Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Anggara setuju mengikuti lomba melukis


__ADS_3

"Gara, kau pasti bisa, kemarin kau pernah melukis ku kan, sewaktu aku meminta mu melukis ku di bawah pohon itu, dan hasil nya sangat bagus gara, kau harus mengikuti lomba ini" Sasya mencoba meyakinkan Anggara untuk mengikuti lomba melukis yang di adakan di sekolah nya, dan lomba itu antar kelas.


"Iya gara, jika kau bisa melukis Sasya tidak ada salah nya kau mencoba mengikuti lomba ini" ucap Indra


"Baik lah, aku akan mencoba mengikuti lomba ini" jawab Anggara, dan dia setuju untuk mengikuti lomba melukis.


"Bagus gara, aku senang mendengar nya, sekarang kita bisa mendaftar kan namamu ke ruang osis" kata Sasya


"Iya sya" jawab Anggara


Anggara, Sasya dan Indra pergi ke ruang osis, setibanya di depan ruang osis, Sasya mengetuk pintu rungan osis tersebut.


"Iya, ada apa?" Kata seorang wanita yang keluar dari ruangan osis, dia adalah anggota osis.


"Maaf kak, tadi kami ada membaca pengumuman, kalau di sekolah kita akan mengadakan perlombaan melukis, apa kami bisa mengikutinya?" Tanya Sasya


"Bisa, siapa aja bisa mengikuti lomba ini, tapi mendaftarnya siang nanti ya, karna panitia lomba sedang tidak ada sekarang, istirahat nanti kamu bisa datamg ke sini lagi" jawab anggota osis tersebut.


"Baik lah kak, terima kasih kak" ucap Sasya


Karna belum bisa mendaftar sekarang, Anggara, Sasya dan Indra harus kembali lagi ke ruang osis jam istirahat.


"Jam istirahat nanti, kita ke sini lagi gara, kita akan mendaftar kan nama mu" kata Sasya dengan bersemangat.


"Iya sya, terima kasih sya" kata Anggara sambil berjalan bersamaan dengan Sasya dan Indra menuju kelas nya.


"Kamu kan teman kami, jadi sebagai teman, kita harus saling mendukung, hadiah lomba nya juga lumayan gara" kata Sasya


"Iya sya" jawab Anggara


Sambil berjalan menuju kelas, mereka saling berbicara.


"Aku duluan ya sya, gara" ucap Indra karna kelas nya berbeda.


"Iya ndra, siang nanti kita bertemu di sini ya, kita ke ruang osis bersama" kata Sasya pada Indra ketika sedang di persimpangan antara kelas Indra dan Sasya.


"Iya sya" jawab Indra, lalu Indra pun berbelok ke kelas nya.


Anggara dan Sasya melanjutkan langkah kaki nya ke arah kelas mereka.

__ADS_1


"Sya, kenapa kau begitu yakin aku bisa memenangkan lomba ini sya?" Tanya Anggara


"Aku yakin karna aku tau kamu bisa melukis gara, hasil lukisan mu kemarin sangat bagus" jawab Anggara


Mendengar itu Anggara tersenyum dengan sendiri nya, tanpa dia sadari bibir nya tersenyum lebar. Langkah demi langkah mereka tiba di depan kelas nya, di dalam kelas sudah ada beberapa siswa yang datang, tapi tidak semua siswa yang sudah datang.


Di kelas banyak yang membicarakan tentang lomba melukis tersebut.


"Sya" kata teman yang satu kelas dengannya yaitu Lani


"Iya lan, ada apa?" Tanya Sasya sambil berbelok ke arah Lani yang sedang berdiri, Anggara melanjutkan langkah nya ke kursi tempat dia duduk.


"Kau sudah tau tentang lomba di sekolah kita?" Tanya Lani


"Sudah lan, tadi aku melihat pengumumannya di mading" jawab Sasya


"Apa kau ingin mengikuti lomba itu?" Lani bertanya pada Sasya


"Tidak lan, aku tidak bisa melukis, tetapi Anggara mengikuti nya" jawab Sasya


"Benarkah, apa dia bisa melukis, selama ini dia tidak pernah mengikuti lomba apa pun" kata Lani


"Baik lah, aku lihat kalian selalu bersam akhir-akhir ini, bagaimana kau bisa mendekati dia yang pendiam seperti itu?" Tanya Lani


"Ceritanya panjang, ya sudah aku mau antar tas ke bangku ya" jawab Sasya


"Baik lah" kata Lani


Sasya berjalan menuju bangku nya, di sana Anggara sudah duduk sambil melihat arah luar jendela.


"Gara, kau sedang melamunkan apa?" Tanya Sasya sambil duduk di kursi


"Tidak, aku tidak melamunkan apapun" jawab Anggara


Tak lama kemudian, Dika dan temannya datang.


"Hai semuanya, apa kalian sudah tau tentang lomba melukis itu?" Tanya Dika pada seluruh siswa yang ada di dalam kelas saat itu


"Tentu saja kami tau" jawab beberapa siswa

__ADS_1


"Siapa di antara kita yang mengikuti lomba itu?" Tanya Dika lagi yang sedang berdiri di depan semua siswa sambil menghadap ke arah siswa.


Ketika Dika menanyakan hal itu, tidak ada satu pun yang menjawabnya. Sasya ingin menjawab nya tapi di tahan oleh Anggara.


"Kenapa gara, kenapa kau menahan ku untuk menjawab pertanyaannya itu?" Tanya Sasya


"Jangan di jawab sya, biar kan saja, jika kita memberitahu padanya, dia pasti berusaha menggagal usaha kita"jawab Anggara


"Baik lah, aku tidak akan memberitahunya" kata Sasya


"Sepertinya di sini tidak ada yang mengikuti lomba itu ya, baik lah, dengar kan ya, aku Dika anak orang yang kaya, akan mengikuti lomba ini, dan aku lah yang akan mememangkan lomba nya" ucap Dika dengaj suara lantang.


Semua siswa hanya diam, karna mereka tidak ada yang suka dengan Dika.


"Kenapa semua nya diam, apa kalian kagum dengan keberanian ku mengikuti lomba ini" ucap Dika, tapi tidak ada yang menjawab nya.


"Sudah lah, percuma aku berbicara pada kalian, kalian memang bodoh" kata Dika dengan rasa sombong sambil berjalan menuju bangku nya. Semua siswa memaling kan wajah nya karna tidak suka dengan sifat Dika yang sombong itu.


"Lihat lah gara, dia sangat sombong, semua siswa di sini kelihatannya tidak suka padanya, aku muak melihatnya" kata Sasya dengan suara pelan


"Biar kan saja sya" kata Anggara.


"Iya gara, kau benar, biar kan saja dia mau bersikap seperti apa, tidak ada yang mau berteman dengannya, selain dua orang temannya itu" kata Sasya.


Anggara mengambil buku dari dalam tas nya, lalu dia membuka lembaran buku dan membacanya.


"Gara, kau sedang apa?" Tanya Sasya


"Aku sedang belajar" jawab Anggara


"Kau rajin belajar ya, pantes jika kau yang terpintar di sekolah ini" kata Sasya


"Dari mana kau mengetahui bahwa aku paling pintar di sekolah ini? aku saja tidak tau tentang hal itu"tanya Anggara


"Lani yang mengatakan itu, dia bilang kau sangat pintar, kau selalu menjadi juara satu di kelas, dan nilai mu paling tinggi di antar murid-murid di sekolah ini, Lani juga mengatakan, kau tidak pernah mengikuti lomba apa pun, kenapa kau tidak pernah mengikuti lomba gara?" Tanya Sasya dengan rasa penasarannya.


"Karna aku tidak suka di tonton banyak orang, itu membuat ku menjadi canggung" jawab Anggara


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2