
"Gara, aku sudah selesai ni mandi nya" ucap Indra masuk ke dalam kamar Anggara dan melemparkan handuk pada Anggara.
"Kalau kamu mau berkeliling ke luar rumah, tidak apa, mana tau kamu suntuk di kamar"
"Nanti aja, sekarang aku mau rebahan dulu"ucap Indra langsung berbaring ke atas kasur Anggara.
"Ya sudah lah, kalau gitu aku mandi dulu"
Selama Anggara mandi, Indra celingak celinguk melihat sekeliling kamar Anggara, dia berdiri berjalan menuju meja belajar nya Anggara, lalu dia mengambil foto yang ada di atas meja, itu adalah foto mereka bertiga bersama Sasya. Sambil mengusap-usap wajah Sasya menggunakan ibu jari nya, terlihat di mata Indra yang sedang merindukan Sasya.
"Aku tidak sabar ingin bertemu dengan mu sya, bagaimana wajah mu sekarang? apa kamu semakin cantik? apa kamu masih sama dengan sebelum nya? apa kamu juga merindukan aku? kenapa sya, kamu malah memilih mengabari Anggara terlebih dahulu, bahkan kamu kehilangan nomor telepon aku, dan tidak kehilangan nomor telepon Anggara"ucap Indra sambil menatapi foto Sasya yang sedang tersenyum ke kamera.
"Ndra"panggil Anggara ketika membuka pintu dan melihat Indra berdiri di dekat meja belajar nya, Indra dengan cepat langsung meletakan kembali foto itu ke atas meja.
"Kamu lihat apa ndra?" tanya Anggara sambil menaruh handuk ke atas sangkutan yang di dinding.
"Aku lihat foto kita ini, kapan ya kita bisa bersama bertiga lagi" jawab Indra.
"Sasya kan tak lama lagi akan kembali ke sini, kita bakalan bisa berkumpul bersama lagi kok ndra, kamu tenang aja"
"Ia gara"
Keesokan hari nya
"Anggara, aku pinjam baju kamu dulu ya, buat pergi ke kampus hari ini" ucap Indra yang baru saja selesai mandi.
"Ia, aku ambilin dulu di lemari" Anggara berdiri mengambil pakaian di dalam lemari.
"Nih, pakai" Anggara memberikan pakaian kepada Indra, saat itu Anggara sudah bersiap buat pergi ke kampus.
Selesai Indra berpakaian, Anggara dan Indra berpamitan terlebih dahulu pada Nenek.
"Nak Indra, wajah mu belum membaik sepenuh nya, apa kamu tetap mau ke kampus hari ini?"tanya Nenek.
"Ia nek, aku juga suntuk jika di rumah aja, jadi aku pergi ke kampus aja nek"
"Baik lah"
Anggara dan Indra pun pergi ke kampus, di jalan Anggara bertanya pada Indra.
"Indra, aku lupa mau bertanya semalam, kenapa kamu bisa di kroyok dengan Zidan di gudang kemarin, bukan nya kamu ke parkiran"
__ADS_1
"Kemarin aku emang ke parkiran, saat aku hendak memperbaiki motor, tiba-tiba Zidan dan teman nya memukul ku, dan menyeret ku ke gudang itu"
"Apa kamu sudah tidak terasa sakit lagi sekarang?"
"Sudah, aku kan laki-laki masa ia aku di pukuli begitu aja udah cengeng sih, hehehe, tapi terimakasih banyak ya gara, untung aja kamu datang semalam, kalau gak, gak tau deh aku bisa selamat apa gak dari Zidan dan teman nya itu"
"Alah kamu ni, kita kan teman, masa ia aku biarin kamu di kroyok begitu"
"Aku jadi penasaran, bagaimana kamu bisa tau kalau aku ada di gudang kosong itu, tidak ada yang tau saat aku di bawa Zidan dan teman nya"
"Itu, ada yang bilang sama aku kamu di bawa ke belakang kampus dekat gudang kosong, dia tidak sengaja melihat mu di bawa"jawab Anggara dengan wajah mencari alasan.
"Benar kah, aku kira gak ada yang lihat, soal nya saat itu, keadaan sedang sepi"
Setibanya di kampus, di parkiran sudah di sambut oleh Zidan dan keempat teman nya, berdiri melihati Anggara yang sedang memarkirkan sepeda motor nya.
"Hay ndra, bagaimana keadaan mu sekarang? sudah baikan?" tanya Zidan.
"Ngapain nanya keadaan ku segala, perduli apa kamu"
"Kami kan sangat perduli pada mu ndra, hahaha" ejek Fahri.
"Sudah lah ndra, ayok kita pergi, jangan dengar kan mereka" ucap Anggara.
"Ia, pahlawan kesiangan nya Indra, hahaha" ucap Zainal.
Anggara tidak mendengarkan ucapan mereka, Anggara dan Indra meninggalkan Zidan dan keempat teman nya itu di parkiran.
"Kamu jangan terlibat dengan mereka lagi ndra, gak usah cari masalah dengan mereka" ucap Anggara saat berjalan masuk ke dalam kampus.
"Ia gara, mereka anak orang kaya, mereka bisa seenak nya aja berbuat, kita kasih tau pun ke Dosen, tidak akan ada yang percaya, jika kita tidak punya bukti nya" ucap Indra.
Saat Anggara dan Indra ingin memasuki ruangan, Susi sudah berada di depan pintu ruangan Anggara, seperti sedang menunggu seseorang.
"Susi, kenapa kamu berdiri di sini?" tanya Indra.
"Aku nunggu kalian, ini aku bawakan sarapan buat kalian berdua" jawab Susi sambil memberikan kotak makan pada Anggara dan Indra.
"Waah, kamu baik sekali Susi, terimakasih banyak ya" ucap Indra mengambil kotak makan itu, dan Anggara juga mengambil nya.
"Sama-sama, itu aku yang masak loh, di habisin ya" ucap Susi.
__ADS_1
"Ia, bakal aku habisin"jawab Indra.
"Terimakasih ya Susi"ucap Anggara.
"Sama-sama, kalau gitu aku balik ke ruangan ku ya" ucap Susi.
"Ia" ucap Indra.
Anggara dan Indra masuk ke dalam ruangan, sambil menenteng kotak makan yang di berikan Susi.
Raisa yang melihat Anggara membawa kotak makan, langsung bertanya pada Anggara.
"Gara, itu kotak makan siapa yang kasih?".
Karena warna kotak makan itu berwarna pink, membuat Raisa curiga bahwa itu pasti di kasih oleh seseorang.
"Kenapa?" tanya Anggara balik.
"Aku mau tau aja, siapa yang ngasih kamu, soal nya tidak biasa nya kamu membawa kotak makan ke kampus"
"Itu bukan urusan kamu kan, aku mau bawa kotak makan atau gak" jawab Anggara, langsung duduk ke kursi nya.
"Ia, kan bukan urusan kamu sa, kenapa kamu bertanya seperti itu, aku juga membawa kotak makan yang sama, kenapa kamu tidak bertanya pada ku juga"
"Aku tidak perduli soal kamu" ucap Raisa memandang sinis.
Sebelum jam pelajaran di mulai, Indra membuka kotak makan yang telah di kasih oleh Susi,
"Isi nya nasi goreng sama telur mata sapi gara, kalau kamu isi nya apa?" tanya Indra karena melihat Anggara tidak membuka kotak makan nya.
"Ya sama lah, tidak mungkin berbeda kan"jawab Anggara.
"Aku buka ya" ucap Indra mengambil kotak makan tersebut.
"Buka aja".
Indra pun membuka kotak makan itu, dan isi nya sama, nasi goreng dan telur mata sapi.
"Sama kan, kamu tidak percayaan banget, tidak mungkin lah Susi memberikan sarapan ke kita yang berbeda" ucap Anggara.
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan vote ya teman, mohon dukungan nya😊