Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Ketemu teman lama


__ADS_3

"Ini mbak menu nya" pelayan tersebut memberikan kertas menu pada Sasya.


Sasya dan Anggara pun memesan makanan serta minuman, juga memesan kan untuk Indra.


Tak lama kemudian, Indra datang.


"Sorry lama ya gar, sya, tadi aku terjebak macet, ada kecelakaan motor di jalan, maka nya aku telat"


"Ia tidak apa kok ndra, Anggara juga sudah memesan kan makanan dan minuman kamu"


"Terimakasih gar"


"Sama-sama"


Setelah makanan dan minuman di antar oleh pelayan, mereka bertiga langsung memakan nya, sambil mengobrol tentang masa pertemanan mereka dulu saat masih di sekolah.


"Bagaimana ya kabar Dika, aku tidak pernah dengar tentang nya lagi" ucap Indra, saat sedang makan.


"Ia ya, aku ingat dulu dia selalu cari masalah sama Anggara" ucap Sasya.


"Ia, tapi dia tidak pernah menang melawan Anggara, dia juga selalu curang, ngerjakan soal ujian aja nyontek"


"Ia, aku ingat waktu dia curang dalam lomba melukis, bisa-bisa nya dia tukar lukisan ku dengan nya" ucap Anggara.


"Ia, apa dia berubah ya sudah dewasa gini"ucap Indra.


"Aku juga tidak tau ya"jawab Sasya.


"Sudah lah, kenapa kita harus bahas dia" ucap Anggara.


"Benar kata Anggara, kenapa kita bahas orang yang selalu mengganggu Anggara" ucap Sasya.


"Baik lah, uuhh kenyang juga" kata Indra ketika makanan nya sudah habis dia makan.


Setelah mereka selesai makan, dan Anggara yang membayar semua makanan serta minuman Sasya, dan Indra.


"Kita pulang sekarang?" tanya Sasya.


"Ia, kamu nanti di marahi jika terlambat pulang sya" jawab Anggara.


"Ia sya, kamu nunggu supir kamu ya?" tanya Indra


"Nggak, aku di antar sama Anggara, tadi Anggara yang jemput aku, supir aku tidak bisa ngantar" jawab Sasya.


"Kamu sudah tanya supir kamu sya?"tanya Anggara.

__ADS_1


"Sudah gar, tadi aku chat Mama aku, Mama aku masih di luar berbelanja, jadi supir aku nunggu Mama selesai berbelanja"


"Aku aja antar kamu pulang sya" kata Indra, dia berusaha mendekati Sasya.


"Tapi aku sudah bilang sama Papa, kalau Anggara yang akan antar aku pulang nanti ndra, jika kamu yang antar aku pulang, nanti di kira Papa aku bohong lagi"


"Ya udah deh kalau gitu"


"Ayo kita pulang gar"


"Ia sya"


Anggara, Indra dan Sasya berjalan menuju parkiran sepeda motor mereka.


"Anggara" tegur seorang laki-laki ketika Anggara ingin naik ke sepeda motor nya, dia menepuk bahu Anggara. Anggara menolah ke belakang nya, Sasya dan Indra juga melihat ke arah orang yang menegur Anggara tadi.


"Eemm, Dika" ucap Anggara, ternyata yang menegur nya adalah Dika, musuh mereka di sekolah dulu, Dika berdiri tegak di dekat Anggara, menggunakan topi warna hitam, memakai baju kaos dan celana jeans, sambil menggenggam handphone.


"Hey, apa kabar kalian bertiga" ucap Dika sambil bersalaman dengan Anggara serta Sasya, Indra yang tadi nya sedang duduk di samping sepeda motor nya langsung berjalan mendekati Anggara.


"Indra kan?" ucap Dika ketika Indra berada di dekat mereka.


"Ia aku Indra" jawab Indra.


"Apa kabar?" ucap Dika sambil bersalaman dengan Indra.


"Kenapa kalian bengong? apa ada yang salah dengan ku?" tanya Dika heran karena melihat tatapan Anggara, Indra dan Sasya bengong.


"Kamu beneran Dika?" tanya Sasya memastikan.


"Tentu saja aku Dika, wajah ku kan tidak berubah, kenapa kamu bertanya seperti itu sya"


"Tunggu dulu, kok kamu beda banget dengan yang dulu" kata Indra.


"Beda apa nya? wajah ku ada yang berubah ya?"


"Tidak sih, wajah tetap sama, tapi sikap kamu" ucap Anggara.


"Hahaha, itu kan dulu gar, ya aku akui, dulu aku suka cari masalah sama kamu, ya aku dulu terlalu tidak di perhatikan sama orang tua ku, maka nya aku bersikap seperti itu" jawab Dika.


"Jadi sekarang, cerita nya kamu sudah berubah ni?" tanya Sasya.


"Tentu saja aku sudah berubah, buat apa cari musuh, aku juga sudah dewasa gini, dulu masih berpikiran kayak anak-anak, sorry ya soal dulu, aku sering cari gara-gara sama kamu Anggara" kata Dika pada Anggara.


"Ya yang dulu sudah berlalu juga, sekarang ya sekarang" kata Anggara.

__ADS_1


"Ok, ni kalian mau ke mana?" tanya Dika.


"Mau pulang" jawab Sasya.


"Tidak makan dulu, ngopi gitu" kata Dika.


"Kami baru juga selesai makan, kamu dengan siapa ke sini?" tanya Indra.


"Dengan pacar aku, itu dia" Dika menunjuk seorang wanita yang sedang berjalan menuju nya, bertubuh pendek, kulit putih, rambut nya pendek sebahu, memakai baju warna biru muda, menggunakan high heels, sambil tersenyum melihat Dika.


"Sayang, ayo masuk ke dalam" ucap wanita itu ketika sudah menghampiri Dika.


"Kenalin, ini Anggara, Sasya, dan Indra, mereka teman di sekolah ku dulu" ucap Dika.


"Hay, kenal kan, nama ku Ririn" kata nya sambil menyalami Anggara, Sasya dan Indra.


"Hay" ucap mereka bertiga pada Ririn.


"Kalian baru datang ya?" tanya Sasya.


"Ia sya, kami baru saja datang, kalian masih di sini aja ya"


"Ia, kalau Sasya baru pindah dari Inggris ke sini"kata Anggara.


"Oo, kamu sempat ke Inggris ya, kenapa pindah ke sini"tanya Ririn.


"Karena aku mau kuliah di sini aja, tidak mau terlalu jauh" jawab Sasya.


"Oo, begitu ya, ayo masuk ke dalam, kami mau makan ni" kata Ririn pada Sasya, Anggara dan Indra.


"Kami sudah selesai makan, kalian duluan lah, kami juga mau pulang" di jawab oleh Anggara.


"Ya udah, ayo sayang, kita masuk, aku sudah lapar ni" ucap Ririn sambil menggandeng tangan Dika.


"Ia sayang, oo ia, boleh minta nomor handphone kalian nggak, ya barang kali lain hari kita bisa ngopi bareng"ucap Dika.


" Boleh"Anggara memberikan nomor handphone nya pada Dika, begitu juga Sasya serta Indra, mereka saling bertukaran nomor handphone.


Setelah itu, Dika pun masuk ke dalam caffe bersama pacar nya, yaitu Ririn.


"Tak nyangka ya, baru juga tadi kita ngomongin dia, eeh malah ketemu di sini" ucap Indra.


"Ia, sikap nya juga banyak yang berubah, tidak seperti dulu lagi" kata Anggara.


"Bagus deh dia tidak kayak dulu lagi, dulu itu aku sangat tidak suka pada nya, karena sikap nya itu, pacar nya juga cantik" ucap Sasya.

__ADS_1


"Ia, tapi masih cantikan kamu sya" kata Indra sambil senyum-senyum. Sasya pun membalasa senyuman Indra, tapi senyuman Sasya tidak mengartikan dia sedang senang di puji Indra.


__ADS_2