
"Sudah lah, aku mau tidur, hari juga sudah larut malam" Angga masuk ke dalam rumah nya.
Di kamar dia berbaring di atas kasur nya, sambil menatap foto yang ada di atas meja belajar nya, foto dia bersama Sasya dan Indra semasa mereka sekolah dulu.
Tak lama itu, Anggara mulai terlelap dalam tidur nya.
Esok harinya, Anggara berangkat ke kampus nya di mana dia berkuliah, sebelum dia berangkat, dia lebih dulu menyiapkan makan pagi untuk Nenek, karena Nenek belum bisa terlalu banyak bergerak.
Di kampus Anggara sangat terkenal dengan sifat dingin nya, belum ada satu pun yang berhasil mendekati nya. Anggara berjalan menuju ruangannya tanpa melihat ke kanan dan ke kiri. Tetapi ada aja salah satu mahasiswa yang tidak senang dengan Anggara, dia juga satu ruangan dengan nya, dia memiliki sifat keras kepala, dia juga kaya, bahkan dia terkenal dengan sikap angkuh nya, dia tampan, tapi ketampanannya belum bisa mengalahkan ketampanan Anggara, hanya saja dia terlalu percaya diri, dan dia selalu mengandal kan uang milik orang tuanya, namanya Zidan, dia cukup pintar, dia juga bisa meraih nilai yang bagus, semenjak Anggara kuliah, nilainya bisa di kalahkan oleh Anggara. Anggara dan dia beda satu tahun, lebih tua Zidan dari pada Anggara. Tetapi walaupun Zidan umur nya lebih tua dari Anggara, sifatnya masih saja seperti kekanakan, dia selalu di manjakan oleh orang tua nya, dan timbul lah sifat jahat yang tidak mau di kalahkan oleh siapa pun, dia hanya ingin namanya saja yang terkenal di kampus, sebelum Anggara kuliah, namanya lah terkenal di kampus, bahkan dia juga di lirik banyak para wanita.
"Semenjak Angga masuk di Universitas ini, semua wanita tidak ada lagi yang melirik aku, bahkan semua orang mengaggumi nya, apa yang lebih darinya, dia terlihat biasa-biasa saja, dia juga terlihat tidak kaya, dia hanya berteman dengan kutu buku itu" ucap Zidan sambil melihat ke arah Anggara yang sedang duduk bersama Indra.
Tak lama kemudian, Dosen masuk ke ruangan mereka, dan mereka mulai menyimak yang di terangkan oleh Dosen. Angga hanya melihat ke arah Dosen, dan tidak terlalu memperdulikan di sekitar nya. Kekuatan yang dia miliki, dia gunakan hanya pada saat tertentu saja, tidak ada satu pun yang tau tentang kekuatannya, termasuk Sasya dan Indra, hanya Nenek nya sendiri yang tau tentang kekuatan nya itu. Dia tidak mau ada yang tau kondisinya sekarang, dia berpikir jika Indra dan Sasya tau, mereka bakalan pergi dari sisinya, dia hanya memiliki mereka sebagai teman, dan hanya mereka berdua yang dia percaya, dia tidak percaya terhadap siapa pun.
Setelah Dosen menerangkan pembelajarannya, Dosen pun memberikan tugas pada mahasiswa yang ada di ruangan.
"Gara, kita kerjakan bersama aja tugas nya, aku bosan di rumah terus" kata Indra
"Baik, kita kerjakannya di mana?"
"Di Caffe dekat kampus ini bagaimana? "
"Baik lah, besok pulang dari kampus ya"
"Oke"
Indra dan Anggara keluar dari ruangan bersama, mereka berjalan menuju kantin, karena jam makan siang sudah tiba. Anggara memesan makanan begitu juga Indra, lalu mereka duduk di kursi yang ada di kantin. Saat sedang duduk ada seorang wanita menghampiri Anggara.
"Hay, perkenalkan nama ku Susi" ucap nya sambil menyorong kan tangannya untuk bersalaman dengan Anggara. Anggara bingung kenapa dia tiba-tiba mengajaknya berkenalan.
"Nama ku Anggara" jawab Anggara dan membalas salaman Susi.
"Boleh aku duduk di sini, dan ikut gabung dengan kalian berdua"
"Boleh saja" jawab Indra.
__ADS_1
"Aahh ia, aku lupa, kenal kan aku Susi" ucap Susi dan langsung bersalaman dengan Indra
"Nama ku Indra"
Susi langsung duduk di samping Anggara.
Susi adalah orang yang manis, tubuh nya kecil, tetapi dia juga pintar di kampus, dia berasal dari keluarga yang sederhana juga, dia masuk ke Universitas karena mendapatkan beasiswa, karena kepintarannya. Dia tidak memiliki teman, dia di kucilkan oleh orang-orang, karena itu dia berani mendekati Anggara, dia melihat Anggara adalah orang yang sangat dingin, dan Susi juga ingin mendapatkan teman yang baik.
"Apakah kalian sudah berteman sejak lama? " tanga Susi pada Anggara dan Indra
"Ia, kami berteman sejak masih sekolah" jawab Indra, Anggara tetap berdiam diri
"Boleh kah aku menjadi teman kalian?"
"Tidak" jawab Anggara dengan cetus
"Kenapa? apa aku berbuat salah pada kalian? "
"Hehe, tidak Susi, Anggara orang nya emang seperti itu, jangan di masukan ke dalam hati ya" jawab Indra dengan rasa tidak enak pada Susi
"Baik lah" jawab Anggara.
Mendengar itu, Susi tersenyum bahagia
"Terimakasih Anggara, terimaskasib Indra"
"Kamu semester berapa?" tanya Indra
"Aku baru masuk di Universitas ini" jawab Susi
"Berarti kita berada di semester yang sama"ucap Indra
" Ia, Anggara, kenapa kamu berdiam saja dari tadi"tanya Susi, Anggara tetap berdiam dan meneruskan makannya.
"Tidak ada apa-apa"
__ADS_1
Susi orang yang ceria, walaupun dia di abaikan Anggara, Susi tetap ingin menjadi teman nya.
"Aku sudah selesai makan" ucap Anggara.
"Susi, kami duluan ya" ucap Indra.
"Ia"
Anggara dan Indra pergi dari ke kantin, dan kembali ke ruangan belajar mereka.
"Anggara, kenapa kamu masih saja dingin, banyak wanita yang mendekati mu, tapi kamu tolak, padahal mereka cantik-cantik tau"
"Aku tidak tertarik dengan mereka" jawab Anggara
"Oia, apa kamu dapat kabar dari Sasya, aku belum mendapatkan kabar darinya"
"Malam tadi dia mengabari ku, dia tidak sempat mengabari karena dia sibuk dengan urusan nya"
"Dia mengabari mu, tapi tidak mengabari ku"
"Mungkin dia sangat sibuk, jadi dia tidak sempat untuk memberi kabar pada mu ndra"
"Mungkin saja"
Sesampainya mereka di depan pintu ruangan nya, Anggara memberhentikan langkah nya.
"Kenapa gara?, kamu tiba-tiba berhenti"
"Aku merasakan hal yang aneh" jawab Anggara.
Anggara langsung menggunakan kekuatan temba pandang nya, dia melihat di balik pintu itu terdapat ember berisi tepung di atas nya, jika mereka membuka pintu, ember itu akan terjatuh.
"Siapa yang menaruh ember berisi tepung di atas pintu" ucap Anggara, dan itu terdengar oleh Indra
"Apa gara, ember di atas pintu, aku tidak melihat nya" kata Indra sambil melihat ke atas pintu. Anggara menendang pintu itu menggunakan kakinya, dan benar, ternyata ember itu menumpahkan tepung dari atas pintu.
__ADS_1
Bersambung..