Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Indra iri dengan Anggara


__ADS_3

"Baik lah sya" Anggara menggendong Sasya menuju meja makan, dan itu di lihat oleh Indra, wajah Indra mulai berubah, melihat wajah Indra yang berubah, Anggara merasa tidak enak pada Indra. Setelah tiba di meja makan, Anggara menurunkan Sasya ke kursi, dan Sasya duduk di kursi meja makan.


"Ini kamu yang masak gar?" tanya Sasya melihat semua makanan di atas meja makan.


"Ia, tapi sebagian di bantu dengan Indra" jawab Anggara sambil memberikan piring makan pada Tania dan Indra.


"Sini aku ambilin nasi nya sya" ucap Indra.


Sasya memberikan piring nya pada Indra, dan Indra menyendok kan nasi putih ke tas piring Sasya, lalu di berikan lagi pada Sasya.


"Kamu mau makan lauk apa sya?" tanya Anggara.


"Aku mau ini aja gar" jawab Sasya.


"Biar aku ambilin sya" ucap Indra ingin mengambil piring Sasya, namun di tahan oleh Sasya.


"Aku bisa sendiri ndra, kamu tidak perlu repot-repot ngambilin lauk baut aku ndra, aku bisa ambil sendiri kok" ucap Sasya langsung mengambil lauk dengan sendiri ke atas piring nya, saat itu wajah Indra berubah, dan terlihat oleh Anggara.


Mereka bertiga makan bersama, dengan masakan yang di masak oleh Anggara.


"Lauk nya enak gar, kamu sangat pintar masak ya, dari dulu kamu tidak berubah, masih mandiri, dan masakan kamu makin enak, lain kali aku boleh minta ajarin sama kamu nggak gar?"ucap Sasya sambil makan nasi.


" Ajarin apa sya?"


"Ajarin masak gar, aku pengen bisa masak, tapi Mama ku gak bolehin aku masak di dapur, malah aku pernah minta ajarin sama bibi di rumah, eh malah di marahi sama Mama ku, Mama ku terlalu memanja kan ku gar, aku kurang suka, aku pengen bisa mandiri, dan bisa masak"


"Ia, besok-besok aku bisa ajarin kamu" jawab Anggara.


"Aku juga bisa ajarin kamu masak sya" ucap Indra.


"Masak apa?"tanya Sasya.


"Masak air, hehehe"


"Masak air aku juga bisa kali ndra"


"Aku bercanda sya, aku mana bisa masak seperti Anggara"


"Itu maka nya aku mau minta ajarin sama Anggara"


"Ia ia"

__ADS_1


"Kamu sangat berbeda sama cewek kaya di luaran sana sya, kamu ada keinginan untuk menjadi mandiri, tidak suka menjadi anak manja, kamu wanita yang pemberani dan tidak manja, kamu selalu hadapi masalah dengan sendiri nya tanpa melibat kan orang tua kamu" ucap Anggara di dalam hati nya sambil menatap Sasya yang sedang makan bersama nya.


"Aku sudah selesai makan ni gar, aku cuci piring nya ya" ucap Sasya ingin berdiri.


"Gak usah sya, biar aku aja, kaki kamu sedang sakit, nanti kami kenapa-napa lagi" ucap Anggara.


"Tidak apa gar, ni aku sudah bisa berdiri sendiri"


"Tidak usah sya, kamu duduk aja di sana, biar aku yang cuci piring nya, ndra kamu antar Sasya ke kamar ya, biar dia istirahat di kamar Nenek" kata Anggara sambil mengambil piring kotor yang ada di atasa meja makan.


"Aku mau duduk di depan tv aja gar, aku malas di kamar terus" jawab Sasya.


"Baik lah, aku cuci piring dulu" ucap Anggara.


Anggara membawa piring kotor ke tempat pencucian piring.


"Sya, biar aku gendong kamu ya, kamu kan belum bisa berjalan sendiri"ucap Indra yang ingin mencoba menggendong Sasya, namun Sasya menolak nya.


"Tidak usah ndra, aku bisa jalan sendiri.


" Kamu yakin bisa jalan sendiri sya, kaki kamu masih bengkak tu"


"Aku bantu pegang kami aja ya, nanti kamu jatuh"


"Ia"


Indra memopong Sasya menuju kursi yang ada di depan tv, sedangkan Anggara masih mencuci piring kotor.


Selesai Anggara mencuci piring kotor, Anggara pergi ke kursi di depan televisi tempat Sasya dan Indra duduk.


"Kalian mau cemilan nggak? aku ada beli nugget di pasar tadi" ucap Anggara.


"Nanti aja gar, aku masih kenyang ni" jawab Sasya.


"Ia gar, sama, aku juga masih kenyang" jawab Indra.


"Baik lah"


Anggara duduk bersama Sasya dan Indra, mereka nonton televisi bersama, namun saat sedang nonton televisi, tiba-tiba handphone Tania berdering. Ternyata Papa Sasya menelepon nya.


"Aku di rumah Anggara pa" ucap Sasya di telepon, Papa nya menanyakan di mana Sasya berada, dan Sasya di suruh pulang karena sudah hari sudah sore.

__ADS_1


"Ia pa, aku pulang, nanti aku telepon pak supir suruh dia jemput aku" ucap Sasya, lalu menutup telepon nya.


"Kenapa sya, Papa kamu suruh kamu pulang ya?" tanya Anggara.


"Ia gar, soal nya hari sudah sore, aku juga belum ada pulang ke rumah dari tadi"


"Mau aku antar sya?" tanya Indra.


"Gak usah ndra, nanti aku minta jemput sama supir aku aja" jawab Sasya.


"Baik lah sya"


Sasya pun menelepon supir nya untuk menjemput nya di rumah Anggara.


Tak lama kemudian, supir Sasya datang menjemput nya.


"Itu seperti nya mobil aku datang gar, aku pulang dulu ya" ucap Sasya ketika mendengar suara mebil nya berhenti di depan rumah Anggara.


"Ia sya, aku antar kamu ke depan ya" ucap Anggara.


"Ia gar"


Ketika Sasya berusaha berdiri sendiri, terlihat Sasya menahan rasa sakit nya, Anggara menjadi tidak tega dan langsung menggendong Sasya tanpa berpikir panjang.


"Gar, kamu ngapain?" ucap Sasya terkejut ketika Anggara tiba-tiba menggendong nya.


"Aku antar kamu ke depan, kaki kamu masih sakit, jadi aku gendong aja kamu" jawab Sasya.


Sasya hanya berdiam, tidak membantah omongan Anggara, dan Anggara membawa Sasya menuju mobil nya yang ada di depan pagar rumah Anggara, wajah Sasya terlihat senang, ketika di gendong oleh Anggara, namun Indra yang melihat itu, sedikit cemburu, karena Sasya di gendong oleh Anggara.


"Anggara yang menggendong Sasya dari tadi, aku kapan bisa menggendong nya, saat aku tawari gendong Sasya, Sasya menolak, tapi saat Anggara yang menggendong, Sasya sama sekali tidak menolak maupun membantah nya, aku jadi iri sama Anggara" ucap Indra melihat Sasya yang masih di gendong Anggara.


"Non Sasya, non Sasya kenapa?" tanya pak supir Sasya yang sedang menunggu Sasya dan membuka kan pintu mobil buat Sasya.


"Tadi, kaki Sasya terkilir pak, tapi udah di obati kok, nanti bawa aja dia berobat ke dokter ya pak" ucap Anggara sambil memasukan Sasya ke dalam mobil nya.


"Ia nak Anggara" jawab supir Sasya.


"Gar, aku pulang ya, terimakasih sudah membantu ku berjalan ke sini tadi" ucap Sasya tersipu malu.


"Ia sama-sama, kalau kaki kamu masih sakit, kamu cepat-cepat periksa ke dokter ya, takut nya makin parah" ucap Anggara.

__ADS_1


__ADS_2