Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Anggara merasa kehilangan Nenek


__ADS_3

"Ia gar, tapi sekarang sudah merasa mendingan kok gar, mungkin karena di kasih obat tadi" ucap Sasya.


"Bagus lah kalau gitu sya"


"Yuk pak, kita pulang, aku pulang dulu ya gar, sampai ketemu besok" ucap Sasya pada Anggara, Sasya melambaikan tangan nya pada Anggara dan Anggara membalas lambaian tangan Sasya, setelah Sasya pulang, Anggara kembali masuk ke dalam rumah.


"Gar, aku boleh nanya sesuatu gak sama kamu" ucap Indra ketika Anggara duduk di kursi.


"Mau nanya apa ndra, ya tinggal nanya aja"


"Kamu suka ya sama Sasya?"


Mendengar itu, Anggara terkejut, Anggara diam sejenak, dia bingung mau menjawab apa, jika dia menjawab ia, apa Indra akan tidak mau menjadi teman nya lagi, tapi jika dia bilang tidak, itu sama aja dia berbohong sama Indra, Anggara sudah mulai mengerti rasa yang dia miliki dengan Sasya adalah rasa suka, cinta, ketertarikan pada Sasya.


"Gar, kok kamu diam, kamu beneran suka ya sama Sasya?" tanya Indra lagi, karena Anggara belum menjawab nya.


"Hahaha, kamu nanya apaan sih ndra, sudah lah, jangan nanya hal yang aneh-aneh, aku masuk ke kamar dulu ya" ucap Anggara langsung berdiri dari tempat duduk nya, dan pergi ke dalam kamar. Indra masih berada di luar, dia belum masuk ke kamar.


"Apa yang harus aku lakukan, Indra sahabat aku sendiri suka sama Sasya, wanita yang juga aku sukai, apa aku harus kehilangan mereka berdua, aku tidak mau kehilangan mereka berdua, hanya Indra dan Sasya saat ini yang aku miliki" ucap di dalam hati Anggara, dia duduk di atas kasur nya sambil menatap ke foto mereka bertiga yang ada di atas meja.


"Gara" ucap Indra masuk ke dalam kamar.


"Sebaik nya aku pulang ke rumah gar"


"Kenapa ndra, kamu tidak nyaman ya tinggal di sini?"


"Gak lah gar, bukan karena itu, aku sudah beberapa hari di sini, nanti orang tua aku malah kepikiran, soal nya aku belum ada bilang aku di mana, Abang ku juga sudah pulang ke rumah kata nya"


"Bener ni gak ada karena hal lain ndra"


"Ia gar, gak ada hal lain kok"


"Ya udah kalau kamu mau nya gitu, terimakasih ya kemarin sudah bantu pemakaman Nenek aku ndra"


"Sama-sama gar"

__ADS_1


Indra mengambil tas nya yang berisi pakaian, lalu dia pun pulang menggunakan sepeda motor nya.


Anggara mengunci pintu rumah setelah Indra pulang, dan dia kembali masuk ke dalam kamar, lalu berbaring.


Di malam hari, Anggara makan nasi di meja makan sendirian, Anggara mulai merasa sedih karena merasa kehilangan sosok Nenek di sisi nya, biasa nya Nenek yang menemani nya makan.


"Hari ini, aku mulai hidup tanpa Nenek, biasa nya, Nenek lah yang menemani ku makan, saat aku telat pulang, Nenek menunggu ku di rumah, hanya Nenek yang sangat perduli yang ada di sisi ku, aku merasa kehilangan Nenek" ucap Anggara sambil menatap nasi di atas piring. Air mata nya tanpa di sadari menetes ke pipi nya, Anggara sangat menyayangi Nenek nya, Anggara selama ini hanya memiliki Nenek sebagai keluarga nya.


Anggara mulai menyuapi nasi ke dalam mulut nya, sendok demi sesendok, dia menyuapi ke mulut, Anggara sangat merasa kehilang Nenek nya.


Selesai makan, Anggara kembali ke kamar, dan dia langsung baring ke atas kasur, dan dia memejam kan mata nya, tak lama itu, dia terlelap ke dalam tidur nya.


Esok hari, Anggara bersiap-siap untuk pergi kuliah, dia menutup jendela, pintu dapur, lalu dia keluar rumah, dan megunci pintu depan.


Anggara memanas sepeda motor, lalu dia pun berangkat ke kampus.


Setibanya di kampus, Anggara tidak melihat sepeda motor milik Indra, biasa nya Indra tiba duluan di kampus, karena rumah Indra lebih dekat ke kampus dari pada rumah Anggara.


"Tumben Indra belum datang, biasa nya juga, dia yang lebih duluan datang ke kampus" ucap Anggara hendak berjalan ke dalam kampus.


"Sasya, kaki kamu masih sakit ya" tanya Indra karena melihat Sasya berjalan terpingkak.


Anggara langsung mendekati Sasya dan membantu Sasya berjalan.


"Ia gar, tapi aku sudah bisa berjalan sendiri, walau masih sedikit sakit gar" jawab Sasya.


"Biar aku bantu berjalan ya" ucap Anggara memopong Sasya.


"Anggara" panggil Raisa, dia juga baru saja datang.


"Ada apa?" tanya Anggara memberhenti kan langkah nya.


"Kamu ngapain?" tanya Raisa.


"Kamu tidak lihat, aku lagi bantu Sasya berjalan" jawab Anggara.

__ADS_1


"Manja banget sih kamu, kamu tidak bisa ya berjalan sendiri, itu aja mau di bantu sama Anggara, anak Mami banget kamu" ucap Raisa cetus.


"Raisa, Sasya lagi sakit, sudah sewajar nya aku membantu dia, kamu siapa, yang bisa mengatur aku" jawab Anggara kesal.


"Kan dia bisa berjalan sendiri gar, kenapa harus kamu yang bantu"


"Ayo kita masuk sya, jangan dengar kan dia, biar kan aja dia" ucap Anggara kembali membantu Sasya berjalan.


"Anggara, kamu tega ya, tinggalin aku di sini" ucap Raisa, namun Anggara tidak memperdulikan nya, dan tetap berjalan bersama Anggara menuju ke dalam kampus.


"Gar, dia kenapa? kenapa dia begitu sama kamu gar, kaya dia mau mengatur kamu" ucap Sasya.


"Itu maka nya aku tidak suka dengan nya, aku tidak suka sikap nya seperti itu, padahal aku juga tidak terlalu kenal dia, tapi dia seperti sudah kenal lama dengan ku, bahkan dia berani mengatur hidup ku" jawab Anggara sambil memopong Sasya berjalan dengan perlahan.


"Aku kurang suka sama dia, ku lihat, dia terlihat sombong gar"


"Ia sya, aku juga kurang suka sama dia"


Sesampai nya di dalam ruangan, Anggara membantu Sasya duduk di kursi nya, dan Anggara duduk di kursi nya.


"Indra belum datang ya gar?" tanya Sasya melihat kursi Indra kosong.


"Seperti nya belum sya, biasa nya dia yang datang duluan, kan rumah nya dekat dari sini, tumben hari ini dia belum datang" jawab Anggara.


"Mungkin dia sedikit terlambat datang aja gar" ucap Sasya.


"Mungkin aja sih sya"


Beberapa menit kemudian, Indra pun datang.


"Ndra, kenapa kamu baru datang?" tanya Anggara pada Indra yang baru saja meletak kan tas nya ke atas meja.


"Aku terlambat bangun gar, malam tadi aku tidak bisa tidur, gara-gara orang tua ku bertengkar, mereka masih bertengkar aja gar"


"Sabar aja ndra, biar kan aja orang tua mu menyelesaikan masalah nya sendiri ndra" ucap Sasya.

__ADS_1


__ADS_2