Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Tembus pandangnya datang dengan tiba-tiba


__ADS_3

"Hahaha.. rantai sepedanya putus yaa, kasian banget" kata Dika dan teman-temannya ketika melintasi parkiran sepeda. Dika selalu di jemput supir orang tua nya dengan menggunakan mobil, teman-temannya ikut di dalam mobil Dika.


"Pasti kamu yang sudah merusak rantai sepeda Anggara kan" kata Sasya


"Siapa lagi.. hahaha" jawab Dika


"Kamu keterlaluan Dika, tidak punya hati, kamu sudah melukai Anggara kemarin, sekarang kamu bahkan merusak sepedanya" kata Sasya karna merasa marah dengan sikap Dika


"Aku tidak perduli, aku tidak suka jika dia yang selalu di banggain di sekolah ini" kata Dika dan naik ke dalam mobil karna sudah di jemput oleh supir nya.


"Sudah lah sya, jangan perdulikan mereka" kata Anggara sambil mencoba memperbaiki rantai sepedanya


"Tapi kan gara, Dika sudah keterlaluan, dia sudah melukai mu tapi dia belum merasa puas dan dia juga merusak sepeda mu" kata Indra


"Biar kan saja ndra" kata Anggara


"Indra benar gara, kita harus membalas perbuatan mereka, jika kita biarkan mereka seperti ini, mereka akan selalu mengganggu mu" kata Sasya


"Tidak usah sya, dia anak orang kaya, jika kita membuat masalah dengan mereka, kita juga akan mendapatkan masalahnya" kata Anggara


"Kau sangat baik gara, kau tidak mau membalas perbuatan mereka pada mu" kata Indra


"Tidak ndra, aku bukan tidak mau membalas perbuatan mereka, aku hanya tidak mau kalian berdua mendapat masalah karna ku" jawab Anggara


"Jika teman kami mendapat masalah, sudah sepantas nya kami membantu dan kita bersama menghadapi masalah" kata Sasya


"Sudah sudah, sekarang kalian pulang lah dulu, aku akan mencoba memperbaiki rantai sepedanya" kata Anggara


"Tidak apa gara, kita akan pulang bersama sebaik nya kita ke bengkel untuk memperbaiki rantai nya" kata Sasya


Anggara mencoba memperbaiki rantai sepedanya sendiri, dia melihat sekeliling alat yang bisa membantu nya, saat sedang mencari alat, tiba-tiba dia melihat alat berbentuk besi bekas sebesar kayu ranting di ujung parkiran sepeda motor tepat di bawah sepeda motor yang sedang terparkir, jarak sepeda nya dengan alat berbentuk besi bekas itu sangat lah jauh, karna perkiran sepeda dengan sepeda motor jaraknya jauh, jika di lihat dengan mata telanjang tidak akan terlihat dengan jelas, tapi Anggara langsung melihatnya dengan jelas.


"Anggara, apa kau mau memperbaikinya sendiri, dan apa yang sedang kau cari?" Tanya Sasya saat melihat Anggara berjalan dan mencari sesuatu

__ADS_1


Anggara langsung berjalan ke ujung parkiran sepeda motor dan mengambil alat berbentuk besi bekas itu, dan membawanya ke sepeda nya lalu memperbaiki rantai.


"Kok kamu bisa melihat alat itu gara, padahal kan alat itu sebesar kayu ranting, dan itu ada di ujung sepeda motor yang ada di sana, kami aja tidak melihatnya" kata Indra


"Apa kalian tidak melihatnya, besi ini ada di ujung sepeda motor yang ada di sana" kata Anggara tanpa menyadari jarak nya yang jauh, dan dia sedang mengotak atik rantai nya dengan menggunakan besi bekas yang sudah dia bawak


"Apa gara, jarak nya jauh di ujung sana, sedangkan parkiran sepeda kita ada di dekat pos penjaga pagar" jawab Sasya


Mendengar omongan Sasya dan Indra yang mengatakan jaraknya jauh, dia pun berdiri untuk membuktikan pada Sasya bahwa jaraknya tidak lah jauh sehingga bisa melihat barang yang ada di ujung sana


"Coba kalian lihat, bisa kan kalian lihat barang yang ada di sana" kata Anggara sambil menunjuk ke arah ujung sepeda motor sambil menatap Indra dan Sasya, saat dia menoleh ke arah yang dia tunjuk, dia pun tidak bisa melihat barang-barang yang ada di ujung sana, hanya lah barang berukuran besar saja yang bisa di lihat


"Aku tidak bisa melihat nya gara" kata Indra sambil menatap ke arah yang di tunjuk Anggara


"Iya gara, aku juga tidak bisa melihat barang seukuran kecil seperti besi yang kamu temukan itu" kata Sasya


Anggara terkejut karna dia tidak bisa lagi melihat dengan jelas barang seperti seukuran besi yang dia temukan.


"Sudah selesai ya gara?" Kata Sasya melihat Anggara berdiri dan mencoba mengayuh sepedanya dengan keadaan standar nya terpasang.


"Sudah sya, dan ini sudah bagus rantainya" jawab Anggara


"Waaahhh.. kau hebat gara, kau bisa memperbaiki rantai sepeda hanya dengan alat sederhana" kata Indra


"Baik lah, kita pulang sekarang" kata Anggara


"Iya" kata Sasya dan menaiki sepedanya.


Akhirnya Anggara bisa membawa pulang sepedanya, dia tidak mau jika neneknya merasa khawatir dan tidak mau neneknya tau bahwa Dika terus-terus mengganggunya.


Di perjalanan pulang, Anggara terpikirkan hal yang terjadi di parkiran tadi, tentang penglihatannya.


"Kenapa tadi aku tiba-tiba melihat besi yang jaraknya jauh dan di bawah sepeda motor dengan sangat jelas, ketika aku melihatnya lagi aku tidak bisa melihat barang sebesar besi yang ku temukan itu dengan jelas, hanya melihat barang berukuran besar, apa lagi yang terjadi pada ku" ucap di dalam hati Anggara sambil mengayuh sepedanya.

__ADS_1


"Anggara, kau kenapa?" Tanya Sasya karna melihat Anggara mengayuh sepeda dengan sangat perlahan


"Tidak, aku tidak kenapa-kenapa sya, apa rumah mu masih jauh?" Tanya Anggara


"Tidak gara, sebentar lagi aku tiba di rumah ku" jawab Sasya


Ketika Sasya tiba di jalan menuju rumah nya, dia pun memberhentikan sepedanya.


"Kenapa berhenti sya?" Tanya Indra


"Ini jalan ke rumah ku ndra, jadi kita berpisah di sini ya" kata Sasya


"Baik lah sya" jawab Indra. Anggara dan Indra berpisah dari Sasya karna jalan menuju rumah yang berbeda.


Anggara hanya berdiam diri, situasi itu membuat Indra bingung harus berbicara apa, Indra takut jika omongannya akan menyinggung Anggara.


"Gara, hari libur sekolah nanti kau kemana?" Tanya Indra, karna sebentar lagi akan tiba waktunya hari libur sekolah


"Aku di rumah aja ndra, aku tidak pernah kemana-mana" jawab Anggara


"Humm.. apa kau tidak ingin berliburan?" Tanya Indra lagi


"Tidak ndra" jawab Anggara, sebenar nya dia sangat ingin pergi berliburan bersama nenke atau temannya, tetapi karna dia memutuskan untuk tidak berteman dan tidak mau melukai siapa pun, dia juga tidak pergi kemana-mana di hari libur sekolahnya.


"Oiya, aku sudah tiba di jalan menuju rumah kua, kita berpisah di sini ya" kata Indra


"Iya ndra" jawab Anggara


Indra berbelok ke jalan menuju ke rumahnya, Anggara melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah.


Bersambung....


Jangan lupa like dan komennya😊😊

__ADS_1


__ADS_2