Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Seperti nya Anggara harus memberitahukan tentang kekuatan nya


__ADS_3

"Tante, sekarang Nenek baru saja di makam kan, tapi Tante sudah membahas masalah rumah dan tabungan, aku tidak tau tabungan Nenek di mana, soal rumah, aku juga tidak tau di mana surat nya" jawab Anggara yang sedang duduk di kursi bersama Indra dan Sasya.


"Gak mungkin kamu gak tau, kamu kan tinggal bersama Nenek selama ini, pasti Nenek memberitahu kan ke kamu tentang surat rumah dan tabungan nya" ucap Tante Anggara.


"Terserah Tante mau bilang apa, yang jelas aku memang tidak tau masalah rumah dan tabungan Nenek"


Mendengar itu, Tante Anggara langsung masuk ke kamar Nenek dan mengobrak abrik lemari yang ada di dalam kamar Nenek, mencari buku tabungan dan surat rumah, Anggara hanya berdiam diri, tidak melakukan apa pun.


"Gara, kenapa kamu diam aja, Tante kamu obrak abrik lemari Nenek, bagaimana jika dia mengambil surat rumah ini dan buku tabungan nya" kata Sasya khawatir.


"Tenang aja sya, dia tidak akan mendapat kan apa yang dia ingin kan"jawab Anggara dengan wajah yang sangat tenang.


"Bagaimana kamu tau, kalau dia tidak akan menemukan apa yang dia inginkan?" tanya Indra.


"Nanti aku ceritain"


Tak lama itu, Tante Anggara keluar dari kamar Nenek dengan wajah marah, karena dia sama sekali tidak mendapatkan apa yang dia ingin kan.


"Anggara! di mana kamu menyembunyikan buku tabungan Ibu aku, dan surat rumah ini" kata Tante Anggara dengan nada tinggi.


"Aku tidak tau soal itu, aku juga tidak menyembunyikan nya" jawab Anggara.


"Awas aja kamu, jika aku tau kamu yang telah menyembunyikan buku tabungan serta surat rumah ini" ucap nya pada Anggara dan langsung pergi keluar dari rumah, masuk ke dalam mobil nya yang berada di depan rumah Anggara, suami nya sedang menunggu dia di dalam mobil.


"Gara, apa kamu yang menyimpan buku tabungan dan surat rumah Nenek?" tanya Sasya.

__ADS_1


"Ia, sebelum ini, sudah sangat lama sekali, Nenek memberikan ku surat rumah, dan buku tabungan nya pada ku, aku tidak tau maksud Nenek memberikan itu semua, dia hanya pernah berkata, aku jangan sampai memberikan itu pada siapa pun, termasuk Tante aku, karena Nenek tau, Tante akan datang ke sini jika terjadi sesuatu pada nya"kata Anggara.


"Ooh, pantes dia tidak menemukan nya di kamar Nenek, Nenek apa tidak akur sama anak nya, maka Nenek memberikan semua pada mu gar?" tanya Indra.


"Tante aku, tidak pernah datang melihat keadaan Nenek semenjak Ayah ku meninggal, bahkan dia tidak pernah menanyakan keadaan Nenek, jadi bagi Nenek anak nya hanya Ayah, dan cucu nya hanya aku, dan aku juga demikian, hanya Nenek keluarga aku, tapi sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi" ucap Anggara.


"Masih ada kami berdua gar, kami akan selalu ada untuk mu, jika kamu ada masalah, kamu bisa memberitahu pada kami, kita akan menghadapi nya bersama, bukan nya kita dulu pernah saling berjanji, bahwa kita bertiga akan saling bercerita jika ada masalah dan tidak ada yang di sembunyi kan"ucap Sasya dengan tulus.


"Ia gar, kamu masih ada aku dan Sasya" ucap Indra.


"Terimakasih banyak ya ndra, sya"


"Sama-sama"


"Gara, kamu kenapa diam?" tanya Sasya.


"Ada sesuatu yang ingin aku kasih tau sama kalian berdua" ucap Anggara.


"Mau bilang apa gar?"kata Indra.


"Tapi kalian jangan terkejut ya"


"Ia, kamu cerita aja" ucap Sasya.


"Kalian tau kan, Ayah aku adalah seorang ilmuan"

__ADS_1


"Ia kami tau, terus ada apa gar?"ucap Sasya dan Indra.


"Sebelum Ayah ku meninggal, Ayah sempat melakukan penelitian, aku juga tidak tau itu apa, dia hanya bilang bahwa yang dia teliti akan mengubah umat manusia, pada malam itu, terjadi kebakaran di laboratorium, lalu Ayah melempar kan sebotol kecil isi cairan, dan dia menyuruh ku untuk meminum nya, lalu aku langsung meminum nya, dan aku pingsan, saat aku terbangun, aku sudah berada di rumah Nenek, jadi intinya sekarang, aku memiliki kekuatan"kata Anggara menceritakan semua nya.


"Haa, kekuatan gar, kekuatan bagaimana maksud kamu gar?" tanya Sasya.


"Aku bisa mendengar yang tidak bisa kalian dengar, seperti suara burung yang berada jauh dari sini, suara daun yang di tiup angin, suara orang-orang yang berada jauh dari sini, dan pandangan aku bisa menembus yang tidak bisa kalian lihat, seperti di balik dinding, benda-benda yang di tutup, pokok nya bisa aku tembus dengan pandangan aku"jawab Anggara.


"Apa gar!"Sasya dan Indra terkejut.


" Kamu punya kekuatan seperti itu, sudah berapa lama gar? kenapa kamu baru kasih tau kami sekarang, jadi selama ini kamu sering menggunakan kekuatan itu?"tanya Indra.


"Aku takut jika aku kasih tau kalian berdua, kalian akan meninggal kan aku, karena kekuatan aku seperti ini, aku hanya memiliki kalian berdau sebagai teman, jadi aku lebih milih untuk diam dan tidak memberitahu nya pada kalian, aku jarang menggunakan kekuatan ku, hanya saat perlu aja aku gunakan"jawab Anggara.


"Ya ampun gar, kami tidak akan seperti itu, bagaimana pun keadaan kamu, kami tetap menjadi teman kamu gar, terkejut aja ternyata ada kekuatan seperti itu di zaman sekarang" ucap Sasya.


Sasya dan Indra akhir nya tau, tentang kekuatan Anggara, mereka hanya terkejut dengar cerita nya. Anggara merasa lega setelah menceritakan semua nya pada Sasya dan Indra, dan dia sangat senang karena Sasya dan Indra sama sekali tidak ingin meninggal kan nya.


"Jadi kalian tidak akan meninggal kan ku kan?"tanya Anggara memastikan.


"Jelas tidak lah gar, kami tetap menjadi teman kamu"jawab Indra.


"Terimakasih banyak ya sya, ndra, hanya kalian yang aku punya saat ini"ucap Anggara.


Saysa dan Indra teman sejati Anggara, mereka selalu ada di saat Anggara susah, di saat Anggara tidak memiliki teman, mereka lah yang bersedia menjadi teman nya, memang banyak yang ingin menjadi teman Anggara, namun hanya mereka yang bisa Anggara terima menjadi teman nya, menurut Anggara, Sasya dan Indra lah yang benar-benar tulus pada nya, hingga saat Anggara bersedih, Sasya dan Indra yang menghibur nya.

__ADS_1


__ADS_2