
"Kau tanya aku siapa, semua siswa di sini tau, kalau aku anak orang kaya, dan orang tua ku berkuasa di sekolah ini" jawab Dika, orang tua Dika yaitu ayah nya ada lah seorang yang sangat berpengaruh di sekolah nya, karna dia lah yang memberikan dana di sekolah Anggara.
"Ada apa ini ribut-ribut" tanya salah satu anggota OSIS karna mendengar adanya keributan di depan ruang OSIS.
"Ini kak, Dika memotong antrian kami seenaknya, dia datang terlambat, seharus nya dia ngantri dulu, tapi di langsung maju ke depan dan mendahului siswa lain yang sudah mengantri dari tadi" jawab Sasya dengan lantang.
"Dika, apa benar kamu sudah mendahului antrian yang ada?"tanya anggota OSIS tersebut.
"Iya kak, aku tidak mau mengantri, itu membuat ku capek menunggu" jawab Dika
"Dika, jika kamu ingin mendaftar lomba ini, kamu harus mengikuti antrian, karna yang lain juga mengatri untuk mendaftar" kata Anggota OSIS menegas kan dengan Dika agar dia mengikuti aturan untuk mengantri. Tetapi sifat kerasa kepala dan sombong Dika tidak bisa di hentikan, dia tetap ingin mendaftar lebih dulu tanpa mengantri.
"Aku tidak mau mengantri, pokonya aku mau mendaftar lebih dulu" ucap Dika langsung berjalan menerobos ke dalam ruang OSIS bersama temannya.
"Dika, kamu harus mengantri, jika tidak, kami tidak akan mencatat nama mu di sini" ucap anggota OSIS yang lain.
"Aku tidak mau mengantri, jika kalian tida mau mencatat nama ku, aku akan aduin kalian ke orang tua ku, aku pastikan kalian akan di keluarin dari keanggotaan OSIS ini" kata Dika dengan memaksa
Saat salah satu anggota OSIS seorang laki-laki ingin melawan perkataan Dika, anggota yang lain menahannya dengan cara memegang bahunya, dan melihat ke mata anggota OSIS tersebut dengan memberi kode menggelengkan kepalanya, bermaksud untuk jangn melawan Dika.
"Jadi bagaimana, apa nama ku akan di catat?"tanya Dika
"Baik lah, kami akan mencatat nama mu" jawab anggota OSIS yang menahan bahu anggota tadi.
Mereka pun mencatat nama Dika di buku, sedangkan yang lain masih mengantri.
Di waktu yang bersamaan, Sasya merasa kesal dengan sikap Dika yang menerobos antrian begitu saja.
"Kenapa sih, Dika itu bersika seperti itu, dia selalu ingin melakukan yang dia anggap benar, lihat lah, dia seenaknya saja menerobos seperti itu" omel Sasya yang sedang berdiri di belakang antrian bersama Anggara dan Indra.
__ADS_1
"Sudah lah sya, jangan marah-marah, biar kan aja dia mau berbuat apa"ucap Anggara menenangkan Sasya
"Benar kata Sasya gara, tidak bisa dong dia seenak nya seperti itu" jawab Indra membenarkan perkataan Sasya.
"Iya gara, jangan mentang-mentang dia anak orang kaya, tapi dia sudah semena-mena di sekolah ini, dia pikir, dia aja orang kaya, banyak yang lebih kaya dari dia" Sasya masih merasa tidak senang dengan perbuatan Dika.
Ketika Sasya sedang mengomel, Dika keluar dari ruangan OSIS sambil tersenyum melihat ke arah Anggara. Dia berjalan menuju Anggara yang masih berdiri.
"Dengar, aku sudah mendaftar kan diri ke perlombaan ini, kamu tidak akan bisa memenangkan perlombaan ini, hanya aku yang bisa mengikuti perlombaan ini" ucap Dika dengan mata jahat nya mengatakan pada Anggara.
"Terserah kamu mau bilang apa, yang menentukan aku kalah atau tidak itu bukan kamu, tapi juri yang menentukannya, dan aku tidak perduli aku kalah atau menang" tatap Anggara ke mata Dika dengan tatapan yang tegas.
"Kau benar gara, dengar ya! Yang menentukan Anggara menang atau kalah itu bukan kamu" tegas Sasya lagi pada Dika.
Karna itu, Dika menjadi tidak bisa berkata apa pun lagi, dia hanya diam..
"Ayo kita pergi dik, mereka itu tidak penting" ucap Bowo
"Bagus gara, kau bisa melawan perkataan Dika, aku sangat tidak suka dengannya, dia begitu sombong" ucap Sasya
Antrian makin lama makin berkurang, dan sudah waktunya untuk Anggara yang masuk ke dalam ruangan OSIS. Mereka bertiga masuk ke dalam ruangan OSIS secara bersamaan.
"Siapa yang mau mendaftar kan diri?"tanya anggota OSIS pada mereka bertiga.
"Ini kak, namanya Anggara" jawab Sasya.
Lalu anggota OSIS pun menulis nama Anggara di buku. Setelah nama Anggara terdaftar, mereka pun keluar dari ruangan OSIS tersebut.
"Nama mu kan sudah terdaftar gara, acara perlombaannya akan di laksanakan minggu depan, jika kamu bisa memenangkan perlombaan ini, kamu akan di kirim untuk mewakili sekolah kita di perlombaan antar sekolah gara" ucap Sasya sambil berjalan ke arah kelas mereka.
__ADS_1
"Aku tidak bisa janji sya, aku aja tidak tau aku bisa memenangkan perlombaan ini apa tidak, aku sama sekali belum pernah memperlihatkan hasil gambaran ku dengan orang lain, jadi aku tidak tau, apakah orang lain suka dengan gambaran ku atau tidak" jawab Anggara.
"Kau harus bisa gara, jika kau bisa memenangkan ini, nenek mu pasti senang mendengarnya" ucap Sasya
"Kamu kok mikirin perasaan nenek ku sya?"tanya Anggara sambil melihat ke Sasya.
"Eemm akuu.." Sasya menjawab pertanyaan Anggara dengan terbata-bata "aku.. karna nenek mu kan nenek ku juga, kita kan teman"ucap Sasya sambil senyum ke Anggara.
Mendengar jawaban Sasya, Anggara tersenyum melihat Sasya yang tersenyum. Saat itu, Indra sudah pergi ke kelas nya, jadi hanya Sasya dan Anggara saja yang sedang berjalan bersama menuju kelas.
"Sasya, Anggara.." panggil ketua Wali kelas mereka dari belakang mereka berdua.
"Iya bu" jawab Sasya sambil berbalik badan.
"Anggara, apa kau sudah mendaftar kan diri ke ruang OSIS?"tanya ketua Wali kelas Anggara.
"Sudah bu, kami baru selesai dari sana" jawab Anggara.
"Bagus lah kalau gitu Anggara, ibu senang jika kau mau mengikuti perlombaan ini" ucap Ibu Guru yaitu ketua Wali kelas mereka.
"Emang nya, Anggara sama sekali tidak pernah mengikuti lomba ya bu?"tanya Sasya
"Iya Sasya, ibu sering membujuk nya untuk mengikuti perlombaan yang di adakan di sekolah kita, tapi Anggara selalu menolak nya"jawab ketua Wali kelas mereka. "baik lah, Ibu mau ke kelas yang lain, Ibu harus mengajar di sana" ucap ketua Wali kelas
"Iya bu" jawab Anggara dan Sasya.
Ketua Wali kelas pun berjalan meninggalkan Anggara dan Sasya yang belum tiba di kelas nya. Mereka pun melanjutkan langkah kaki ke arah kelas mereka berdua.
Ketika tiba di depan kelas, semua siswa-siswi membicarakan tentang Anggara yang mengikuti perlombaan melukis yang akan di adakan di sekolah mereka.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like dan komennya😊