan omong kosong yang dibicarakan! Kalian jangan percaya dengan apa yang dia katakan!"


Airin lalu segera berkata lagi,


"Owh toh Aku hanya membicarakan soal kebenaran, jika kamu memang merebut suami orang, dan bahkan tanpa aku memberitahu orang-orang pun semua orang sudah sajadah sadar akan fakta ini."


"Airin! Berani kamu!"


Airin last mengapa ikan ada kemarahan itu segera menatap ke arah kalung permata yang Sylvia pakai.


"Ah, benar LM. Jewelry sebenarnya adalah salah satu milik Suamiku, Aku terkadang datang mengelolanya, baru saja buka cabang di negara ini. Dan belakagan, Aku mendapatkan laporan jika ada Nyonya Kaya yang membeli barang dengan Kredit, namun sampai saat ini masih belum di lunasi, itu... Atas nama Sylvia Castillo?"


Airin mengeluarkan sebuah kertas perjanjian jual beli hutang dari tasnya, dan menunjukkan nya kepada semua orang.


Ekpersi Sylvia jelas menjadi pucat.


Sial!


Keuangan Keluarga Castillo memang sedang buruk akhir-akhir ini jadi dirinya terpaksa membeli secara kredit.


Austin sudah membatasi uang belanjanya.


Padahal, dirinya masih butuh memakai hal-hal bagus untuk ditunjukkan ke semua orang ketika ada acara acara seperti ini, menunjukan betapa hebatnya dirinya, dan kekayaan.


Dirinya tidak mengira Airin akan muncul dan malah memiliki surat perjanjian itu!


Dan lagi soal masalahnya dengan Austin dimasa lalu...

__ADS_1


Bagaimana ini?


Mau di taruh dimana wajahnya sekarang?


__ADS_2