Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Sasya cemburu


__ADS_3

"Sekarang apa yang akan kamu lakukan dengan kekuatan yang kamu miliki ini gar?" tanya Indra.


"Aku juga belum tau ndra, aku hanya menggunakan jika itu perlu, dan tidak ada yang tau tentang ini kecuali almarhum Nenek aku"


"Apa kamu akan menyimpan nya dari semua orang?" tanya Sasya.


"Ia sya, aku tidak ingin semua orang tau, kalau aku punya kekuatan, aku tak mau nanti menjadi masalah jika orang-orang mengetahui nya"


"Baik lah, kalau gitu, kami akan merahasia kan nya juga" ucap Indra.


"Gara, aku pulang dulu ya, sudah siang soal nya, Papa ku pasti cari nanti nya, soal semalam aku pulang nya sudah larut malam" ucap Sasya.


"Ia sya, kamu pulang aja, nanti kamu di marahi sama Papa mu lagi"kata Anggara.


"Aku antar kamu ya sya" ucap Indra.


"Baik lah ndra, gara, kamu jangan bersedih lagi ya, masih ada kami yang selalu ada di dekat kamu" ucap Sasya yang hendak pulang ke rumah nya.


"Ia sya, terimakasih banyak ya"


"Ia gar, aku pulang dulu ya" Sasya pulang dengan di antar oleh Indra, Anggara menutup pintu rumah dan masuk ke dalam kamar Nenek. Dia menatapi seluruh kamar Nenek, lalu dia membuka lemari Nenek, saat ingin memperbaiki baju Nenek yang sudah di obrak abrik Tante nya tadi, sebuah foto terjatuh ke lantai. Anggara mengambil foto itu, dan. melihat nya, ternyata itu adalah foto dia masih kecil bersama kedua orang tua, Nenek dan Kakek nya, sungguh bahagia dia ketika melihat foto itu, paling tidak, dia bisa melihat wajah Ibu nya, yang tidak terlalu dia ingat wajah nya, dan memiliki kenangan bersama keluarga yang dia cintai.


"Foto ini, ini foto waktu aku masih kecil, ternyata Nenek menyimpan nya, aku sama sekali tidak tau kalau Nenek menyimpan foto kenangan ini, aku juga tidak bertanya tentang foto ku bersama kedua orang tua ku, aku senang masih memiliki foto kenangan ini" ucap Anggara, dan dia membawa foto itu lalu dia letak ke dalam pas foto, berukuran kecil, lalu dia letak ke atas meja nya. Anggara melihat ke arah foto itu, dan tak sadar nya air mata menetes ke pipi, kesedihan di hati Anggara masih terasa, karena dia sudah di tinggl kan oleh kedua orang tua nya sejak kecil, dan sekaran Nenek yang dia sayangi juga sudah meninggal kan nya, Anggara hanya bisa menjalani hidup dengan kesendirian, tetapi kehadiran Indra dan Sasya membuat hati Anggara terhibur kembali, sekarang bagi Anggara, Sasya dan Indra lah keluarga nya.


Keesokan hari nya, Anggara dan Indra berangkat ke kampus, Indra masih tinggl di rumah Anggara, karena dia belum pulang ke rumah nya.


"Sasya udah berangkat ke kampus ya ndra?" tanya Anggara saat berboncengan dengan Indra.


"Tadi aku telepon kata nya sudah dalam perjalanan" jawab Indra.


"Ooh, mungkin sekarang dia sudah sampai di kampus"

__ADS_1


Setiba nya di kampus, Anggara dan Indra berjalan menuju ruangan nya, di ruangan Anggara tidak melihat Sasya.


"Kok Sasya gak ada di ruangan ya, apa dia pergi keluar" ucap Indra.


"Mungkin aja, coba kamu telepon Sasya" kata Anggara.


"Ia, aku telepon dia dulu"


Indra menelpon Sasya, dan di angkat oleh nya.


"Sya, kamu di mana? kok aku dan Anggara tidak melihat kamu di ruangan" tanya Indra di telepon.


"Aku masih di jalan ndra, mobil aku mogok, aku belum menemukan taksi" jawab Sasya.


"Kalau gitu aku jemput kamu ya" kata Indra.


"Gak perlu ndra, aku bisa mencari taksi di sini"


"Nanti kamu telat sya, kalau gak, Anggara aja yang jemput kamu" kata Indra.


"Baik lah" Indra menutuo telepon nya.


"Kenapa Sasya ndra?" tanya Anggara.


"Mobil nya mogok, dia tidak menemukan taksi, kamu bisa ya jemput Sasya, nanti dia sherlock"


"Bisa lah"


Setelah Sasya mengirim lokasi nya, Anggara langsung berangkat untuk menjemput Sasya, karena jam pelajaran tidak lama lagi akan di mulai, jika Sasya tidak di jemput, takut nya dia akan terlambat datang ke kampus.


Setibanya di lokasi mobil Sasya mogok.

__ADS_1


"Sya, bagaima mobil kamu?" tanya Anggara.


"Belum bisa di perbaiki gar, aku udah nelpon montir untuk datang ke sini"


"Kamu ikut aku aja ke kampus"


"Baik lah, pak, aku ikut Anggara aja ke kampus ya, nanti montir nya datang ke sini" ucap Sasya pada supir pribadi nya.


"Ia non" jawab pak supir itu.


Sasya pergi ke kampus bersama Anggara, tanpa ragu, Sasya memeluk Anggara dari belakang, karena mereka menggunakan sepeda motor milik Anggara. Anggara menjadi merasa senang bercampur dengan rasa gugup, karena dia baru kali itu di peluk oleh wanita dengan erat, apa lagi wanita itu adalah Sasya. Wajah Sasya tersenyum, dia bisa memeluk Anggara, dia ingin bisa selalu ada di dekat Anggara, dia merasa nyaman jika berada di dekat Anggara, merasa hati nya sangat bahagian, bila diri nya berada di dekat Anggara.


"Kita udah sampai sya" ucap Anggara, karena Sasya tidak melepas kan pelukan nya, padahal sudah berada di parkiran kampus.


"Haa ia gar, aku lupa, hehehe" ucap Sasya langsung melepaskan pelukan nya.


Setelah itu, Anggara masuk ke dalam kampus bersama Sasya, saat memasuki pintu kampus, tiba-tiba Anggara di berhentikan oleh seorang wanita, dia adalah mahasiswi di kampus itu, Anggara dan Sasya langsung memberhentikan langkah nya.


"Anggara, ini untuk kamu" ucap nya sambil memberikan kotak makan pada Anggara.


"Maaf, tapi tidak kenal kamu" ucap Anggara dengan heran, Sasya sedikit merasa cemburu ketika Anggara di dekati wanita lain, namun dia juga tidak bisa berkata apa-apa sebab dia dan Anggara tidak mempunyai hubungan khusus.


"Ia, tapi kamu ambil aja makanan ini, aku adalah penggemar kamu" jawab nya.


"Baik lah, ini aku bawa, dan terimakasih makanan nya" kata Anggara mengambil kotak makan tersebut, wanita itu pun tersenyum senang, karena Anggara menerima makanan yang dia berikan.


"Sama-sama" ucap nya langsung pergi.


"Kamu punya penggemar gar di kampus ini?" tanya Sasya.


"Aku juga tidak tau sya, mereka memang sering memberikan ku hadiah, ya aku terima karena aku tidak enak pada mereka, kadang Indra yang mengambil hadiah yang mereka berikan" jawab Anggara, wajah Sasya menjadi cemberut, karena mendengar Anggara yang sering di dekati para wanita.

__ADS_1


"Kenapa sya?" tanya Anggara karena Sasya diam.


"Gak ada apa-apa kok gar" jawab Sasya.


__ADS_2