
"Iya nek, gara juga ingat waktu itu, setiap kali Nenek dan Kakek datang ke rumah gara, gara selalu minta masakan lauk ini sama Nenek, karna masakan Nenek sangat enak" kata Anggara sambil mengambil nasi ke dalam piring nya, lalu mengambil lauk.
"Iya gara, Nenek sangat rindu masa itu, waktu itu, ayah mu terlihat sangat bahagia jika melihat dirimu bahagia" kata Nenek menyendok nasi ke dalam piring nya
"Iya nek, gara juga sangat rindu, gara rindu dengan Ayah nek, gara juga rindu ibu" ucap Anggara dengan rasa bersedih
"Sudah sudah, jangan bersedih gara, kan masih ada Neenek, sekarang kamu habisin makanan kamu ya" kata Nenek
"Iya nek" ucap Anggara dengan senyuman.
Anggara dan Nenek mulai menyuap nasi nya ke dalam mulut, Anggara makan dengan sangat lahap karna saat itu adalah lauk kesukaannya, Nenek melihat Anggara yang makan sangat lahap membuat hatinya merasa senang.
"Kasihan gara, dia sudah di tinggalkan dengan orang tuanya sejak kecil, sekarang hanya ada aku yang dia harap kan, aku sebagai Nenek nya hanya bisa membuat nya selalu senang, tapi tidak bisa membuat dia seperti teman-temannya yang lain, yang mempunyai segalanya" ucap di dalam hati sang Nenek sambil menatap ke arah Anggara.
"Kenapa nek, kenapa nenek berhenti makan?" Tanya Anggara karna melihat Nenek yang sejenak berhenti menyuap nasi ke dalam mulut nya, dan melihat ke arah dirinya dengan mata yang mulai berlinang.
"Tidak apa-apa gara" jawab Nenek mengalihkan pandangannya ke arah piring berisikan nasi dan lauk.
Anggara melanjutkan makannya, dan dia sudah tiga kali tambah nasi.
"Aaaggg" Anggara mengeluarkan suara sendawa nya.
__ADS_1
"Sudah kenyang gara?" Tanya Nenek
"Sudah nek, sekarang gara mau cuci piring nya dulu" kata Anggara sembari mengambil piring kotor nenek.
"Tidak usah gara, biar Nenek aja yang cuci piring" ucap Nenek menahan tangan Anggara yang sedang memegang piring nya
"Tidak apa nek, gara kan bisa mencuci piring, gara mau membantu nenek" kata Anggara
"Baik lah gara" ucap Nenek melepaskan pegangannya.
Anggara pun membawa piring-piring kotor ke tempat pencucian piring. Dia menggerakan tangannya ke arah tempat sabun cuci piring, lalu mengambil tempat sabun itu dan meneteskan sabun ke dalam mangkuk berisikan air, setelah itu dia menggoyang air yang sudah di taruh sabun tadi dengan spon cuci piring, sudah melihat air nya berbusa, Anggara pun mulai mencuci piring satu persatu dengan sangat bersih.
Selesai mencuci piring, Anggara masuk ke dalam kamar nya, dan duduk di kursi meja belajar miliknya. Sejenak dia merenung ke arah buku dan pensil yang terletak di atas meja, dia memikirkan tentang bagaimana cara mengendalikan kekuatan pendengarannya. Teringat tentang kejadian di jalan menuju rumah nya, dengan tiba-tiba pendengarannya menjadi tajam.
Dia berusaha mengingat apa yang dia lakukan saat kejadian itu sehingga kekuatan pendengarannya datang, dia mengulang ingatannya dari Indra yang berbelok ke jalan yang mengarah ke rumah nya, setelah itu dia tidak melakukan apapun dia hanya mengayuh sepeda dengan perlahan dan tidak ada pikiran hanya fokus pada satu arah yaitu jalanan.
"Aku tidak melakukan apapun, hanya saat itu aku tidak memikirkan hal lain, daaaannn... iyaaa aku ingat, saat itu aku dengan tidak sengaja memikirkan tentang pendengaran ku saja, aku fokus dengan pendengaran ku, dan saat itu telinga ku sedikit bergerak, setelah iti baru aku bertenu dengan polisi itu, apa itu caranya agar pendengaran ku yang tajam itu datang" ucap Anggara dengan rasa semangat
Anggara ingat tentang pendengarannya yang tajam itu datang, dia pun mau mencobanya lagi agar bisa mengendalikan kekuatannya itu. Dia mulai memfokuskan pikirannya hanya pada pendengarannya saja, tanpa memikirkan hal lain, dan dia mencoba menggerakan telinganya, Anggara sudah bisa menggerakan telinganya sejak dulu. Dan akhir nya pendengarannya yang tajam bisa datang, dia mendengarkan suara-suara burung, kalelawar, suara kaki yang sedang berjalan.
"Aku bisa, aku bisa, aku bisa mengeluarkan pendengaran tajam ku ini, aku sudah bisa" saat Anggara merasa senang, tidak tau kenapa tiba-tiba pendengarannya yang tajam itu hilang dengan sendiri nya.
__ADS_1
"Loo kok pendengaran ku yang tadi hilang, aku belum melakukan sesuatu yang bisa membuat pendengaran ku tadi hilang, lalu kenapa sekarang aku tidak mendengarkan suara yang tadi" ucap Anggara merasa bingung.
Kekuatan pendengarannya tidak sempurna dia dapatkan, dia butuh waktu untuk menyempurnakan kekuatannya itu. Tidak seperti kekuatan tembus pandangannya yang sudah sempurna bisa dia gunakan, kekuatan pendengarannya yang tajam sangat lah susah di kuasai, jika belum sempurna dia akan hilang dengan sendiri nya, tapi Anggara sudah bisa mengeluarkan kekuatan pendengarannya itu.
"Sudah lah, aku mau membuat komik lagi, cerita nya belum selesai, aku akan mencoba nya di lain waktu"ucap Anggara sembari mengambil pensil dan buku komiknya.
Anggara mulai menggambar karakter komik yang sudah dia buat, dia melanjutkan cerita komiknya.
Selain menggambar komik, Anggara suka melukis, dia melukis tentang orang tua nya, dia melukis wajah ibu dan ayan nya di kertas putih, lukisannya tidak lah berwarna hanya di hiasi dengan warna pensil.
Di dinding kamar nya, ada beberapa lukisan wajah ayah dan ibu nya yang di lekat kan, dia hanya memiliki satu foto kenangan bersama ibu dan ayah nya, saat itu dia masih kecil, mereka berfoto bertiga di suatu taman bunga, hanya itu lah yang Anggara miliki sebagai kenangan, karna ibu Anggara meninggal karna penyakitnya dan saat dia berumur tujuh tahun.
Ayah nya sangat mencintai ibu Anggara, banyak wanita yang menyukai ayah nya setelah kepergian ibu Anggara, tetapi semua di tolak, karna ayah Anggara hanya memiliki satu wanita di hatinya yaitu Ibu Anggara.
Anggara di warisi kalung liontin yang berisikan foto ayah dan ibu nya, kalung itu selalu Anggara pakai tanpa di ketahui banyak orang, dia sangat menyayangi kalung itu, karna saat ibu nya sedang sakit, Anggara di berikan kalung liontin itu dan ibu nya berpesan untuk selalu menjaga kalung itu, Anggara pun berjanji untuk menjaganya.
"Sudah selesai, rasanya capek juga menggambar ya, tapi aku suka membuat komik" ucap Anggara sambil meregangkan tangan nya
"Sekarang aku mau tidur, besok pagi-pagi harus bangun, karna aku mau buat sarapan untuk nenek"Anggara bangun dari kursi nya dan berjalan ke tempat tidur..
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya😊