Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!

Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!
Episode 74: Habis Sudah


__ADS_3

Disalah satu Rumah Mewah, saat ini terlihat sepasang pria paruh baya dan wanita paruh baya sedang berdebat satu sama lain dengan penuh emosi.


Mereka adalah Diana dan Maximilian yang sedang dalam keadaan panik dan kesal terutama setelah tahu kenyataan yang sebenarnya soal siapa Ayah Kandung Elvin.


"Kamu lihat itu Max, ternyata Elvin itu bukan anak Austin, dia bukan cucuku, dia adalaj Putra Kandung Erlan, apalagi sekarang Austin jadi susah punya anak, sialan, aku tidak mengira menantuku itu benar-benar si penipu ulung,"


Max tentu saja juga belum lama ini mendengar soal hal itu dari putranya Austin, yang jelas sangat terpukul sekali setelah menerima kabar ini.


Bagaimanapun juga Max sangat tahu, bahwa Putranya Austin begitu menyayangi Elvin mungkin itu bukan hanya kasih sayang sederhana, Austin jelas sangat menyayangi anak itu Dan menganggap anak itu sebagai segala-galanya untuknya.


Dan sekarang tiba-tiba dihadapkan dengan fakta semacam itu, pasti sangat berat untuk Putranya itu.


Namun tetap saja, Elvin walaupun anak dari Erlan, Elvin tetap menjadi cucunya, fakta ini sebenarnya cukup rumit untuk dikatakan, apalagi jika harus dikatakan di depan istrinya ini yang saat ini tersulut emosi.


Max sebisa mungkin menghindari topik itu agar istrinya ini tidak menjadi tambah marah.


Setelah menarik nafas untuk menenangkan dirinya maksud segera berkata pada istrinya,


"Diana, kamu harus tenang dulu, jangan terlalu terbawa emosi,"


Diana yang mendengar kata-kata suaminya itu segera teringat akan fakta penting.


Fakta bahkan walaupun Elvin bukan cucunya, namun Elvin tetap cucu dari Suaminya, hanya memikirkan soal fakta penting ini membuat dirinya menjadi semakin diliputi oleh kemarahan.


Itu artinya, hanya Austin yang sekarang mungkin tidak bisa memiliki anak, lalu kemana nanti warisan Keluarga itu berakhir?


Ke anak sial Elvin itu?


Diana yang memikirkan hal itu segera tertawa dan berkata dengan marah kepada suaminya,


"Kamu begitu tenang seperti itu karena Elvin tetap adalah cucumu bukan? Dia tetap akan menjadi cucu kesayanganmu, fakta itu tidak akan berubah, kamu pasti memikirkan itu bukan? Yang sedih dan memikirkan nasib soal Austin dan Aku yang mungkin tidak memiliki cucu, hanya Aku, kamu begitu tenang karena tahu kamu tetap memiliki cucu bukan? Bahwa garis keturunanmu tetap berlanjut bahkan tanpa aku ataupun putraku Austin,"


"Diana kamu jangan seperti itu aku jelas sedih juga dengan hal-hal yang memimpa Austin, aku jelas sangat menyayagi Austin, bagaimana aku bisa tenang dengan semua yang dia alami?"


Diana yang mendengar itu entah kenapa menjadi semakin marah lalu dirinya segera menampar suaminya.


Max yang kena tampar tanpa alasan itu jelas menjadi marah juga,


"Kamu itu apa-apaan?"


Diana lalu segera tertawa lagi penuh kegilaan dan mulai menunjuk ke arah suaminya itu dengan emosi lalu segera berkata,


"Ini semua adalah salahmu! Jika saja kamu tidak menikah dengan wanita ****** itu, dan memiliki Erlan sebagai Putramu, semua kejadian tidak akan pernah menimpaku ataupun Putraku!"


Max yang mendengar tuduhan tidak masuk akal dari istrinya itu lalu segera menjadi marah,


"Kamu sendiri juga tahu saat itu posisiku sedang tidak memilih,"


"Tidak memilih katamu? Kamu jelas-jelas memilih menikah dengan dia karena keinginanmu sendiri!"

__ADS_1


"Diana, jangan mengatakan omong kosong, jelas kamu yang paling tahu aku memilih untuk menikah hanya untuk mengambil hati Ayahku,"


"Lalu kenapa kamu menyentuhnya? Dan kalian memiliki anak? Kamu tidak ingin membuat alasan lagi di depanku bukan?"


"Diana kamu tidak bisa seperti itu itu hanya kesalahan dan hal khilaf yang aku lakukan,"


Diana segera menampar Max lagi.


"Kamu pembohong! Aku tahu kamu pasti terbujuk oleh rayuan dari wanita itu bukan? Karena dia mencintaimu, kamu mungkin terbujuk dan larut dengan emosi yang dia miliki,"


Mendengar itu, Max jelas sangat terkejut dan tidak mengerti tentang apa yang Istirnya bicarakan itu.


"Omong kosong apalagi yang kamu katakan? Kamu dan Aku jelas tahu, bahwa dihati wanita itu hanya ada adikku Haikal,"


Mendegar itu, Diana hanya tertawa, lalu segera mengatakan hal-hal yang lama dia sembunyikan dengan emosi,


"Itu jelas hanya sebuah kebohongan! Yang dia cintai hanya kamu dan kamu tidak pernah ada adikmu itu, alasan kenapa pertunangan adikmu datang bukan karena adikmu itu kawin lari, namun memamg karena masing-masing dari mereka memiliki orang yang mereka sukai, kamu tidak tahu bukan? Itu karena memang kamu itu sangat bodoh, Max,"


Max yang tiba-tiba mendengar semua itu jelas merasa sangat sock tidak pernah mengira jika dirinya ini selama ini salah paham, sebuah kenyataan yang tidak pernah dirinya pikirkan.


Lalu dari mana Salah paham ini dimulai?


Max yang memahami watak dari istri yang ada di depannya itu lalu segera menjadi tambah marah,


"Jadi kamu yang selama ini mempermainkanku bukan? Diana! Aku tidak pernah tahu bahwa kamu begitu kejam padaku!"


"Kamu sekarang ingin marah padaku? Padahal dari awal kamu yang merayuku untuk menghianati Haikal dan ada disisimu, mengikuti semua alur permainan yang kamu buat untuk mengusir adikmu, kita berdua itu sama, ada di kapal yang sama, sama-sama penipu yang mengambil keuntungan dari semua hal yang ada di sekitar,"


Max yang tidak tahu harus berkata apa itu, memilih segera pergi dari ruangan itu, menjadi sangat tidak tahan dengan kelakuan dan sifat istrinya itu, namun tiba-tiba dirinya juga merasa jijik dengan semua hal yang dirinya lakukan.


Sebuah rasa bersalah tiba-tiba muncul...


Diana yang ditinggal pergi itu, jelas saat ini masih marah.


Namun dia tetap mencoba untuk menenangkan dirinya untuk menghancurkan sumber dari semua masalahnya.


Owh benar, jika Erlan itu mati, setidaknya dirinya akan merasa lega.


Mari menelepon Kakaknya, lalu membicarakan soal rencana berikutnya tentang bagaimana mengatur agar bisameleyapkan Erlan itu.


Diana segera memencet nomor tertentu dari ponselnya, dan tidak menunggu waktu lama sampai ponsel itu diangkat.


Tanpa menunggu suara dari balik telepon, Diana sudah lebih dulu mengatakan hal yang dirinya inginkan,


"Kakak, mungkin rencana sebelumnya gagal, namun Mari kita berdua mengatur ulang rencana untuk bisa melenyapka Erlan dulu,"


Namun sayangnya setelah mengatakan hal itu, Diana tetap tidak menerima balasan dari balik telepon.


"Kakak? Kakak disana?"

__ADS_1


Lalu tidak lama ada sebuah suara asing yang terdengar cukup familiar yang lama tidak didengarnya.


"Diana, ternyata kamu tidak berubah, dan selalu mengandalkan kakakmu untuk mengatur semua rencana licikmu bukan? Sangat beruntung kamu selalu menggunakan kakakmu bahkan kerja insiden dimasalalu, jadi begitu aku menangkap kakakmu itu semua bukti sekarang ada di tanganku,"


Diana yang mendengar suara dingin dan penuh kemarahan itu segera menjadi merinding,


"Ha... Haikal...."


Lalu ada balasan nada ceria dari balik telepon,


"Ya, ini Aku Diana, memangnya siapa lagi? Seseorang yang kamu khianati, dan kamu hancurkan, yang membuatku selain kehilangan segalanya termasuk Istriku, namun sekarang waktunya sudah tiba untuk kamu menuai apa yang kamu tabur, Diana,"


Di ujung telepon, Diana menjadi merinding, dirinya tidak pernah mengira jika Haikal akan kembali dan melakukan balas dendam seperti ini, bahkan sekarang orang itu berhasil menangkap Kakaknya.


Selama ini, dalam berbagai rencana licik yang dirinya buat, kakaknya yang memang cukup ahli dalam bisnis di dunia bawah, yang mengatur semuanya untuknya.


Termasuk dalam pembunuhan yang di rencanakan pada Ibu kandungan Erlan, bahkan data-data soal pencucian uang yang selama ini dirinya lakukan, dan mengunakan hal itu untuk memfitnah Erlan sebelumnya, dan bahkan rencana-rencana sebelumnya yang untuk menjatuhkan Haikal dulu.


Tidak perlu ditanyakan hal-hal soal kecelakaan yang menimpa Erlan tiga tahun lalu sampai terlibat dalam sebuah kecelakaan juga adalah bantuan dari kakaknya.


Diana menjadi semakin ketakutan hingga menjatuhkan ponselnya.


Semua kartunya terbongkar....


Diana dengan panik segera menuju ke ruangan sebelah di mana Max berada.


Max jelas merasa kaget ketika istrinya yang tadi marah-marah itu sekarang memiliki wajah yang pucat.


"Diana? Ada apa denganmu?"


Diana dengan nada gemetar segera berkata,


"Habis, kita Max.... Kita jelas harus segera melarikan diri,"


Max yang mendengar kata-kata itu segera menjadi bingung,


"Apa maksudmu?"


"Haikal telah menangkap Kakakku,"


Max yang mendengar itu segera memiliki wajah yang pucat juga mengetahui seberapa parah situasi ini.


Kenapa di saat-saat seperti ini adiknya bisa menemukan jejak dari kakak Diana?


Harusnya, kakaknya itu sudah bersembunyi jauh dan tidak lagi bisa dideteksi.


Kacuali, Diana melakukan beberapa rencana belakangan ini.


Tunggu soal Kecelakaan yang menimpa Erlan sebelumnya hingga Austin dan Elvin jadi korban...

__ADS_1


"Diana! Kenapa kamu menjadi begitu gegabah sekarang? Kamu bukan yang merancang semua kecelakaan baru-baru ini?"


__ADS_2