
Saat ini suasana pesta itu, saat ini menjadi sangat ricuh karena para tamu mulai bergosip tentang apa-apa yang barusan mereka lihat seperti tentang pasangan yang memiliki pesta itu ternyata dua-duanya sama-sama tukang berselingkuh hubungan romantis yang mereka tunjukkan itu hanya sebuah kebohongan masing-masing , sungguh pasangan yang tidak tahu malu.
"Astaga, Dahlia itu juga tidak tahu malu, dia itu ternyata berani bermain-main dengan brondong muda, sepertinya itu adalah pengawal yang biasa menemaninya kemana-mana itu," kata salah satu tamu yang saat ini sedang bergosip.
"Benar sekali, padahal di permukaan dia itu seperti seorang Istri yang sangat berbakti pada suaminya namun ternyata di belakang kelakuannya benar-benar tidak tahu malu," kata tamu lainnya.
"Hah, apalagi itu suaminya bakal lebih tidak tahu malu dia bermain-main dengan begitu banyak wanita di belakang istrinya, aku tidak tahu itu karena atau apa karena pada akhirnya suami brengsek itu juga dikhianati oleh istrinya,"
"Sungguh dunia memang luas, dan sekarang lihat mereka berdua, yang saat ini dengan tidak tahu malunya malah menyalahkan Tuan Muda Erlan dan Nyonya Airin, karena mengungkapkan hubungan mereka ke publik,"
"Astaga, benar-benar tidak tahu malu memang. Ah barusan apa yang mereka bicarakan? Ini soal Sylvia si pelakor itu? Yang ternyata untuk menikah dengan Tuan Muda Erlan dulu, membohogi Tuan Muda Erlan, semakin Aku mendegar kabar soal Sylvia ini, benar-benar membuatku sangat jijik, sungguh aku tidak akan terkejut jika tiba-tiba ada kabar seperti, Elvin Putranya itu ternyata bukan Putra Tuan Muda Austin,"
"Memamg, wanita pelakor itu, kita tidak tahu kejahatan dan kebohongan apalagi yang tersembunyi di balik layar, benar-benar wanita menjijikan tidak tahu malu,"
Sylvia dan Austin kebetulan ada di sekitar para tamu yang terlibat gosip itu, dan tentu saja semua kata-kata itu mereka berdua dengar.
Wajah Slyvia jelas menjadi sangat pucat ketika mendengar gosip-gosip dari orang-orang tentang dirinya yang semakin menjadi-jadi.
Dirinya tidak mengira bahwa gosip akan menjadi semakin mengarah kepada hal-hal yang berbahaya, sesuatu seperti Elvin mungkin bukan putra Austin.
Astaga, kenapa para penggosip itu benar-benar bisa menebak tepat pada sasaran?
Slyvia benar-benar merasa gugup sekarang dan menjadi penasaran dengan respon suaminya itu.
Dirinya merasa cukup menyesal untuk datang ke pesta sampah ini.
Kakak tirinya memamg sampah yang tidak bermoral, tidak heran dia memiliki selingkuhan dan simpanan di belakang layar itu sudah bukan berita baru untuknya.
Namun sekarang namanya juga malah semakin dibawa-bawa dan gosip menjadi semakin buruk.
Sylvia yang merasa cukup frustasi itu akhirnya, menatap ke arah suaminya yang ada di sampingnya.
Austin jelas saat ini memiliki ekspresi yang marah dan kesal, terlebih setelah ada gosip macam-macam seperti mungkin Elvin bukan Putranya.
"Mereka itu sungguh tidak tahu apa-apa dan hanya bergosip seenaknya saja, jelas Elvin adalah Putra Kandungku,"
Sylvia yang mendengar kata-kata Austin barusan setidaknya merasa sedikit lega.
"Itu benar sekali mereka memang hanya berbicara omong kosong," kata Sylvia mencoba tidak gugup.
Baru sekarang, Austin lalu mulai kembali bertanya,
"Lalu, soal apa yang kakakmu katakan barusan tentang kamu pernah membohongi Kak Erlan itu?"
Sylvia yang ditanya itu jelas merasa cukup bingung mesti menjawab apa karena jika dirinya mengatakan yang sebenarnya pasti suaminya ini akan memiliki prasangka buruk padanya jadi Sylvia hanya berkata,
"Apapun itu itu adalah hal yang terjadi di masa lalu bukankah kamu sendiri yang bilang agar tidak lagi mengungkit hubungan antara Aku dan Erlan?"
__ADS_1
Austin yang mendengar jawaban itu segera mengangguk, dan mengerti.
"Kamu benar aku tidak ingin lagi menggugkit-mengungkit hubungan masa lalumu dengan Kak Erlan, baiklah Mari sebaiknya kita segera pergi saja dari sini, sudah tidak ada gunanya ada di pesta yang kacau itu atau mungkin nanti hanya akan ada kekacauan tambahan,"
Sylvia juga merasa apa yang dikatakan suaminya itu cukup masuk akal jelas dirinya tidak ingin menambah perkara jika sampai bertemu dengan Erlan.
Disisi lainnya, Dahlia juga mulai mendengar bisik-bisik gosip dari para tamu yang saat ini sedang membicarakan dirinya.
Dimana sekarang semua orang menyebut dirinya seorang wanita yang tidak tahu malu yang bermain-main dengan pengawalnya sendiri.
Sialan, Dahlia benar-benar hanya bisa menyalahkan Kakak tirinya itu yang menyebalkan sampai membongkar aib dirinya dan suaminya di pesta besar seperti ini yang malah membuat dirinya sangat malu.
Dahlia hanya bisa mengutuk Kakaknya Airin.
Saat ini, Jimmy masih terlihat marah-marah pada Erlan.
Erlan masih sedikit syok dengan fakta baru yang barusan.
Namun, Erlan segera mencoba mengembalikan emosinya.
"Jimmy, jangan mencoba kamu mengalihkan pembicaraan, kamu bisa melihat lagi dari foto-foto yang ditunjukkan di layar proyektor tadi aku sama sekali tidak melakukan rekayasa apapun pada foto itu foto itu benar-benar diambil sesuai apa yang terlihat. Baik kamu, ataupun Istrimu, kalian berdua sama-sama menjijikan dan tukang selingkuh,"
Jimmy yang mendengar itu segera menjadi marah namun dirinya menatap ke arah para tamu yang sepertinya saat ini malah bergosip tentang dirinya, dan gosip menjadi semakin buruk.
Jimmy merasa jika dirinya mungkin tidak akan bisa lolos dari semua ini dan akhirnya berkata dengan kemarahan,
"Lalu, apa maksudmu pakai acara menyebar semua ini di pestaku dan mengacuhkan segalanya? Kamu benar-benar sengaja bukan untuk menjatuhkanku? Aku pikir kita tidak pernah menyinggung satu sama lain Jadi kenapa kamu melakukannya pestaku?"
"Itu semua karena Istrimu, tanya padanya soal apa yang telah dia lakukan pada Airin, dulu hal-hal yang sampai memfitnah Airin dan membuat Pernikahannya berantakan, aku hanya melakukan hal-hal yang sewajarnya dilakukan,"
Jimmy ingin marah namun segera menahan dirinya karena jelas ini bukan tempat yang tepat, segera pergi dari sana sambil menyeret Dahlia pergi.
Airin jujur merasa lega ketika dua orang itu akhirnya pergi, Airin segera memegang tangan Erlan, Airin tahu, jika Erlan mungkin masih terguncang dengan fakta yang barusan dia dengar.
"Apakah Kak Erlan tidak apa-apa?"
Erlan lalu mengapa kearah Airin yang mengkhawatirkannya itu dan segera tersenyum,
"Ya, tidak apa-apa lagi pula Itu sudah masa lalu, masalalu yang jauh,"
"Kakak benar, namun Apakah kakak benar-benar tidak ingin tahu soal cinta pertama Kek Erlan yang sebenarnya?"
Erlan segera mengelengkan kepalanya.
"Aku lebih memilih untuk memikirkan apa yang aku miliki saat ini daripada terfokus untuk memikirkan hal-hal di masa lalu siapapun dia aku sudah tidak terlalu peduli,"
Ya, Erlan juga sudah memikirkan ini barusan soal Cinta Pertamanya itu.
__ADS_1
Toh itu hanya salah satu dari kenangan masa lalu dan saat ini di depannya ada Airin, wanita yang dirinya sukai.
Tidak perlu merisaukan hal-hal di masa lalu.
"Kakak benar, sudahlah, Mari kita segera pulang saja dari sini,"
"Tentu saja,"
####
Saat ini, di lorong yang sepi, Jimmy menarik tangan Dahlia dengan kesal.
"Dahlia! Sebenarnya hal apa yang kamu lakukan kepada Kakak Itu? Sampai membuat dia melakukan balas dendam dan mempermalukan kita seperti ini? Apakah kamu paham soal semua ini? nama kita berdua sudah sama-sama hancur sekarang di depan publik,"
Dahlia menjadi diam, namun dirinya yang dimarahi itu segera menjadi marah lagi.
"Apa? Kenapa aku yang salah di sini? Jelas itu karena kamu berselingkuh lebih dulu!"
Jimmy yang mendengar itu segera tertawa,
"Apakah kamu tidak mengaca pada dirimu sendiri?"
Dahlia hanya bisa menunduk karena merasa dirinya memang salah.
Jujur, Dahlia tidak akan pernah mengira suaminya yang seharusnya mencintainya itu berselingkuh dengan orang lain.
Hal ini membuat Dahlia ingat soal hal yang dirinya lakukan pada Airin dulu di Pernikahannya.
"Hey? Jawab aku sekarang apa yang dulu Sebenarnya kamu lakukan pada Airin itu?"
Dahlia lalu segera berkata,
"Aku hanya mengatakan saat Pesta Pernikahannya dengan Austin dulu, bahwa Airin lebih menyukai menikah dengan Erlan dari pada Austin, bahwa di mata Airin Erlan lebih baik dari pada Airin, padahal Aku juga tahu, bagaimana saat itu Airin sangat menyukai Pernikahannya dengan Austin. Hah aku hanya sedikit memberinya pelajaran karena begitu sombong setelah menikah dengan keluarga kaya. Aku benar-benar tidak mengira jika hal itu bisa menjadi seperti itu,"
Kebetulan ketika Dahlia mengatakan hal-hal itu, Sylvia dan Austin, yang kebetulan baru saja mampir ke kamar mandi mendengar percakapan itu.
Dan disini, Austin akhirnya menyadari kesalahan fatal yang dirinya buat dulu.
Bahwa, bisa-bisanya dirinya langsung percaya dengan omong kosong dari Dahlia itu...
Namun hal-hal sudah menjadi seperti sekarang.
Hanya, beberapa rasa bersalah muncul.
Tentang bagaimana dua tahun selama Pernikahannya dengan Airin, dirinya memperlakukan Airin dengan dingin.
Pantas saja tempo hari, Airin begitu marah padanya setelah mendengar semua ini...
__ADS_1
Fakta bahwa Airin dulu mencintainya, adalah hal yang nyata.
Pikiran Austin menjadi rumit ketika memikirkan ini.