Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!

Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!
Episode 48: Di Permalukan


__ADS_3

"Astaga, jadi itu hanya barang hasil dari hutang? Dan bahkan belum dibayar sampai sekarang? Dan kamu berani sekali memamerkannya ke mana-mana seolah-olah sudah membayarnya secara penuh, astaga... Bukankah kamu sedikit tidak tahu malu?" Kata Tuan Rumah pesta itu.


Beberapa wanita disana, yang sebelumnya mengobrol dengan Airin jelas merasa itu masuk akal dan segera berkata,


"Hah, kamu ini selain Pelakor Namun ternyata juga tidak tahu malu dan sok kaya! Gayamu saja yang buah ternyata itu hanya tipu-tipu!"


"Memang, wanita tidak tahu malu seperti ini? Pelakor murahan! Dan berani sekali dia dulu berselingkuh dengan Adik Iparnya sendiri! Aku tidak pernah melihat wanita yang semurahan itu!"


"Bahkan memfitnah Tuan Muda Erlan yang baik hati itu, astaga kamu ini tidak tahu malu sekali!"


Salah satu wanita disana yang merasa kesal, segera menyiramkan air minuman di tangannya kearah Sylvia.


Ya, sebagai wanita yang sudah berumah tangga, tentu saja beberapa orang di sana paling benci yang namanya Pelakor semacam itu.


Terutama di kalangan Keluarga Kaya semacam ini, dimana banyak sekali wanita di Luar sana yang suka sekali mengambil kesempatan untuk menggoda suami mereka demi mendapatkan harta dan uang.


Dan sekarang, ketika tepat di depan mereka ditunjukkan wanita tipe itu yang sangat suka menggoda Suami orang, jelas mereka sangat marah.


Sylvia yang mendapat siraman air itu jelas merasa kaget.


Ekpersinya segera menjadi pucat.


Apalagi setelah melihat beberapa orang terlihat sangat marah padanya.


"Astaga, Nyonya-nyonya sekalian, tidak perlu membuang-buang waktu untuk wanita Pelakor semacam Slyvia ini, waktu kalian terlalu berharga untuk menanggapi dia ini, sungguh hal-hal itu sudah lama berlalu," kata Airin mencoba menunjukkan image pemaaf.


"Tidak Nyonya Airin! Wanita semacam ini sesekali perlu diberi pelajaran agar dia mengerti tempatnya, kalau dia hanya seorang Pelakor!"


Sylvia yang mendengar itu, jelas sekarang merasa sangat malu sekaligus marah.


Ini semua jelas gara-gara Airin sialan itu!


Lalu dirinya ingat sesuatu.


"Tidak! Bukan seperti itu! Lihat Airin dia sudah menikah dengan Mantan Suamiku Erlan! Jelas dia duluan yang merayu Mantan Suamiku Erlan!" Kata Sylvia mencoba untuk memutar balikkan.


Airin yang mendengar itu segera berkata lagi,


"Apa? Aku dan Kak Erlan bertemu ketika kami di luar negeri. Ya, kami sama-sama disakiti, kamu pikir itu mudah menerima sebuah penghianatan busuk darimu dan Austin? Kami kebetulan memiliki nasib yang sama, jadi kami awalnya mulai saling menghibur satu sama lain, dan mulai jatuh cinta lagi, kami berdua juga ingin move on dari masa lalu kamu yang kelam dari penghianatan kejam!"


"Nyonya Airin benar! Bagaimanapun juga, mereka bertemu lagi setelah mereka sama-sama bercarai! Tidak sepertimu, Nyonya Sylvia! kami semua juga jelas-jelas tahu tentang pernikahanmu yang tidak lama setelah perceraian mu itu!"


Sylvia yang mendengar itu jelas langsung kehilangan kata-kata karena tidak tahu harus berkata apa.


Ada alasan kenapa dirinya dulu mempercepat Pernikahannya dengan Austin.


Itu karena dirinya saat itu sedang hamil.

__ADS_1


Dirinya dan Austin jelas tidak bisa membiarkan orang-orang tahu soal hamil di luar nikah itu.


Dan soal hubungannya dan Austin yang sudah berjalan sejauh itu.


Ya, awalnya dirinya pikir dirinya saat itu hamil anak Austin, karena memang mereka sudah berhubungan bahkan sebelum dirinya bercerai.


Dan siapa yang mengira itu akan jadi anaknya Erlan?


Dirinya juga baru tahu setelah memeriksakan golongan darah Elvin yang ternyata sama dengan golongan darah Elran, berbeda dengan dirinya dan Austin.


Yang membuat dirinya menjadi kesusahan karena harus menyembunyikan fakta ini.


"Kenapa kamu diam? Apa yang kami katakan semuanya benar bukan?"


Kata-kata salah satu wanita disana segera membuyarkan lamunan Sylvia.


Sylvia sadar ini bukan saatnya untuk memikirkan hal lama.


"Terserah Kalian mau percaya atau tidak! sepertinya percuma saja aku berbicara dengan kalian yang sudah di cuci otak oleh Airin!" Kata Sylvia dengan nada marah.


Airin yang mendengar itu lalu segera tertawa dan berkata,


"Pfff .... Aku tidak pernah mencuci otak siapapun, semua orang di sini juga bisa berpikir dengan jernih soal Apa yang sebenarnya terjadi, mereka memiliki logika! Mereka hanya menggabung-gabungkan fakta-fakta yang mereka tahu, tanya tanya kamu ini memang pelakor yang suka merebut suami orang!"


Sylvia sebenarnya sangat marah dan ingin membalas, namun dirinya sadar jika dirinya tetap disini dan membalas kata-kata mereka semua malah dirinya yang akan dirugikan dan semakin dibuat malu.


Namun sebelum dia pergi dari kerumunan, ada seseorang yang menjegal Kakinya, membuat Sylvia tergelincir hingga jatuh ke salah satu stan minuman, membuat meja itu jatuh dan isinya menimpa Sylvia.


Dan jelas sekarang penampilan Sylvia terlihat sangat menyedihkan, karena basah kuyup.


Orang-orang jelas segera menertawakannya.


Ini bukan hal yang Airin lakukan.


Sepertinya ada salah satu orang disana yang memang tidak menyukai Sylvia juga.


"Sylvia... Perbuatanmu benar-benar memalukan Keluarga Will. Sudah di duga dari kamu yang anak wanita murahan, dan sekarang kamu benar-benar menjadi wanita murahan dengan menipu Tuan Muda Pertama dan Tuan Muda Kedua Keluarga Castillo! Sungguh perbuatanmu itu hanya membuat malu, benar-benar persis seperti Ibumu yang menggoda Ayah ku dulu! Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya, sungguh ironis."


Sylvia lalu menatap ke arah belakang, kasebuah wajah yang familiar.


Itu adalah Kakak Tirinya, Eisha Will salah satu dari sekian orang yang dirinya benci.


Sial!


Kenapa bisa saudaranya ini ada di tempat ini juga?


Dia jelas sekali pasti sangat menyukai ketika dirinya menderita seperti ini dan mengolok-oloknya.

__ADS_1


Dan sekarang rasanya dirinya sudah tidak memiliki muka lagi, apalagi melihat tawa dari orang-orang yang ada di sana.


Airin melihat kejadian itu merasa cukup puas, ya dirinya tidak mengira jika kejadiannya akan sekacau ini.


Dirinya bahkan tidak perlu terlalu banyak turun tangan, namun Sylvia sudah kena batunya sendiri.


Seberapa banyak orang yang dia sembung sebelumnya?


Sungguh, sangat sombong dan arogan!


####


Ketika Sylvia sampai di rumah, dia segera mulai membantik hal apa saja yang ditemukan di kamarnya.


Tentu saja, dia tidak berani mengamuk di ruang tamu, karena takut Ibu Mertuanya tahu.


Austin yang baru saja datang dari kantor, jelas memiliki mood tidak baik juga, karena ulah Erlan sebelumnya.


Dan sekarang ketika dirinya sampai di Rumah, dirinya melihat ke dalam kamarnya yang isinya seperti kapal pecah, dimana Sylvia sekarang berteriak-teriak marah.


Hal ini jelas semakin merusak mood Austin.


Sudah cukup, mengingat tadi dibuat tidak berkutik dan merasa malu saat rapat.


Jadi dirinya memutuskan untuk pulang, agar bisa menenangkan pikiran nya.


Namun mana tahu di rumah ternyata hanya anda kekacauan, yang membuat dirinya menjadi semakin pusing.


"Sylvia? Sebenarnya ada apa denganmu?"


"Akhhh... Kamu tidak tahu! Aku baru saja di buat malu di pesta tadi! Sialan! Ini gara-gara kamu juga, yang tidak memberiku uang belanja cukup!"


Austin tidak mengira jika dirinya akan dibentak sendiri oleh Istrinya.


Mood nya yang buruk menjadi semakin buruk.


Harusnya, disaat seperti ini, didi nya mengharapkan bisa mendapatkan penghitungan dari Istirnya.


Namun apa ini?


Malah hanya ada bentakan?


Hal ini membuat Austin menjadi teringat hal-hal di masa lalu.


Dimana Airin selalu menyambutnya dengan ramah ketika dirinya pulang kerja, menanyakan kabarnya di kantor, atau membuatkan minuman untuk menenangkannya di berbagai situsi, walaupun dirinya tidak benar-benar menerimanya, namun Airin tetap tidak menyerah dan selalu ramah padanya.


Hah...

__ADS_1


Kenapa disaat seperti ini dirinya malah mengigat mantan Istrinya itu?


__ADS_2