
Selesai Indra mandi, Indra pun langsung bersiap-siap pergi kuliah, sedangkan Anggara sedang masak bubur untuk makan Nenek.
"Gara, aku pergi ya" ucap Indra mau pergi ke kampus.
"Ia ndra"
Setelah Anggara masak bubur, Anggara pun membangunkan Nenek untuk sarapan.
"Nek" panggil Anggara sambil mengetuk pintu kamar Nenek, karena pintu kamar Nenek tidak di kunci, Anggara langsung masu ke kamar, dan membangun kan Nenek yang sedang tidur.
"Nek, bangun, sarapan dulu" ucap Anggara sambil menggoyangkan badan Nenek dengan pelan.
"Ia gara" jawab Nenek membuka mata nya.
"Ini sarapan dulu nek, udah tu baru minum obat"
Anggara membantu Nenek duduk di tempat tidur nya, lalu menyuapi Nenek bubur, terlihat wajah Nenek yang sangat lemah, dan pucat, Anggara sangat khawatir dengan keadaan Nenek.
"Nek, apa kita ke puskesmas aja, tubuh Nenek masih panas, dan wajah Nenek pucat" ucap Anggara yang sedang menyuapi Nenek bubur.
"Tidak perlu gara, Nenek hanya butuh istirahat aja"
"Tapi nek, tidak ada salah nya kita ke puskesmas, kan dekat juga, gara tidak tega lihat Nenek sakit gini"
"Baik lah, nanti kita ke puskesmas, tapi jangan sekarang ya, sekarang kan masih pagi juga, agak siangan aja"
"Ia nek"
Selesai Anggara memberikan makan Nenek, Anggara juga tidak lupa memberikan obat penurun panas pada Nenek.
"Kamu tidak pergi kuliah?" tanya Nenek karena sudah jam nya Anggara pergi kuliah.
"Tidak nek, Nenek lagi sakit gini, mana mungkin gara tinggalkan Nenek sendirian di rumah"
"Nanti kamu ketinggalan pelajaran"
"Tidak nek, kan ada Indra juga, nanti gara bisa minta sama Indra pelajaran hari ini, lagi pun Indra nginap di sini nek"
"Sejak kapan Indra di sini, Nenek kok tidak tau"
"Malam tadi Indra ke sini, karena orang tua nya bertengkar, jadi dia milih nginap di sini dari pada mendengar orang tua nya bertengkar"
"Apa orang tua nya tidak mencari nanti"
"Anggara juga tidak tau nek, biar lah Indra tenang dulu di sini, nanti baru Anggara kasih nasehat pada nya"
__ADS_1
"Ia"
"Kalau gitu, Anggara keluar ya, Nenek istirahat lah di sini dulu, kalau ada apa-apa panggil aja gara"
"Ia"
Anggara keluar dari kamar Nenek dan membawa mangkok bubur tadi serta gelas air minum, lalu dia mencuci nya.
Setelah itu, Anggara memasak nasi karena nasi sudah habis, sambil menunggu nasi masak, Anggara mengambil bahan makanan di dalam kulkas nya, yang ada hanya sayur dan ikan, stok bahan untuk lauk tinggal sedikit.
"Nanti aku harus ke pasar ni, beli bahan buat lauk, soal nya udah tinggal sedikit, aku masak sayur sama ikan aja dulu" ucap Anggara.
Lalu dia pun masak lauk yaitu sayur dan ikan, ikan dia goreng lalu dia sambal, sedangkan sayur dia tumis kuah.
Hari sudah mulai siang, Anggara melihat kembali keadaan Nenek, memastikan apakah Nenek sudah membaik.
"Nek" panggil Anggara dan membuka pintu kamar Nenek.
"Ia gara" jawab Nenek yang sedang terbaring.
"Bagaimana dengan keadaan Nenek, masih terasa lemas ya"
"Masih sama aja gar"
"Kita ke puskesmas aja sekarang ya nek, nanti Nenek semakin sakit, jika kita tidak pergi berobat sekarang"
"Ia"
Anggara mengambil tas dan dia berganti pakaian, dan dia mengunci semua jendela rumah nya, agar tidak ada yang masuk ke rumah, lalu membantu Nenek berjalan kedepan rumah.
"Nenek tunggu bentar, Anggara kunci pintu" ucap Anggara.
"Ia"
Setelah itu, Anggara dan Nenek pergi ke puskesmas menggunakan sepeda motor, Nenek duduk di belakang Anggara dan memegang tubuh Anggara agar tidak terjatuh.
Sesampai nya di puskesmas, Anggara membawa Nenek ke dalam, dan duduk di kursi tunggu.
"Pak, saya mau periksa keadaan Nenek, dia sedang sakit" ucap Anggara pada suster di puskesmas tersebut.
"Ia mas, ini pakai kursi roda aja, kita bawa ke ruangan ya" jawab suster itu dengan memberikan kursi roda, lalu Anggara membantu Nenek duduk di kursi roda dan di bawa ke ruangan untuk di periksa.
Tak lama kemudian, Dokter keluar dari ruangan, setelah meriksa keadaan Nenek.
"Bagaimana Dokter, keadaan Nenek saya?"
__ADS_1
"Nenek hanya demam tinggi saja, nanti saya kasih resep obat nya, tebus obat nya di apotik yang ada di depan ya" jawab Dokter itu.
"Terimakasih dok" Anggara langsung masuk ke dalam ruangan dan membantu Nenek duduk kembali ke kursi roda, Nenek tidak bisa berjalan karena tubuh nya yang masih terasa lemas.
"Nenek tunggu di sini ya, gara ambil obat resep obat nya dulu" ucap Anggara melatak kan kursi roda Nenek di tempat tunggu.
"Ini resep obat nya" ucap Dokter dan memberikan kertas pada Anggara yaitu resep obat yang sudah di tulis.
"Terimakasih dok"Anggara mengambil kertas itu dan pergi ke apotik untuk menebus obat nya.
Setelah itu Anggara juga membayar biaya pemerikasaan.
Selesai semua, Anggara membawa Nenek pulang ke rumah, tiba di rumah, Anggara memberikan Nenek makan bubur, karena Nenek cuma makan pagi tadi, setelah makan Anggara juga memberikan Nenek obat yang sudah dia beli di puskesmas.
Di kamar Anggara memikirkan keadaan Nenek nya, dia takut jika dia di tinggal kan Nenek, hanya Nenek lah keluarga yang saat ini dia punya, semenjak Ayah nya meninggal, Tante dan Oom nya, tidak pernah menjenguk dia dan Nenek di rumah, jadi Anggara memutuskan hanya Nenek lah keluarga dia tidak ada yang lain lagi.
Anggara tiba-tiba terlelap ke dalam tidur nya, dan dia memimpikan kejadian dulu yaitu saat Ayah nya terbakar dengan api.
"Ayaaahhhh, Ayaahh, Ayaaahh, jangan tinggal kan gara yaahh" teriak Anggara ingin meraih tangan Ayah nya, tapi Anggara tidak bisa menyelamatkan Ayah.
"Ayaahh" Anggara pun terbangun dari tidur nya.
"Ayah, andai aja aku bisa menyelamatkan mu waktu itu, mungkin Ayah ada sampai saat ini" air mata menetes ke pipi Anggara.
"Anggara" suara panggilan dari depan rumah nya, dan itu seperti suara Indra.
"Itu suara Indra, emang nya sudah jam berapa sekarang" Anggara melihat jam di handphone nya, dan ternyata sudah sore, wajar jika Indra sudah pulang. Anggara pun langsung membuka kan pintu.
"Sasya" ucap Anggara ketika membuka pintu dan melihat ada Sasya bersama Indra.
"Aku tadi dengar kabar Nenek dari Indra, jadi aku ke sini bersama Indra" ucap Sasya.
"Ia gar, dia mau ikut ke rumah kamu, katanya mau lihat Nenek"ucap Indra
"Ya sudah, ayo masuk ke dalam"
Sasya masuk ke dalam rumah Anggara, dan duduk di kursi tamu.
"Nenek mana gar?" tanya Sasya.
"Ada di kamar nya, aku panggilin ya"
"Gak usah, aku aja yang ke kamar Nenek"
"Ayo, aku antar kamu ke kamar Nenek"
__ADS_1
Anggara dan Sasya ke kamar Nenek, sedangkan Indra masuk ke kamar Anggara meletak kan tas nya di kamar.
"Nek" panggil Anggara dari depan pintu.