
Hari segera berlalu dalam sekejap, dan tibalah saat ini hari keberangkatan Airin dan Erlan untuk acara bulan madu mereka.
Saat ini keduanya sedang bersiap-siap membereskan barang-barang mereka.
Sejujurnya, Airin masih sedikit bingung tentang rencana yang akan mereka buat nanti, tentang bagaimana menunjukkan kedekatan mereka kepada pasangan menyebarkan itu.
“Kak Erlan, aku sedikit bingung soal rencana nanti, aku merasa jika kita hanya muncul begitu saja itu jelas terlihat sangat aneh, dan lagi….”
Erlan mendengar itu juga merasa cukup bingung, mereka saat ini memang sudah merencanakan hal-hal ini namun soal eksekusi nya terutama menunjukkan kemesraan mereka ini masih sedikit canggung karena keduanya juga masih cukup canggung dalam berdekatan satu sama lainnya, terutama sejak kejadian malam itu.
Sangat beruntung setelah hari itu, Paman Haikal segera pergi dari apartemen mereka karena masih memiliki banyak urusan yang harus diurus, dan tidak perlu lagi menginap.
Jadi keduanya segera kembali ke kamar masing-masing tanpa ada insiden berikutnya.
Namun itu tadi, buahnya merasa sangat canggung ketika berhadapan satu sama lain.
Yah, mau dipikirkan selama mereka bersama tiga tahun belakangan, hubungan mereka hanya sebatas seorang teman, saling menolong dan saling membantu satu sama lainnya tidak lebih dari hubungan antar pertemanan.
Mereka tidak benar-benar begitu dekat, namun tidak juga dikatakan begitu jauh, Ini adalah sebuah jarak yang sangat normal yaitu sebagai sepasang teman, tidak lebih dan tidak kurang.
Jadi, berada di jarak yang begitu dekat sampai terbilang cukup intim, jelas merupakan hal yang baru.
Ya, dan sekarang dengan kedekatan ini keduanya benar-benar menjadi canggung.
Erlan juga merasa, game mereka berdua terlihat sangat canggung seperti ini jelas jika mereka berdua akan ketahuan jika hanya berpura-pura.
"Menurutmu bagaimana? Aku tahu saat ini sepertinya kita berdua sama-sama memiliki akting yang buruk,"
Airin yang mendengar kata-kata dari pria yang ada di hadapannya itu, mengangguk setuju, apalagi setelah pria yang ada di hadapannya itu sepertinya mengerti apa yang dirinya maksud.
Itu benar mereka berdua saat ini merasa aneh untuk mencoba dekat satu sama lain sampai kesini.
Namun, di masa depan jika mereka berdua setidaknya ingin menunjukkan kemesraan mereka di depan publik agar terlihat alami, berita berdua tidak boleh canggung seperti ini.
Kemudian sebuah ide mulai muncul di benak Airin, Dirinya segera berkata,
“Kak Erlan, Bagaimana jika kita berdua sebaiknya berlatih?”
Erlan Cukup terkejut dengan ide Airin itu, Cukup terkejut juga sampai Airin memikirkan ide yang itu.
Jadi setelah berpikir sejenak, Erlan segera berkata,
“ Itu benar, Mungkin akan lebih baik Jika kita berdua mulai berlatih dan mencapai. Namun aku juga tidak tahu bagaimana kita harus memulai latihan ini, apa kamu memiliki beberapa ide?”
Airin jika ditanya itu sebenarnya tidak cukup terkejut dengan jawaban pria yang ada di hadapannya itu.
Bagaimanapun juga, Erlan Juga adalah seseorang yang langsung saja mengikuti idenya yang cukup gila ini soal Pernikahan pura-pura.
Sisi polos yang Airin sendiri tidak mengerti harus bersikap seperti apa.
Lain kali dirinya mengajak hal-hal semacam itu di tempat tidur, Kak Erlan akan setuju-setuju saja?
__ADS_1
Sial, semakin Airin memikirkan kejadian malam itu dirinya merasa sangat malu, Apalagi dengan pikirannya ini yang semakin hari semakin menjurus ke arah sana.
Yah, umur segini wajar untuk ingin menikmati hal-hal duniawi semacam itu.
Jadi sekarang Airin mencoba untuk memikirkannya, tentang latihan macam apa yang harus mereka lakukan.
Airin pikir, latihan yang lebih ekstrim, ini juga bisa menjadi sesuatu yang bagus.
Sudahlah, Dirinya juga tidak perlu untuk terlalu banyak berpikir, jadi setelah Diam untuk beberapa saat, Airin lagi-lagi mengeluarkan ide gilanya itu,
“Apakah ciuman tidak apa-apa?”
Ketika mengatakan itu, sebenarnya Airin merasa sangat malu, Namun mau bagaimana lagi mereka sudah berjalan seperti ini dan bahkan sudah berpura-pura menikah, Jika mereka tidak terbiasa dengan hal-hal seperti berciuman atau Pelukan di depan publik dengan cukup intim, Bagaimana orang-orang akan mengira jika mereka pasangan yang sudah menikah?
Airin Mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri, bahwa ini semua demi kelancaran rencana mereka bukan untuk Ambil keuntungan dari pria yang ada di depannya.
Jadi sekarang Airin menunggu persetujuan dari pria yang ada di hadapannya itu, Itunya ini tidak salah bukan?
Pria di hadapannya itu pasti akan setuju.
Erlan yang mendengar ide Airin terdiam sebentar terlihat cukup ragu, Lalu segera berkata,
“Emm, bukankah harusnya kita mencoba dari berpegangan tangan?”
Airin mendengar jawaban tidak terduga itu secara reflek segera berkata,
“Apakah kita adalah anak remaja yang baru saja memulai berkencan? Hanya berpegangan tangan?”
Karena apa yang Airin katakan memang benar, tidak mungkin mereka berdua hanya akan berpegangan tangan.
Tapi untuk berciuman, dirinya masih sedikit ragu.
Jika dirinya melakukannya, tidakkah dirinya terlihat seolah mengambil keuntungan dari wanita yang ada dihadapannya itu?
Jujur, untuknya, dirinya tidak ingin merugikan Airin, dirinya sudah tahu begitu banyak hal yang sulit yang Airin alami.
"Apakah itu tidak apa-apa untukmu?"
"Aku yang dari awal mengusulkan nya, jadi tentu saja tidak apa-apa,"
Airin sendiri tidak menyangka akan keluar kata-kata semacam itu dari dirinya.
Namun apa lagi yang bisa dirinya lakukan?
Untuk mencoba meyakinkan Pria yang ada dihadapannya itu, Airin segera berkata lagi,
"Kak Erlan, kita sudah mencapai rencana kita sejauh ini kita tidak bisa mundur sekarang, harusnya hal-hal semacam ini masih ada dalam batasan yang cukup,"
"Tapi untuk berciuman dengan orang yang tidak kamu sukai..."
Ah, mendegar kata-kata Erlan barusan akhirnya Airin sadar.
__ADS_1
Jika Erlan sepertinya memang tipe yang cukup bertanggungjawab tentang hal-hal yang dia lakukan, tidak akan melakukan hal-hal di luar batas yang mungkin akan merugikan orang lain, sebisa mungkin untuk tidak membuat masalah pada orang lain.
Dan lagi, dalam sebuah hubungan Airin bisa tahu jika Erlan sebenanya cukup menjaga dirinya sendiri, hanya melakukan hal-hal semacam itu bersama orang yang dia sukai?
Ketika Airin memikirannya, entah kenapa Airin merasa tidak nyaman.
Apakah sekarang dirinya terlihat seperti seorang wanita gampang anda benar baru saja mengusulkan sebuah ciuman?
"Airin?"
"Kalau itu Kak Erlan, aku rasa tidak apa-apa," kata Airin lagi.
Ya, dirinya juga harus menjaga hatinya untuk tidak terlalu terbawa perasaan.
Fokus fokus hanya untuk rencana.
Ketika Airin sedang sibuk berpikir itu tiba-tiba tangannya ditarik, dan sebuah ciuman datang ke bibirnya.
Itu adalah sesuatu yang sangat mendadak, berlangsung kurang dari 2 detik.
Kecupan ringan dibibir.
"Apakah seperti itu tidak apa-apa?"
Ketika mendengar ini, Airin merasa ingin tertawa, sudah tidak tahan lagi dengan semua pikiranku konyolnya ini.
Ya, kenapa harus memikirkan begitu banyak hal rumit?
Pikirkan saja itu nanti atau kapan-kapan.
Lalu Airin segera berkata,
"Tentu saja ini tidak cukup,"
Lalu segera menarik Erlan kedalam rangkulannya, tangan Airin ada di leher Erlan melingkarinya, lalu menarik Erlan kearahnya, sehingga dirinya bisa mencium Pria itu.
Tidak apa-apa dirinya anggap agresif.
Karena Pria di hadapannya ini sepertinya seorang pria yang cukup kaku dengan hal-hal semacam ini.
Astaga...
Bukan tipe Pria yang mengambil inisiatif.
Bukan tipe Pria yang suka merayu, tapi tipe yang suka di rayu duluan?
Coba lihat sekarang, dari awalnya ciuman canggung, Airin merasakan Erlan sekarang masuk lebih dalam pada ciuman mereka, setelah dirinya memulainya.
Ciuman panjang yang terasa sangat manis.
Apakah semenyenangkan ini hanya berciuman?
__ADS_1