
"Pasti kalian yang kemarin kan, yang mencegat aku sama Indra di jalanan, apa sih mau kalian sebenar nya, aku tidak punya apa-apa, buat apa kalian membawa ku" ucap Anggara.
"Kami hanya mengikuti perintah bos kami" jawab mereka.
Anggara langsung berlari keluar dari rumah nya, dan pergi ke pagar rumah.
"Toloonnnggg, tolooonggg" teriak Anggara meminta tolong. Mendengar Anggara teriak, laki-laki yang berpakaian serba hitam itu langsung berlari keluar mendekati Anggara.
"Kenapa kamu teriak, itu akan membuat semua orang datang ke sini"
"Emang itu yang aku mau, toolooonngg, toloonnngg" teriak Anggara lagi. Karena Anggara teriak meminta tolong, warga yang ada di dekat rumah Anggara keluar rumah karena mendengar teriakan nya, dan berlari mendekati Anggara, melihat ada warga yang datang, ketiga laki-laki berpakaian serba hitam itu pun langsung pergi berlari keluar meninggal kan rumah Anggara.
"Ada apa Anggara? apa yang terjadi?" tanya warga tersebut, dia adalah Bapak-bapak yang tinggal di sebelah rumah Anggara.
"Tadi ada maling pak, tapi untung mereka langsung pergi karena melihat Bapak datang ke sini" jawab Anggara.
"Oohh, apa ada yang di ambil nya gara?" tanya Bapak itu.
"Tidak ada pak, dia tidak sempat mengambil barang"
"Syukur lah kalau begitu, kalau gitu Bapak pulang ya"
"Ia pak, terimakasih banyak pak".
Anggara pun mengunci pintu pagar rumah nya dan langsung masuk ke dalam rumah, ternyata Nenek mendengar teriakan Anggara, dan dia keluar dari kamar.
" Ada apa gara? tadi Nenek mendengar kamu teriak, apa terjadi sesuatu?"tanya Nenek.
"Tidak nek, tadi ada maling, jadi gara langsung teriak minta tolong, mereka sudah pergi"
"Haa! ada maling, apa mereka mengambil barang-barang kita?"
"Tidak nek, mereka tidak mengambil barang-barang kita, mereka tidak sempat mengambil nya, sekarang Nenek kembali tidur aja ya, gara juga mau masuk kamar" ucap Anggara.
Nenek kembali ke kamar nya begitu pun Anggara. Dia baring di atas kasur, dan memikir kan siapa orang tadi.
"Aku masih penasaran, siapa orang yang menyuruh mereka untuk membawa aku, dan apa gunanya membawa aku, aku tidak punya apa-apa, jika mereka ingin tebusan, pasti mereka mencari orang yang lebih kaya, dan tubuh mereka besar-besar, tadi aja aku pukul kepala nya pakai kayu tidak pingsan"ucap Anggara sambil melihat ke atas langit-langit kamar nya.
"Apa aku menyerahkan diri aja, agar aku tau siapa yang menyuruh mereka, tapi jika aku menyerah kan diri, bagaimana Nenek, dia pasti khawatir, sudah lah, aku tak perlu terlalu memikirkan itu, mending aku tidur aja" saat Anggara hendak tidur, tiba-tiba handphone nya berdering.
"Halo" ucap Anggara mengangkat telepon tersebut, telepon itu nomor baru, tidak tau dari siapa.
"Maaf, ini siapa ya?"
"Aku Sasya gara, aku ganti nomor, soal nya kemarin handphone ku rusak" ternyata itu telepon dari Sasya.
__ADS_1
"Sasya, bagaimana kabar mu sekarang?"
"Kabar ku baik, kabar mu sendiri bagaimana gara?"
"Kabar ku juga baik, kenapa kamu baru hubungi aku sekarang?"
"Maaf gara, Papa ku tidak boleh kan aku main handphone terus, udah tu handphone ku kemarin rusak, ini Papa baru belikan handphone baru"
"Ooh, begitu ya, Indra kemarin nanya ke aku, katanya kamu tidak pernah menghubungi dia"
"Maaf gara, bilang kan sama Indra, aku kehilangan kontak nya, kemarin aku lupa minta nomor telepon nya pada mu"
"Baik lah, sekarang kamu main handphone gini apa Papa mu tidak marah?"
"Papa lagi gak ada di rumah, Oo ia, ada yang mau aku bilang sama kamu gara"
"Mau bilang apa sya?"
"Minggu depan aku pulang ke Gayapu, aku akan berkuliah di sana".
Gayapu adalah nama kota tempat tinggal Anggara dan Indra, tentu nya tempat Sasya tinggal dulu sebelum kuliah ke Inggris.
" Benar kah, kenapa mendadak kamu kuliah di sini, bukan nya kemarin Papa mu tidak mau kamu kuliah di sini"
"Aku juga tidak tau gara, bahkan Papa ku sendiri yang menyuruh ku kuliah di sana".
" Kamu kuliah di Universitas mana sya?"
"Universitas Monohara gara"
"Itu kan Universitas aku, aku juga kuliah di sana"
"Waah tepat sekali ya, kamu ambil jurusan apa?"
"Jurusan IPA"
"Sama dong, di Inggris aku juga ambil jurusan IPA, jadi aku tetap ambil jurusan IPA jika pindah ke sana"
"Bisa samaan gitu ya, aku tunggu kedatangan mu sya" ucap Anggara dengan bahagia nya.
"Ia, udah dulu ya gara, Papa ku udah pulang"
"Ia".
Anggara pun menutup telepon nya.
__ADS_1
"Sasya akan pulang ke sini, aku jadi tidak sabar lagi mau bertemu dengan nya, tapi aneh, kenapa tiba-tiba Papa nya Sasya mendadak nyuruh Sasya pindah kuliah di sini, padahal di Inggris lebih bagus dari pada di sini, tapi ya sudah lah, bukan urusan ku, yang penting, aku akan kembali bertemu dengan Sasya"ucap Anggara.
Anggara memejam kan mata nya, dan kelamaan dia terlelap ke dalam tidur nya.
Keesokan hari nya
Di kampus Anggara bertemu Zidan dan keempat teman nya.
"Hei Anggara, kamu tinggal dua hari lagi lo, apa kamu bisa mencari bukti nya" ucap Zidan dengan wajah songong nya.
"Tidak perlu tunggu dua hari, hari ini juga kamu akan mendengar, bukti apa yang akan aku kasih ke Dosen Bambang" jawab Anggara dengan berbisik di telinga Zidan ketika dia hendak berjalan melewati Zidan. Mendengar itu wajah Zidan berubah.
"Kenapa dan, apa yang dia bilang pada mu? kenapa wajah mu berubah gitu" tanya Fahri.
"Dia bilang akan memberikan bukti ke Dosen Bambang hari ini, berarti dia sudah mendapatkan bukti nya, bukti apa yang dia miliki" ucap Zidan.
"Tenang Zidan, mungkin dia hanya menggeretak kamu" ucap Budi.
Anggara dengan tersenyum berjalan melewati Zidan.
Setibanya di dalam ruangan, Indra sudah ada di ruangan dan duduk menunggu Anggara.
"Gara"ucap Indra ketika Anggara hendak duduk.
" Kapan kamu akan menyerahkan bukti itu ke pak Bambang?"
"Sebentar lagi akau akan menyerahkan nya"
"Kenapa tidak sekarang aja"
"Tadi aku sudah ke ruangan nya, tapi pak Bambang belum datang"
"Ooh begitu"
"Sasya minggu depan akan pulang ke sini" ucap Anggara.
"Haa, Sasya minggu depan ke sini, apa dia sedang libur"
"Tidak, katanya dia akan pindah kuliah ke Universitas kita"
"Dari mana kamu tau gara, Sasya sama sekali tidak mengabari ku"
"Tadi malam dia menelpon aku, dia juga nyuruh aku bilang sama kamu, dia minta maaf karena tidak mengabari ke kamu, kata nya kontak telepon kamu hilang, jadi dia tidak bisa menghubungi mu"
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote ya teman😊